Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
RELEASE (2)


__ADS_3

Hampir satu jam berlalu, Mahen masih saja menelpon Naya. Bahkan ketika bertemu Alex di titik temu, untuk memberikan pesanan makanan yang Bos nya inginkan pun, Mahen hanya menurunkan kaca mobilnya sejenak untuk berterima kasih.


" Lex, pulanglah, minta Pras atau yang lainnya untuk rolling ". Pinta Mahen.


" Tapi Bos, Nona tanggung jawab saya ". Sahut Alex tegas.


" Masih ada aku disini ".


" Baik kalau begitu Bos, aku pulang ".


" Cek rekening ya Lex, thank you ".


Alex hendak beranjak dari tempat nya berdiri, namun suara Magen menahan nya, seketika ia langsung mengecek rekening nya, " Bos, kemarin kan sudah.. ".


" Untuk Mama, Lex.. Motor Mama rusak kan? beliau tidak leluasa beraktivitas.. Bahagiakan Mama jangan lupa. Jadilah anak berbakti, kamu sudah sangat jarang pulang.. Pergilah, salamku untuk Mama yaa ".


Alex tertegun dalam diam sambil tetap berdiri di depan pintu belakang mobil.


" Bos... Anda kenapa sangat baik pada kami.. Ikut anda adalah satu kebanggan buat kami, masuk dalam team shadow dibawah perintah anda itu suatu keajaiban dan berkat buat kami.. Ditambah anda sangat peduli.. Harus dengan apa aku membalas anda, Bos ". Alex terharu.


" Abang..... Abang... masih disana atau aku matikan aja yaa, udah mau sampai kan? abang lagi ngobrol sama siapa sih? ". Suara Naya terdengar, Mahen lupa ia masih berada dalam panggilan dengan Naya.


" Honey sebentar, sedang ketemu Alex ". Lembut suara Mahen demi agar Naya ga ngambek lagi.


" Diterima Lex, aku ga bisa kasih apa-apa.. Aku seharusnya berterimakasih ke kalian semua, sudah sangat menjaga Naya selama aku tak disini.. Ini kontribusi yang ga bisa aku bayar.. Pulanglah, istirahat malam ini, besok malam aku kembali ke Jakarta ". Mahen menepuk lengan Alex.


" Sehat selalu untuk anda dan Nona, Tuhan lapangkan segala urusan anda dan semoga Nona segera menerima lamaran anda.. ".


" Aamiin.. Doakan yaa, susah nya ngajak abege satu ini ".


" Abang, ngomongin aku yaa... Aku denger lho.. Hai, Kak Alex, aku titip salam kenal buat Mama nya yaaa... Eh aku juga belum tau deng kak Alex yang mana ". Suara Naya mengulas sebaris senyum di bibir Alex, makin mengenal keduanya nyata nya makin mengukuhkan alasan mengapa sang bos jatuh cinta pada sosok gadis ini, tak lain karena hati nya yang lembut dan hangat, keduanya sama-sama peduli dengan orang-orang disekitarnya.


" Nah kan.. Si peka kedengeran... Aku cabut Lex, thanks ya ".


" Hati-hati Bos... Thank you so much Capt, sudah pilih aku masuk team shadow Delta 04 ". Alex masih saja terharu, pasalnya baru kali ini dia bisa bertatap muka dengan sang Big Bos, karena selama ini komunikasi mereka hanya via Rey, sebagai Captain shadow Delta 04, pasukan mata-mata besutan Mahen.


Setelah meninggalkan Alex, mobil kembali melaju menuju kost-kostan Naya yang letaknya tak jauh dari sana.


Rey memarkirkan mobilnya di sisi luar gerbang, meskipun pak satpam meminta nya untuk parkir didalam halaman kost, namun Mahen menolaknya. Alasan nya, Naya pasti melarang nya karena mobil Mahen terlalu kentara mewahnya, membuat anak kost disana terkadang heboh. Ada yang bersikap genit bahkan ada yang bersikap berani mendekati Mahen ataupun Rey.


" Sayang, aku sampai.. turunlah ".


" Aku sudah diruang tamu ".


Pak satpam membuka pintu gerbang kost lalu menyilakan Mahen masuk. Mahen tak lantas menemui Naya, ia berjalan ke belakang kost menuju rumah bu Rahma. Mahen mengetuk pintu nya pelan dan mengucap salam. Sang empunya rumah merasa bahagia, baru kali ini kehadirannya sangat dihormati oleh seseorang yang tidak dikenalnya, hanya karena ia adalah ibu kost dari kekasih salah satu anak kost nya disini ia ikut diperlakukan special.


" Den.. Disini saja, jangan didepan lagi.. Ibu sekalian siapin air hangat buat mandi yaa ". Ucap Bu Rahma saat mengetahui Mahen meminta izin untuk makan dan istirahat didepan bareng Naya.


" Nanti saja bu, aku masih lelah banget hari ini, Naya juga ngambek tadi.. Nanti aku kesini kalau sudah enakan ". Jawab Mahen tak enak hati karena diperhatikan sedemikian rupa oleh bu Rahma.


" Non Naya ngambek? nanti Ibu nasehatin..... Eh, nak Rey, bawa apa? ". Rey datang membawa bingkisan makanan buat bu Rahma.


" Aku yang salah ko ga ngabarin dia.. Makan yuk Bu.. sekalian.. Pak agus udah ada jatah nya sendiri, ini khusus buat Ibu.. ". Mahen menimpali, seakan tau bahwa bu Rahma akan membagi dengan pak agus, satpam kost.


" Den... ya Allah, makasih banyak lho, sing ageng milik yaa Den, nak Rey.. Gih istirahat dan makan yang bener di depan yaa ".

__ADS_1


Keduanya lalu pamit kembali ke depan. Nampak Naya dan Candi sudah duduk di sana sambil memainkan ponsel nya masing-masing.


" Sayang.. Yuk makan, aku laper banget ". Mahen melepas jas nya, menggulung lengan kemeja nya hingga siku lalu ia duduk disebelah Naya. Sementara itu, ia mengecek kembali beberapa e-mail yang masuk namun dari ujung netranya mahen bisa melihat yang Naya lakukan mulai dari menyiapkan makan hingga menuang minum untuk nya. Melepaskan sepatunya lalu membuat teh dengan wangi mint dan melati. Honey, kapan kamu bersedia menikah dengan ku. batin nya menghangat diperlakukan demikian oleh Naya.


" Abang, sudah kerja nya. Makan dulu... Lihat tuh, Rey saja sudah makan sedari tadi dengan Mega... Minum teh hangat nya, biar rileks dulu ".


"..................... Kapan sih mau jadi Nyonya? ". Mahen gemas sendiri, namun Naya hanya mengedikkan bahu nya keatas.


Selepas makan, Mega membereskan semua perlengkapan yang telah mereka gunakan. Rey sudah berbaring di ujung sofa dengan meluruskan kaki nya dan menghisap rokok.


" Kesana... Geser... ". Pinta mahen agar Naya menggeser duduknya hingga ke ujung sofa. Naya menuruti nya, namun ia kaget ketika kepala mahen bertumpu di bantal sofa yang dia tempelkan dekat paha Naya. Mahen menarik tangan kiri Naya, menggenggam dan menaruhnya didada, ia kemudian berbaring.


" Sebentar saja, aku lelah.. Bangunkan saat maghrib yaa sayang ".


" He em.. Abang tidurlah.. ". Meski kaget dan berniat melepaskan diri sesaat setelah mahen terlelap, ia tak tega, wajah kekasihnya sangat damai ketika tidur. Mungkin keduanya memang lelah, terlihat Rey yang sama pulasnya di ujung sofa satunya. Tangan Naya membelai lembut rambut Mahen, belaian yang baru pertama kali ia lakukan nyatanya menimbulkan getaran hangat didalam hatinya sore itu.



(mau bobok aja estetik amat).


Adzan maghrib terdengar. Entah karena memang tubuh mereka terbiasa dengan jam biologis nya, mereka bangun. Rey langsung pamit ke hotel, diantar oleh team yang standby sedangkan Mahen tetap stay dikostan. Badan nya sakit, seminggu sudah dia tak olahraga maka malam ini ia niatkan sekedar untuk stretching di gym.


" Aku mandi dan sholat dulu, lalu temani aku nge gym yaa ".


" Iya, aku naik.. Abang ada baju ganti? ".


" Ada sayang.. Gih siap2 ".



" Istirahat yaa, thankyou sayang udah nemenin aku dari sore, besok kita terapi pagi aku jemput jam 8 ".


" Abang juga, tadi lelah banget keliatan nya.. Maafin aku yaa. Harusnya aku ngerti.. Jangan telpon lagi langsung bobok aja ". Naya merasa sikapnya kekanak-kanakan, ia sadar pacar nya adalah seorang dengan aktivitas harian yang padat. Mahen selalu mengerti dirinya tapi Naya malah sebaliknya.


"..... its ok, aku juga salah... Mana bisa aku tidur ga denger suara kamu dulu, aku telpon sesudah sampai dihotel yaa ". Mahen mengusap tangan Naya pelan. Naya turun dari mobil lalu bergegas naik dan masuk ke kamarnya. Sementara mahen langsung kembali ke hotel. Keduanya kembali terlibat percakapan singkat sebelum panggilan itu berkahir dengan sendirinya, entah siapa yang mengakhiri, keduanya sama-sama terlelap masih dengan earphone yang menempel.


Pagi hari, perjalanan ke rumah Mama Aruna. Pagi ini mahen melihat Naya jauh lebih segar, entah karena warna bajunya yang memang membuat gadisnya terlihat sangat ayu ataukah memang semalam istirahat nya cukup.



Mama Aruna juga nampak sumringah pagi ini ketika melihat kami turun dari mobil dan menyapa diruangan nya.


Ia berpendapat bahwa Naya terlihat jauh lebih memancarkan aura bahagia. Sesi release kedua dimulai. Naya memang jauh lebih tenang hingga, " Lepaskan aku, abang akan membunuhmu bila kau sentuh aku ". Alam bawah sadarnya berucap beberapa kali hingga akhirnya suara mama Aruna terdengar.


" Bukan... Dia tidak menyentuh mu.. Dia tidak sempat membelai mu. Dia hanya kagum melihat wajah mu saja, Abang menyelamatkan mu sayang... Ingat, Abang menyelamatkan mu dari tatapan mesum nya.. Abang menutup aurat mu sebelum dia menelusuri lekuk tubuh mu... Release Naya, bukan dia... fokus lah pada Abang.... fokus pada penyelamat mu saja ".


Cukup lama sesi kali ini berlangsung hingga Naya terlihat tenang, sangat tenang dalam tidur nya. Dan ketika dia sadar kembali, ia mengeluhkan rasa sakit di bagian dada nya.


Mama Aruna kemudian meminta Mahen untuk memeriksakan kondisi terkini Naya. Apakah efek obat itu berpengaruh terhadap kesehatan jantung nya seperti yang dokternya ucapkan dulu.


Setelah mendapat diagnosa akhir dari mama Aruna, keduanya merasa lega. Trauma Naya, mudah diatasi dan kini hanya membutuhkan sugesti ringan dari Mahen saja. Tak lama setelah Rey membereskan administrasi, mereka pamit dari sana lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit untuk check up kondisi Naya.


" Kita sudah ditunggu dokter Silva sayang, kita check up dulu yaa. Dokter Silva sudah buat janji dengan dokter internist untuk kita ".


" Aku takut... ".

__ADS_1


" Naya, percayalah, kita akan temukan obat nya jika memang kamu sakit.. Yang penting aku tau kondisi kamu dulu.. yaa, tenang lah honey, ada aku ".


Rey memarkirkan mobil mereka tepat di depan Hall utama pintu masuk rumah sakit. Hanya Mahen dan Naya yang turun, mereka lalu langsung menuju lift yang akan membawa kedua nya ke lantai 5 dimana ruangan dokter Silva berada.


Sudah 30 menit berlalu, akhirnya dokter Silva mengizinkan Mahen masuk untuk mengetahui rangkaian pemeriksaan yang naya jalani siang itu.


Dokter menjelaskan tampilan pada monitor saat Mahen telah duduk dalam ruangan.



" Semua terindikasi baik. Alhamdulillah ".


" Lalu yang saya sampaikan mengenai keluhan Naya pagi tadi apa dok? ".


" Mungkin hanya perasaan lega, atau rasa sesak yang belum hilang sepenuhnya. Mengenai kondisi jantung nya.. Tidak ada masalah ".


" Huft.... Alhamdulillah ".


" Nona sedang berpakaian, meski ia baik-baik saja tapi aku akan meresepkan suplemen yaa agar pemulihan fisiknya lebih cepat.. Support anda pak Mahen, luar biasa. Aku iri sekaligus sangat bersyukur ".


" Aku merasa bersalah, jujur dok, insecure sebetulnya ".


" You must be kidding me.. Anda yang seperti ini, insecure dengan Nona? wah, nampaknya Nona bukan gadis sembarangan yaa ".


" Begitulah.. Ia terlalu tinggi untuk aku gapai, doakan ya dok ".


" Kalian berdua.. Pasangan yang wah ternyata... I wish you a happy ending in your current relationship, Mr. Mahen ".


" Aamiin, thanks Dok... We hope this hard time will pass soon and better days will come ". Setelah Naya selesai berpakaian kembali, keduanya langsung pamit dan berjabat tangan dengan dokter Silva.


" Kamu Ok sayang, gada masalah. Kita balik ke kost-an dulu ya ".


" Bos, maaf mendadak. Ada undangan lunch untuk anda hari ini di restauran seafood dari Kadis pembangunan ".


" Ke salon Rey ".


" Baik bos ".


" Ko kesalon? ngapain? ".


" Kamu siap-siap ikut aku ".


"............. kebiasaan ".


Entah apa yang mereka bicarakan disana, yang jelas Naya mulai bosan meski mahen telah memberikan ponsel nya agar Naya dapat main game atau nonton film streaming selama ia menunggu mahen selesai dengan urusan nya.


Rey melihat ada sesuatu yang disembunyikan dalam pertemuan ini, dan benar saja. Selintas dalam pandangan mata elang nya Rey menangkap sosok Danureksa sedang mengawasi mereka dikejauhan. Terlihat siluet seseorang dari pantulan kacamata yang baru saja ia letakkan diatas meja.


Apalagi rencana nya kali ini?


____________________________________


Babang Rey, dengan mata elang nya, dan tampilan perlente selalu.. Visual Reynan Lee.. semoga terpuaskan... 😌


*vote, vote, follow ya gaes. Boleh komen mumpung masih gratis 😅

__ADS_1



__ADS_2