Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
PEMBACAAN HASIL


__ADS_3

Naya merasa kesulitan untuk menelan makanan, ia mengeluh tentang tenggorokan nya yang terasa panas dan sakit. Mahen yang masih shock dengan kejadian hari ini kemudian menelpon dokter yang menangani Naya sejak awal. Beliau menyarankan agar Mahen memanggil dokter jaga agar dilakukan pemeriksaan ulang atau rujukan tindakan untuk dilakukan esok pagi.


Tadinya Mahen ingin memaksa dokter wanita itu datang kembali untuk melakukan pemeriksaan segera, tapi Naya mencegah nya.


" Biarkan beliau beristirahat, Abang juga butuh istirahat kan ". Naya menahan lengan Mahen ketika ia hendak memencet tombol untuk memanggil dokter ke ruangannya.


" Tapi.. Sayang, kamu jadi susah makan ".


" Ada infus ko. Aku mau sholat dulu, hari ini aku sudah melewatkan beberapa waktu sholat ". Naya meminta posisi tempat tidurnya disesuaikan kembali agar ia lebih mudah untuk melaksanakan sholat, tak lupa ia meminta bantuan Candi untuk mempersiapkan segala nya.


" Kita Isya berjamaah ". Mahen kemudian menuju toilet sekalian ia membersihkan diri, mengganti baju dan sebagainya kemudian bersiap untuk melakukan sholat bersama.


Selepas itu ketiga nya nampak lebih tenang. Mahen meminta Candi beristirahat lebih dulu meskipun di luar kamar nanti ada orang-orang nya yang bergantian berjaga. Ia nampak nya masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan Naya.


" Aku kompres mata kamu yaa, biar leluasa dan terbiasa dengan cahaya kembali ". Mahen melihat mata Naya yang kerap mengeluarkan air mata sejak mengalami penurunan efek dari obat laknat itu.


" Perih rasanya bila dipaksa melihat, lebih nyaman terpejam tapi aku juga ingin lihat Abang ". Nada bicara yang keluar dari mulut Naya sebenarnya biasa saja, tapi entah mengapa malah terdengar seperti sebuah rayuan bagi Mahen.


" Kamu ini, sweet talk di sikon yang ga tepat ". Mahen seakan mendapat booster semangat saat Naya mengucapkan kalimat manis tadi untuk nya.


" Ih bukan ngerayu. Aku takut Abang pergi mencari dia dan membalas nya ".


" Engga sekarang, tapi nanti kalau kamu sudah pulih, mari kita kunjungi dia sama-sama. Aku ingin mendengar langsung dari mulut nya alasan dia melakukan ini padamu.. Lekas sehat lagi sayang, kamu tau sekalut apa aku hari ini? ".


" He em.. Tau, Abang pasti ngebut dari sana ke sini. Memaki Rey dan Alex, mungkin Mega juga.. ". Senyum Naya mulai terbit.


" Ngebut iya tapi memaki sih tidak, mereka itu seperti saudara ku. Sini, aku bantu lepasin mukenah nya, sudah hampir jam dua belas waktunya minum obat dan tidur kembali. Kamu nyaman begini atau mau posisi ranjang nya seperti semula? ". Mahen begitu sabar, demi agar Naya merasa nyaman.


" Begini saja.. Abang, aku masih harus minum obat yaa? ".


" Iya sayang, hanya dua macam, satu nya ini adalah vitamin ". Mahen mengambilkan obat yang dimaksud agar segera di minum oleh Naya.


" Jangan beritahu ka Amir atau orang rumah yaa. Aku ga mau mereka khawatir lantas menyalahkan Abang, please ".


" Tapi Naya, keluarga mu berhak tahu masalah ini sayang.. ".


" Jangan dari mulut Abang, biar aku nanti yang cerita. Ok? ". Pinta nya lagi dengan wajah memohon.


" Ok.. As you wish Nyonya. Sini, aku bersihkan mata kamu dulu ".


Mahen mengambil kapas, lalu membasahi nya dengan cairan pembersih mata. Dengan perlahan dan hati-hati ia lalu menyeka area disekitar mata Naya. Mengusap dengan kapas basah di kedua mata nya bergantian hingga perlahan-lahan mata Naya bisa terbuka agak lama dibandingkan sebelumnya.


" Gimana? ada perubahan? ". Tanya Mahen lagi.


" Iya, ga sepedih tadi ".


" Tidur yaa, biar besok lebih segar. Aku ga kemana-mana ".


" Handphone dan tas aku dimana? "


" Ada sayang, disimpan Candi. Tidur yaa, atau mau aku peluk? ". Tawar Mahen menggoda Naya.


" Iya mau.. ".


" Haah.... Wah kamu bukan Naya ku. Lekas keluar dari tubuh calon istri ku wahai syaithan ". Mahen merasa geli sendiri mendengar ucapan nya.


" Aku serius ".


" Naya, jangan. Kalau aku khilaf gimana? ".

__ADS_1


" Yaa ga tau, khilaf nya sampe dimana kan belum dicoba ".


" Astaghfirullah sayang, kamu.... ". Mahen tak percaya pada apa yang didengar nya. Ia menatap manik mata gadis nya dengan seksama berharap menemukan kebohongan disana.


" Aku becanda.. Hanya ingin menggoda iman ". Elak Naya, sebetulnya ia masih merasakan dorongan untuk selalu bersentuhan dengan Mahen. Ada gelenyar aneh yang rasanya sangat nikmat setiap kulit mereka beradu tanpa penghalang, tapi sekuat tenaga Naya berusaha menekan dan melawan rasa itu. Imbas nya adalah, kepala nya sakit, jantung nya berdetak tidak beraturan dan mata nya perih.


" Tahan yaa sayang.. Bertahan sebentar lagi.. Kita bisa melewati ini.. Maaf, kamu harus mengalami penyiksaan sepert ini ".


Mahen begitu telaten mengurus Naya yang kadang masih suka ngefly. Mahen juga menduga bahwa Naya masih dalam kondisi setengah sadar saat mengucapkan kalimat-kalimat anehnya tadi. Efek samping obat sialan itu memang bertahan lama, Ia mengkhawatirkan kondisi jantung Naya saat mengeluhkan sakit dan nyeri di bagian dada nya.


" Insya Allah.. "


" Baca doa dulu lalu pejamkan mata perlahan.. Aku menjaga mu ". Mahen sangat lelah hari ini tapi ia mencoba menahan rasa kantuk yang datang hingga ia yakin bahwa Naya telah tertidur. Terdengar deru nafas yang teratur berhembus tak berapa lama kemudian, mungkin obat yang dimakan Naya tadi ada efek untuk menenangkan syaraf juga jadi Naya lebih mudah untuk tenang dan terlelap.


Mahen masih terjaga sambil memainkan sebuah game di ponsel nya, hati nya masih saja merasa was-was.


Kekhawatiran nya buyar ketika langkah kaki seseorang memasuki kamar ini disusul suara Rey yang kemudian terdengar oleh telinga nya.


" Bos, tidurlah. Biar aku yang berjaga disini. Jika Nona mengigau, aku akan membangunkan Candi atau anda ". Rey mengutarakan maksudnya.


" Kamu sudah makan dan istirahat dengan benar, Rey? ".


" I'm done Bos.. ". Jawab nya singkat.


Akhirnya Mahen memutuskan untuk beristirahat, ia membaringkan tubuh lelah nya di tempat tidur yang bersebelahan dengan ranjang Naya. Ia berbaring menyamping menghadap Naya agar bisa melihat wajah gadis yang dicintai nya itu. Semoga Naya tidak mimpi buruk malam ini . Wajahnya yang pucat pasi dari siang tadi perlahan kembali terlihat merona malam ini.


Keesokan hari nya.


Karena terlalu lelah, Mahen kesiangan sholat subuh. Ia tak mendengar dering nada alarm ponselnya, ternyata batrenya low dan ia menemukan ponselnya sedang dalam kondisi di charge.


" Selamat pagi... ".


" Tadi Rey beberapa kali bangunin Abang, tapi susah, kayaknya pules banget ".


" Gitu ya.. Aku sholat dulu deh ". Mahen memang sangat lelah kemarin, kaki nya juga terasa sakit akibat dipaksa menginjak pedal gas dan rem bergantian dengan tempo cepat ditambah berlari saat mencari Naya kemarin.


Tak lama, suster datang membawakan air hangat untuk Naya mandi beserta perlengkapannya. Candi yang sudah lebih segar hari ini telah siap untuk membantu Nona nya kembali. Saat tirai brangkar Naya akan ditutup, Mahen keluar dari toilet lalu menanyakan akan mereka apakan gadisnya itu.


" Can, mau ngapain? pake ditutup segala ".


" Bos, Nona mau mandi ".


Menyadari kebodohannya didepan tiga orang wanita, Mahen tak banyak menimpali, ia lalu mengambil sajadah dan bergegas melaksanakan sholat nya yang sudah sangat terlambat di ruang tamu yang tersekat dengan brangkar Naya.


Deg... deg.. deg..


" Duh jantung, baru juga denger kata dia mau mandi, kamu berdetak bagai genderang perang aja ". Mahen bergumam sambil memghamparkan sajadah nya.


Setelah Naya selesai dan suster telah keluar, Mahen kembali memasuki ruangan tidur Naya sambil menyalakan ponsel nya. Terdengar Candi membuka pintu ruangan itu kembali saat staff pantry membawakan sarapan dan buah untuk Naya. Bersamaan dengan itu, beberapa suster dan dokter visit juga meminta izin untuk memasuki kamar mereka. Mayoritas dari mereka terlihat berbisik lirih ketika melihat pria tampan yang sedang duduk di sebelah ranjang pasien terlihat sibuk dengan gawai nya tanpa mengindahkan kehadiran mereka. Naya yang tak suka melihat para suster sibuk berbisik akhirnya mengulurkan tangan kanan nya dan menyentuh wajah Mahen lalu membelai nya dengan lembut.


" Honey.... ". Naya sengaja memanggilnya demikian demi agar mereka berhenti bergosip tentang pria yang dicintai nya itu.


Mahen yang belum juga menyadari akan situasi diruangan karena terlalu fokus pada gawai nya, merasa bahagia saat mendapatkan perlakuan manis dari gadisnya itu dan tanpa sadar menyambut tangan Naya sambil mencium nya mesra.


" Sebentar sayang, aku cek pesan masuk dulu barangkali ada yang penting ". Ujar nya, tangan nya masih sambil menggenggam tangan Naya dan sesekali menciumi nya.


" Abang.. ada dokter ". Naya berucap dengan sangat pelan. Mahen lalu mendongakkan kepala melihat ke arah gadisnya dan perlahan mengalihkan pandangan nya ke kerumunan yang berdiri di depan ranjang Naya.


" Oh, maaf Dok.. Selamat pagi ".

__ADS_1


" Pagi pak Mahendra.. Keluhan Nona Naya semalam, susah menelan dan tenggorokan terasa panas yaa. Hari ini hasil visum nya keluar dan mengenai keluhan tadi, akan kami lakukan pemeriksaan lebih dahulu yaa ".


" Ralat dokter, Nyonya Mahendra. Silakan dokter.. Bisakah aku meminta hasil nya dibacakan di sini? ". Mahen berpindah tempat duduk ke ranjang Naya membelakangi para suster, masih dengan tangan mereka yang saling menggenggam.


" Nyonya maaf, saya boleh minta tolong untuk membuka mulut nya sebentar?.... Baik sudah selesai, terimakasih ". Dokter lalu mencatat hasil pemeriksaan tadi pada sebuah lembar rekam medis yang dibawa suster nya.


" Mengenai pembacaan hasil visum, bisa di atur dengan dokter yang menangani Nyonya dan akan kami sampaikan keinginan anda, Pak Mahendra ". Sambung nya lagi.


" Infus nya sudah bisa di lepas, Dok? Tangan kiri istriku agak bengkak ". Mahen melihat lingkaran berwarna keunguan samar yang berada di pergelangan tangan Naya, mahen tahu bekas memar itu akibat tangan Naya yang diikat di kepala ranjang kamar hotel kemarin.


" Jika Nyonya sudah tidak mengalami pusing, demam, mual atau muntah dan sudah bisa menelan makanan lunak, bisa kami lepas ".


" Istriku sudah lebih baik dari kemarin, dan in sya Allah berangsur pulih ". Terang Mahen pada dokter.


" Mau dilepas ga sayang? ". Kali ini ia beralih bertanya pada Naya.


" Iya, kalau boleh.. Tapi aku takut ". Cicit Naya pelan karena malu merasa menjadi pusat perhatian.


" Menurut catatan dokter visit semalam, semua berangsur normal dan hanya ada keluhan tadi saja yaa.. Baik, suster tolong dibersihkan ". Perintah sangat dokter.


" Sini, jangan dilihat.. Relaks tangan nya sayang, biar ga sakit ". Mahen duduk lebih mendekat, menyangga kepala Naya yang tengah mencari tempat bersembunyi sambil memeluk lengan kanan nya.


" Terimakasih banyak Dok ".


" Jika tidak ada lagi, kami permisi ". Dokter dan para suster visit tadi satu persatu kembali keluar ruangan masih dengan suara bisik-bisik yang tak disukai oleh Naya. Mahen kembali merebahkan kembali tubuh Naya perlahan.


" Udah donk, kan udah pergi, jangan ditekuk gitu mukanya, masih pagi... Sini aku suapi sarapan ya ". Akhirnya Mahen mengerti, sikap manis Naya tadi karena sedang cemburu. Hore, sorak Mahen dalam hati, ia sangat bahagia gadisnya itu mulai berani terbuka menunjukkan sikap manis terhadap nya.


Tibalah waktu pembacaan visum. Dokter wanita yang sejak awal menangani Naya telah Mahen beri peringatan agar menyamarkan identitas rekam medis kekasihnya itu demi menjaga privasi sekaligus keamanan nya dikemudian hari.


" Pak Mahen, hasil dari visum menyatakan bahwa tidak terjadi kekerasan sek-sual pada tubuh Nona Naya terutama di bagian tertentu meliputi dada dan organ intim. Luka memar pada tangan pasien disebabkan oleh adanya ikatan benda tumpul atau cengkeraman karena terdapat jejak jari di sekitar pergelangan tangan pasien. Kondisi organ vital termasuk jantung sedikit mengalami gangguan, berpotensi menderita hipertensi atau pelemahan otot jantung dikemudian hari. Kondisi thorax normal, usg abdomen normal, paru juga normal ". Dokter membacakan hasil visum dengan jelas.


Deg..


" Dokter, potensi Naya mengalami gangguan kesehatan jantung, berapa persen? ".


" Saya berpendapat bahwa ini merupakan sebuah peringatan. Jika Nona menjaga pola hidup baik, sehat dan seimbang insya Allah ini tidak terlalu berpengaruh. Karena untuk mengklaim bahwa timbul gejala terganggu nya fungsi jantung maka harus melalui tahapan pemeriksaan intensif kembali ".


" Tekanan darah saat ini telah normal dan efek obat nya sudah sangat jauh berkurang. Anda beruntung, Nona hanya meminum sedikit dari cairan itu. Metabolisme nya berangsur membaik pagi ini, sakit tenggorokan nya karena iritasi sebab asam lambung yang naik akibat tubuh nya mengalami stress, namun bukan mengacu pada gerd, Pak Mahen ". Dokter menjelaskan dengan sangat hati-hati, ini adalah kasus baru bagi nya, maka ia meminta izin pada Mahen untuk terus bisa mengobservasi Naya hingga esok hari agar ia bisa memberikan sebuah obat penawar bilamana mendapatkan kasus serupa dikemudian hari.


" Baik dokter. Terimakasih banyak ". Setelah dokter meninggalkan ruangan itu. Mahen menghampiri Naya kembali.


" Sayang... ".


" Aku...... Hiks.. Alhamdulillah ala kulli haaliin ".


" Udah ga bisa meluk yaa. Naya ku sudah kembali ". Mahen menunjukkan rasa bahagia nya dengan mengajak Naya bercanda.


" Kesempatan dalam kesempitan, modus mesum mulai ". Balas Naya sambil mengusap wajahnya setelah mengucap syukur.


" Haha.. Alhamdulillah, ini memang gadis ku ". Mahen bersyukur dalam hati, ketakutan nya tentang mental Naya yang akan terpuruk jika hasil visum menunjukkan sebaliknya tak bisa Mahen bayangkan. Tapi Allah masih menjaga keselamatan wanita nya itu. Namun bilamana kondisi terburuk tak bisa di hindarkan, keputusannya untuk menikahi Naya lebih cepat sudah menjadi pilihan akhir yang paling baik bagi nya. Mahen bahkan sudah meminta orang tua nya bersiap jika kondisi itu menimpa Naya.


*


" Alex.. Monitor.. Siapkan semuanya termasuk membawa sahabat Nona menuju markas. Esok hari Delta 04 akan mengunjungi markas dengan Nona. Delta 04 ingin agar Nona mendengar langsung pengakuan dari mulut tersangka ". Perintah Rey untuk team shadow telah turun kembali.


Rey geram, ia bahkan berniat akan memberikan cairan obat yang sama untuk sahabat Nona nya itu dan berniat bermain-main dengan nya nanti. Ah rupanya Rey bersemangat sekali karena introgasi kali ini sangat menarik dan mungkin akan sangat dia nikmati nanti.


___________________________

__ADS_1


Rey, jangan nganu yaa... 😌


__ADS_2