Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
LAMARAN


__ADS_3

Setelah Enam jam perjalanan Solo - Cirebon di lewati Naya dengan hanya makan dan tidur di pelukan suami nya. Akhirnya mereka bertiga tiba di Statiun Kejaksaan Cirebon. Alex dan Candi yang telah lama menunggu menyambut kedatangan mereka dengan binar bahagia.


" Megaaaaaaaaaaa.......!! Aahh Kangen...... ". Naya berlari melepaskan diri dari genggaman tangan suaminya, melesat menghambur memeluk sahabat baiknya sekaligus bodyguard pribadi nya itu kala tatapan mata keduanya bertemu di luar ruang eksekutif.


" Nonaaaaa...... Aku kangeeeen..... Maafkan aku Nona... Maaf ". Mega terisak, hatinya bergemuruh antara bahagia dan penyesalan, karenanya Naya menghilang.


" Naya, Naa-yaaaa.... ". Ucapnya sambil menghapus air mata di wajah mungil Mega Candhini.


" Ka Alex... Terimakasih telah menjaga keluarga ku ". Alih pandang nya kepada Alex.


" Senang berjumpa anda lagi, Nona ". Alex menundukkan pandangan nya, bukan karena segan, tapi karena takut tatapan tajam dari Bos nya. Rey bilang, tidak ada yang boleh menatap wajah istri Bos nya itu selama lebih dari 3 detik saat berinteraksi dengan nya, ckck aturan macam apa itu, pikir Alex.


" Lex... Parkir dimana? ".


" Di lot D, Bos... This way, biar aku bawa travel bag nya... ".


" Tidak usah, tinggal dorong ko ini ". Mahen menolak. Begitupun dengan Amir.


" Honey, perhatikan arah langkah mu... ". Mahen melihat Naya yang berjalan didepan nya hampir beberapa kali bertabrakan dengan calon penumpang dari lawan arah.


" Can.... ". Panggil Mahen pada Candi yang disebelah Naya.


" Baik Bos... ". Candi menggandeng tangan Nona nya itu agar mudah mensejajarkan langkah mereka.


" Mas.... Stock sabar nya udah di order lagi belum? ". Amir hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap Naya.


" Aku bikin pabrik nya malah Ka... Dia itu diem nya kalau tidur dan makan... Atau sedang serius kerjakan tugas, selain itu gak ada ".


" Haha, udah hafal banget yaa Mas... Keren padahal jarang ketemu ". Mahen hanya tersenyum simpul menanggapi kakak ipar nya itu, kesan bahwa Naya energik dan ceroboh sejak pertama kali bertemu telah melekat padanya.


" Bos, Candi bawa motor... Mas Amir, silakan masuk ". Alex membuka pintu depan bagian kiri untuk ka Amir.


" Abang, aku ikut Mega yaa... ". Wajahnya berseri mengharap.


" No sayang.... Kamu capek, lain kali aku izinkan ". Mahen melihat wajah Naya yang lelah.


" Ish........... ". Hentak kakinya keras ke lantai sambil masuk ke kursi belakang mobil yang sudah Alex buka untuknya.


" Ya ampun.... Malah ngambek ". Mahen senyam-senyum sendiri melihat tingkah konyol istrinya itu.


Di dalam mobil yang mulai melaju meninggalkan stasiun, mereka hanya terdiam. Amir memilih menikmati video streaming nya. Mahen berusaha membujuk Naya dengan sentuhan lembut, dan Naya yang acuh dengan segala usaha sang suami.


Tigapuluh menit kemudian, Menjelang waktu Ashar. Mobil mereka tiba di kediaman Orang tua Naya.


" Assalamu'alaikum... Abah, ko banyak tamu? ". Amir bergegas masuk ke rumah mencari ayahnya untuk menanyakan kesibukan di halaman depan rumah mereka.


" Wa'alaikumussalam... Kan mulai besok, pengajian terus lusa lamaran... Mandi, ashar terus istirahat dulu sana... Nduk, kamu kenapa, muka ditekuk gitu, ga seneng balik ke sini? ".


" Au ah... Nyebelin ". Naya melengos meninggalkan Mahen begitu saja setelah mencium tangan Ayahnya.


" Kenapa dia Mas? ".


" Ngambek ga aku izinkan pulang bonceng motor sama Candi tadi.. ".


" Hmmm, kelakuannya ga berubah juga... Gih, istirahat dulu... Ba'da isya, abah mau ngobrol ya Mas... ".


" Baik Bah.... ". Mahen pamit masuk ke kamar Naya dan meletakkan koper nya sembarang, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar. Warna cat broken white mendominasi, dengan sedikit furniture justru membuat kesan lapang.


Sengaja tak memperdulikan Naya yang pura-pura tidur diranjang nya. Mahen lalu masuk kedalam kamar mandi. Ia takjub, rapih sekali, dinding yang di cat warna hijau dan oren memberikan kesan segar dan semangat.


Lemari baju, rak skincare, sepatu, tas tersusun rapi dan koleksi buku dipajang disebelah closet duduk yang juga berwarna orens. Tirai shower bermotif daun dan beberapa hiasan dinding bertuliskan kata motivasi terpajang apik disana.


" Its the real you.... Ainnaya... Kamu menyembunyikan dirimu dengan baik didalam sini... ". Mahen lalu membuka lemari, tidak banyak baju tersimpan disana, matanya justru menangkap sesuatu yang membuat darahnya berdesir sebab koleksi pakaian dalam Naya didominasi warna gelap, hitam dan navy.


" Baby, kalau ini dipakai, kontras banget yaa sama kulit kamu.... ". Otaknya mulai travelling membangkitkan sesuatu yang tertidur di bawah sana.


" Shi*t... Sabarlah, belum waktu nya bedah produk ". Mahen tertawa atas kalimatnya sendiri sembari melangkah keluar dari rest room.


" Sayang.... Mandi dulu, lalu sholat ashar yuk... Setelah itu, bobo lagi boleh ". Mahen membuka kaus kaki Naya, menggosok telapak kakinya agar hangat.


" Aku gantiin baju nya nieh kalau ga bangun ". Naya masih bergeming, Mahen beringsut naik ke atas ranjang, memeluk tubuh Naya dari belakang dan menghujani banyak ciuman disana.


" Diem...... Aku kesel sama Abang ". Elaknya menjauhkan diri dari kungkungan Mahen.


" Iya tau, keselnya di simpen dulu nanti disambung lagi.... Naya, kamu demam!! .... Kan, aku bilang juga apa!! ". Mahen merasakan suhu tubuh Naya lebih hangat dari biasanya.


" ........ ". Naya buru-buru bangun dan langsung berlari menuju kamar mandi, ia berjongkok di closet memuntahkan semua isi dalam perut nya.


Hoeek.


" Kamu masuk angin, tadi berangkat dari Uyut cuma makan buah doank, aku suapin ga mau... Kemarin malam kan ga makan langsung tidur ". Mahen menghampiri Naya dan memijat tengkuk istrinya itu. Mengangkat tubuh Naya dan menuntun nya kembali ke tempat tidur. Luka nya baru saja kering, ia takut kejadian dikebun terulang lagi maka Naya hanya di papahnya menuju ranjang.


Mahen membuka travel bag nya mengambil obat gosok disana.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, ia mengoleskan minyak kayu putih di tubuh Naya, perut, tengkuk dan punggung.


" Tidurlah dulu, aku bangunkan satu jam lagi.. ". Seharian ini memang Naya banyak tidur, pasti kepalanya juga pusing. Mahen memijat pelipis, dan kepala Naya pelan hingga mata nya memejam kembali.


" Kamu ternyata ga bisa jaga diri dengan baik... Gimana waktu kamu di solo sendirian? pasti kamu sering sakit tapi kamu tahan.... Ckck, mulai sekarang aku ga izinin kamu ngapa-ngapain... Cukup layani aku saja ". Mahen menciumi wajah istrinya yang terlelap dalam pelukan nya.


Ba'da isya Abah menanyakannya tentang rencana mereka beberapa bulan kedepan termasuk dimana akan menetap dan kuliah Naya. Obrolan asik menantu dan mertua yang berlangsung hingga hampir tengah malam.


" Istirahat Mas... Besok kamu jadi pergi kan? Naya biar disini dulu kalau dia ga enak badan biar urusan mu lekas selesai ".


" Iya Abah, aku titip dia besok sampai sore semoga sudah selesai semuanya ".


***


Sumitra Land.


" Angga, apa lagi ulah mu? hentikan sekarang juga...!! ". sang ayah kembali mendapat peringatan dari Jimsey, Anggara terlihatenaruh orang-orang nya disekitar gedung yang akan dipakai resepsi oleh Mahen akhir pekan ini.


" Tidak.... Aku tidak... ". Elaknya.


" Jimsey mengatakan akan memberimu kejutan bila kau teruskan... Lalu siapa wanita yang kami sekap dalam hotel? ".


" Itu urusan ku, bukan urusan Papa ".


" Jimsey meminta kamu melepaskan nya ".


" Coba saja bila ia mampu ". Tantang Anggara.


*


Pagi ini Jimsey mendapatkan laporan dari Simon bahwa ada seorang wanita di sekap oleh anak buah Anggara disebuah hotel. Simon juga menemukan beberapa anak buah Anggara disekitar gedung resepsi.


" Siapkan berkas, lakukan audit dan laporkan..... sertakan bukti kuat atas 2 kasus lebih dulu... Bila ia mampu mengelak, kita tambah dengan kasus lainnya ". Perintah Jimsey pada Sonny, asisten pribadinya.


" Sumitra... Aku terpaksa, Danureksa sementara tertidur... Saatnya memberi pelajaran pada anakmu agar menjadi contoh bahwa mengusik Exona sama dengan kehancuran ".


" Halo Rey, wanita yang kau cari, disekap Anggara... Baiknya kamu selesaikan sebelum Mahen tahu ". Pak Jim membagi info pada Rey.


" Baik, Tuan besar ".


***


Diwaktu yang sama, cirebon.


Mahen mendengar sekilas pembicaraan Rey di telepon.


Glek. Mati kutu, Rey!.


" Jawab Rey!! ".


" Melissa Bos ".


" Melissa? mau apa dia ka Rey? ". Suara Naya menyusul suami nya yang hendak pergi di garasi.


" Sa-yang, ko bangun.... Kamu masih pucet gini lho... Balik kamar yaa, aku antar ". Mahen berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Engga.... Aku ga mau berlarut-larut atau lari dari masalah ini... Aku cape, Abang belum selesai dengan masa lalu... Jika Abang tak mampu, biar aku.... Ka Rey, ceritakan ".


Rey tak melihat ke arah Mahen yang menatap tajam padanya. Jujur, Rey khawatir Mahen luluh jika tahu Melissa depresi dan mencari nya. Bila ini tak diselesaikan dengan baik, Melissa akan menjadi bayang-bayang dalam rumah tangga mereka.


" Melissa kabur dari suaminya karena KDRT, Nona... Ayahnya mencari karena menduga ia ke indo, dan benar, dia ternyata disekap oleh Anggara ".


" Apa yang ayah nya mau dengan Abang? ".


" Meminta Bos memberikan perlindungan... ".


" Sampaikan, aku meminta bertemu dengan ayah Melissa dan ajak Melissa bersama... ".


" Honey No....!! ".


" Appa...!! Kalau dulu aku diam karena tak punya kuasa terhadap Abang, kini aku yang akan menyelesaikan nya... Aku tahu Abang tak akan tega karena Melissa masih sangat membekas bukan? Mantan terindah bagi keduanya... ". Naya melengos pergi setelah menyampaikan maksudnya.


" Sh*iiitt Rey!!..... Naya...!! ". Mahen mengejar nya masuk ke dalam rumah kembali.


Clak. Mahen membuka pintu kamarnya. Naya terlihat sudah berbaring membelakangi.


" Honey, aku bukan tak tega padanya, tidak ada mantan terindah... Aku hanya ingin tahu saja... ". Mahen mencoba membujuk dengan membelai kepala Naya.


" Jangan sentuh aku!! Pergilah....! ".


" Honey, please dengerin aku dulu... Bilamana aku membantu menemukan nya, bukan berarti aku masih mengharapkan nya... ".


" Yang orang tua nya pikir ga seperti itu... Abang membantunya karena masih punya simpati, Abang tidak pernah tegas padanya, makanya mereka kembali datang bukan?... Ckck aku kecewa! ".

__ADS_1


" Kita selesaikan yaa... Aku janji, kita sudahi ini... Ok? give me a kiss... ". Mahen mengusap punggung istrinya sayang.


" Janji, kali ini izinkan aku yang bicara.... ". Naya membalikkan badan menghadap suami nya.


" Iya sayang... Jangan cepet ngambek, kita bicara baik-baik apapun itu... Aku dengerin kamu dan kita cari solusi sama-sama.... Ok? ". Mahen mengecup bibir istrinya sekilas, menatap manik mata nya dalam.


" He-em.... Hati-hati... Jangan jelalatan.... ". Cebik bibirnya lucu.


" You're still the one, baby... kiss... kiss... kiss ".


" Sudah iihh, sana... Nanti keterusan ga jadi berangkat ".


" Terusin yuk, Rey bisa menunggu ko.... ". Mohon nya.


" Iihhhhh..... Sana... Mama Aruna sudah nungguin, dokter Maura juga... ".


" Iya iya.... ". Bangkitnya malas kembali keluar kamar dan pergi dengan Rey mengurus segala keperluan besok.


***


Sentul.


Keluarga Mahen berangkat ba'da subuh dengan menggunakan dua mobil. Rombongan tiba di kost-an Bu Rahma pukul sebelas siang.


Mahen dan team nya telah siap menyambut mereka, menjabat dan memeluk satu persatu anggota keluarga nya.


" Tuan Mahendra... ". Mama Aruna dan dokter Maura tiba.


" Dokter, this way... Kita berangkat sebentar lagi... Ini, keluarga ku... ". Mahen mengenalkan kedua adiknya dan Om Gatra yang mewakili orang tuanya kali ini.


" Den.... Sudah siap semua... ".


" Lex.... Clear area.... Ok Bu.. kita berangkat ". Mahen ada di iringan mobil paling depan, dengan Rey dan kedua dokter nya. Keluarga nya ada dimobil kedua dengan beberapa hantaran di bagasi. Mobil ketiga ada Bu Rahma, dan tetangga Mama.


Candi nampak sigap dan cantik menemani Naya dirumah. Nona nya itu kerap mual dan mengeluh pusing sebab masih tak enak badan.


" Selamat datang kami ucapkan kepada rombongan keluarga mempelai pria, Raden Panji Mahendra Guna..... Silakan menempati posisi yang telah kami sediakan... Untuk wanita, dapat mengambil tempat di sebelah kiri dan pria disebelah kanan... ". Suara MC terdengar memulai acara.


Prosesi selesai, Naya diperbolehkan keluar menemui tamu.


" Dokteerrr.... Apa kabar? ". Naya menyalami kedua dokternya terlebih dulu.


" Nona... ah, anda cantik sekali... Nampak lebih sehat dari sebelumnya yaa... ". Dokter Maura memeluk dan memberi selamat.


" Aura manten baru nya nular.... Kamu pucet sayang, sakit yaa? ". Mama Aruna membelai wajah Naya.


" Masuk angin dari kemarin sore... Aku ga bisa makan banyak dokter ".


" Hem, pengantin baru ko sakit... Aku kasih vitamin yaa ". Dokter Maura memberi sebuah nama vitamin ke Candi.


" Sehat selalu yaa Naya... Konseling kapan saja, datanglah kerumah bila kesini nanti yaa... ". Kedua dokter nya tak lama kemudian pamit karena ada jadwal pasien menunggu mereka.


Mahen tak terlihat, karena tamu pria dan wanita dipisah.


" Booooobbbbb..... ". Teriak suara gadis.


" Sandyyyyyyyy..... Agus.... ". Naya happy, dua sahabatnya datang.


" Selamat yaa, ga sangka lu nikah muda.... ". Nurma mencium dan memeluk sahabatnya gemas. Mereka lama tak bersua.


" Kalian pacaran? gegara Nurma sering ke kostan aku kan? ". tebak Naya.


" Iya, do'akan aku yaa nyusul kamu... Oiya, aku baru tahu tentang Vita... gila tuh anak... Kamu baik saja kan Nyak? ". Agus miris mengingat persahabatan mereka berakhir tragis.


" Lupakan... I'm happy now... Berkat Abang... "


" Dia yang nolong kamu di mall itu kan? ". Tebak agus.


" Iya... Jodohku om-om ". Tawa mereka pecah, keakraban kembali menghangat.


Ba'da isya, keluarga Naya sudah berkumpul lagi di ruang keluarga.


" Besok langsung pergi Mas? ". Tanya Amir.


" Iya ka... Aku ada sesuatu buat ka Amir nanti ".


" Besok ba'da subuh, aku mau ngobrol bentar Mas... Istirahat yuk, aku cape banget ".


Dan malam ini, seperti biasanya. Naya masih bagai koala yang suka tidur ditambah badan nya yang belum fit benar makin membuatnya meringkuk diatas ranjang.


" Tahan Mahen, tahan.... Sabar yaaa adek kecil.... ". Ia bermonolog mendapati istrinya telah lelap ke alam mimpi.


__ADS_1


___________________________


😁 tamat... tamat....


__ADS_2