
Perjalanan pulang dari kediaman Wabup ke resort hotel yang akan menjadi tempat acara nanti malam, agak lebih lama dibandingkan saat berangkat tadi. Naya tampaknya masih sangat shock dengan kejadian tadi pagi dan Mahen merasa meski gadisnya ini terlihat easy going namun ia seorang introvert. Butuh lebih dari sekedar rasa nyaman untuk dapat bercerita tentang segala yang mengganggu hati nya, Naya seperti ku. Batin Mahen.
" Bos, malam nanti klan Danureksa juga hadir termasuk Tristan Corp dan semua yang berpotensi untuk menjadi investor di sini. Anda siap dengan resiko membawa Nona? ". Rey khawatir.
" Sudah aku pikirkan, yang ingin mencelakai Naya harus nya mulai berpikir dia akan berhadapan dengan siapa ". Mahen berbicara masih dengan memejamkan mata dan tangan yang menggenggam jemari Naya.
" Aku minta Alex datang dan membantu mengawasi Nona bilamana fokus anda terbagi untuk menjalin relasi ".
" Terimakasih Rey ".
" Bos, tentang Nona, aku dapat info bahwa ada yang bisa menghilangkan kembali - penglihatan - itu jika anda mau mencoba ". Rey menawarkan pilihan.
" Tidak, jika itu beresiko. Tapi aku coba bicarakan dulu dengan Naya nanti ".
Setelah 45 menit yang panjang, mereka tiba kembali di hotel dengan selamat. Mahen menyuruh Rey turun lebih dulu agar ia leluasa.
" Naya, sayang, bangun... sudah sampai hotel ". Mahen menepuk tangan Naya pelan yang ada dalam genggaman nya. Tapi Naya tak kunjung bangun meski sudah 10 menit ia melakukan itu. Ya Allah, andai dia sudah menjadi istri ku, sudah habis kamu sayang... Imut banget sih, benar kata Saraswati tadi, kamu gemesin. Mahen tersenyum membayangkan semua yang ada dalam angan nya menjadi kenyataan.
" A-bang.. Udah sampe daritadi yaa? ". Masih dengan suara khas bangun tidur, Naya lalu membuka paksa matanya.
" Iya, sudah 20 menit yang lalu kita sampai ". Mahen tak mengalihkan pandangan nya dari Naya sejak tadi.
" Ko liatin nya gitu? aku kenapa? ". Naya takut jika make-up nya luntur atau yang terparah, ada noda anu... di wajah nya.
" Suara kamu habis bangun tidur, seksi. Turun yuk ". Mahen segera turun karena sejak tadi ia berusaha keras menahan hasrat untuk dapat memeluk gadisnya itu.
Sebelum naik ke kamar, Naya mampir di coffe shop memesan jahe hangat untuk nya agar ketika ia selesai mandi, suhu minuman tadi sudah berubah hangat.
Selepas mandi dan sholat ashar, Naya hanya berbaring di tempat tidur nya, tubuh nya merasa lebih baik setelah meminum jahe hangat tadi. Sedangkan Mahen tampak sibuk didepan laptop nya mencari artikel yang berbau supranatural, ia teringat pembicaraan nya dengan Rey saat di mobil tadi siang.
" Kamu mau coba ini ga? ". Mahen membawa laptop nya mendekat ke tempat Naya berbaring lalu Mahen duduk di tepi ranjang.
" Mencoba apa? penyembuhan dengan metode menutup mata batin ". Naya membaca judul artikel nya.
" Iya, biar kamu ga terganggu ".
" Kata ka Amir dan Abah, nanti dibicarakan kalau aku pulang. Oh iya, besok malam di rumah ku ada acara istighotsah, Abang mau datang? untuk umum ko, itu acara tahunan organisasi alumni pondok Abah, jadi giliran se wilayah 3 aja. Kebetulan tahun ini di rumahku, membaur saja toh ratusan orang yang datang. Kalau Abang belum balik tapi ".
" Kamu ngundang aku ke rumah? sekalian ngelamar boleh yaa ". Tanya mahen dengan muka serius.
"....... Ga usah datang kalau begitu ". Naya langsung berubah mood.
" Kamu tuh yaa...... ". Mahen ingin mengusap kepala Naya, tapi dia menghindar.
" Abang udah terlalu banyak pegang-pegang aku ". Naya sewot kali ini.
" Hahahaha Naya.. Kamu lupa, siapa yang meluk aku tadi pagi? ".
" ......... Maaf, aku terdesak dan itu spontanitas, ga ada maksud apa-apa ". Naya kemudian menutupi diri nya dengan selimut dan membelakangi Mahen. Ia malu. Tapi sayangnya Mahen salah mengartikan sikap nya.
" Eh bukan gitu maksud aku.. aku tau itu reflek karena sedang ketakutan. Dan yang tadi itu karena kamu gemesin jadi aku selalu lupa, maaf yaa ". Mahen merasa bersalah.
Naya bergeming. Hingga adzan maghrib terdengar, ia baru membuka selimut nya dan bergegas wudhu untuk menunaikan sholat. Mereka masih saling diam, sibuk dengan ibadah masing-masing dan khusyu membaca dzikir petang. Naya mendengar pintu kamar kembali di ketuk dari luar tapi ia memilih mengabaikan dan terus melanjutkan doa nya.
" Bos.. MUA sudah datang ". Suara Rey.
" Ga dikunci Rey, masuk saja ". Mahen menimpali.
" Selamat malam Pak Mahen, saya diminta mba keyko untuk membantu Nona, beliau akan datang menyusul 10 menit lagi ". Asisten keyko memperkenalkan diri.
" Ini Naya, silakan mba langsung saja yaa, sudah paham kan? ".
" Iya Pak. Baik ".
__ADS_1
Mahen merapihkan laptop dan beberapa lembar kertas catatan nya di meja, lalu ia keluar kamar dengan membawa setelan milik nya. Jam 19.00 Mahen kembali ke kamar nya dengan penampilan yang jauh berbeda dari siang tadi. Badan tegap nya memakai kemeja slim fit berwarna abu dan dasi dengan tone lebih gelap, dilengkapi Vest aksen lipit berwarna biru tua, dibalut jas mahal yang senada dengan gaun Naya malam ini. Rambut nya ia tata rapi menggunakan pomade dengan gaya taper fade, sepatu hitam nya sudah mengkilap, lalu ia menyemprotkan parfum dengan wangi citrus musk untuk menyempurnakan penampilan maskulin dan manly Mahen malam ini.
" Sudah selesai mba keyko? Naya mana? ". Mahen tak melihat gadisnya saat ia masuk ke kamar.
" Wait Pak Mahen, aku mau kasih surprise. Rambut Nona kali ini aku tata dengan gaya wavy hair dijepit hair piece sebagai pemanis karena menyesuaikan gaun nya ". Keyko memberi penjelasan saat Mahen duduk di sofa. Dan Mahen hanya mengangguk.
10 menit kemudian, tanpa Mahen sadari, keyko membawa Naya ke hadapan nya yang masih duduk di sofa sambil asik memainkan game di ponsel nya.
" Ehheem ". Keyko memberi kode.
Mahen menyadari seseorang telah berdiri di hadapannya, dengan perlahan ia mengangkat kepalanya dan " Na-ya? ".
" Abang, lengan nya terlalu pendek deh ". Naya kurang suka gaunnya kali ini, terlalu mengekspose kulit nya yang mulus.
" Kamu.. Keyko ini... ". Mahen memandang Naya lalu memandang keyko bergantian.
" Ini yang aku maksud tadi, anda setuju? atau mau style hair buns? ". Keyko memastikan hasil pekerjaan nya kali ini sudah sesuai dengan keinginan Mahen atau belum.
" Tidak, begini saja, agar leher nya tidak terlalu terbuka ". Mahen salah tingkah dan keyko yang melihat nya hanya tersenyum simpul.
" Ini gelang nya aku lepas ga bisa, gapapa kah dipake? kontras banget ga sih? ". Naya justru sibuk dengan gelang tali hitam ditangan nya. Tak mempedulikan Mahen yang sedari tadi tak bersuara karena terlalu takjub.
Ya Allah.. tadi siang, dia masih gadis imut dan manis saat memakai kebaya. Malam ini dia menjelma menjadi seorang wanita dewasa nan anggun. Gaun Navy A-line dengan kerah Vneck dan aksen lipit dibagian dada hingga ke pinggang nya, dihiasi manik- manik simple membuat nya terlihat elegan. Bagian bawah gaunnya menjuntai flowly dengan belahan dibawah lututnya. Sepatu heel silver yang tidak terlalu tinggi senada dengan clutch nya malam ini. Ditambah tatanan rambut wavy hair yang tergerai indah. Kamu cantik banget sayang..
" Sini, di tambahin pake ini, biar ga keliatan kontras banget ". Mahen membuka kotak perhiasan yang ia pegang sedari tadi. Tanpa menunggu respon Naya, Mahen sudah memakaikan gelang dan kalung dengan warna biru safir pada pergelangan tangan dan leher gadis nya itu.
" Aku pakein antingnya juga yaa? ".
" Aku sendiri aja ". Naya memasang mode waspada, Mahen hanya tersenyum melihat sikap Naya.
" Mba keyko terimakasih banyak, good job ".
" Sama-sama Pak Mahen, Nona. Terimakasih atas kepercayaan nya untuk kami. Semoga lekas ke pelaminan yaa, anda berdua melengkapi satu sama lain, tak perlu banyak bicara tapi saling mengerti. Aku ikut bahagia, positif feeling nya nular Pak ". Keyko sumringah mengatakan ini.
" Do'akan ya mba keyko, dia lekas menerima lamaran ku ".
" Thankyou Miss keyko, hope you have wonderful evening too ". Mahen dan keyko berjabat tangan kemudian mereka keluar kamar menyisakan Mahen dan Naya didalamnya.
" Sudah siap Nyonya? kita turun yuk. Rey sudah menunggu dibawah dan keluarga Wabup sebentar lagi masuk ballroom ". Mahen meraih pergelangan tangan kanan Naya lalu melingkarkan di lengan kirinya.
" I feel so nervous, break out in a cold sweat ". Naya gugup.
" Don't worry, everything's going to be alright. Bismillah dulu ".
Mereka berdua lalu turun ke lantai dasar kemudian menuju resort yang letaknya di samping hotel. Nampak dari kejauhan sebuah ballroom megah yang sudah ramai para tamu undangan. Beberapa pasang tamu yang mereka temui sepanjang jalan, berhenti untuk sekedar menjabat tangan dan menyapa Mahen, tak jarang melirik dan mencari tau akan kehadiran wanita super anggun disamping Mahen.
Rey menunggu di depan pintu masuk ballroom, ia terpana melihat wanita didepan nya. Jika saja Mahen tak menghalangi pandangan nya, mungkin Rey masih belum sadar bahwa bos nya mulai cemburu. " Lihat apa kamu Rey? "
" Maaf bos, aku kira bukan Nona ". Jawab Rey asal yang justru memancing emosi Mahen.
" Kamu pikir aku membawa wanita lain selain Naya hah? ".
"....... Maaf bos bukan begitu, aku.. ehhmm Nona terlihat berbeda ". Rey kemudian beranjak pergi kebelakang Naya sambil berbisik " Nona, tolong aku ".
" Abang.. Udah iih, malu diliatin tuh ". Naya mengalihkan pembicaraan.
" Karena kamu terlalu mencuri perhatian, aku menyesal mengajak mu kemari, seharusnya hanya aku yang menikmati penampilan mu malam ini ". Mahen mendengus kesal.
" Mr Rey, Mr and Mrs Mahendra, we invite you as our precious guest, I'll take it to your table, walk this way please ". Seorang petugas acara menghampiri dan menawarkan untuk mengantar kami menuju meja yang telah disiapkan bagi para tamu VIP. Saat melewati red carpet, santer terdengar bisik-bisik penasaran tentang siapa wanita disamping petinggi exona yang satu ini. Mahen berusaha mengabaikan dan menenangkan Naya, ia tau gadisnya mulai merasa tak nyaman.
" Abaikan yang mengganggu mu nanti. Jangan jauh-jauh dari aku yaa atau kamu bisa tetap duduk disini ". Mahen mulai khawatir melihat Naya yang menjadi lebih pendiam.
" Iya, aku bisa jaga diri, tenang saja ". Naya tersenyum mencoba bersikap natural agar Mahen tak merasa malu telah mengajak nya meski ia risih dengan tatapan dari sekitarnya terlebih para wanita yang tampak tak suka Naya ada disamping Mahen.
__ADS_1
" Jangan tebar pesona. Kamu diam begini saja, sudah mengundang banyak lelaki untuk mendekat apalagi kalau tersenyum kayak tadi ". Mahen bertambah kesal karena ia cemburu dan Naya tak peka.
" Minum dulu Abang, biar bara api nya padam ". Naya malah senang bisa menggoda nya.
Tak lama kemudian prosesi acara inti dimulai. Selepas acara inti selesai, Mahen mulai mengajak Naya berkeliling menyapa para kolega nya. Tangan kirinya tak lepas menggenggam jemari Naya meski ia tau gadisnya tak suka dengan sikap nya ini.
" Boleh aku kesana? aku ingin buah ". Naya izin menjauh sejenak dengan pembicaraan yang tak ia pahami. Ia jenuh dengan tatapan kagum atau semacam nya dari para kolega Mahen, karena ia tak terbiasa.
" Iya sayang, jangan lama-lama ". Mahen melepas nya pergi. Ia tak melepaskan pandangan pada gadisnya hingga wabup duduk di hadapan nya dan menghalangi pandangan Mahen. Dia lalu menekan angka 1 diponsel nya.
" Siap bos ". Rey mencari keberadaan Naya setelah menerima kode dari Mahen tadi.
" Kamu Ainnaya kan? gadis simpanan Mahen yang baru ". Suara dari seorang wanita anggun dengan gaun merah yang seksi menghampiri Naya yang sedang menikmati buah di sebuah stand makanan.
" Simpanan? maksud nya anda sedang menegaskan status anda dimasa lalu? sepertinya anda sangat mengenal pacar ku ".
" Heh anak kecil, tau apa kamu? jangan tertipu dengan tampilan luar Mahen, dia hanya senang bermain-main, aku peringatkan karena kasihan pada mu ". Ucapnya sinis.
" Jika seseorang memperlakukan sesuatu dengan buruk berarti memang ada yg tak beres di dalam nya ". Balas Naya santai.
" Jangan kurang ajar gadis kecil, aku bisa mempermalukan mu disini ".
" Silakan saja Nona, jika anda ingin mencoba nya ".
" Kamu sebentar lagi akan dia campakkan bagai sampah, tinggalkan sebelum dia merusak mu atau kamu terluka karena orang lain merebut nya ". Naya di intimidasi.
" Terimakasih atas nasihat nya, aku adalah aku bukan anda atau gadis lainnya yang pernah bersama pacar ku. Anda tak perlu menjadi pesuruh orang lain untuk menyuruh ku pergi.. Sampaikan pada Bos mu itu, jika dia menginginkan pacarku, ambillah sendiri karena aku tak mengikatnya, namun jangan salahkan aku jika ia pada akhirnya tetap melangkah mendekat padaku nanti ". Nada bicara Naya penuh penekanan.
" Bos, wanita anda mengagumkan.. records percakapan Nona dengan tangan kanan salah satu mantan anda, meluncur ". Alex yang berdiri membelakangi Naya, merekam percakapan tadi lalu mengirimkannya pada Rey. Rey kesulitan mencari keberadaan Naya karena ia pun sibuk bersosialisasi. Untung lah ada Alex yang sudah Rey tugaskan mengawasi Nona nya dari jauh.
Setelah mengatakan itu, Naya melenggang pergi membawa sebuah dessert plate berisi beberapa potongan buah, kembali ke meja nya dan duduk disana seorang diri. Saat ia sedang asik menikmati makanan nya sambil memainkan game diponsel nya. Terdengar suara pria menyapanya dan duduk disamping nya.
" Hai, boleh aku duduk disini?. Sapa nya berbasa-basi.
" Anda sudah duduk sebelum aku izinkan bukan? buat apa minta izin kembali tuan? ". Jawab Naya cuek tak melihat ke arah lawan bicara nya.
" Haha kamu ternyata tak suka basa basi. Kamu Ainnaya kan, kuliah di kampus UC, adikku juga kuliah disana. Mungkin kamu mengenal nya karena kabar nya kamu aktif sebagai asisten dosen, betul? ".
" Aku tak pandai bersosialisasi tuan, jadi kemungkinan aku mengenali adik anda tipis harapannya ". Naya masih asik dengan ponsel nya.
" Nurma bilang kamu sahabat baik nya ". Pancing nya lagi.
" Nurma? Anda kakak nya? Nurma bilang kakak nya baru saja naik level kepegawaian di pemerintahan.. Aku tak menyangka ketemu anda disini. Maaf sudah tidak sopan tadi yaa ". Naya tampak lebih ramah dibanding tadi.
" Kamu kalau udah kenal, berubah 360 derajat yaa dari cuek dan dingin sampai ramah dan hangat kayak gini.. Kenalin, aku Nirwan kakak Nurma. Aku sempat tak mengenalimu tadi, kamu berbeda sekali Naya. Sangat.... Cantik ".
" Ka Nirwan emang pernah liat aku darimana? ko bilang berbeda? ".
" Aku beberapa kali melihat mu kalau jemput Nurma dikampus tapi kan kamu nya gitu, cuek banget sama sekitar sampe ga sadar kalau Nurma pernah kenalin kita satu kali ". Nirwan mencoba mengingatkan Naya.
" Oh maaf yaa aku lupa ". Naya tersenyum manis.
" Sayang, kemana saja, aku cari kamu daritadi tau nya asik ngobrol disini sampe kamu ga sadar aku di belakang kamu dari tadi". Nada suara Mahen tak suka akan kehadiran Nirwan yang asik mengobrol dengan gadisnya.
" Abang tuh yang dari tadi kemana, aku kan bingung nyari nya jadi balik sini aja. Abang, kenalin, ini kakak nya Nurma, sahabat aku di kampus ". Naya mengenalkan mereka berdua.
" Mahendra ". Sambil mengulurkan tangan.
" Kehormatan buat ku bisa ketemu Pak Mahen disini, terlebih dengan Naya ".
Mahen tak suka nada bicara Nirwan yang seakan mengagumi gadisnya. " Aku permisi ajak Naya ke Wabup dulu yaa Pak Nirwan. Sayang, ayo ".
Ingin rasanya Mahen mengajak Naya keluar dari sini segera, tapi perintah Pak Jim tak bisa ia abaikan. Ia masih harus menjalin koneksi di sini. " Rey, selidiki pria tadi ". Mahen mengirim pesan pada Rey. Naya mencuri perhatian banyak pria, nampak nya ia akan punya banyak saingan setelah ini.
__ADS_1
_______________________
nitip clue lagi