
Jam 09.30 Pagi, Jakarta.
" Rey, aku tunggu di lobby. Bawa Camry saja yaa ". Mahen mengirim pesan.
" Aku sudah bawa Accord bos. Kamera depan mobil ini lebih canggih, lagipula barang-barang anda sudah aku pindahkan ". Balas Rey.
" Cepatlah ". Mahen sudah tak sabar.
Karena bukan weekend dan bukan kota besar, maka tak susah bagi Mahen untuk booking hotel di saat akhir tahun seperti ini, Ia tetap bisa mendapatkan sebuah kamar hotel yang nyaman dipusat kota. Empat jam kemudian mereka telah tiba di kota tujuan, Cirebon.
" Naya, aku sudah di sini. Pulang sore kan? aku ke kost-an yaa ". Mahen berkirim pesan setelah berada dalam kamar nya.
" Serius? ". Balas Naya terkejut.
" Iya. Aku call pakai telepon kamar yaa kalau kamu ga percaya ".
" Percaya, aku lanjut kerja dulu karena hari ini lembur ".
" Dan besok kamu off ". Balas Mahen.
" Tau darimana? aku belum bilang apa-apa ". Naya terheran-heran darimana Mahen tau tentang jadwal nya.
" Aku temani kamu saat jam istirahat sore nanti. Aku tunggu di Istana Mie yaa ".
" Ogah, aku cape turun naik ".
" Baiklah.. As you wish Nona ". Mahen kesal, susah sekali mengajak Naya keluar jika bukan sedang dalam situasi terjepit. Tapi ia akan tetap menemui gadis itu sore ini. Tepat nya, Mahen yang akan menghampiri dengan membawa makanan.
Jam 17.00 Mahen memesan beberapa porsi makanan dan minuman. Lalu ia menuju bagian informasi agar staff Mall membantunya untuk memanggil Naya turun ke floor. Selang 15 menit kemudian, nampak Naya muncul dari arah pintu karyawan.
" Abang, ish aku lagi istirahat. Ada apa? ". Tanya Naya tak suka.
" Ini.. buat kamu dan teman-teman mu. Aku langsung pamit yaa ". Mahen sengaja memancing reaksi Naya.
" Eh ko gitu.. Oke, kita keluar sebentar, aku izin untuk keluar dari pintu paviliun ".
" Yes ". Ucap Mahen girang karena modus nya berhasil kali ini.
Mereka berdua lalu menuju sebuah stand minuman ringan.
" Aku harus hadir ke undangan wedding di Kuningan lusa malam karena berkaitan dengan misi pendekatan Exona terhadap penguasa wilayah di sana ". Mahen membuka percakapan sembari menyodorkan sebuah undangan mewah untuk Naya baca.
" Lalu ? ". Tanya Naya sambil mengamati undangan ditangan nya.
" Temani aku, kita berangkat setelah sarapan ".
" Ga bisa, aku mau tidur, lagian acara nya malam, bisa kesana sore kan dari sini ".
" Macet Naya, kamu lihat deh tanggal nya, 30 Desember, jalan nya kan sempit, nanjak pula. Aku sudah booking hotel di gedung yang sama dengan acara ko, kamu bisa langsung tidur setelah kita sampai ". Bujuk Mahen.
" Terus langsung pulang setelah acara? karena aku ga bisa libur dimalam tahun baru meski toko tutup jam 18.00 sore ". Naya menjelaskan alasan nya.
" Kita lihat nanti. Aku siapkan semua nya yaa, kamu cukup bilang iya ".
" Aku tak punya pilihan, meskipun aku bilang tidak, Abang tetap memaksa dan pasti ada aja cara agar aku ikut, menyebalkan ".
" Itu kamu tau, tapi ralat, aku ini menyenangkan ". Mahen tertawa.
Sudah hampir satu jam mereka mengobrol hingga akhirnya Naya pamit untuk kembali bekerja. Mahen mengantar nya hingga ke pintu yang sama saat mereka keluar tadi.
" Aku jemput nanti malam ".
" ...... ". Naya langsung masuk tak menengok lagi kebelakang.
__ADS_1
" Ckck.. Gitu amat Non ". Mahen menggelengkan kepala. Baru kali ini dia diperlakukan tak istimewa oleh seorang wanita. Dia yang biasanya digilai kaum hawa, harus berhadapan dengan Naya yang secuek itu. Namun, justru itulah yang membuat Mahen merasa tertantang mendekati nya.
***
" Rey, dimana? kita kerumah Tuan Danureksa sekarang ".
" Aku sudah di lobby parkiran selatan mall bos ". Mahen berjalan menuju lokasi yang Rey sebutkan tadi sambil membeli buah tangan saat ia melewati stand food and beverage di lantai dasar.
20 menit kemudian, mereka tiba di rumah megah klan Subrata di pusat kota.
" Aku Mahendra.. Ingin menjenguk Tuan Muda ". Jawab Mahen saat mobil mereka memasuki pelataran dan disambut oleh beberapa orang pengawal yang menanyakan identitasnya. Setelah menunggu beberapa menit, pengawal tadi mempersilakan mereka masuk.
" Silakan masuk. Tuan Danu menunggu Anda ". Ucap seorang penjaga pintu.
" Tuan Mahen, Rey, selamat datang, mari silakan masuk ". Sambut Tuan Danu ramah.
" Apa kabar nya Tuan Muda? sudah lebih baik? " Mahen to the point.
" Mari ikut aku, Rendy baru saja minum obat ". Tuan Danu memandu mereka masuk ke dalam kediaman mewah ini. Hingga tiba di sebuah aula megah, di bagian samping kanan nya lah kamar Rendy berada.
" Rendy, kamu dijenguk tamu istimewa son.. ".
" Tuan Mahen.. Naya ikut kah? mana dia? ". Rendy celingukan mencari keberadaan Naya.
" Rendy, ga sopan ". Tegur Tuan Danu.
" Naya tak ikut karena kerja, aku akan mengajak nya kemari jika ia libur ". Jawab Mahen basa basi.
" Seorang kekasih tuan Mahen masih bekerja? yang benar saja ". Sarkas tuan Danu.
" Gadisku tak suka diremehkan dan bergantung pada orang lain, itu yang membuat aku jatuh hati padanya. Bagaimana keadaan Anda tuan muda? ". Mahen mengalihkan pembicaraan.
" Ini biasa terjadi kalau aku stress, sekarang sudah jauh lebih baik terimakasih ". Jawabnya lemah.
" Aku tak menyangka anda yang begitu energik ternyata bisa sakit juga ". Mahen berusaha mencairkan suasana.
" Syukurlah kalau begitu. Kami menanti masa kepemimpinan mu untuk bekerjasama kembali dimasa depan ". Sambung Mahen.
" Do'akan aku selalu sehat, Tuan ".
" Aamiin.. In sya Allah, anda masih muda, masa depan anda masih panjang, semangat yaa.. Istirahat lah kembali tuan muda, aku ada sedikit keperluan dengan ayah anda, jadi aku sementara pamit yaa ". Mahen meraih tangan Rendy dan memegang nya erat seolah memberikan kekuatan. Ia tau, Rendy tak sepicik ayah nya.
Setelah dari kamar Rendy, Mahen lalu mengikuti Tuan Danu menuju ruang kerja nya. Setelah Mahen dan Rey duduk di sofa dalam ruangan itu, mereka mulai membuka percakapan.
" Silakan to the point Tuan Mahen " . Danureksa sepertinya sudah menyangka akan kedatangan Mahen kali ini yang bukan hanya untuk menjenguk Rendy melainkan ada sesuatu hal lain nya.
" Berhentilah mengusik gadisku, Tuan Danu.. Aku tak segan untuk bertindak lebih jauh jika anda tak mundur ". Mahen memberi peringatan.
" Apa maksud anda, aku tak mengerti ". Elak Danureksa.
" Rey, video nya ". Mahen meminta ponsel Rey.
" Bukankah ini anda Tuan? Tiga tahun yang lalu? Bangsal rumah sakit tempat ibu Naya berada? ". Mahen menohok nya tepat di jantung.
" Apa mau anda Tuan Mahen? " Danureksa berkata pelan.
" Lepaskan Bagas dan istri nya. Berhentilah mengganggu gadisku, anda salah sasaran. Dan akuilah perbuatan anda Tuan ". Mahen berkata dingin.
" Anda tidak mengerti ". Balas Danureksa.
" Aku tau segala nya. Selesaikan dengan baik urusan Anda di masa lalu, berdamailah ". Saran Mahen. Ia sebetulnya menghormati Danureksa bagaikan ayah nya sendiri.
" Kamu tau apa? betapa sakit hatiku mengingat harga diri orang tua ku yang di injak-injak oleh Kusuma Baratayuda, sebuah keluarga yang kau banggakan itu ".
__ADS_1
" Apa maksud anda Tuan.. ". Mahen dan Rey saling tatap tak mengerti. Bukankah ini hanya tentang salah sasaran? konspirasi memanfaatkan kan Bagas agar Tuan Danu terbebas dari tuduhan tabrak lari? kenapa ada nama Baratayuda disebut disini?. Mahen dan Rey hanya tau dari hasil penyelidikan mereka bahwa nyonya Jameela arthadarma pernah mengenal Danureksa karena mereka berdua adalah teman di sebuah kursus musik, Mahen menduga bahwa ini adalah cinta segitiga antara Danureksa, Jameela dan ayah Naya. Otak mahen dipaksa berpikir keras seketika.
FLASHBACK ON
PoV Danureksa.
30 tahun silam. Terjadi keributan di rumah seorang bangsawan Kusuma Baratayuda, siang itu ia baru saja menghancurkan sebuah bisnis keluarga yang dirasa merugikan nya. Kusuma tak suka bila ada orang yang ikut campur atas aturan yang sudah ia tetapkan.
Bisnis keluarga Danureksa hampir bangkrut, pernikahan nya dengan ibunya Rendy pun nyaris gagal jika saja sang kakek tak datang memberikan bantuan dengan menjual semua asset nya untuk membantu keluarga nya bangkit kembali. Asset yang terpaksa ia jual ke seorang broker yang tak lain anak buah Kusuma.
Sang kakek awalnya tidak mengetahui hal ini, hingga suatu ketika kakek nya mengetahui bahwa asset nya telah di ambil alih oleh Kusuma, sang kakek pun jatuh sakit hingga meninggal dunia. Danureksa yang merasa sangat dicintai oleh kakeknya harus merasakan kehilangan yang amat pedih. Ibunya nyaris gila dan ayah nya frustasi. Ia merasa seorang diri membangun kembali kejayaan dan nama baik keluarga nya. Dendam nya bertambah membuncah ketika ia mengetahui bahwa calon istrinya telah di rayu oleh Galuh, sang anak kesayangan dari Kusuma Baratayuda.
Galuh yang tak merasa telah melukai seseorang dengan begitu dalam tampaknya tak menyadari akan akibat perbuatan nya dimasa ini akan melukai seseorang yang ia sayang dimasa depan. Hingga acara pertunangan nya dengan Jameela diumumkan oleh keluarga nya, Galuh tak juga merasa sesuatu mengancam nya kelak. Danureksa muda yang saat itu diketahui teman satu kursus Jameela, hadir untuk diam-diam membalaskan dendam nya. Ia mengamati satu-satu keluarga sang musuh. Setelah acara pertunangan itu, Danureksa merantau ke kota lain yang membuat nya tak mengetahui perkembangan berita terbaru dari musuhnya.
FLASHBACK OFF
Masa kini.
Hingga suatu hari, 3 tahun yang lalu, ia melihat Jameela di kota ini sedang menjemput Ainnaya di sekolah yang bersebelahan dengan sekolah anak nya. Niat busuk nya kembali muncul. Ia ingin Galuh merasakan kehilangan yang sama seperti ia yang kehilangan kakek, ibu dan ayah nya.
Kecelakaan itu adalah hal yang tak ia sengaja. Hanya sebuah kebetulan bahwa yang ia tabrak adalah Jameela dan anak gadisnya saat ia terburu-buru menuju rumah sakit karena mendengar kondisi Rendy yang memburuk. Saat ia akan menjenguk korban nya di bangsal rumah sakit Ia mendengar Jameela berpesan kepada Bagas dan teman nya agar bertanggungjawab pada Naya atau melindungi nya kelak.
Teman Bagas ini telah menikah, dan tak mungkin untuk bertanggung jawab terhadap Naya meski ia yang telah menabrak Naya saat ibunya mendorong Naya ke sisi jalan demi menghindari hantaman dari mobil Danureksa. Disaat inilah, Danureksa mendengar bahwa Bagas ternyata mengenal sosok Jameela sebagai istri dari teman ayahnya. Bagas sudah memiliki kekasih, namun ancaman dari teman nya tentang video saat Bagas pesta miras di suatu club akan dia sebarkan ke atasan nya. Akhirnya karena terjepit situasi, Bagas tak punya pilihan. Danureksa memanfaatkan kejadian ini untuk lepas dari jeratan hukuman tabrak lari yang mengancam nama baiknya.
Ini bukanlah tentang hukuman nya semata, karena Danureksa bisa saja membayar seorang pengacara mahal dan ahli yang bisa membebaskan nya dengan mudah dari segala tuduhan. Namun, ini lebih untuk menjaga sebuah Prestige dan kekuasaan menuju puncak yang sedang ia rintis dan sebentar lagi berada dalam genggaman, karena ia berniat menjodohkan anaknya dengan pengusaha property kelas atas, klan Sumitra.
Danureksa mengakhiri kilas balik peristiwa pahit yang ia sembunyikan ini pada Mahen. Entah mengapa ia menceritakan detail kejadian sebenarnya tentang alasan mengapa ia menggangu Naya.
" Anda sudah tau dengan jelas jalan cerita yang sebenarnya? apa yang anda lakukan jika berada di posisi ku? ". Tanya Danureksa pada Mahen.
" Aku tak berkomentar, karena aku dan anda sudah pasti berbeda Tuan ". Balas Mahen.
" Cih, kamu jangan sok bijak anak muda ". Sarkas Danureksa.
" Akhirilah ini. Anda tetap bisa melanjutkan rencana anda dengan keluarga Sumitra bukan? Naya milikku, dan tak ada hubungan nya dengan musuh anda karena nyonya Jameela tidak menikah dengan Galuh, anda tau itu bukan? ". Tegas Mahen.
" Pergilah. Aku tak ingin melanjutkan ini ". Usir nya kemudian.
" Sebaiknya anda ikuti keinginan ku, tak ada untung nya bagi anda bila diteruskan. Lagipula, Naya tak tertarik dengan Tuan Muda dan tak akan menghancurkan hubungan pertunangan nya ".
"......... ". Danureksa bergeming.
" Kami permisi, terimakasih atas kepercayaan nya telah menceritakan hal yang tak aku duga sebelumnya, I'll keep save our secret ". Ucap Mahen lalu bangkit berdiri diikuti oleh Rey dan melangkah keluar ruangan kerja Danureksa.
" Tuan Mahen, Naya masih akan berguna untukku.. Anda tak tau kan jika Naya ada hubungan special dengan Galuh? aku akan membuat Galuh merasakan rasa bersalah teramat dalam karena membuat kalian berdua yang saling menyayangi akan saling melukai.. Membuat orang tua Naya memusuhi mu Mahendra Guna. Tidak ada luka yang sangat sakit di dunia ini kecuali kehilangan cinta dan terpisah dari pasangan hidup mu. Kita lihat saja nanti, silakan Anda bersenang-senang dahulu saat ini dengan gadis itu ". Danureksa berkata lirih setelah Mahen dan Rey pergi.
Didalam mobil Accord hitam, setelah keluar dari kediaman mewah Danureksa.
" Rey.. Tetap jaga Naya. Ingatan Naya yang hilang belum terpecahkan, aku menduga Danureksa masih menyimpan rahasia ". Mahen semakin cemas.
" Baik bos.. Aku juga menduga demikian. Penjagaan untuk Bagas, diperlonggar atau bagaimana? video itu kita simpan atau hancurkan? ". Tanya Rey.
" Longgarkan, aku yakin Bagas bisa menjaga dirinya sendiri kini. Simpan video itu, siapa tau kita membutuhkanya di lain waktu ".
" Ok bos. Anda jadi pergi dengan Nona? aku perlu ikut kah? ".
" Sure. Kamu gantikan aku mengunjungi Kadis pembagunan di sana, aku ingin bersama Naya sebelum acara. Oya, mampir ke butik kemarin Rey, dua buah gaun dan aksesoris untuk Naya harusnya sudah siap ".
" Wakil Bupati bagaimana? apa anda akan mengajak Nona? ". Rey masih tak paham juga bahwa bos nya ingin kencan yang terselubung.
" Kita lihat nanti jika Naya tak tidur, aku akan mengajak nya ke acara siraman di kediaman beliau siang hari nya ".
" Baik ". Jawab Rey singkat.
__ADS_1
_____________________________________
Baru satu yang selesai, masih banyak yg belum menemukan titik terang. pelan pelan saja, kata kotak. 😌