Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Fantasi Kotor 21+


__ADS_3

Wajah mereka sangat dekat mata Nathan tak lepas memandangi Kasih ia tak berani melihat maka pandangannya dialihkan ke salah satu sudut,Nathan memaksa Kasih menatap wajahnya lagi-lagi ia menolak tak berani menatap mata elang Tuan Petir.


Nathan mendekatkan bibir ke bibir Kasih jantungnya sudah mulai berhenti berdebar, Ketika ia ingin berbicara Nathan berdesis menghentikan suaranya ia berharap bisa segera lepas.


Nathan melepaskan kedua tangannya memegang tangan Kasih ia mengangkat tubuh sedikit,


Kasih berusaha duduk namun Nathan menindihnya maka ia tak bisa kemana-mana lagi,Nathan melepaskan kacamata Kasih dan membuangnya kelantai tak peduli dengan Kasih.


"TUAN PETIR,PROKK." Kasih setengah berteriak dan menepuk tangan di hadapan wajah Nathan saat melihatnya terbengong-bengong sambil tersenyum menatap Kasih.


Nathan tersadar dari lamunan khayalannya ia memukul kepala sendiri berusaha sadar.


Apa itu bayangan apa yang aku pikirkan,kenapa aku membayangkan hal sejorok itu bersama si udik ini.


Tidak-,tidak ini tidak benar aaaahh aku g***.;; batin Nathan.


Nathan mengelus lehernya merasakan kalau khayalannya tadi nyata terjadi dirinya sedikit malu untung saja Kasih tak tau,


Kasih masih terduduk di sofa mendongak menatap wajah Nathan yang kian memerah seperti tomat.


"Tuan anda baik-baik saja.?" Kasih bangkit dari duduk ketika Nathan memegang kepala seperti orang oyong.


"Jangan mendekat." Nathan merentangkan tangan menyetop Kasih yang ingin mendekat.

__ADS_1


Kasih bingung melihat Nathan yang terlihat salah tingkah jika ia dekati,


Nathan melangkah menuju kasur tak mau melanjutkan pertanyaan yang belum dijawab,Kasih balik duduk kesofa merasa sudah tak takut dengan sikap Nathan tadi malahan pria itu semakin aneh.


Nathan duduk disisi kasur memegang kepalanya sambil termenung sedikit membayangkan fikiran kotornya,


ia menoleh Kasih yang sudah terbaring di sofa bermain dengan ponsel.


Aaaa,apa dia tak membayangkan apa yang aku bayangkan,


ssshh aku aneh sekali kenapa dengan diriku.;; batin Nathan.


Ia seperti orang idiot bergumam dan melanjutkan Fantasi yang ada di pikirannya,


Kasih yang sedang bermain ponsel di sofa bisa mendengar suara tawa Nathan ia menoleh kebelakang melihat suaminya sudah tertawa sendiri.


"Apa Tuan petir kesurupan.?" ia percaya bahwa kesurupan setan itu memang ada karena di kampungnya dulu cerita kesurupan sudah tak jarang di dengar.


"Hahahaha." mendengar Nathan tertawa semakin jadi Kasih bangkit dari tidur ia menaruh ponsel keatas meja,


Kasih jalan pelan-pelan mendekati Nathan yang tengah asyik melamun sambil tertawa terbahak-bahak memikirkan seseorang yang amat lucu baginya.


Kasih beridiri di hadapan Nathan tapi ia tak menyadari itu bahwa Kasih sudah menatapnya penuh tanda tanya,

__ADS_1


Kasih melongo melihat Nathan berfikir kalau ia benar-benar kerasukan setan.


"Tuan-tuan sadar." Kasih memukul lengan Nathan agar sadar dengan apa yang ia lakukan namun sebaliknya Nathan semakin tertawa merasakan sentuhan Kasih.


Kasih menoleh kesebelah kiri ada segelas air putih di atas meja lampu tidur lalu ia sambar, ia berkomat-kamit membaca beberapa doa pengusir setan.


"Ssuurr." Kasih menyiramkan segelas air tadi kewajah Nathan hingga ia berhenti tertawa, Nathan tersadar merasakan bahwa dirinya disiram air ia melihat Kasihlah yang melakukan itu.


Nathan berdiri sambil mengusap wajah yang telah basah hingga kepala dan rambut air didalam gelas cukup banyak jadi wajarlah, ia mengerang kesal menatap Kasih ia pun menaruh gelas keatas meja memohon minta maaf telah melakukan hal sedemikian.


"Heh udik berani sekali menyiram ku.!" Nathan membentak keras merasa Kasih sudah tak sopan padanya.


Kasih memejamkan mata mendengar gemuruh petir mulai menyambar dirinya. "Maafkan saya Tuan,tadi saya lihat anda tertawa sendiri lalu saya fikir anda sedang kerasukan jadi maka dari itu saya menyiram anda." Kasih pula semakin takut dan merasa bersalah.


Nathan sadar memang benar dia tertawa sendiri tadi ia membuang nafas dan berbalik badan menatap kasurnya, Kasih membuka mata mengintip Nathan yang berhenti bergemuruh dirinya sudah aman.


"Pergi tidur sana." Nathan membentak lagi tanpa menoleh dirinya juga merasa malu.


"Baik Tuan muda kalau begitu saya permisi dulu." Kasih berjalan meninggalkan Nathan ia berlari cepat takut kena sambar petir lagi.


Nathan mengernyit dan menggeleng kepala merasa terganggu dengan perlakuan Kasih ia berjalan kekasur ingin tidur juga, besok adalah hari dimana mereka akan repot karena menjalani syuting dan proses pembuatan iklan yang akan dibintangi oleh Kasih.


Kasih juga harus bersiap-siap menguatkan mental jangan sampai ia malu ataupun canggung lagipula Dilan sudah mati-matian mengajarinya, jikalau ia takut dan menyerah maka Dilan akan marah dan membencinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2