
Setelah Anggara dibawa oleh kedua bodyguard nya keluar dari cafe, Mahen memutuskan untuk kembali ke area parkiran dan menunggu Naya di mobil nya sembari mengerjakan sesuatu. Ia akan mencoba memulai penyelidikan nya sendiri tanpa melibatkan Rey kali ini.
Berbekal pengalaman nya dahulu setelah peristiwa kecelakaan itu, Mahen berusaha menciptakan sebuah alat sensor system yang disetting dalam body mobilnya. Ia menyambungkan nya dengan jam tangan yang selalu ia kenakan sebagai alat pemindai kondisi kendaraan nya setelah ia meninggalkan nya di suatu tempat.
Hanya mobil nya dan pak Jim yang dipasang sensor seperti ini, karena memang Mahen sendiri yang menciptakan nya. " clear " begitulah kira-kira bunyi suara dari jam tangan nya jika kondisi mobil nya aman.
Pak Jim berulang kali membujuk nya untuk segera meluncurkan alat system sensor keamanan ini agar go public namun Mahen bersikeras masih akan terus memperbarui hingga sempurna meski saat ini hak paten nya telah berhasil ia kukuhkan atas nama nya.
Setelah semua aman, ia membuka pintu mobilnya dan duduk dibelakang kemudi. Pak Jim pun memodifikasi interior mobil ini agar Mahen tetap bisa bekerja dengan sangat lancar dan nyaman meski sedang dalam perjalanan. Seperti saat ini, ia tengah membuka laptop nya dan menghubungi seseorang yang bukan termasuk anggota team shadow yang diberikan pak Jim padanya, untuk mencari tau lebih detail tentang latar belakang kekasihnya itu.
Kalimat permintaan penyelidikan sudah meluncur 15 menit yang lalu, saat nya Mahen menunggu hasil dari informan nya itu sembari mengecek kembali ponsel di saku kemeja nya. Mahen memilih pesan dari Rey untuk di baca nya pertama kali. Rey meminta nya untuk segera kembali ke hotel setelah mengantar Naya pulang ke rumah orang tua nya malam ini. Dilanjutkan dengan pesan dari sekretaris Mahen yang memberitahu bahwa ia telah mengirimkan soft copy file penyempurnaan untuk meeting esok pagi ke e-mail nya. Namun nampaknya meeting internal yang Mahen jadwalkan akan mundur, ia kemudian mengirimkan pesan untuk mengkonfirmasi penjadwalan ulang ada sekretaris nya itu.
" Sayang, malam ini kita makan di mana? jadi pulang kerumah kan? ". Mahen berkirim pesan pada Naya.
" Jam 20.00 aku turun, aku izin pulang cepat untuk melihat Mega dahulu baru aku pulang ". Balas Naya.
" 30 menit lagi. Ok ".
Ting. Sebuah notifikasi e-mail masuk. Cepat sekali, pikir Mahen. Ia membuka e-mail itu perlahan. Informan Mahen masih online saat ini, merupakan kesempatan bagi nya untuk bisa terus berkomunikasi dan mendapatkan informasi detail tentang Naya.
" Sudah lama anda tak meminta bantuan ku, apa kabar Bos? ".
" Aku sebenarnya tak ingin mengganggu mu yang sedang menikmati kebersamaan dengan keluarga baru mu, tapi ini mendesak, maafkan aku ".
" Aku berhutang banyak budi pada anda, jangan sungkan Bos. Siapa gadis cantik ini jika aku boleh tau ".
" Dia calon istriku, apa yang kamu temukan?".
" Yakin anda tidak tahu? Dia cicit keluarga bangsawan yang mempunyai kedudukan penting dalam hirarki Kesultanan Keraton Jawa hingga saat ini ".
" Aku hanya tau dia keturunan bangsawan saja. Lanjutkan.. ". Mahen berdebar menanti kabar selanjutnya.
" Kakek buyut nya seorang Tumenggung, beliau masih hidup dan sehat hingga saat ini, namun Kakek nya telah meninggal. Semua keluarga bangsawan pasti punya tradisi. Salah satunya bila ingin mempertahankan garis keturunan maka harus menikah dengan sesama keturunan bangsawan ".
" Deg........ Masih ada info lainnya? ". Jantung nya makin berdetak cepat.
" Yang pasti, itu dulu bos, lainnya aku belum bisa menembus nya karena sepertinya ada seseorang yang menghalangi aku untuk mengakses semua informasi yang berkaitan dengan wanita anda. Semua akses atas nama bangsawan nya, telah dihapus. Ah ya, aku juga mengakses bursa saham dan memasukkan nama Ainnur Dinarabraja ".
" Apa hasilnya? ". Tanya Mahen penasaran.
" Tidak ada bos. Hanya ada nama ayah nya saja, Ahmad zeid sanusi atau Braja Wisesa, namun saat ini kepemilikan saham atas namanya telah dihapus ".
" Nama dia yang lain? keluarga nya? ".Cecar Mahen kembali.
" Nihil. Dari luar terlihat sangat biasa ya Bos tapi ternyata bibit unggul. Anda selalu jeli memilih wanita, hehehe. Kenal dimana bos? ".
" Disini. Berawal karena aku hampir menabrak nya ". Ia mengingat kembali momen manis dan lucu kala itu.
" Keluarga nya lumayan terpandang di kalangan pengusaha kota ini. Satu package kumplit, dia pantas di sisi Anda, Bos. Aku akan mencari tau sisa informasi yang anda inginkan ".
" Terimakasih Bro ". Tutup nya kemudian.
Setelah mendapat kan sedikit informasi tambahan dari informan tadi, Mahen kembali memikirkan ucapan Anggara, lalu teringat kembali dengan pengakuan Danureksa. Rasanya tak mungkin jika kedua orang ini tak punya rencana. Anggara bilang ini tentang kekuasaan, alasan yang masuk akal karena kakek buyut Naya adalah orang penting didalam pemerintahan keraton yang notabene kebijakan nya masih didengar oleh pemerintah daerah disana. Bila ia berhasil menikahi Naya bukan tak mungkin ia akan ikut menginterupsi segala tata aturan yang bisa menguntungkan klan Sumitra. Terlebih, mereka berdua akan menjadikan pernikahan Rendy dan Anggi Sumitra sebagai pernikahan bisnis.
__ADS_1
Setelah pernikahan, maka status Danureksa yang berubah menjadi besan Sumitra, mungkin ia bisa membalaskan dendam nya karena leluasa mencari tau dan menusuk Pak Jim alias Galuh dari dalam keluarga besar keraton. Ya Allah, rumit sekali. Ainnaya, aku tak menyangka kehadiran mu sepenting ini.
Karena terlalu serius memikirkan segala kemungkinan setelah mendapat informasi tadi. Mahen tak menyadari jika sedari tadi, Naya telah berdiri di sisi kiri mobil nya menunggu agar Mahen membuka pintu mobil agar ia bisa masuk ke dalam nya.
Tok tok.. Naya kembali mengetuk kaca pintu mobil Mahen.
" Ya Allah sayang.. ". Mahen terkejut akibat suara ketukan dikaca mobilnya.
" Abang, mikirin apa sih? serius amat? ". Naya bertanya tepat setelah ia duduk, sambil mata nya mengamati layar laptop Mahen yang masih terbuka.
" Maaf, daritadi yaa? yuk ke rumah sakit dulu sekalian makan disana aja yaa ". Mahen langsung mematikan layar laptop nya begitu menyadari Naya tengah mencoba membaca tulisan di layar laptop nya. Ia segera menyalakan mobilnya dan keluar dari pelataran parkir mall menuju rumah sakit dimana Mega dirawat.
" Hem.. itu apa sih? dari siapa? ". Naya curiga, ia seperti membaca sebuah tulisan nama nya disana.
" Kerjaan aku. Aku menyebut nama lain kamu, biar ga ada yang kepo ". Jawab Mahen asal.
" Aku tau Abang sedang mencari tau tentang aku dan hubungan nya dengan rekaman suara yang tadi kan? ". Naya hanya menebak nya.
" Ckck.. Punya pacar peka, cerdas kadang ada ga enak nya, semua jadi ketauan. Kakek buyut kamu orang penting ya? ko ga cerita? pantas Anggara ngejer kamu, ternyata pacar aku cicit seorang Tumenggung ".
" Abah hanya menjelaskan asal usul kami, agar tidak kehilangan sejarah nenek moyang kami. Urusan itu, Abah melarang kami ikut campur karena Abah telah melepaskan diri dari semua masa lalu nya ".
" Aku hanya rakyat biasa, Abang. Jika orang lain mengejar ku hanya untuk sebuah kekuasaan, mereka salah ". Naya mencoba berargumen.
"Jika kakek buyut mu tau keberadaan kalian, bukan tidak mungkin Abah akan dipanggil pulang kembali, Sayang. Dan orang-orang seperti Anggara pasti ingin memanfaatkan nya untuk keuntungan keluarga mereka ". Sahut Mahen memberikan gambaran keadaan nanti.
" Abang.. Jika Abah dipanggil kembali, mungkinkah kita?.... Kakek buyut pasti memegang teguh sebuah tradisi ". Naya merasa cemas, Abah dan kakek buyut nya pastilah satu type, berwatak keras.
" Ainnaya, jangan mendahului takdir Allah, kita berdoa saja yaa ". Mahen berkata demikian untuk menenangkan diri nya sendiri jika kemungkinan itu terjadi pada mereka berdua.
" Kenapa senyum-senyum? ". Mahen ikut tersenyum melihat gadisnya nampak sumringah di sisinya.
" Gapapa, aku happy kalau Abang begini. Eh udah sampai, cepet amat. Aku temani Abang makan dulu yaa, baru ke Mega ". Ucap Naya sambil melepas sabuk pengaman.
" Baru aja mau bilang gitu, keduluan ". Balas Mahen, senyum nya terbit karena happy, Naya nya mengerti keinginan nya tanpa Mahen minta lebih dulu.
Setelah satu jam mereka dirumah sakit, saat nya Mahen mengantar Naya untuk pulang kerumah malam ini. Karena hari sudah malam, Naya meminta agar Mahen menurunkan nya sebelum halaman depan rumahnya agar Abah nya tak curiga. Dalam perjalanan pulang itu Naya bertanya sesuatu.
" Pekerjaan Abang setinggi itukah resiko nya? ".
" Tidak. Mungkin karena kali ini aku bersama mu. Pacar ku adalah orang penting ".
" Hem, mulai lagi..... Abang, kemarin malam aku sakit kepala hebat lalu entah itu nyata atau tidak, aku berada dalam bangsal rumah sakit, disana aku seperti mendengar suara Tuan Danu dan seperti suaraku yang menahan kesakitan. Tubuh ku pun merasakan sakit, jantung ku panas, nafas ku ikut sesak. Aku lalu mendengar sebuah suara lembut tapi bukan suara ummi, yang mengingatkan aku untuk membaca suatu petikan ayat, ketika aku membaca nya. Aku telah duduk di sisi ranjang ku dalam keadaan baju ku yang basah kuyup karena keringat. Anehnya aku tak bisa melihat jelas setiap wajah dalam mimpi ku itu ". Suara Naya sedikit bergetar seakan menahan pedih.
" Kamu ingat sesuatu dari ingatan mu yang hilang? aku pernah membaca artikel, reaksi sakit kepala hebat itu adalah efek dari ingatan masa lalu yang akan muncul kembali. Mungkinkah itu yang dimaksud? Kamu coba catat yaa sayang, siapa tau memory itu akan kembali utuh ".
" Iya.. tapi aku takut. Bagaimana bila ini akan melukai semua orang? ".
" Kita berusaha, pasti ada jalan ". Keduanya lalu kembali terdiam. Mahen sibuk memikirkan tentang segala kemungkinan rencana kedua rival nya ,sedangkan Naya cemas akan ingatan nya yang akan kembali akankah berdampak pada hubungan nya dengan Mahen?
Naya memandang kekasih nya yang sedang serius memegang kemudi. Tampan nya pacarku. Batin nya.
Tak lama berselang, mereka tiba di sekitar rumah Naya. Mahen menurunkan Naya sebelum halaman rumah nya dan melihatnya memasuki pelataran lalu masuk kedalam rumah. Naya melambaikan tangan kirinya samar sebagai tanda perpisahan mereka malam ini.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ". Naya mengucapkan salam saat memasuki rumah.
" Wa'alaikumussalam. Malem amat sampai jam 10 nduk, diantar siapa tadi? jangan bohong sama ka Amir ". Kakak kedua Naya ini satu-satunya tempat Naya curhat. Pembawaannya yang lembut dan tenang bagai ummi nya, membuat nya nyaman bicara dari hati ke hati dengan ka Amir.
" Sama Abang. Nama nya Mahendra Guna, orang Jakarta. Aku nyaman sama dia Kak ". Jawab Naya sambil diikuti oleh ka Amir saat memasuki kamar nya.
" Hati-hati ya nduk, kamu udah dewasa tau mana baik dan buruk. Besok Abah bikin syukuran milad kamu, pengajian ibu ibu tadi siang bantuan udah dikirim ke panti juga sih sisa pengajian nya aja ". Terang ka Amir lagi.
" Abah baik banget, tumben ".
" Diterima yaa, orang tua juga manusia, ada khilaf nya. Istirahat sana, bersih-bersih lalu tidur ". Ka Amir berkata sembari keluar dari kamar Naya.
*
Hotel Santi.
Rey telah siap menunggu kedatangan bos nya ke kamar mereka. Tak lama kemudian Mahen memasuki kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan nya agar siap mendengarkan penjelasan dari Rey yang sepertinya penting.
" Bos, aku malam ini melihat Anggara dengan seorang wanita di club. Sepertinya ia merencanakan sesuatu. Sayang nya suara yang aku rekam dari alat ini kurang jernih, kita harus memeriksa nya saat di kantor nanti ". Rey melaporkan apa yang ia dapatkan malam ini pada Mahen.
" Aku ingin mendengar nya dulu ". Memang situasi di club berisik sekali, namun Mahen seperti mengenali suara sang wanita meski samar, suara yang pernah ia dengar tapi dimana yaa? Mahen berusaha mengingat dengan wajah serius.
" Tuan besar berkirim pesan padaku, lelang tender akan kembali dilakukan namun kali ini Kota Kuning yang membuka peluang lebih dahulu. Tuan besar ingin anda mendampingi nya nanti. Anggara juga telah meninggalkan kota ini tadi sore bos, ". Rey mengabarkan agenda Mahen minggu depan.
" Baik. Suara nya seperti aku kenal Rey, dimana yaa? ... Benarkah? sudah kamu pastikan dia betul-betul pergi? ". Mahen sedikit lega mendengar berita ini.
" Absolutely bos ". Mereka berdua lalu melanjutkan pekerjaan masing-masing yang belum selesai hingga tengah malam.
*
Sementara itu, dikamar Naya. Ia nampak tidur gelisah, wajah nya dipenuhi keringat. Nampaknya Naya bermimpi buruk kembali.
" [ Anda apakan ibuku? tolooong... tolooong...] "
" [ Diam anak kecil, kamu mengganggu rencanaku. Berikan dia penenang dosis tinggi, lekas ] ".
" [ Tidak... jangan... ummi... ummiii.. ummiii... aaahhhh ] ".
" [ Aku akan mengingat mu dalam setiap syaraf otakku, aku akan menghantui dalam setiap mimpi mu. Aku akan membalas mu, bedebah. Apa salah kami!! ] ".
" [ Gawat Bos. Gadis ini kuat sekali, dosis nya sudah tinggi, dia bisa gagal jantung. Tapi kalau dia lapor polisi, nama anda buruk ] ".
" [ Hilangkan ingatan nya, itu satu-satunya cara ] ". Entah mereka memberikan apa lagi, yang jelas gadis itu terkulai lemah dengan detak jantung yang mendekati garis lurus.
Nampak langkah suster dan dokter sibuk menolong kedua orang yang terbaring disana.
" Tidaaaak.... " . Naya bangun dengan deru nafas dan detak jantung memburu. Ia baru saja melihat dengan jelas, gadis yang terbaring didalam mimpi nya tadi adalah....... dirinya.
" Ummi.... ". Hiks... Naya menangis sembari menutup mulut agar isakan nya tak terdengar keluar kamar dan membuat kakaknya terbangun. Ia lalu mengirimkan pesan pada Mahen.
" Abang... aku kembali mimpi buruk. Sekarang aku tau, gadis yang terbaring dalam mimpi ku itu adalah aku... dan suara itu adalah.... hiks ". Naya masih menangis, ia shock mengetahui fakta tentang ini semua. Namun sepertinya Mahen telah tidur hingga pesan Naya tak dibalas nya.
__________________________
__ADS_1
Yang rumit, diurai lagi, satu-satu... Semoga masih bisa mengikuti alur nya ya gaes.. 😌