
Menjelang malam, rombongan Jimsey memasuki kota Solo. Ia menggunakan jalur lain untuk sampai ke kediaman nya disana tanpa ada yang mengetahui, semoga Kusno pun tidak.
" Selamat datang kembali dirumah masa kecil... Istirahat lah dulu.. Makan malam akan siap sebentar lagi ". Galuh menyilakan Amir dan Wisesa.
" Baik Om, terimakasih ".
Abah melihat sekeliling ruangan itu, semua nya masih tampak sama seperti saat 28 tahun silam. Wajahnya berubah sendu, helaan nafas nya terdengar berat.
Amir membiarkan Abah nya larut dalam kenangan masa lalu mereka. Lama Abah nya terpaku memandang sebuah potret keluarga di salah satu sisi dinding rumah bergaya khas Jawa itu.
" Aba, Ibu... Akhirnya aku kembali setelah sekian lama ". Gumam nya lirih.
Ia masih ingat jelas saat foto itu akan diambil, semua keluarga menunggu kepulangan sementara dirinya dari pesantren di Surabaya. Foto yang sama dengan dirumah peninggalan orang tua nya dahulu. Kabarnya rumah itu telah dijual saat akan rubuh akibat tidak ada yang merawat karena ia enggan menginjakkan kaki nya kembali saat itu dan juga ia yang dianggap menghilang tak dapat di jangkau keberadaan nya.
" Meela Artha Kesuma, maafkan aku yang harus mengganti nama mu hingga kita tak dapat ditemukan... Ya Robb ku, mengapa hati ini menjadi sesak dan perih? apakah aku belum ikhlas menerima takdir-Mu? ". Lolos sudah, cairan bening dari manik pria paruh baya yang berdiri memandang deretan foto disana.
" Maafkan aku, membuat luka begitu dalam.. Hingga berdampak pada masa kini... Aku sungguh tak menyangka, akibat perbuatan ku yang ku pikir sepele, malah membuat hidup kalian jungkir balik seperti ini ". Galuh tiba-tiba berdiri disamping Wisesa.
" Aku sudah lupa... Tapi rasanya melihat ini, bagai mempunyai luka baru yang dibubuhi garam, perih ".
" Bila ada kata diatas Maaf, aku akan menggunakan nya... ". Suara Galuh parau menahan sesak yang sama.
" Ndoro, jamuan sudah siap ". Seorang Mban memberi tahu.
" Terimakasih... Ayo, kita makan dulu meski terlambat... Lalu kita dengarkan suara anak mu saat siaran yang kerap menghipnotis seisi remaja kota Solo dengan suara indah nya ". Galuh menarik lengan Wisesa.
" Naya siaran? disini? kuliah nya? ". Tanya Abah sembari mengikuti Galuh yang berjalan didepan nya.
" Naya kuliah online, Bah.. Pake sk*pe.. Adikku mengejar lulus tahun ini, tujuan nya satu agar ia dapat segera membalas perasaan nya pada Mas Mahen... ". Amir menjelaskan.
" ............... ". Abah bergeming namun dalam hatinya berkata (Abah tidak tahu kamu berjuang seperti ini, nduk).
*
Malam ini, banyak pasang telinga yang mendengarkan suara ceria dan manja di udara, semua adalah orang-orang yang dia kenal, dia rindu bahkan dia benci.
Naya telah opening ketika Mahen dan yang lainnya menemukan frekuensi Ratislo.
"... Bukan cuman request lagu aja lohh, di happy saturday night ini Kinoy juga bakalan kasih sesuatu buat kalian, apa yahh ituu? aapa siih Noooyy... ".
" Penasaran? makanya stay tune terus di Ratislo, ambil minum gih kali haus habis nangis, yee kan..... Noyyyy, kayak ga pernah patah hati aja... Haha ".
" Ok, Ok gengs... Satu lagu mengawali malam ini biar kalian semua bisa MOVE ON..... Yaa Sudahlah, by Bondan prakoso feat Fade2black... Check this sound... ".
🎶🎶🎶
/Saat kau berharap keramahan cinta
/Tak pernah kau dapat, ya sudahlah
/Yeah, dengar ku bernyanyi
/La-la-la-la, na-na-na, hey-ye-ye-ya-ya-ya
/De-du-de-da-de-du-de-du-di-dam, hm-hm
/Semua ini belum berakhir
/Apa pun yang terjadi
__ADS_1
/Ku 'kan s'lalu ada untukmu
/Janganlah kau bersedih
/'Cause everything's gonna be okay
" Balik lagi masih sama Kinoy Dinara sampai hmmm 3 jam kedepan.. Hidiw, udah pada nungguin pesan nya dibacakan yaa? siap siap.. ".
/Noyy, sudah pernah move on? ( Hmm, Kinoy belum pernah patah hati sih haha, gimana mau move on yaa.. He's still live in my heart guys apapun sikon nya).
/Noy, satu kalimat galau versi kamu donk. ( Hmmm..... What happens when he is your prince charming, but you are not his Cinderella?... Aah, dalem sedihnya yaa... kek aku ups curcol haha).
" Lanjut satu pesan lagi yaa sebelum aku share tentang tips move on ".
/Noyyyy, Buatin kalimat yang menggambarkan bahwa kita ga bisa sama-sama. ( Duh, kalian... ko senasib sama aku yaa... Sometimes you meet someone who means the only your life, realize in the end, you have to let him go) ".
/Hai Kinoy Dinara, akhirnya aku menemukan mu.... - Emgi-.. (Hai juga, salam kenal yaa Emgi, selamat bergabung dengan Ratislo).
Naya menatap layar monitor di depan nya lama pada pesan terakhir yang ia bacakan. - Akhirnya aku menemukan mu, maksudnya? -. Ia mencoba abaikan sejenak karena produser sudah melambai agar Naya melanjutkan.
Naya terus mengudara, biasanya di chart akhir ia akan mengcover lagu, namun kali ini Naya menyisipkan dua kali live cover lagu. Ia hanya ingin melepaskan kegundahan hati nya. Buyut nya mengabarkan bahwa Kyai Maksum telah meminta izin pada Abahnya via telepon dan jawaban yang ia dapatkan sebelum berangkat tadi sangat mengejutkan.
" Aku kali ini mau kasih malam minggu yang special buat kalian sobat Slo... Mana suaranya yang di area halaman Ratislo?.... cover lagu dari - Hoobastank, The reason -... Ehhemm, bismillah... ".
Naya sengaja tak membacakan pesan dari Emgi, karena isinya seakan sangat merindukan seseorang yang kini akan ditemui nya. Salah satu rentetan pesan yang masuk ke Ratislo :
/We only part to meet again.
/Saat ini seseorang sedang menghitung detik demi detik, sampai aku dapat melihatmu lagi.
/Honey, I miss you when I’m sad. I missed you when I’m alone. But I most miss when I’m happy.
Anggara, Hasbi dan Amir mendengarkan Naya siaran dengan isi pikiran yang berbeda-beda. Hasbi dengan kegundahan nya apakah bisa menghapus ingatan dan kenangan Naya yang sangat melekat dengan seseorang, terbaca jelas dari setiap kata yang ia ucapkan, pengandaian dan sebagainya.
Amir yang memikirkan betapa adiknya tangguh menanggung segala beban rindu yang ia tahan. Sedangkan Anggara berpikir tentang, ia lah yang akan membahagiakan nya kelak, menghapus jejak Mahen dari hati nya. (pede tingkat dewa).
Mahen tau, Naya tak akan membacakan lagi pesan nya karena yang ia kirimkan sangat privasi. Maka ia terus mengirimkan signal pada Naya bahwa ia telah ada disekitarnya.
" Baiklah Sobat Slo, sudah hampir masuk chart akhir nieh.. Masih ditemani dengan cuaca yang mendung gini di wilayah Solo area Ratislo FM mengudara dengan udaranya yang dingin sampe bikin sobat Slo takut mandi ya, haha jangan donk... ".
" Kinoy tadi udah berbagi tips move on untuk kalian yang barusan patah hati dan masih sulit nglupain mantan atau sang pujaan hati. Dengan segala kenangan yang diingatkan oleh genangan-genangan yang tergenang di jalanan yaa... ".
" Baiklah Emgi, Kinoy kabulkan request kamu yaa... Satu lagu dari Daniel bedingfield.. If you'e not the one... Dalem banget ini gengs... Lets play.... Langsung sambung cover habis ini pake punya nya Evanescence - Immortal -... ".
" Gimana? sukses kan, bikin galau buat move on... Haha... Sampai jumpa lagi pekan depan yaa Sobat Slo, Kinoy Dinara pamit... See you dadahbabay... ".
Seperti biasa, lepas siaran Naya akan high five dengan member Ratislo di halaman depan. Sebelum ia pamit meninggalkan rangkaian program malam minggu nya, ponselnya menerima sebuah pesan : Sayang.... Teguhlah...
*
Rencana Simon cukup ekstrem kali ini. Mahen memperhatikan Naya dari teropong yang ja punya.
" Rey, terlihat dua unit mobil memasuki halaman belakang dan satu lagi dari depan.. Kusno Kalani, tidak terlihat.. ". Mahen memperhatikan setiap gerak gerik bahasa tubuh gadisnya itu.
" Bos, on position ".
" Rey, ikuti yang pertama keluar, Sims selanjutnya dan aku.... Tunggu... Naya ada di mobil kedua.. Sims kita tukar posisi ".
Mereka telah siap, sebuah alat telah ditembakkan ke body mobil ketika masing-masing mobil iringan yang membawa ketiga gadis dalam kendaraan berbeda itu melintas di samping mereka. Semoga itu bisa merusak sistem body nya sehingga sistem pelacakan yang Mahen ciptakan kemarin bisa dipindai dan lokasi kediaman Naya ditemukan.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa mengenali Naya bahkan Rey, hanya Mahen yang sangat jeli terhadap gadis nya itu. Mahen mengenalinya dari gestur lekuk tubuh dan ekspresi nya meski dalam gelap, ia sangat hafal. Tak heran, pakaian sama, tinggi badan yang hampir sama dikenakan ketiga gadis yang setiap malam keluar dari Ratislo dan di kawal oleh fasilitas mewah membuat siapapun tak dapat mengenali dengan benar.
***
Joglo Ageng. Satu jam sebelum Naya siaran di Ratislo.
Kyai Maksum mengutarakan hasil rundingan nya dengan Abah Naya yang mengatakan bahwa sebagai Ayah, beliau menyerahkan semua keputusan pada anak gadisnya.
Berhubung Naya telah menyatakan penyerahan segala jiwa dan raga pada sang kakek buyut, maka keputusan akhir tetaplah ada ditangan Danarhadi Kusuma.
" Nduk.. Abah mu menyetujui bila kamu dengan Raden Hasbi... Gimana? Abah mu bilang ia menyerahkan semua pada mu ". Danarhadi masuk ke kamar Naya.
" Apa? Abah bilang gitu? (Abah tau keinginan ku, tapi aku tak menyangka akan begini... Hiks) ... Terserah Uyut, toh aku tidak bisa berbuat banyak ".
" Hasbi minta minggu depan, melangsungkan akad nikah agar keluarga mereka bisa bersiap ".
" Hem... Terserah, aku ga mau terlibat apapun.. Toh ini bukan pernikahan ku... ". Jawab Naya datar.
" Nduk.... Dia calon suami mu, belajarlah ramah dan sopan, yaaa.. ".
" Aku dengan segala aku, dia harus menerima burukku.. Aku berangkat... ". Naya melenggang meninggalkan sang Buyut dengan hati menahan amarah. Netra nya meloloskan satu bulir cairan bening dari manik mata hazel nya itu.
" (Abang... Selamat tinggal....) Hiks... ". Tatap nya pada cincin pemberian terakhir Mahen yang masih tersemat di jari manis nya.
Meski Naya telah menyerahkan segala keputusan pada Danarhadi, namun sang kakek buyut rupanya masih memikirkan cicit yang baru saja dia temukan itu.
Danarhadi mengatakan pada Kyai Maksum bahwa ia meminta sedikit waktu karena hati nya kali ini berat melakukan nya meski ia sejatinya sangat yakin Hasbi bisa meluluhkan kekeraskepalaan cicitnya itu. Ia juga meminta agar Hasbi mencoba bicara dengan Naya kembali, apakah ia teguh melanjutkan dengan sikap dan penerimaan Naya yang demikian atau tidak sebelum semuanya terlambat.
" Naya dimana Kek? aku boleh mencoba bicara dengan nya? ".
" Masih bersiap dengan Warni tadi, temui saja di Paviliun, ia belum berangkat ". Suruh nya lagi.
Hasbi beranjak meninggalkan kedua orang tua yang berbincang di Joglo Inggil. Ia menemukan Naya sedang duduk sendiri di kursi dekat garasi menunggu mobil siap membawa nya pergi siaran.
" Naya..... ".
" Ada apa? bukankah sudah jelas? aku tidak akan ikut campur mengurusi ini A.. ".
" Beri aku kesempatan... ".
" Aku memberi mu, tapi hasil dan jawaban ku tetap sama... Aku tidak bisa mengeluarkan orang yang telah bermukim di dalam sana ".
" Yakin?.... ".
" (Menghela nafas)..... A, aku akan melakukan semua kewajiban ku sebagai istri mu dengan baik, kamu hanya punya fisikku namun tidak dengan hati ku... ". Naya bangkit bersiap.
" Sebegitu berarti kah dia? hingga aku sulit mengganti nya? ".
"................. ". Naya bergeming.
" Baik, aku yang akan berusaha, aku yang akan mencintaimu hingga Allah akan membantuku untuk melembutkan hati mu dan memberi cinta yang sama pada ku... Bismillah Naya.. ".
" Whatever... Lakukan apa saja sesukamu... ". Naya berkata dingin.
" (Abang, bilamana semua ini terjadi pada kita, maukah Allah berbaik hati padaku untuk bisa melihat mu lagi?) ". Batin nya meringis menahan sesak.
*
" Ainnaya........ Kita berjumpa lagi..... ". Mahen mengikuti perlahan mobil yang beberapa saat melintas di depan nya.
__ADS_1