Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
DUGAAN


__ADS_3

Naya terlihat bingung akan kejadian yang baru saja dia alami. Di satu sisi, naya berpikir bahwa sosok pria disamping nya ini adalah seorang yang cool namun menakutkan. Di sisi lainnya, dia merasa terlindungi dan merasa nyaman ketika berada di dekat nya.


z Naya.. Are you ok? kamu kuatirkan sesuatu yang aku ga tau? maaf bukan mau ikut campur, tapi sejak kejadian malam itu, aku merasa akan banyak kejadian yang mengancam keselamatan mu. Terlebih di party tempo hari, aku mengakui mu sebagai kekasih ku ". Mahen mulai merasa cemas ketika melihat perubahan sikap Naya yang mendadak menjadi pendiam.


" Aku hanya kaget tadi. Maaf, Abang terbiasa dengan sen-ja-ta kah? ". Naya mengutarakan kecemasan dalam hatinya dengan hati-hati.


" Kamu takut pada ku? ". Mahen malah bertanya balik.


" Sedikit.. Aku pernah beberapa kali melihat senjata, karena Abah juga punya sih, untuk jaga-jaga jika keluar pulau, dulu tapi, sekarang sudah engga.. Abang pake itu di keseharian? ". Naya bertanya pelan sekali, kalimat terakhir nya hampir tak terdengar oleh Mahen.


" Keseharian, engga.. Tapi aku akrab dengan s*njata t*jam, p*stol dan lainnya karena kami di fasilitasi untuk menguasai hal itu oleh Pak Jim. Kami harus belajar menemb*k, beladiri dsb... Jangan salah paham, kami bukan mafia, hanya untuk tameng penjagaan diri karena jejak Pak Jim di masa lalu dan kamu tau, bisnis kami high risk.. Banyak intrik, seperti hal nya politik.. Lawan bisa jadi kawan, begitupun sebaliknya. Tapi jujur, aku jarang banget sebetulnya berurusan dengan orang-orang yang punya record kelam, baru kemarin dengan Tristan saja ". Mahen menjelaskan sekilas tentang kondisi nya, agar di lain waktu Naya sudah tak shock lagi.


" Hmm, paham.. Abang pernah terluka? ".


" Terluka karena SaJam? Engga, jangan sampai.. Satu-satunya kejadian berat buat aku yaa tentang kaki ini ". Jawab Mahen tersenyum sambil melihat ke arah Naya.


" Oh syukurlah.. Lega denger nya ". Jawab Naya polos sambil mengelus dada.


" Kamu khawatir sama aku? ". Mahen bertanya sambil melihat ke arah Naya sedangkan tangan nya menarik tuas rem karena mereka sudah tiba di tempat makan sesuai permintaan Naya, Angkringan.


" Eh... Udah sampai.. Turun yuk ". Naya mengalihkan pembicaraan, sambil tergesa-gesa keluar dari mobil.


" Ck, Sayang... Kamu bikin aku gemes ". Eh, aku barusan bilang sayang? apa aku beneran udah sayang yaa sama dia? apa aku hanya merasa punya tanggung jawab atas kejadian itu? . Mahen bergumam sambil senyam senyum sebelum akhirnya ia menyusul Naya yang terlihat sudah memilih beberapa menu untuk makan mereka.


***


" Tuan, selamat malam.. Aku sedang berusaha, anda janji tidak melukai pacar ku kan? aku sudah mengikuti kemauan anda, menjauhi nya ".


Suara di seberang telepon terdengar lirih nan sendu, tampak dari intonasi nya seperti menahan luka mendalam.


" Baiknya kamu berhasil, jangan khawatirkan tentang janjiku ".


" Ada satu yang mengganggu ku.. Siapa pria yang tadi? apakah orang anda? karena anda menilai aku akan gagal dan mengirimkan orang baru? ". Bagas mengutarakan kejadian yang baru saja dia alami.


" Pria mana maksud kamu? Aku tak mengutus siapapun ". Tegas Tuan Danureksa.


" Tinggi, atletis, rapih dan terlihat ahli.. Dia yang membawa Ainnaya tadi ". Bagas menjelaskan ciri-ciri pria tadi, yang tak lain adalah Mahen.

__ADS_1


" Apa dia Mahendra? Dia melihat mu? ". Tanya Tuan Danureksa lagi, kali ini nada nya sudah meninggi.


" Siapa dia? Hallo hallo Tuan ".


Sambungan telepon terputus. Tepatnya diputus oleh Tuan Danureksa. S*aaaalllan kamu Mahendra.. Sudah aku peringatkan jangan ikut campur. Baik, jika ini mau mu, semoga kamu tak menyesal.


Tak lama setelah Tuan Danu mendapat berita dari Bagas tadi, ia terlihat sibuk menghubungi beberapa orang nya, entah rencana apalagi yang akan dia lakukan untuk menutupi kebusukan nya di masa lalu.


2 Jam kemudian.


" Tuan.. Kami tidak bisa mendekati gadis itu, pengawalan gadis itu ketat sekali. Nampaknya Rival anda sudah tau tentang ini dan juga Ia betul-betul menjaga nya ".


" Dasar tak bec*s kalian ". Hardik Tuan Danu murka.


***


Hotel Santiago.


" Bos.. Dugaan anda benar. Kita berhadapan dengan orang yang punya kekuasaan disini.. Danureksa Brata. Menyewa beberapa orang untuk menggangu Nona. Menguatkan dugaan aku tentang hubungan mereka, Naya dan Bagas. Tapi apa yaa, ini belum berhasil aku pecahkan ". Rey menulis pesan pada Mahen yang masih makan berdua dengan Naya di angkringan.


" Rey.. fokus pada Rendy dulu.. Apa anak itu punya suatu rahasia? Untuk apa dia ada di rumah sakit yang sama 3 tahun lalu, dimana Naya terluka akibat kecelakaan itu.. Kenapa mereka ngotot terhadap Naya yang harus menikah dengan Bagas? Cobalah selidiki dari sini dahulu ". Balas Mahen atas pesan Rey tadi.


" Kamu pikir Naya seperti gadis kebanyakan diluaran sana? Kamu berani mikir begitu ke Naya, haah? Aku saja tak berani menyentuh nya meski seujung kuku bila tak dalam keadaan terpaksa ". Mahen naik darah, padahal Rey hanya bercanda.


" Easy Bos.. Maaf, aku keterlaluan.. Aku tau Nona tak begitu.. Maaf bos, maaf ". Rey heran, padahal bulan lalu, mereka berdua ada dalam satu kamar yang sama di hotel Bintang.


Mahen berdiri, menjauh dari Naya ketika dia emosi. S*al Rey, berani sekali. Awas kamu Rey, umpat nya masih dalam hati kesal.


Satu jam kemudian, setelah Mahen mengantar Naya kembali ke kost-an nya. Ia kini sudah berada dikamar yang sama dengan Rey, saling diam dengan kesibukan masing-masing. Mahen tampak berkutat serius dengan laptop nya menyempurnakan system yang ia buat entah untuk siapa.


" Bos.. Binggo.. Ketemu ". Rey berteriak kegirangan persis anak kecil yang baru saja dibelikan permen oleh ibu nya. Sedang Mahen masih tak menanggapi, ia masih kesal karena ucapan Rey tadi.


" Bos.. Rendy Pangalimna Danu, anak tunggal klan Subrata, tiga tahun lalu mengalami gagal jantung dirumah sakit yang sama dengan Nona saat itu dan harus melakukan transplantasi jantung sebelum ia akhirnya dipindah ke rumah sakit di Singapura.. Ibunya telah meninggal dunia saat ia lahir di bulan ke 8 usia kehamilan sang ibu.. Kelainan jantung bawaan yang diderita sejak lahir memaksanya ada dalam kondisi terburuk hari itu ".


" Saat kejadian itu.. CCTV rumah sakit menangkap sosok mirip Bagas yang mendekati ruangan Nona saat akan dilakukan tindakan operasi.. Bos, apakah Bagas yang memberikan transfusi darah untuk Nona, karena menurut info dalam rekam medisnya, Nona kehilangan banyak darah dan menerima tambahan 3 labu darah? dan sosok mirip Bagas juga yang menemui Ibu Nona di ruangan lainnya? ". Urai Rey panjang lebar. Saat ini Mahen mendengarkan dengan seksama sambil tangan nya menulis di sebuah kertas mencatat segala hal yang terkait dengan ini semua.


" Ok.. Aku catat dulu.. Nanti aku pikirkan lagi ". Jawab Mahen dingin.

__ADS_1


" Bos.. Yang benar saja, hanya itu? setelah aku lelah berselancar? come on, kita lanjutkan.. Aku sedang bersemangat ". Rey membujuk Mahen, dia tau bos nya masih marah atas ucapan nya tadi tentang Nona kesayangan nya itu.


" Brisik sekali. Pergilah ke mana saja kau mau malam ini ". Jawab Mahen malas.


" Bos.. Anda sudah jatuh cinta dengan Nona yaa? berarti sudah bisa melupakan Melissa? ". Rey tak patah semangat agar mood Bos nya membaik.


" Aku masih ragu Rey. Apakah yang sedang aku lakukan ini tepat buat nya? Aku nyaman dengan nya, happy walau sekedar melihatnya dari kejauhan, ingin selalu dekat, meski dia gadis biasa tapi setiap perubahan sikap, reaksinya atas sesuatu selalu membuatku terkejut dan takjub. Dia keturunan bangsawan, berasal dan dibesarkan oleh keluarga yang religius. Apa aku pantas jika berdiri di sisi nya Rey? aku yang cacat seperti ini? Demi Allah dia seusia Fani istri Mandala, bahkan Fani masih lebih tua dari Naya. Jarak usia kami juga jauh, 14 tahun. Tapi gimana yaa... Aku... ". Mahen mendadak terlihat lesu.


" Berjuang Bos.. Anda kan sudah kembali mendalami agama, aku perhatikan Nona tak pernah memandang rendah orang lain.. Nona orang yang easy going, cerdas dan fight.. Yang penting kalian berdua punya perasan yang sama ". Jawab Rey menenangkan kegalauan bos nya, Ia lalu berjalan mengambil sebuah botol air mineral dingin dari dalam kulkas. Baru saja Rey akan meminum nya, nada dingin yang berasal dari suara bos nya terdengar lagi.


" Apa katamu? kamu memperhatikan Naya? coba ulangi.. Berani sekali kamu Rey " . Sergah Mahen.


" Puufftttttttt.... ". Rey menyemburkan minuman nya ke udara. Salah lagi, batin nya. (Haha sabar Rey, namanya juga lagi galau si bos).


" Maaf Bos.. Aku lanjutkan kembali, tanpa berkata apapun ". Tangan nya terangkat membentuk satu isyarat mengunci bibir nya.


Naya.. Apa aku layak di sisi mu? apa kamu punya perasaan yang sama untuk ku? apakah kamu mau berjuang bersama ku nanti.. Sayang, apa aku sudah jatuh cinta padamu.. Ainnaya?. Mahen sibuk dengan perasaan nya yang sudah mulai ia sadari. Hingga Rey yang memanggilnya berkali pun tak ia pedulikan.


" Bos... Bos... Info dr shadow A.. Ternyata ada 2 orang dalam ruangan ibunya Naya. Satu lagi siapa yaa? Rumit sekali mengurai ini. Apa anda akan membicarakan ini dengan Nona? siapa tau Nona bisa melengkapi analisa kita. Aku juga mendapatkan riwayat panggilan yang berasal dari nomor keluarga Subrata ke nomer yang sama dan rutin dilakukan hingga saat ini, termasuk nomor Bagas didalam nya, nomor asing yang ku maksud, aku kirimkan pada anda ".


" Minta Candi mengorek lebih dalam lagi Rey.. Aku mau tidur, kangen Naya-ku siapa tau dia menungguku di mimpi sedari tadi ". Jawab Mahen asal.


" .............. ". Konyol sekali anda Bos, batin Rey.


" Candi One.. Dapatkan info tentang Bagas dari Naya.. Jaga agar Identitas mu tetap aman ". Rey mengirim pesan.


Ini bukan nomor Bagas, kemarin sewaktu aku menghubungi nya bukan ke nomor yang ini, lalu ini nomor siapa? banyak sekali orang yang terlibat, aku tau keluarga anda punya satu rahasia besar Nona.. Maka dari itu, kejadian ibu anda meninggal seakan ditelan bumi.. Lawan keluarga mu bukan orang sembarangan.. Dia tau silsilah keluarga Anda.. Akan aku cari tau hingga tuntas dan informasi ini tersimpan rapih untuk diriku sendiri.. Bos, jangan lepaskan Nona.. Akan aku perjuangkan kalian berdua agar bersama, karena hanya anda yang bisa menjaga Nona.. Berbahagialah Bos, agar aku tenang dan damai karena telah melaksanakan ikrar janjiku pada mu... bilamana aku tak berada di sisi mu lagi, hutang ku telah impas meski aku tau anda tak pernah meminta nya . Rey sudah bertekad, Ia telah berhutang banyak pada Tuan nya itu, pada Bos nya juga.


Namun, bukannya tidur, Rey malah pergi keluar kamar menuju sebuah club yang letaknya masih ada didalam hotel untuk bertemu dengan beberapa team shadow guna menyusun strategi baru, kebetulan suasana club hari ini terbuka untuk umum jadi keberadaan Rey tak akan begitu mencolok. Karena ia sadar, keluarga Subrata tak akan tinggal diam setelah peristiwa di party, lalu Bagas yang dihajar Mahen dijalan malam ini, karena terbukti tadi beberapa orang klan Subrata sudah mulai mencoba mendekati Nona nya. Untung nya parameter penjagaan buat Nona nya sudah ia gandakan sejak kemarin. Agaknya jika Jimsey Exona tau siapa yang terancam, ia tak akan segan membumihanguskan klan Subrata. Rey berniat akan menceritakan segala nya nanti pada Tuan besar nya jika ia kembali.


***


[ Aku ga bisa tidur... Abang.. kamu misterius sekali.. Kamu beneran belum punya istri kan, aku salah ga sih? aku mulai nyaman, hiks hiks.. ummi, Neng tau ini dosa kan... Gimana yaaa, Neng pantes ga sih kalau ada di sekitar nya? dia kan dari keluarga berada yaa? dan pekerjaan nya, apa respon Abah nanti? ] Naya bergelung dalam selimut yang menutupi seluruh badannya, lalu berguling kesan kemari.


Keduanya mulai salah paham akan status dan keberadaan nya disisi masing-masing.


____________________________

__ADS_1


Masih banyak misteri.. Banyak mata-mata yaa.. Suka perhatikan ga? siapa aja? hihi..


baru bisa nulis diatas jam 12 malam.. Thanks support nya yaa.. semoga kalian sehat selalu..


__ADS_2