Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu
Maaf


__ADS_3

Ia menghempaskan tubuh ke atas sofa ia merenggangkan sepuluh jari-jarinya yang sudah terasa kaku,urat-urat syaraf nya pun terasa nyeri dia mempeletok lehernya yang sudah tegang,Kasih mengambil ponsel di dalam tas jinjing lalu ia nyalakan layar ponsel dia membuka dan berusaha mendalami tentang kegunaan ponsel mahalnya.


Dia membuka beberapa situs web dan aplikasi sosmed lalu ia mendaftar membuat akun,setelah berhasil dia pun membuka artikel-artikel terbaru mengenai konflik beberapa artis dan pengusaha terkenal dilihatnya juga banyak foto-foto wanita berpose cantik bersama suami dan pacar ada juga yang sendiri,ada juga sederet masyarakat yang berfoto memamerkan harta benda yang sangat mahal jelas-jelas membuat jiwa irinya meronta-ronta.


Ada juga dia lihat tentang berapa sekelompok fanbase menuliskan artikel tentang.


[ Sera kami menunggu mu ] [ Sera Bangkitlah ]


Berita itu bertebaran di medsos benar saja mereka sangat mengharapkan Sera agar bangkit dari koma.


Dia yakin bahwa Sera seorang bintang yang sangat terkenal di kagumi semua orang.


"Kapan aku bisa mempunyai fans sebanyak itu dan namaku tertera di semua Artikel,Aku menjadi bintang yang di kagumi semua orang layaknya bintang seperti Sera." ia bergumam sendiri menatap wajah cantik Sera di dalam ponsel.


Sudah puas membaca semua berita kian matanya terasa perih akibat kantuk yang menyerang,di letaknya lagi ponsel itu keatas meja dia pun menutup tubuh menggunakan selimut lalu memejamkan mata beberapa menit ia masuk kedalam mimpi ia mendengar banyak suara teriakan memanggil namanya, mungkinkah impiannya menjadi kenyataan menjadi seorang Bintang yang namanya di panggil seluruh dunia.


Kedua kali ada suara pria yang tak asing memanggilnya begitu kuat malah membuat ia tertawa dalam tidur,lagi-lagi mimpi itu terasa semakin nyata memekik di kupingnya saat ketiga kalinya suara itu semakin kuat dan nyata memanggilnya namun bukan dengan sebutan nama melainkan nama panggilan lain.


"Udik." suara itu menjadi nyata begitu kuat hingga membangunkannya dari mimpi palsu, Kasih terperanjak duduk.


"Tuan Muda.!" berbicara dengan gugup.

__ADS_1


Nathan membungkuk menatap wajah Kasih. "Kau bermimpi ya.?" memastikan keadaan nya. "Tidak Tuan.!" Kasih menggeleng malu menutup wajah.


"Apa yang kau mimpikan hingga tertawa begitu.? Hahaha,kau ini lucu sekali kalau sedang tidur." Nathan tertawa geli melihat Kasih yang sedang kebingungan,ia mencubit pipi gemoy milik wanita itu dengan lembut.


Kasih mengelus pipinya yang sudah memerah akibat cubitan,Nathan menggeser meja agak sedikit menjauh lalu ia duduk di lantai tepat di depan membelakangi Kasih.


Nathan mengambil tangan Kasih dan meletakkan ke dua belah bahunya. "Pijitin.!" Singkat saja tanpa harus memperjelas perintahnya dia harap Kasih langsung mengerti.


Kasih memijat bahu bidang itu secara perlahan tapi Nyaman,bagaimana pria ini memiliki tubuh dan bahu seindah itu Kasih bertanya-tanya di dalam hati dan dia merasa senang bisa menyentuh sedikit dari tubuh suaminya walaupun hanya sekedar memijat.


"Maaf..!" Kasih mendengar penuturan dari Nathan langsung menghentikan pijatannya. "Heh kenapa berhenti? ayo pijitin lagi.!" Nathan kembali memegang tangan Kasih untuk melanjutkan pekerjaan.


Kali ini Kasih tak salah dengar. "Tuan minta maaf untuk apa.?" bertanya sambil memijit-mijit.


Kasih terdiam berfikir pasti Nathan sedang berbohong. "Ehhh maafin gak.?" Nathan mengehentikan pijatan memutar tubuh menatap kasih yang tengah mematung.


"Anda tidak perlu minta maaf Tuan, Saya sudah memaafkan anda dari dulu." Senyum kecil keluar dari bibirnya menunjukkan dua buah lesung pipi.


"Baguslah." Nathan memutar balik tubuh seperti semula Kasih melanjutkan pekerjaan. "Kapan kau berikan aku hadiah yang aku katakan dulu.?" dia mengingat betul ucapan yang ia sesali dulu.


"Saya kan belum gajian Tuan." ia membisik di sebelah kuping kiri. " Kapan kau gajian.?" Nathan ikut berbisik. "Sekitar dua Minggu lagi Tuan." hardiknya membalas.

__ADS_1


"Cih lama sekali." ia merasa kesal. "Pijit kepalaku." Nathan menaruh tangan kasih ke atas kepalanya.


"Hah begini sangat enak." Nathan menyenderkan tubuh ke hadapan Kasih. "Tarik-tarik pelan seperti ini." Nathan memperagakan tangannya lalu memejamkan mata menikmati pijitan lembut.


Hari ini waktu berjalan dengan indah malam ini pun Nathan tak memperdayai dirinya lagi namun pria itu masih memerintah mengganggu Kasih semalaman,Kasih memijat kepala Nathan hingga jari-jarinya terasa pegal tapi tak mengapa dia juga merasa senang kok melakukannya tanpa ada rasa penasaran.


Apalagi mendengar permintaan maaf dari suaminya semakin membuat perasaannya damai sejahtera tak tau juga mungkin kedepannya pria itu menjadi brutal.


BERSAMBUNG.


POV author..πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ


Buat para readers yang paling saya hormati jika selesai membaca tolong dong berikan vote nya sedikit saja dan tinggalkan like di setiap bab berapapun itu author sangat bersyukur..


Dari beberapa komentar menyuruh author untuk lebih banyak update episode dan jangan lama-lama..


Gimana author mau up banyak-banyak kalian nya aja pelit jempol..


Dan ya cerita author memang tak seindah beberapa novel lainnya dan mungkin sangat dramatis seperti di sinetron,, Tapi author mohon jangan beri komentar yang menyakitkan dong, Hargai karya author sebagai penulis karena membuat cerita itu menggunakan otak perlu menguras fikiran tidak segampang membalikkan telapak tangan.


Disini author menulis tanpa di bayar author tak mendapatkan apapun author hanya menghabiskan waktu berfikir membuat novel tanpa pamrih,, Dan author semakin malas tak bersemangat saat mendapati beragam komentar jelek di tambah lagi pembaca sangat pelit. Itu masih mending komentar nya sudah banyak yang di hapus kalau tidak banyak banget. Author tak bisa ikut kontrak karena sebuah masalah jadi mengerti lah.

__ADS_1


Tolong ya para readers bijak lahπŸ™‚πŸ™‚


__ADS_2