
Kasih berjalan melewati gerbang utama setiap langkah rasanya sangat berat ada rasa ingin tak ingin saat mau kembali pulang, entah perasaan apa itu dia berdoa doa agar tak ada kejadian buruk yang akan menimpanya serta beberapa keluarga lainnya, Kasih menarik nafas menenangkan jantung yang tak luput berdetak kencang di atas normal.
Kasih berjalan masuk hingga sampai ke tangga rumah menuju kamar,hari ini ia pulang tak selarut kemarin jadi sudah pasti Tuan muda belum pulang,sebelum membuka pintu Kasih berdiri sejenak dia rasa dirinya sangat aneh kenapa tiba-tiba ia memiliki perasaan seperti akan ada kejadian buruk yang menimpanya.
Ceklek. (Suara pintu)
Perlahan-lahan Kasih mematuk pegangan kunci lalu masuk kedalam pintu kembali ia tutup,begitu ia masuk kamar menjadi panas serasa ada di Gurun Sahara.
" Kau."
Suara bak petir yang tak tau berasal dari mana tapi sudah tak asing memekik kepadanya, tiba-tiba tubuhnya di tarik begitu kuat hingga dia tersungkur di lantai bak terhempas ombak di pantai.
Nathan mengerang kesal mengepal kedua tangan ia bertekuk di lantai menatap Kasih. "Berani sekali kau bermain-main dengan ku." Tanpa segan Nathan mencengkram kuat dagu Kasih saat wanita itu masih tersungkur.
Ini sebuah kejutan yang menyakitkan membuat Kasih menangis. "A,ap,apa salah saya Tuan." bertanya dengan suara yang hampir hilang.
" Masih nanya lagi." Nathan melepaskan cengkraman nya Kasih pun terduduk. "Kemari kau.!" kini rambut Kasih pula yang di Jambak di paksa berdiri lalu di hempaskan kembali ke lantai sampai Kasih tersungkur balik.
"Aaagghh.!
Kasih merintih kesakitan kenapa tidak tubuhnya jatuh serasa sebuah gelas pecah saat di banting,Nathan bertekuk lagi menjambak kembali rambut Kasih hingga tak bisa di lepaskan.
__ADS_1
Nathan menarik rambut Kasih agar mendekat. "Berani sekali kau mengatakan kepada Arnold bahwa kau adalah istriku." suara Nathan begitu kuat memecah di kamar tak tau lah jika ada yang mendengar.
Plak,Plak,.! tangan kanan Nathan menampar beberapa pukulan ke pipi Kasih hingga memerah antara dua pipi.
" Hiks,Hiks,Tuan ampun." Kasih menutup wajah agar Nathan tak menampar lagi hingga kacamatanya terlepas tak tau kemana.
Kasih berusaha mengelak namun tamparan keras tak berhenti menghujamnya,Nathan berdiri Kasih menggeret tubuh meminta ampun dan kaki Nathan menendangnya, Nathan melepaskan tali pinggang nya yang terbuat dari kulit buaya lalu digunakan untuk memukul tubuh Kasih.
"Aww,ampun Tuan."
Nathan melibas tubuh Kasih berulang kali dengan membabi buta istrinya seperti orang kesetanan,tak ada yang bisa di lakukannya kalau bukan menangis penyiksaan ini begitu berat sangat perih namun apa yang bisa ia lakukan mau minta tolong tapi dengan siapa.?
Nathan menghentikan libasanya tali pinggang itu ia campakkan ke lantai lalu bertekuk kembali,untuk ke-tiga kali rambut itu Jambak rasanya seperti di kuliti.
Mereka berhadapan di depan cermin. "Kau lihat." berteriak memaksa agar Kasih menatap cermin. "Kau lihat siapa dirimu,kau tak pantas menjadi istriku kau itu hanya seorang pembantu." ucapannya mengingat kan tentang posisi Kasih.
Nathan mendorong Kasih hingga terpental ke lantai,kepalanya terbentur kuat berlawanan dengan umbin Nathan sungguh kejam jiwanya seperti sudah di rasuki oleh iblis.
Sambil menangis Kasih terduduk pelan-pelan air mata sudah tak terbendung, Nathan membungkuk menatap Kasih. "Aku peringatkan sekali lagi," menarik dagu Kasih mendekati wajahnya. "Jangan pernah mengatakan kepada siapapun kalau kau itu Istriku atau tidak aku akan menghajarmu lebih parah dari ini." Memperingatkan dengan kasar.
" Hiks,Hiks." rintihan tangisan tak dapat di tahan menangis sejadi mungkin agar mendapatkan belas kasihan namun tak ada kata kasihan lagi.
__ADS_1
Nathan berdiri merasa belum puas menghajar Kasih wajahnya di basahi oleh keringat dan Kasih di basahi oleh airmata,Nathan memijak punggung Kasih saat wanita itu dalam posisi telentang pijakannya seberat diinjak gajah. "Brukkk." Nathan menendang tubuh Kasih "Aawww." menjerit kesakitan memegang perut akibat tendangan Tsubasa yang di keluarkan oleh Nathan tendangan itu begitu kuat terasa seperti di tendang beribu kali walau dalam hanya satu kali saja,Kasih merintih kesakitan mungkin tendangan itu bisa merusak organ tubuh nya ia tergeletak memutar tubuh dalam keadaan telentang merasa tak berdaya, mungkinkah Malaikat maut akan datang menjemputnya malam ini secara mendadak.
" Wek,Wek,Wek." seperti seorang pisikopat Nathan tertawa seram kesenangan menghajar Kasih,bahkan ia tak merasa bersalah atau panik bagaimana kalau Kasih akan mati dalam sekejap di tangannya ia malah senang melakukan hal keji tersebut.
ia memang tak punya perasaan tak merasa kasihan memperlakukan istrinya bak binatang mungkin melebihi binatang,dia tak sadar apa yang dia lakukan sudah melewati Rana KDRT, setelah puas menghantam Kasih Nathan pergi begitu saja dengan perasaan penuh kemenangan,ia bahagia seperti mengalahkan musuh bak di dalam game ini adalah hari paling bersejarah untuk mereka pintu pun di banting kuat olehnya saat keluar kamar.
Hanya sebuah satu masalah kecil itupun sangat tidak penting membuat Nathan menunjukkan asli sifatnya.
Kasih menyeret tubuhnya seperti ular merayap tangannya ia ulur untuk meraih kaki sofa,ia berjuang mengesot-ngesot karena kakinya sudah tak dapat digunakan untuk berjalan memijak lantai tulangnya serasa rapuh tubuhnya pun lemas penuh dengan memar di beberapa bagian yang sensitif,tak sanggup menggapai sofa ia pun terbaring di lantai dingin sambil menangis tersedu-sedu.
"Nathan,kenapa kamu kejam sekali padaku,? apa salah ku.?
Apa aku salah mengaku sebagai istri kedua mu,aku istrimu kan.? Hiks,Hiks.
Bukankah kita sudah menikah lalu kenapa kau membenciku,tak bisakah kamu hargai aku sedikit saja,a,a,aku mencoba menjadi yang terbaik namun kenapa kamu gak bisa baik kepada ku walau sedikit saja,
padahal aku sangat mencintaimu dan sangat menghormati mu sebagai suamiku.Hiks,Hiks."
"Aku istri mu Nathan,huhuhu Ayah Ibu."
Kasih berteriak sendiri di kamar Nathan pun entah pergi kemana hingga tak balik. Nasibnya sangat buruk sudah menderita dari kecil tidak punya orang tua dan menikah pula dengan pria yang mengimbangi Fir'aun, kekayaan memang tak menjaminnya hidup bahagia tapi malah membuatnya seperti tinggal di neraka,dia tertidur seketika sambil menangis tak berhenti batinnya tak dapat menahan semua rasa sakit yang sudah berada di permukaan,salahkan jika seorang istri mengaku kepada seseorang bahwa dia menjadi istri raja.
__ADS_1
Nathan mengambil mobilnya yang terparkir tadi lalu masuk dan pergi membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, yah itulah tempat yang nyaman baginya berlindung bersama istri tercinta.
BERSAMBUNG