Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
DILEMA


__ADS_3

Solo.


Malam minggu pekan ini, beberapa pasang telinga orang-orang yang Naya kenal dan sayangi, setia menemani nya siaran hingga ia selesai. Mulai dari kakek buyut, Adnan, Mahen hingga Simon yang masih belum juga menyadari suara yang ia kagumi adalah orang yang di carinya. Ponselnya sengaja ia matikan, agar misinya senyap.


Adnan yang berhasil mendapatkan foto candid Naya saat ia high five, menyapa atau tos pada para fans dan member Ratislo yang sudah setia menunggu nya hingga program selesai, tiba-tiba dikejutkan dengan dua orang pria yang berdiri di samping pintu kemudi nya, mengambil kamera dan mencabut paksa memori nya.


" Hey, siapa kalian? ". Adnan bersiap.


" Nona dalam perlindungan kami, silakan anda menyalakan mobil anda, mengikuti kami keluar kota Solo, Tuan Adnan Bastian ". Pinta Team Matahari.


" Haruskah? Its you, Kusno Kalani right? ".


".......... Bukan, anda salah orang ".


Adnan terjepit, kali ini terpaksa mengikuti keinginan mereka. Betul yang Simon bilang, mereka profesional bahkan bisa menekan keberadaan Simon.


" Bos, aku menunggu anda di Jogja, kita berkumpul dengan Simon dahulu dan menyusun strategi selanjutnya termasuk menghadapi Tuan Muda Sumitra, Anggara yang telah bertolak dari Surabaya menuju Solo ". Adnan berkirim pesan.


" Kusno Kalani, kali ini untuk siapa anda bekerja? apakah Nona di incar oleh Tuan kalian? lama tidak ada kabar berita, ia muncul begitu saja disini ". Adnan sedikit banyak mengetahui tentang sosok Kusno Kalani.


Bagi dunia mereka, saling mengenal satu sama lain dengan kelebihan skill masing-masing dari mereka, sepak terjang aksi mereka bagai sebuah rahasia umum. Kerap kali bersinggungan, tak ayal bahkan beberapa ada yang rela saling melukai hanya karena sebuah misi, meski awalnya adalah sesama rekan atau bahkan sahabat. Begitulah dunia bawah.


***


Jimsey Exona telah kembali ke tanah air sejak pekan lalu. Berita yang ia dapat dari sekretaris nya tentang saham perusahaannya yang bergerak dibidang pariwisata, telah beralih kepemilikan pada Reksa Brata Company alias Danureksa lewat sebuah kasasi banding. Ia hanya bisa menelan ludah pahit.


" Dho, pengurusan surat yang aku minta, sudah selesai? ".


" Copy doc nya sudah di lawyer Anda untuk di cek, Tuan ". Ridho memberi dokumen asli nya pada Pak Jim.


" Baik, terimakasih ".


Mulai hari ini, dia akan memperbaiki jejak kesalahan masa lalu nya dimulai dari Danureksa. Ia akan menuju kantor mereka dengan lawyer untuk membahas tentang ini.


***


Bandara Soetta, terminal 1.


Mahen dan Rey sudah berada di ruang tunggu bandara. Ponselnya sengaja ia silent sejak Rey menjemput nya di Orchid.


" Bos, Mama anda ". Rey menyerahkan ponselnya.


" Ya Ma, aku di Bandara mau ke Jogja lalu ke Solo untuk jemput Naya ".


" Abang, Bapak pingsan jatuh di kamar mandi.. Mama di IGD sama Mahesa, tapi dia mau flight siang nanti. Nanda baru sampai di Surabaya karena ada event tahunan hotel nya, dia baru bisa izin pulang esok hari.. Gimana? ".


"............ Aku ke rumah sakit, Mama yang tenang, aku berangkat sekarang ".


" Tapi kamu, tadi bilang mau jemput Naya, sudah ketemu? Abang pergilah... Mama ga apa-apa, semoga Bapak baik ".


" Ada orang ku disana, yang penting aku tau Naya sudah aman dan ketemu.. Aku pulang Ma... ".


" Abang........ Pergilah nak.. Mama ngasih tau abang sekedar berita saja, pergilah... ".


" Mama lebih penting.... Meski dia juga penting, tapi dia belum menjadi tanggung jawab ku sepenuhnya ". Mahen menelan ludah susah payah. Hatinya seakan diremas, ia tidak bisa memilih diantara dua pilihan sulit saat ini.


Naya penting bagi nya, bagi hidup nya. Namun, Bapak juga penting bagi hidup Mama, Ibu yang amat dia sayang. Ia tak ingin Mama sedih, dan merasa sendiri tanpa teman atau sandaran disaat belahan jiwa nya sedang tidak berdaya.


" Rey.. Aku cancel ke Jogja. Pergilah, aku titip Naya pada mu.. Aku akan menyusul segera setelah Bapak siuman ". Mahen mengembalikan ponsel Rey.


" Bos, Ayah anda kenapa? ".


" Bapak jatuh, sekarang tidak sadar di IGD.. Aku percayakan Naya pada mu... ".


" Bos, Nona juga penting bagi hidup anda, ada Mahesa dan Mandala kan disana? .... ". Rey mencoba menahan.


" Kedua adikku punya hal penting bagi hidup mereka... Aku pergi Rey ".

__ADS_1


Mahen memasang kembali kacamata hitam diwajah tampan nya, ia melangkah keluar dari ruang tunggu dengan hati sesak.


Naya, kamu sangat berarti bagi hidup ku, tapi saat ini maafkan aku yang tidak bisa memilih mu karena....... Mama ku lebih dari segalanya untuk saat ini, maafkan aku tidak berjuang dengan benar untuk mu.


Mahen merasakan matanya mulai panas. Kaki panjang nya terus melangkah lebar meninggalkan bandara dan pulang menuju ke rumah sakit dimana kedua orang tua nya berada.


***


Sentul International Hospitals.


Sepanjang perjalanan, Mahen tak henti nya memberi instruksi pada adik nya, Mahesa bahwa semua yang ayahnya dapatkan haruslah fasilitas terbaik.


" Iya Abang, aku sudah mengurus semuanya, Mama juga sudah sarapan ". Mahesa menjelaskan.


" Tunggu aku sebentar lagi... Tapi jika kamu tergesa-gesa, pergilah Esa ". Tawarnya.


" Aku tunggu Abang, hati-hati lah ".


30 menit kemudian, VIP 2 lantai 5.


" Maa.... ". Mahen menunduk mencium ibunda dan duduk disamping nya.


" Nak, Abang... Maafin mama, selalu gangguin Abang ". Mama sedih, ia tau anak sulungnya itu menahan perasaan nya, selalu seperti itu sejak dulu.


" Mama ngomong apa sih, aku gak apa-apa.. Rey kesana dan ada yang lainnya juga... Sudahlah, Bapak gimana? ".


" Bapak harus operasi, dan sekalian pasang ring untuk jantung nya, Bang.. ". Mahesa menjelaskan.


" Kapan dilakukan? kamu dapat nomor dokternya ga Sa? ". Mahen menggenggam tangan Mama erat untuk menenangkan.


" Besok kalau Abang setuju, aku send nomor nya ke Abang yaa... Beliau menunggu Abang saat jam praktek sore nanti, jika ingin konsultasi lebih dulu ".


" Baik, thanks Sa... Pergilah kasihan passanger mu menunggu ". Mahen tau adiknya itu sudah gelisah.


" Bang, boleh aku bicara berdua? ". Mahesa memang segan dengan Abang nya ini, ia sangat menghormati nya karena bagi Mahesa, Mahen adalah sosok keren dan panutan bagi nya.


Keduanya keluar ruangan VIP tempat ayah mereka dirawat.


" Bang, aku nanti mampir ke Solo lepas landing nanti, aku akan mencoba bicara dengan Naya, mereka tidak mengenaliku bukan... Boleh ya? ". Pinta Mahesa pelan.


" Naya pasti mengerti, tidak usah Sa, makasih... Ada orang ku disana ".


" Besok, setelah Nanda datang... Abang bisa pergi jemput dia.. Kali ini, Abang harus bahagia... Jangan lagi memikirkan kami ". Ia dan Mandala sepakat membicarakan ini jika mereka berkumpul nanti, mereka berdua sangat bahagia melihat kakak sulung nya itu kembali hangat sejak bertemu Ainnaya.


".......... Aku sudah bahagia... Kamu, fokuslah untuk keluarga mu, bahagiakan mereka.. Agar Mama juga lega ". Rumah tangga Mahesa kerap memanas yang membuat Mama sering gelisah.


" Bang... Izinkan aku kali ini membalas semua yang pernah Abang lakukan untukku ".


" Jadilah suami dan ayah yang baik bagi keluarga mu, Sa... Sayangi Mama, Itu cukup buat aku.. ". Mahen memandang tajam adiknya.


" Bang.... ". Mahesa memohon.


" Mahesa.... Aku dan Naya terkadang tidak perlu banyak bicara untuk saling mengerti satu sama lain... Andai Naya tau kejadian ini, ia pun pasti akan mendukung keputusan ku untuk tetap ada disini saat ini... Pergilah... Jangan khawatir, Rey pasti mampu ".


" Abang tau... Aku selalu ingin jadi seperti Abang... ". Mahesa melangkah ragu ingin memeluk kakak sulung nya itu tapi tidak berani.


Mahen lalu menariknya hingga mereka pun berpelukan. Mahen menepuk pundak Mahesa pelan. Sesama pria, Mahesa tau bahwa hati Mahen saat ini pun terluka.


" Nanti kamu telat, Pilot ko ga disiplin gini, konsentrasi dan lakukan pekerjaan mu dengan baik ". Doanya.


" Proud of you, Bang... ". Ucapnya sambil berlalu pergi.


Mahen melihat kepergian adiknya itu dalam diam, teringat dulu saat Marsha lebih memilih nya karena wajahnya yang lebih tampan dari nya, umur yang setara juga karir Mahesa yang cemerlang, saat itu.


" Cha, sayangi adikku... Harusnya kalian sangat bahagia seperti kata-kata yang kalian ucapkan sewaktu mengharap restu ku dulu ".


[ Bang, maafin chacha, karena memilih Mahesa dan aku sangat mencintai nya ].

__ADS_1


[ Bang : Maafkan aku, merebut Marsha darimu karena kami saling mencintai ].


***


PoV Mama.


Sejak mengenal Naya, Mahen selalu menceritakan segala hal tentang gadisnya itu pada ku, Ibunya. Hingga aku hafal betul, kebiasaan-kebiasaan Naya meski belum pernah jumpa dengan kekasih anakku itu.


Rasa khawatir, cemas dan bahagia, aku kerap kali ikut merasakan apabila Mahen bercerita tentang keseharian nya, bahkan cerita kegiatan gadis itu sudah bagai dongeng pengantar tidur bagi ku. Aku akan menelpon bilamana Mahen lupa tak memberi laporan tentang Naya, sungguh lucu. Baru kali ini Aku begitu padahal saat akan melamar kedua gadis untuk kedua anakku yang lain, aku tak merasakan ikatan batin ini selayaknya dengan Naya.


Anak sulung ku, Mahendra Guna. Ia bagai tameng keluarga kami. Meski sosok nya cuek, pendiam dan irit bicara, tapi ia sangat sayang keluarga, terutama Aku. Apapun yang aku minta, ia selalu berusaha memberiku yang terbaik.


Mahen sudah mandiri sejak belia, saat kuliah bahkan ia tak meminta uang pada kami. Ia memulai usaha menekuni hobi nya yang senang bercocok tanam, pun, hingga ia punya lahan dan beberapa kolam ikan dengan luas yang lumayan sudah ia rintis sejak tahun kelima bergabung di Exona.


Ketika aku bertanya padanya dia hanya bilang " Aku ga selamanya kerja di sana Ma, aku ingin menekuni hobi ku sekaligus menjadi bisnis ku dimasa depan ".


Begitulah Mahen, pembawaan nya yang selalu tenang, penyabar dan perhatian meski aku tau didalam hatinya kadang gelisah dan sedih. Termasuk saat Marsha, lebih memilih Mahesa untuk dinikahi ketimbang dirinya saat dikenalkan Nanda, putra bungsu ku dulu.


Aku juga tau, dia kecewa padaku saat hubunganmya dengan model negara tetangga kandas. Imbas kecelakaan yang membuat kakinya harus diamputasi banyak mempengaruhi kondisi mentalnya, ia menjadi lebih pendiam dan menghindari keramaian.


Setelah satu tahun dalam kelam itu, anakku kembali bersemangat menjalani hari nya. Terlebih sejak dia mengenal Ainnaya.


Perlahan hidup nya banyak berubah, ibadahnya makin kuat, ia menjadi lebih hangat dan mudah untuk menampilkan senyuman nya kembali, senyum yang lama hilang sejak rentetan peristiwa yang kerap menghancurkan hati nya itu.


Mahen adalah gantungan kami, kedua adiknya, anak-anak asuh Jimsey bahkan Rey, pengikut setia anakku.


Mama do'akan kamu mendapatkan kebahagiaan mu nak. Sudah saat nya kamu bahagia, Mama akan support kamu kali ini dan berdo'a agar kalian berdua berjodoh yaa anakku sayang.


*


Mama melihat Mahen menutup mata nya bersandar di sebuah sofa sudut ruangan, sejak dia berkonsultasi dengan dokter tadi, semua serasa berjalan cepat. Begitulah dia, bekerja tanpa banyak suara.


" Abang, makan dulu... Nanti Naya bilang abang kurus lho ".


" Sudah tadi Ma, di cafetaria bawah ".


" Naya dimana? Mama minta Om Gatra wakilin Bapak yaa buat lamar Naya... Ya sayang ".


" Nanti saja Ma, yang penting Bapak sehat dulu.. Naya mengerti ko dan aku sudah mengabari Ka Amir bahwa Naya di Solo.. Aku juga sudah meminta izin mengurus Bapak dulu sebelum melamar Naya... Barusan ka Amir juga kirim pesan, kalau Abah mengerti kondisi ku saat ini... Berterimakasih sudah menemukan Naya juga.. Mama mau lihat pesan nya? ". Mahen menyodorkan ponselnya agar Mama nya tidak merasa bersalah.


" Abang.... Maafin Mama yaa... Bapak punya fasilitas kesehatan Bang, tapi ga sesuai sama plafond disini, mesti reimburse jadinya "


" Ga usah dipikirin Ma, sudah selesai semua administrasi nya.. Kalau cair, simpan untuk keperluan Mama ".


" Tuhkan Abang lagi... Tabungan Abang bisa habis nanti, Naya gimana coba itu? ". Mama cemas.


" Kata Naya, rezeki ku tidak akan habis jika untuk memenuhi kebutuhan orang tua.. Justru akan makin mengalir deras... Aku ga khawatir kan itu Ma, dan Naya tidak pernah menuntutku... ".


" Kek nya cinta mati nih ".


" He em... Naya pernah bilang, dia tidak pernah melihatku dengan fisik seperti ini, tidak pernah melihat ku dengan posisi jabatan di Exona, dia hanya bilang : Aku jika bersama Abang, memulai semua dari nol.. Aku tidak akan menjadi penghalang bagi Abang untuk terus berbakti pada orang tua.. Artinya apa maa? Naya akan mengerti bila aku menyerahkan semua tabungan ku untuk Mama... Meskipun ia merasa kurang, tapi dia mendukung ku.. Kata Naya, birrul walidain.. Al Jannatu tahta aqdamil ummahatii... ".


" Mau cari dimana lagi, yang seperti Naya... Iyakan Ma... Allah kasih aku kesempatan buat ketemu lagi sama dia, aku janji akan menjaga nya lebih baik... Tapi, bersama an dengan itu, Allah juga kasih aku ujian ini... Pilihan sulit.. Tapi aku mengingat pesan nya, dan yakin jika Naya tau, dia juga akan meminta ku untuk tetap ada disisi Mama saat ini ". Mahen menghibur dirinya.


" Peluk sini Abang.... Maa sya Allah memang anak itu.. Beruntung nya Mama jika dia menjadi menantu Mama... "


" Doakan yaa Ma, dia takdirku... Dia pilihan untukku yang terbaik, diberikan oleh Allah ".


" Aamiin sayang.... Aamiin... ".


Esok pagi, Bapak akan menjalani operasi pemasangan ring jantung. Mahen mengabarkan situasi terkini nya pada Pak Jim, kedua adiknya dan Rey malam itu.


Sayang, doakan Bapak yaa lekas pulih agar kita segera bertemu kembali... Miss you, sangat, Ainnaya....


________________________


Mama diprotes, ujian mulu ga lulus-lulus.. 😅. Sabar gaes, urusan nya belum selesai semua nieh... Atu uwa iga bakar... okeh..

__ADS_1


vote, follow, like jangan lupa yaaks... mamaciih loph loph.. ❤


__ADS_2