Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
MELISSA


__ADS_3

Dua pekan kemudian. Bandara Soetta.


Seorang wanita cantik keluar dari terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta siang itu. Dengan menggunakan outfit casual celana denim ketat dipadu shirt dengan V-neck rendah, kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya, sementara rambut coklat panjang nya tergerai, sungguh aura kecantikan modelnya terpancar jelas. Dengan cara berjalannya yang anggun tak pelak membuat berpuluh pasang mata melirik nya. Benar-benar menjadi pusat perhatian di siang hari yang terik.


" Antar kan aku ke hotel Bintang, Cirebon.. ". Titahnya pada sangat driver dengan aksen Melayu yang lumayan kental, saat telah tiba di depan kendaraan yang akan membawa nya ke kota lain.


" Baik Miss ". Perjalanan menyita waktunya lebih dari 5 jam hingga akhirnya sampai di tujuan.


Mahen sedang berada di kota kuning, ia memilih pindah hotel agar lebih tenang dengan suasana yang teduh. Pekerjaan nya dikota ini, mungkin akan selesai satu bulan lagi. Itu berarti Mahen masih punya kesempatan menetap dan menyelesaikan masalah nya disini hingga saat nya ia harus kembali nanti. Harapan dalam hatinya semakin kuat, setelah ini ia akan mengajukan cuti agar lebih fokus mencari Naya.


Pekan ini Rey memang kembali bersama nya dan Bram pulang ke Jakarta. Dia menempati kamar Mahen saat ini di hotel bintang. Ia baru saja tiba semalam, di tas nya telah tersalin dengan jelas semua hasil dari menguliti handphone Nona nya yang diminta Mahen dua pekan lalu.


*


Sementara Anggara, ia pun kehilangan jejak Naya karena harus membereskan urusan nya dengan para orang suruhan nya. Ada saja masalah yang muncul hingga ia luput memperhatikan kemana gadis itu pergi.


Orang-orang nya terlalu lamban dalam bergerak, semua butuh uang dan dia nampaknya kesulitan karena sokongan dana dari sang Ayah dibatasi.


" Shiiittttt... Kenapa aku selalu kalah langkah dengan Mahendra? ".


" Beliau punya orang-orang yang loyall bos ". Sahut sang sekretaris.


" Aku? semuanya penjilat, begitu? ".


" Tidak bos. Oh ya, Nona Melissa telah tiba di Indonesia kembali orang kita mengabarkan ia menyusul dimana Tuan Mahendra berada siang ini ".


" Biarkan dan awasi dia.. Bitchy, aku sudah membayar nya mahal namun lamban, ckck ". Keluh nya.


" Awasi orang-orang Mahen, kita menunggu hasil dari mereka saja ".


" Baik ". (meski sulit karena orang Tuan Mahen adalah profesional, bos) gumam sekretaris Anggara.


***


Subang.


Hari ini Abah sudah bisa duduk dan gips nya akan diganti. Amir dan Abyan lega mendengar penjelasan dari dokter pagi ini. Abyan memutuskan menyusul adiknya itu karena dipastikan sang adik akan kewalahan mengurus Abah sendirian.


Ia dan kakak sulung nya hingga hari ini masih saja pergi pulang kantor polisi untuk menyelesaikan kasus laka lantas, bertemu dengan keluarga driver yang menabrak ayah nya, mengurus klien Abah nya yang sudah terlanjur teken kontrak kerjasama, dan sebagainya.


Jika saja ka Abyan tidak menyusulnya, bisa dipastikan Amir akan berakhir sama dengan Abah nya, di brangkar pasien karena kelelahan.


Dua hari lalu, Mahen mengabarkan pada Amir bahwa Naya menghilang tepat satu hari setelah Abah nya kecelakaan. Mahen juga menyampaikan bahwa tengah mencari keberadaan Naya hingga saat ini.


Amir sudah menduga nya, ia akan mengatakan perlahan tentang kabar ini pada Abah nya ketika sudah di rumah nanti. Terlalu banyak yang harus ia urus selama lebih dari dua minggu di sini.


" Mas, jangan merasa bersalah, aku tau adikku dan Abah tak akan menyalahkan mu ". Amir berkirim pesan sembunyi ke Mahen.


" Tapi tetap saja aku merasa bersalah ka.. Terlebih jika Abah dan ka Abyan tahu.. Mau ditaruh dimana muka ku? ".


" Ka Abyan tahu ko, dia hanya menggelengkan kepala.. Yaa karena pasti Naya begini ada alasan nya. Kita hafal watak bocah itu.. Beri dia waktu, karena semakin di paksa dia akan semakin menjauh.. ".

__ADS_1


" Kita pulang dua hari lagi.. Mas Mahen masih disini kan? nanti kita ngobrol di rumah saja yaa ". Balas ka Amir kemudian.


" Baik ka.. Aku akan kerumah nanti.. Thanks ka ". Mahen mengakhiri pesannya.


" Sayang, keluarga mu begitu lembut... Tapi kamu kenapa bandel sih, anak nakal ". Mahen berkata lirih.


" Aku kangen...... Kangen kamu, Ainnaya ".


Team nya masih belum menemukan titik terang, terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan satu persatu. Besok ia akan bertemu dengan Rey, aah rasanya kangen sekali dengan ocehan, keluhan dan kinerja anak itu yang tak pernah banyak bicara tapi selalu mengerti mau nya. Seperti Naya.


" Sayang, kenapa sih semua yang aku pikirkan, kerjakan... Ujung nya adalah... Kamu ".


" Dimana kamu... Naya, kamu ga kangen kah sama aku? ". Mahen menatap langit lepas, cerah namun tak secerah hati nya.


Hotel bintang, Menjelang petang.


" Selamat Sore, ada yang bisa kami bantu? ". Receptionist memberi salam.


" Kamar atas nama Mahendra, miss.. ".


" Maaf Nona, identitas tamu adalah privasi kami. Silakan anda dapat menghubungi beliau yang ingin anda temui, terlebih dahulu ".


" Regulasi.... Anda bisa bantu aku kan? ". Melissa menyelipkan beberapa lembar uang di balik flyer hotel yang baru saja ia ambil dari sudut meja.


" Terimakasih banyak, kami dilarang menerima tips dalam bentuk apapun.. Silakan anda menunggu di lobby ". Sang receptionist ramah.


Melissa terpaksa memalingkan wajahnya, beranjak dari sana dan mencoba menghubungi Mahen via telepon genggam nya.


" Kemana dia.. Beraninya tak mengangkat telepon ku ".


" Melissa? what the f*uck... Dia nekat ke sini, apa maksudnya? ". Rey mengurungkan niat nya menuju coffee shop dan kembali masuk ke kamar nya.


" Hallo front office.. Boleh aku minta tolong? persilakan wanita yang menunggu di lobby tadi naik ke kamar ku ". Rey menghubungi front office by room call.


" Baik Pak ".


Petugas hotel menghampiri Melissa yang duduk di sudut sofa, masih bergumam tak jelas memandangi ponsel nya dilobby.


" Miss, Pak Mahendra mempersilahkan anda naik ke kamarnya dilantai 5 no 510 ".


" Akhirnya, thanks ".


" Your welcome ". Balas petugas ramah.


Melissa bahagia, ia akan bertemu Mahen, melepas kerinduan nya. Berdua saja, iya berdua didalam kamar hotel.


Pikiran nya sudah menerawang liar, Mahen yang selama menjalin hubungan dengannya selalu menolak nya jika diajak bermesraan berdua kini malah meminta nya menemani dikamar.


" Apakah hati mu yang hampa butuh dihangatkan, Mahen sayang? ". Ia tersenyum nakal.


Kamar 510. Tok tok.

__ADS_1


" Honey, aku masuk yaa ". Tak ada sahutan dari dalam kamar, Melissa memutar knop pintu perlahan lalu menyelipkan tulisan - dont disturb - di handle pintu kamar. Ia tak mau saat aktivitas bermesraannya nanti terganggu oleh room service atau semacam nya.


" Honey... Kamu dimana? sayang, kamu mau main petak umpet dengan ku? ".


Melissa merangsek masuk dan merebahkan dirinya telentang diatas ranjang.


" Kamu rindu padaku? Melissa? ". Tiba-tiba saja tangan kekar mengungkung tubuh Melissa.


" Reeeyyyyyyyy........ Lepas, mana Mahen? leppassss....!! ". Pekiknya.


" Ckckc, jangan pura-pura... Kamu menghianati Abang, dengan bersenang-senang dihotel dengan selingkuhan mu saat Abang menunggu mu di bandara? ..... Kamu, ga kangen dengan ku, Mell?. Rey bersiap mencu*mbu nya.


" Brengs*eek.... Lepas!! ".


" Apa tujuan mu kali ini? darimana kamu tau Abang disini? sudah ku bilang, jauhi kakak ku aku tak akan terima bila kali ini kamu mendekati nya lagi... Kamu tidak pantas untuknya ". Tatap Rey tajam mata Melissa.


" Sudah ku bilang padamu, aku dalam pengaruh alkohol saat itu... Mahen saja memaafkan aku, apa peduli mu... Minggir ". Dorong nya hingga Rey melepas kungkungan nya.


" Berapa... Berapa Anggara membayar mu, biiiittch...! tak cukup kah suami mu yang kaya itu memuaskan mu? hingga Anggara pun kau cumbu, jawab aku Mell ". Pekik Rey.


" Aku salah perhitungan, dia bangkrut asal kau tau.. Aku meninggalkan Mahen, kukira dia akan lumpuh, aku butuh bahagia, lahir dan bathin ".


" Andai, kita tak pernah berjumpa kembali. Tak akan mungkin, Abang mengenal wanita ular seperti mu. Aku sangat bahagia ketika kau meninggalkan nya... Kamu tidak pantas, untuk abang ku !! Menjauh lah sebelum aku murka... Pergilah !!! sebelum aku menyerahkan segala nya pada Abang ".


" Aku tidak salah, aku hanya ingin bersama Mahen.... Kamu tidak berhak... Lagipula sejak awal, aku tak pernah menyukai mu, sasaran ku memang lah Mahen, bukan kamu... Jangan terlalu percaya diri, Rey ".


" Melliissaaa.... Jangan salahkan aku jika kasar terhadap mu nanti... ".


" Ckckckck drama sekali... Reynan Lee, sudahlah, masa lalu.... Beritahu aku dimana Abang mu, heemm ". Rayu nya manja.


" Melissa, gadis yatim piatu yang diadopsi oleh pengusaha asal negeri jiran, dibesarkan dengan sayang dan kelimpahan harta memutuskan menjalani profesi nya sebagai model profesional saat dia mulai beranjak remaja.. Sayang, karir yang telah dibangunnya belasan tahun hancur akibat menjadi perusak hubungan orang lain.. Dicampakkan suami nya karena kedapatan selingkuh dengan duda pemilik salah satu real estate terbesar di Indonesia di sebuah hotel saat melakukan adegan panas.... Kamu mau berakhir seperti itu Mell? hanya aku yang tau masa lalu mu... Pergilah, jangan lagi menampakkan batang hidung mu didepan kami... ".


" Haaahh, coba saja.. Papa ku akan membantuku sepeti biasanya... ".


" Papamu, punya anak kandung. Tak akan selama nya ia membela mu... Ingat itu... Katakan, di mana Nona kami? ".


" Aku tidak tahu dimana gadis ingusan itu... Anggara yang mengurus nya... Aku hanya ingin Mahen... Please Rey, kali ini saja, demi masa lalu kita... ok? ".


" Pergilah jauh Mell, pergilah... Anggap kita tak pernah bertemu sejak dulu... Anggap aku tak pernah menolong mu saat hujan dan kaki mu luka.. Anggap aku tak pernah menggendong mu berkeliling stasiun saat kamu tertidur... Lupakan saja.. Kebahagiaan Abang kini adalah Prioritas ku dan aku tak akan membiarkan orang lain merusak nya ".


" Ok Rey.. Or entah siapa nama mu dulu, aku lupa.. Tak ada guna nya aku disini, aku tidak akan pergi hingga berhasil membawa Mahen bersama ku ". Ucapnya sambil berlalu meninggalkan kamar.


Sepeninggal Melissa, Rey termenung di sisi ranjang nya. Melissa adalah teman senasib masa kecil nya sebelum ia bertemu dengan Mahen dan Pak Jim siang itu, belasan tahun silam.


" Jika memang jalan mu demikian, apa boleh buat... Goodbye Mell.. ".


Rey meminta Alex mengclearkan area saat ia akan keluar nanti.


" Abang... Aku datang, sesungguhnya aku dan Tuan besar curiga Nona ada disuatu kota saat ini, kota asal nya ".


___________________________

__ADS_1


😌 Begitulah masa lalu.


Vote, like, follow jangan lupa yaaks.... Follow iG mama_qiev juga wajib haha..


__ADS_2