
Setelah selesai sarapan, Mahen memutuskan akan kembali ke kamar. Ia berniat mencoba berpikir seperti kekasihnya dengan mengikuti jejak yang dia tinggalkan.
" Can, istirahat lah dulu, dari semalam kamu belum tidur kan? ".
" Tapi Abang bos... ".
" Aku ingin sendiri.. Pergilah ".
" Baik.. Maafkan aku ".
Candi pamit undur diri kembali ke kost-an nya sembari mencari cara atau mencari petunjuk dari kamar yang ditinggalkan oleh sahabat nya itu.
" Bram.. Pergilah ke kota Kuning, gantikan aku mengawasi pekerjaan disana sementara Rey belum bisa menyusul kemari.. Aku ditemani Alex dan yang lainnya disini.. Mintalah supir hotel agar mengantar mu ke sana ".
" Baik bos.. Maafkan aku belum bisa berbuat banyak ".
" Gadisku terlalu cerdas, aku yakin dia sudah menyiapkan segala nya untuk eksekusi kemarin... Aku saja lengah, apalagi kalian yang belum mengenal nya.. Do'akan saja dia baik-baik dalam pelarian nya ".
" Bos.. Fighting ".
" Sure, bersiaplah... Aku pergi duluan Bram ".
Mahen mengambil laptop, buku agenda nya dan semua hal yang ia perlukan nanti. Langkah nya gamang, hari ini ia akan mencoba bersikap tenang. Otak nya sejak kemarin tidak dapat berpikir kemana kemungkinan gadisnya pergi.
Keluar dari basement ia mengarahkan mobilnya menuju pantai, setelah meminta Alex agar sedikit memberikan ruang bagi nya di sana untuk melepaskan sesak didada.
Disini, dipantai yang pernah ia kunjungi bersama Naya terkahir kali, sesaat setelah dia melakukan terapi atas trauma nya. (eps 45).
Mahen membuka amplop yang bertuliskan - sorry - , jantung nya berdegup kencang bukan karena getaran cinta namun lebih pada apakah ia siap menerima kenyataan pahit tepat didepan mata nya.
" Handphone, gelang dan cincin..... eh cincin nya ga ada ". Mahen menumpahkan isi amplop ke atas pangkuan nya, tak ada cincin pemberian terakhir yang ia sematkan di jari naya saat mereka menghabiskan senja di marina beach bay beberapa hari lalu. (eps.52)
" Flashdisk.... Sayang, setidaknya ada bagian dari aku yang tetap kamu bawa.. Aku tak akan marah apabila pada akhirnya cincin itu akan berakhir di sebuah toko... ". Mahen tersenyum kecut Bermonolog.
" Bismillah..... ". Mahen menarik nafas panjang sebelum memasukkan flashdisk ke port laptop nya.
Baru juga memulai memutar video, netra nya sudah berkabut. Kenangan manis nya bersama Naya seakan di lemparkan satu demi satu seiring slide yang terus bergulir.
Hatinya tersayat, tiba-tiba semua menjadi buram. Cairan bening itu kini menggenang di pelupuk mata nya. Mahen menjeda video, Ia menarik nafas panjang antara sanggup melanjutkan atau menutup nya.
" Sayang..... Kita kuat kan.... ". Ia melanjutkan melihat video kembali.
Beberapa lagu kenangan mereka bersama, back sound dari Ronan Keating kali ini terdengar sangat memukul hati mahen.
πΆπΆ
.../The smile on your face. (Senyum di wajahmu)...
.../Lets me know that you need me. (Beritahuku bahwa kau membutuhkanku)...
...There's a truth in your eyes. (Kebenaran dimatamu)...
.../Saying you'll never leave me. (Mengatakan kau takkan pernah meninggalkanku)...
.../The touch of your hand says you'll catch me wherever I fall. (Sentuhan tanganmu mengatakan kau 'kan menangkapku kemanapun aku jatuh)...
.../You say it best when you say nothing at all. (Kau mengatakan yang terbaik saat kau tak mengatakannya sama sekali)....
" Honey........ Seringan itukah kau meninggalkan aku?... Semudah itukah kamu ingin aku lupa? ".
" Wahai hembusan angin, sampaikan pada kekasih ku Ainnaya Misbach Shaki bahwa aku sudah terlalu biasa mencium wangi nya, sudah terlalu biasa di temani oleh suara nya, bahkan sudah sangat biasa Dia mengitari hari ku sepanjang waktu..... Sayang, lihat ini... Disudut ruang privasi ku, semuanya ada kamu... Bagaimana aku....... ". Mata nya menyapu sekeliling interior mobilnya yang penuh dengan barang keperluan Naya yang memang disiapkan oleh Mahen sedari awal ia mulai jatuh cinta.
Skincare pouch, handuk, sandal, sepatu bahkan baju dan mukena tertata rapi didalam mobil nya. Ia terisak, suaranya parau menahan tangis.
" Bagaimana aku........... Membuang semua hal yang sudah menyatu dalam setiap nadi ku, nafasku bahkan keringat ku... Honey lihatlah aku..... hiks hiks hiks ". Mahen mencengkeram kemudi nya erat hingga buku tangan nya memutih. Kepalanya ia sandarkan pada kemudi dan mengadu nya beberapa kali disana.
Ia terjatuh lagi. Hatinya yang telah susah payah Naya ganti, Naya sembuhkan, serta merta kini kembali diremas, oleh orang yang memberinya kehidupan baru.
" Bodoh kamu Mahendra, bodoh...!!! ". Mahen keluar, membanting pintu mobilnya keras.
Ia berjalan menyusuri pantai. Hati nya sesak, rongga paru-paru nya seakan berhenti memasok udara hingga ia kesulitan bernafas.
__ADS_1
" Ya Robb ku... Aku pernah mencintai hambamu yang lain tapi tak pernah se cinta ini... Aku pernah sakit karena hambamu, tapi tak pernah sesakit ini..... ".
" Ya Allah....... Aku tau semua dari-Mu adalah terbaik... Aku redho, aku redho bilamana Engkau memintaku bersabar kembali...... Aku, redhoooooo ".
" Aaaaaaahhh, Nayyyaaaaaa.............. Sayang.... Kamu jahat.... ". Mahen meluapkan segala kekesalan nya, kebodohan nya, kemarahan nya disana. Tepat ditempat Naya saat meluapkan hal yang sama.
Lama ia menekuri dirinya yang terduduk lemah diatas pasir pantai sembari memandang hamparan laut luas.
" Astaghfirullah..... Ampuni aku ya Allah... Astaghfirullah.... ". Mahen sadar ia keliru, ia khilaf.
" Yaa Allah, jika Engkau masih memberi ku kesempatan berjumpa lagi dengan nya.. Aku berjanji, akan lebih baik lagi dalam menjaga nya, aku janji akan segera menjadikannya halal bagi ku... ".
" Sayang.... Aku pasti menemukan mu... Kuatkan aku dalam mencari mu, dimana pun kamu singgah..... Bismillah ".
Mahen menyeka airmata nya, membasuh wajahnya dengan sebotol air mineral dari dalam mobil nya.
Sekali lagi, sebelum beranjak dari tempat nya berdiri, ia memandang ke depan. Luas... Tapi bukan berarti tak berujung, tekadnya kembali bangkit.
" Tunggu aku Naya... ".
Mahen memacu mobil nya menuju tempat dimana Alex berada. Terminal keberangkatan menuju kota Bandung. Alex menemukan bahwa Nona nya terlihat menaiki bus dengan rute Bandung. Minim nya kamera CCTV di kota ini sedikit menyulitkan Alex dalam pencarian nya.
" Bos, aku sudah hubungi team kita disana untuk menyelidiki tapi menurut kondektur nya, tidak ada penumpang dengan ciri-ciri seperti itu ".
" Naya tidak ke Bandung, dia ingin mengecoh ku ". Mahen menebak jalan pikiran gadisnya yang tak biasa.
" Kemana lagi bos? ".
" Lex, aku akan menemui manager toko nya, kamu ke kampus, cari tau tentang Naya disana ".
" Baik bos.. Aku jalan ". Alex meninggalkan Mahen yang masih berdiam dalam mobil nya di terminal.
" Sayang, jangan terlalu bermain dengan ku... Aku takut tak sanggup menemukan petunjuk mu ".
Mahen kembali memutar arah mobilnya menuju Mall tempat Naya terakhir kali terlihat. Hati nya terus memanjatkan doa, semoga nasib baik masih mau berpihak padanya.
***
Naya trenyuh, melihat betapa repotnya sang ibu antre membeli tiket, namun nahas tiket yang akan mereka tuju, habis.
" Ya Allah habis, lama lagi yaa.. Aku sedang buru-buru, suamiku kritis disana... Tolonglah ". Suara ibu mengiba pada petugas loket.
" Ibu maaf, mau kemana? aku Naya ".
" Ke Bandung Neng.. Pulang tapi itu bus terakhir dan sudah habis tiket nya. Harus menunggu besok, uang ibu udah pas-pasan ". Keluh nya pada Naya.
" Pakai tiket aku saja.. Ga perlu diganti, aku masih bisa menunggu ".
" Beneran? makasih Neng, mugi Allah mudahkan segala urusan ".
" Semoga suaminya lekas membaik ". Naya menyerahkan selembar tiket ditangan nya pada sang ibu.
Ia gelisah takut Mahen sudah menyadari dan mencari nya, namun hati nya tak tega melihat orang lain lebih membutuhkan itu semua.
Kriiing, ponsel nya berdering.
" Selamat siang, dengan Nona Ainnaya? saya HRD Mega Asri Mall 2 Solo, Nomor anda yang SIMp*t* tidak aktif? ". Tanya seorang wanita dari cabang perusahaan retail.
" Siang... Betul, ini nomer saya yang baru Bu, sesuai dengan data valid yang saya cantumkan by e-mail kemarin ".
" Baik, kami catat. Anda apply menjadi spg betul yaa? silakan datang dua hari lagi ke Mall kami pukul 9 pagi untuk interview ".
" Betul.. Lho, bukan ke Bandung Bu? e-mail yang aku terima kemarin mengharuskan interview di Bandung, kantor pusat nya ".
" Karena Nona meminta di tempatkan di luar area regional mereka, maka interview dilaksanakan di tempat tujuan... Clear, Nona? ". Tanya wanita di ujung telepon.
" Baik.. Terimakasih banyak informasi nya Bu ".
Naya melihat jam ditangan kiri nya, ia harus segera ke stasiun hari ini, untuk mencari kost-an, istirahat agar saat interview lebih segar nanti.
Untuk mempersingkat waktu, Naya memutuskan menggunakan jasa ojek disekitar Terminal menuju statiun.
__ADS_1
Sepanjang jalan ia menanggapi cerita sang bapak tukang ojek bahwa jika ingin ke daerah Jawa lebih baik ke stasiun perujakan agar lebih mudah dan mendapat tiket murah, Naya menyetujui nya.
Akhirnya, tibalah ia di tujuan. Karena belum paham rute, ia berkonsultasi pada petugas yang berjaga disana. Tak lama, tiket sudah ada ditangan, saatnya menunggu 30 menit lagi hingga kereta siap meninggalkan kota ini.
" Selamat tinggal....... ". Tetap saja, airmata nya jatuh kembali saat kereta perlahan melaju meninggalkan stasiun.
Hampir 7 jam perjalanan nya menuju kota baru, ia sudah mengantongi beberapa lokasi kost-an yang dekat dengan Mall tempat nya bekerja. Naya optimis, akan hidup lebih baik, lebih mudah disini, meski sekali lagi hati nya masih meragu.
Tibalah Naya di stasiun solo balapan tepat jam 9 malam.
" Welcome.... Solo ". Naya menghirup udara malam kota yang identik dengan keraton nya itu dengan tarikan panjang.
" Neng, becak? mau diantar cari kost-an? atau ke kost-an dekat kampus? ". Tegur abang becak saat melihat Naya yang terlihat bingung.
" Boleh Pak.. Ke jalan Ir. Sukarno yaa, kost-an Bu Retno, tau Pak? ".
" Jauh Neng, tapi gak apa-apa, Bapak antar, buat penglaris malam ".
" Kost-an yang dekat dengan Mega Asri Mall 2 dimana Pak? ".
" Ya betul, disana... Mari Neng, ini sudah malam nanti kemalaman udara nya semakin dingin ".
" Baik Pak... Yuk ". Naya menaiki becak sambil berbincang dengan Bapak becak sampai tak terasa sudah 45 menit berlalu.
" Alhamdulillah sampai.... Sebentar saya panggilkan penjaga nya ".
" Kulonuwun.... Mas e ".
" Nggih Mang.... wonten kerso menopo? bade kepanggih sinten ? ".
" Bu Retno, Mas... Wonten ingkang bade ngekost teng mriki... Mba, sini ".
" Malam Mas, saya Naya yang lusa lalu sudah telpon ibu tanya kamar kost yang kosong disini? ".
" Oh, niki mba Naya dari Jakarta? ".
" Nggih ". (Jakarta asal laki gue) Naya meneruskan kalimat nya dalam hati.
" Masuk Mba.. Saya panggil Bu Retno dulu... Matursuwun Mang ". Jawab lelaki penjaga tadi.
Naya memberikan ongkos kepada bapak tukang becak yang telah jauh mengantar nya dari stasiun tadi. Upah yang membuat mata Bapak berbinar bahagia.
" Neng, kebanyakan ".
" Do'ain aku disini ya Pak, biar sehat dan selamat. Bapak pulang aja malam ini udaranya lembab kayak mau hujan.. Ya?! ".
" Ya Allah, mugi diparingi rezeki ageng Neng, sehat selamat betah disini ".
" Aamiin... ".
Bersama an dengan bapak tukang becak yang menjauh pergi, Naya masuk ke gedung kost-an yang lumayan bersih dan besar. Setelah bertemu pemilik kost yang terlihat sangar, mengisi dan membayar administrasi selama satu bulan, Naya langsung masuk ke dalam kamar kost-an nya dilantai 2, gedung B, nomer 20 dekat tangga.
" Hai kamar baru ku... Semoga aku betah disini... Kita mulai cerita baru... Semangat Naya ". Tarikan nafas panjang menjelang tengah malam.
" Abang.... Aku baik-baik saja, kamu disana juga kan? Jangan lupa pesan ku yaaa ". Naya mengeluarkan sebuah bingkai foto kekasihnya, ia mengusap wajah tampan yang terpampang jelas disana dengan sayang.
" Do'akan aku yaa Ummi.... Aku kuat disini hingga aku menemukan cara untuk mengabarkan pada mereka, bahwa aku baik-baik saja ".
" Abang, apa kamu sudah menerima pesan ku? akankah Abang mencari ku? hiks hiks ". Hati nya kembali merasa hampa, ia masih sangat mengaharapkan Mahen mencari dan menemukan nya lagi namun di satu sisi, ia tidak ingin orang-orang tersayang nya terluka.
" Mahendra Guna, Satu-satunya pria yang ada didalam hati ku...... Belum habis satu hari, tapi aku sudah sangat merindu mu ". Lolos sudah, cairan bening yang susah payah dia tahan sedari siang tadi
_____________________________
Jangan nangis..
follow IG : mama_qiev aja yaak π .
follow author juga, jangan lupa.. π
Bagi like love, vote, komen, mumpung gratis.. wekawekaweka...
__ADS_1