Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
JIMSEY EXONA


__ADS_3

Pagi ini Jimsey Exona mendatangi RB Company kepunyaan Danureksa untuk menghadiri rapat direksi pengalihan saham anak perusahaan Exona.


Satu jam telah berlalu, kini kedua pria paruh baya itu menuju sebuah ruangan private, ruangan yang pernah menjadi milik nya.


" Silakan duduk Tuan Jimsey atau Raden Mas Galuh ". Ucap Danureksa.


" Aku akan langsung pada inti pokok nya saja.. Usaha mu untuk menghancurkan aku, karena dendam masa lalu yang orang tua ku ciptakan dan aku yang mungkin tak sengaja melukai mu dulu... Aku minta maaf ".


" Selamat, kamu berhasil masuk dalam jajaran anak perusahaan Exona, dengan memiliki saham perusahaan ini sebesar 40%.. Namun aku akan pastikan mengambil nya kembali dari tangan mu, segera ".


" Ini adalah berkas surat tanah yang dulu orang tua ku rebut dari keluarga mu, semuanya aku kembalikan dan sudah di ubah atas nama mu.. Aku tidak pernah menyentuh nya, semua masih asli dan berdiri kokoh di tempat nya... ".


" Berhentilah sebelum engkau menyesal, Danu... Jangan pernah mengganggu orang-orang yang tidak bersalah lagi padamu... Urusan mu hanyalah dengan ku, dan ini telah selesai... Jika kamu menuntut ganti rugi sakitnya perasaan mu dulu, silakan tujukan padaku... Sejak awal, tujuan mu hanya kekuasaan bukan? ingin menghancurkan aku sebab aku penyebab kehancuran keluarga mu, merampas harta turun temurun keluarga mu, bukan?... Aku kembalikan, utuh... silakan diperiksa ". Lawyer Jimsey menyerahkan banyak dokumen berharga ke hadapan Danureksa.


Danureksa memeriksa semua kelengkapan dokumen dan memanggil lawyer nya untuk memastikan bahwa ini asli. Niat awal Danureksa memang hanya sebatas kekuasaan. Ingin Jimsey jatuh dan hancur perlahan seperi dirinya, meski melawan Jimsey tak seperti membalikkan tangan. Maka dia memilih melukai nya dimulai dengan Jameela ibunda Naya, kemudian beralih ke Naya dan Mahen, anak kesayangan nya.


" Baiklah.. Aku terima, tapi aku membebaskan diri dari semua dampak yang telah aku ciptakan selama ini... Anggap saja itu pengganti atas rasa sakit ku ".


" Aku akan memperbaiki nya semampu ku... Kejahatan mu pada keluarga Wisesa atas kesalahpahaman hingga melenyapkan Jameela, melukai Naya, biarlah Tuhan yang membalas nya... Semoga kamu dan Rendy selalu sehat... Terimakasih ". Jimsey melangkah pergi keluar ruangan dengan hati sedikit lega. Urusan nya satu persatu akan diselesaikan.


Semalam, ia mendapat pesan dari Mahen bahwa ayah anak itu akan menjalani operasi pagi ini. Ia juga banyak mendapat informasi dari Simon tentang kondisi Naya di Solo.


" Sonny, kerumah sakit orang tua Mahen ".


" Baik Tuan.. Di S.I.H, orang tua WaDir di rawat intensif ".


Sesampainya di Rumah sakit. Ia melihat Mahen dan Ibunya sedang menunggu di luar ruang operasi. Anak itu nampak kacau, Jimsey mengerti di satu sisi ia ingin menjangkau Naya namun di sisi lain, ia terjebak di sini karena tanggungjawab nya sebagai anak.


" Mahen... Mba... ". Tegur nya pelan pada kedua orang yang tengah cemas menunggu.


" Pak... Sudah dua jam, belum selesai ". Mahen cemas.


" Hallo Jim.... Bagaimana kabar Maharani? kamu tega meninggalkan nya ". Sapa Mama.


" Rani baik, ada Matt dan Linda yang menjaga nya bergantian, aku akan kembali kesana segera setelah urusan ku selesai di sini ".


" Duduklah, Jim.. Kita sama-sama berdoa untuk suamiku ".


Ketiga nya larut dalam diam, dengan pikiran masing-masing. Mahen memikirkan gadisnya, Mama memikirkan anak sulung nya serta suaminya sedangkan Pak Jim memikirkan bagaimana caranya agar meluluhkan sang kakek, ia tau Naya ada dalam lindungan kakek nya karena siapa lagi yang bisa mengimbangi kekuatan orang-orang suruhan nya jika bukan dari team Matahari, Kusno Kalani. Pencetus ide dibalik terbentuknya Blackshark.


Sudah tiga jam berlalu, pintu besar ruang menakutkan antara hidup dan mati itu, terbuka.


" Keluarga Tuan Gandabayu ". Suara seorang suster memanggil.


" Saya, Putranya ". Mahen bangkit mendekat.


" Dokter ingin bicara dengan anda, silakan ". Keduanya masuk kedalam ruangan kecil.


" Dok... Ayah saya? ".


" Operasi nya berjalan lancar, hanya jika pasien telah sadar nanti dan dipindahkan ke ruang perawatan, jangan dulu terlalu banyak diajak bicara.. Masa kritisnya baru saja terlewati.. Malam ini dan dua hari kedepan, kita observasi pasien kembali... Sementara itu saja, anda bisa hubungi kontak saya jika ada hal mendesak... ". Dokter menjelaskan.


" Alhamdulillah.. Baik, terimakasih Dok ". Mahen lega. Satu masalah nya telah selesai.

__ADS_1


Sayang, terimakasih atas doamu. Operasi Bapak berjalan baik. Tunggu aku yaa, segera menyusulmu jika Bapak membaik. Batin Mahen mengucapkan syukur.


Mahen berkirim pesan pada Rey dan kedua adiknya.


" Bos, Anggara diperkirakan tiba hari ini ".


" Awasi dulu Rey.. Aku menyusul segera setelah pekerjaan ku selesai dan Bapak membaik ".


Mahen tengah fokus menyusun strategi untuk team nya. Adnan pamit kembali pulang ke kota nya karena istrinya akan melahirkan, masih ada Rey dan Simon disana, pikirnya.


" Hen..... ". Panggil Pak Jim.


" Ya pak, maaf aku tidak meminta izin pada anda sudah bolos hari ini.. Aku sudah minta Bram, mengirimkan kemari semua pekerjaan yang belum aku selesaikan sore ini ".


" Bukan itu... Gadismu, kamu tau kan dia dimana.... ".


" Iya Pak... Aku akan menyusulnya segera... ".


" Aku sudah memperingatkan Sumitra, jika Anggara masih berulah aku akan menuntut balas.. Danureksa dan Anggara sama saja, hanya haus kekuasaan.. Beda nya ia juga terobsesi dengan wanita mu ".


" Aku masih bisa menghadapi nya ". Mahen meyakinkan, ia tak ingin melibatkan orang lain dalam urusan nya.


" Satu lagi, Simon mengatakan padaku tentang seseorang yang bisa mengikutinya, kau tau darimana dia? ". Pak Jim masih belum mau mengatakan satu rahasia penting.


" Belum.. Kurasa orangku tau, Rey dan Simon masih disana... Pikiran ku kacau, Pak ". Mahen menundukkan wajah nya.


" Aku tau... Istirahat lah ". Pak Jim menatap nya iba.


*


FLASHBACK ON


19 tahun silam, saat hujan deras malam itu. Jika aku tak ditolong seorang anak SMA, mungkin nama Jimsey Exona takkan pernah ada.


Aku mengenal seluk beluk bisnis sudah sangat lama, sejak belia karena kedua orang tuaku seorang pengusaha sukses pada masa nya. Terlahir dari keluarga bangsawan Jawa yang disegani, karena kemewahan inilah yang membuat ku selalu mendapatkan apa yang aku mau. Entah apapun cara nya. Raden Mas Galuh Baratayuda, nama yang biasa dipanggil oleh Ibu ku dulu.


Malam itu, aku babak belur dihajar rival bisnis karena kalah taruhan. Mobil ku amblas dirampas karena dijadikan bahan taruhan. Umurku kala itu menginjak 35 tahun. Rumah tangga ku berantakan, kedua anakku lebih memilih tinggal bersama ibunya di California, USA.


Musuh bisnis ku banyak, mengingat aku menghalalkan segala cara untuk bisa bertahan.


Dalam guyuran hujan malam itu. Dia datang menolong ku. Menarik ku tertatih dari pinggir kebun kosong. Memberi minum dan membawa ku ke sebuah rumah. Dalam keterbatasan cahaya, aku berusaha menghafal setiap lekuk wajah penolongku ini. Anak yang baik, pikirku. Dan tak lama kemudian aku tak sadarkan diri.


Saat keesokan hari nya. Aku berada dalam sebuah kamar yang ku tau belakangan ternyata ini kamar kost nya. Di meja dekat tempat tidur ada 1 bungkus nasi yang tercium dari aromanya seperti nasi uduk dan segelas teh hangat. Dimana aku?


Tak lama. Dia datang, masuk ke dalam kamar ini. Tak bersuara, dia hanya menaruh baju ganti untukku lalu pergi lagi.


Kepala ku terasa sakit, kuraba pelan oh ternyata ada luka disana dan sudah diperban, ternyata dia mengobati ku juga.


Aku bergegas mengganti semua pakaian ku dengan yang diberikan oleh pemuda tadi. Memakan sarapan yang dia berikan sambil berusaha menelpon orang ku.


" Jemput aku ".


" Maaf Tuan. Aku melacak koordinat terakhir tapi Tuan tak ada disana. Maaf aku terlambat ". Ucap Roxy satu-satunya orang kepercayaan ku.

__ADS_1


" Roxy, tolong cari tau siapa dia, pemuda tadi. Amati dalam diam dan lindungi dia. Pemuda tadi yang menolong ku semalam ".


" Anak muda. Terimakasih, aku akan membalas jasa mu ". Tulis ku pada secarik kertas, dan kuletakkan diatas tempat tidur. Sebelum aku pergi diam-diam bersama Roxy.


" Tuan. Namanya Mahendra Guna usia 18 tahun. Dia baru saja mendaftarkan diri masuk ke Perguruan tinggi di Jakarta jurusan teknik Informatika ".


" Awasi dia dan atur agar dia masuk perusahaan ku secara alami saat dia lulus nanti ". Ujarku pada Roxy.


4 tahun kemudian.


Akhirnya kita jumpa lagi, anak muda. Semoga engkau tak mengenali ku. Mahen mengawali karir nya di Exona.


FLASHBACK OFF.


Disinilah mereka berada kini, Jimsey Exona tak menyangka bahwa awal pertemuannya dengan Mahen membawanya bertemu banyak anak-anak jalanan yang kelak dalam pengasuhan nya dan Mahen, mereka menjelma menjadi orang-orang loyall bagi kepentingan Exona.


[ Mahendra Guna, mungkin kamu dan Naya tidak menyadari bahwa semua kesulitan yang kalian temui adalah imbas masa lalu ku. Bila kakek atau wisesa menahan kalian untuk dapat bersama, aku yang akan memperjuangkan kalian sampai akhir. Anggap saja, sebagai bayaran segala luka dan kesedihan yang tidak pernah sengaja aku ciptakan ].


[ Kamu, selalu menjadi anak emas ku. Aku berhutang banyak budi padamu dulu. Maafkan aku masih menyembunyikan sesuatu dari mu ].


" Hen.. Aku kembali ke kantor dulu, kabari apapun yang terjadi yaa ". Pak Jim menepuk pundak Mahen.


" Baik, terimakasih banyak Pak ".


***


Solo.


Kakek buyut Naya mendapat panggilan telepon sore ini dari Galuh cucu nya, bahwa ia mengatakan akan membawa Naya kembali pulang.


" Restui cicit kakek, jangan mengulang kembali kesalahan yang sama ". Galuh bicara.


" Jangan campuri urusan ku, aku yang menemukan cicit ku... Kamu tidak berhak, aku akan melihat apakah Sesa masih keras kepala seperti dulu ".


" Aku akan membujuk Sesa pulang... Percayalah Kek... Kita perbaiki semuanya, Ok? ". Galuh memohon.


" Jangan usik cicit ku.... Kau tau akibat nya, Galuh ". Ancam kakek.


" Menjaga satu anak perempuan saja dia tidak mampu, kamu juga, Naya akan berada dalam bahaya bila aku membiarkan nya diluaran sana ". Bentak nya keras.


" Aku perlahan membereskan masalah ini kek... Beri kami kesempatan ".


".......... ".


Panggilan diputus sepihak oleh sang kakek. Jimsey telah bertekad bahwa kali ini adalah bagian dirinya yang harus turun tangan menyelesaikan konflik internal keluarga sembari membujuk sang kakek agar dapat memberikan restu pada Mahen yang notabene bukanlah keluarga bangsawan seperti mereka.


" Mampukan aku, Tuhan ". Doanya kemudian.


_______________________


Fyuh 😌


Lelah, sakit gigi sakit kaki... Hati? engga donk, apalagi kalau dapat Vote, love, like dan follow.. 😅

__ADS_1


__ADS_2