Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
TERAPI (2)


__ADS_3

" Hipnoterapi adalah tipe terapi yang menggunakan hipnosis, yaitu tindakan memasuki alam bawah sadar seseorang untuk memberikan sugesti tertentu. Pada kasus depresi, hipnoterapi bertujuan untuk membuat seseorang fokus dan rileks, sehingga perasaan dan emosi negatif di masa lalu bisa dikendalikan ".


" Mungkin dikasus Naya, ini bisa mengungkapkan luka batin yang masih tertinggal.. Aku belum bisa menyimpulkan analisa dan diagnosis nya sebelum memeriksa kondisi Naya.. Well, bagaimana, jika kalian berdua setuju kita bisa langsung memulai proses identifikasi tahap awal ". Mama Aruna menjelaskan dengan detail tentang metode yang akan di pakai untuk membantu Naya.


" Abang.... ". Naya meminta persetujuan dari Mahen, sejujurnya ia khawatir dan cemas akan hasil akhir nya nanti.


" Kita coba yaa.. Kamu bersedia? ". Tanya Mahen.


" Takut.... ". Naya menggigit bibirnya tanda ia cemas.


" Ada aku... Sayang, aku ga akan ninggalin kamu apapun hasilnya nanti, Ok? ".


"......... ". Naya gamang.


" Sakit tidak? ". Naya bertanya pada Mama Aruna.


" Tidak Naya, kamu hanya akan rileks.. Kita release yaa ". Mama Aruna menguatkan Naya agar mencoba terapi ini.


" Ok... Abang, janji yaa ".


" Iya sayang... ".


" This way, Pak Mahen, anda boleh ikut mendampingi... Aku lihat, Naya sangat bergantung pada anda ".


" Baik Dokter ".


Mereka bertiga lalu memasuki ruang praktek Mama Aruna. Ruangan dengan interior yang menenangkan, warna pastel menghiasi segala furniture didalam nya. Mahen memberikan gambaran sekilas tentang kejadian kemarin dan kejadian 3 tahun lalu pada Mama Aruna.


" Duduk sini Naya, rileks yaa.... Pak Mahen, anda boleh disamping nya ".


" Rileks yaa Naya, tarik nafas dalam 2 kali, hembuskan perlahan.... Dengarkan aku, hanya suaraku yang akan kamu dengar diantara suara-suara yang hadir nanti... Ingat ya Naya, hanya suaraku yang akan kamu patuhi.. Anggukan kepala jika kamu mengerti ". Mama Aruna memberikan instruksi.


" Ok.. Lihat apa yang ada ditangan ku ini? fokus Naya, dalam hitungan ke tiga, kamu akan masuk dalam tidur yang nyenyak, namun masih mendengar suaraku... satu... dua... tiga... klik ".


" Apa dia baik saja dokter? ". ? Mahen bertanya cemas.


" Tentu.. ".


" Kamu dengar aku? bisa sebutkan siapa namamu? sedang ada dimana kamu saat ini? ".


" Aku Ainnaya Misbach shaki.. Aku ada di sebuah ruangan dengan nuansa putih.. seperti bangsal rumah sakit.. aku hanya mendengar suara mesin, seperti mesin detak jantung.. entahlah ". Naya mulai berkeringat sambil menggeleng kan kepala nya.


" Tenanglah Naya, tidak ada yang bisa melukai mu disini... Bisa kamu perhatikan lagi, lebih dekat, apa saja yang kamu lihat? ".


" Infus, mesin, brangkar.. wanita cantik terbaring lemah disana.. ".


" Ada berapa orang dalam ruangan itu? "


" Dua.. "


" Bisa kamu lihat siapa satunya. "


" ......... Itu.. aahh, ga mungkin.. itu... aku, aku... kenapa aku disana? ". Naya sudah sangat gelisah, ia sudah ga tenang.


" Kenapa kamu ada disana? apa kamu terluka? ".


" Aku, kepalaku.. penuh luka.. Wanita itu, ummi? dia ummi ku?... tunggu, ada orang masuk ke dalam ruangan itu.. Tidak, jangan.. jangaaannn ". Naya tidak tenang, dia mulai berontak.


" Naya.. dengar suaraku.. kamu akan bangun dalam hitungan ke tiga... Satu.. dua.. tiga.. Bangun dengan rileks, dan tenang... bukalah mata mu Naya ". Mama Aruna mengakhiri sesi pertama.


" Sayang... Sini... Duduk dulu ". Mahen mengulurkan tangan nya.


" Abang... aku kenapa? ".


" Naya, apa kamu pernah masuk rumah sakit dengan luka parah? ".


" Iya dokter, tiga tahun lalu, tapi aku ga ingat kejadian itu ".


" Besok datanglah kembali.. kita tuntaskan ini yaa.. Pak Mahen, boleh aku minta kontak anda? ada yang ingin aku bicarakan nanti ".


" Sure dokter, ini kartu nama ku ". Mahen memberikan kartu nama nya pada Mama Aruna.


Setelah sesi konsultasi pertama, mereka berdua lalu pamit undur diri dan berjanji besok akan kembali dijam yang sama untuk konsultasi kedua.


Tidak ada obrolan selama perjalanan pulang kembali mengantar Naya ke kost-an. Naya hanya meminta Mahen menggenggam tangan nya erat.


" Sayang.. Maaf jika permintaan ku ini berat bagi mu yaa ". Mahen membuka percakapan.


" Apa? "


" Bisakah kamu memaafkan orang itu, jika dia terbukti melakukan suatu kejahatan padamu? setelah hasil dari terapi besok? ".


" Aku ga tau.. Aku ga tau.. ". Naya gelisah, ia menduselkan kepalanya ke bahu Mahen untuk mencari ketenangan.

__ADS_1


" Jangan dipaksakan.. Kita jalani dan lewati pelan-pelan yaa sayang ". Mahen membelai kepala Naya lembut.


" Aku takut... ".


" Ada aku.. tenanglah ".


" Aku pesakitan yaa.. Miris banget, pacar Tuan Mahen seorang pesakitan ".


" Kamu ngomong apa sih? pacar aku lagi proses pemulihan.. banyak yang ga sadar punya luka batin sayang, dan bagus nya kamu menyadari itu.. ".


" Itu karena Abang.. ".


" Karena kamu juga, sudah bersedia melakukan semua proses nya sayang ".


" Terbaik... ".


" Setelah ini.. istirahat yaa.. Kuliah kamu bisa disusul nanti setelah kamu sehat.. Tentang kerjaan kamu, Rey yang akan mengurus nya nanti.. Aku rencana mengajukan cuti untukmu seminggu dimulai dari hari ini ".


" Hem.. Aku nurut Abang ".


" Kalaupun ga bisa cuti selama itu, kamu terpaksa resign sayang.. Tapi aku akan berikan status yang baru sih ".


" Apa? "


" Jadi istri ku... Mau yaa ".


" Ish.... ada aja modusnya ".


" Bukan modus.. Serius.. Mama sudah mau kesini padhal kemarin itu buat lamar kamu lho ".


" Jangan..... ".


" Ko jangan... kamu ga mau sama aku? jujur Naya ".


" Yaaa mau sih.. tapi ga sekarang juga kali aah ".


" Sama aja lah, sekarang atau nanti juga kan.. sama-sama nikah juga ".


" Abang... aku masih begini.. Aku ga mau masa lalu ku, yang belum selesai menghantui di masa depan.. Abang tau kan maksud aku ".


" Ga ah.. ga ngerti ..... Aaauuuuuuuu..... Ampun, sakit sayang.... ".


" Rasain... Pura-pura oncom ".


" Bos.. Nona... sudah sampai ". Rey sengaja tak memberitahu bahwa mereka telah tiba di kost-an Naya sejak 10 menit lalu. Ia terlalu sungkan menjeda obrolan pasangan ini.


" Istirahat Naya, Candi sudah nunggu kamu dikamar ".


Setelah Naya masuk ke dalam kost-an dan Mahen memastikan dari micro camera yang ada didalam kamar Naya, yang dipasang oleh Candi beberapa waktu lalu bahwa Naya dan Candi telah ada dalam satu kamar. Ia lalu meminta Rey melajukan kembali mobil nya.


" Rey.. kerumah Naya ". Pinta Mahen.


" Bos, ga salah? "


" Pak Jim meminta ku untuk menemui orang tua Naya dan menceritakan segala nya.. Aku ragu sih tapi memang sudah seharusnya aku menemui mereka. Setidaknya bahwa aku betul-betul serius dengan Naya, maka aku wajib memperkenalkan diri dahulu ".


" Baik bos.. Good luck ya bos. Aku ikutan deg-degan nih ".


" Lebay.. Urus saja hati mu nanti ketika menghadap Pak Jim untuk meminta Candi jadi istri mu ".


" Gleekkk.... Membayangkan nya saja, aku sudah gemeteran bos ".


" Semoga Pak Jim menolak mu sih.. Mana mau beliau punya menantu tukang jajan.. Hahaha ".


" Huft... tega sekali bos, kan gairah muda ga bisa ditahan... ".


" Whatever Rey.. Pokoknya under review buat jadi mantu.. Hahaha ".


Selang beberapa saat kemudian, tibalah Mahen di halaman depan rumah Naya. Ia memandangi rumah kekasihnya ini, begitu asri dan menenangkan. Dibagian samping agak menjorok ke bagian dalam terlihat beberapa pekerja yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka. Terdapat satu mobil box terparkir di garasi dan sebuah xenia hitam disamping nya.


Mahen lalu memantapkan diri untuk turun dari mobilnya lalu menapaki beberapa anak tangga untuk menuju teras depan rumah dan memencet bel nya satu kali kemudian mengucapkan salam.


" Assalamu'alaikum ".


" Wa'alaikumussalam ". Jawab sebuah suara dari dalam.


" Maaf.. Ada perlu dengan Abah? Atau ada keperluan lain, Pak? ". Tanya ka Amir ramah.


" Aku Mahendra, ingin menemui ayah anda untuk suatu hal ". Jawab Mahen tenang.


" Mahen nya Naya?.... Maaf maaf, silakan masuk, silakan duduk Mahen... ".


" Abah sedang keluar kota sejak kemarin, lagi ada pelatihan dan pameran.. Biasanya aku yang pergi, tapi karena disini sedang ada lonjakan pesanan, jadi Abah yang pergi, minggu depan rencana baru akan pulang.. Kamu bisa bicarakan keperluan mu sama aku atau jika terlalu privasi, datanglah lagi kemari minggu depan.. ". Jelas ka Amir ramah.

__ADS_1


" Minggu depan aku seperti nya harus kembali.. Aku kemari tanpa sepengetahuan Naya, jujur jika dia tak melarang ku untuk datang kemari sejak aku memutuskan untuk serius dengan nya.. sudah aku lakukan sejak dulu. Maaf aku baru ke sini setelah sekian lama ".


" Naya memang keras kepala.. Aku tau sifat adikku itu ".


" Den Amir, niki sampun di damel design, leres boten? ". tanya salah satu pekerja menjeda obrolan kami.


" Nggih mba, leres. Sekedap nggih, wenten tamu kriyen, mengkin Amir mriku upami niki sampun beres, nggih ". Ka Amir meladeni dengan sangat sopan pekerja yang bicara padanya.


Mahen menyadari bahwa keluarga Naya benar sangat menjunjung tinggi kesopanan. Pantas gadisnya itu menjaga jarak dengan lawan jenisnya, pantas gadisnya itu melarang mahen menyentuh nya hingga kejadian Anggara merubah Naya. Ia nampak kerap meminta untuk dikuatkan meski hanya lewat genggaman tangan. Ternyata sosok ka Amir seperti yang Naya gambarkan, ramah, lembut dan kelihatan penyabar, pantas Naya mengidolakan kakak nya ini. Dan juga, dia tampan, tak heran bila Naya juga ayu, sangat ayu malah. Mahen berbicara dalam hati mengagumi sosok didepan nya ini.


" Maaf yaa, kejeda... Jadi maksud kamu kemari? ".


" Aku serius dengan Naya, kak.. Aku juga bertanggungjawab mengenai kesehatan mental yang saat ini sedang Naya alami, terlebih tentang kecelakaan ummi nya.. Aku abai, jika saja alam bawah sadar nya tak membuka insiden itu. Bersamaan dengan kejadian kemarin, Naya mengungkapkan luka batin nya. Aku meminta izin untuk terlibat dalam kesembuhan Naya kali ini... Setelah ini aku akan datang dengan keluarga ku untuk melamar Naya.. ".


" Aku juga khawatir dengan adikku.. Aku meminta pada Abah tapi Abah bilang untuk melupakan itu.. Naya tertekan.. dan kerap menyalahkan dirinya.. Aku mengerti maksud mu, akan aku sampaikan pada Abah nanti ".


" Jangan rusak adikku yaa Mahen.. Naya hanyalah gadis polos.. Aku percaya adikku tapi aku juga rasanya harus meminta mu untuk sama-sama menjaga karena aku tau, kamu pastinya telah banyak pengalaman menjalin hubungan dengan wanita ".


" In sya Allah ka.. Ini kontak aku, bilamana ka Amir ada hal yang perlu disampaikan padaku, jangan sungkan ya kak ".


" Panggil saja Amir.. Aku belum jadi kakak ipar mu ". Ka Amir tersenyum.


" Aku ga berani ka, bisa di gorok Naya kalau dia tau aku ga sopan sama kakak nya ".


" Hahahaha... Kamu takut sama gadis kecil itu Mahen? ".


" Iya, aku ga mau kehilangan dia kak, dan memang seharus nya aku memanggil kakanya dengan sebutan kak, bukan? ". Mahen tersenyum.


" Naya naya.. galak amat.. Ok Mahen, aku akan sampaikan maksud mu ke Abah.. Titip naya yaa, aku dan Abah tau kamu menjaga adikku dengan memberinya pengawalan pribadi dengan ketat... Terimakasih banyak sudah memperlakukan Naya begitu special ".


" Do'akan aku bisa meluluhkan hati adik ka Amir itu yaa ".


" In sya Allah.. Hati-hati dijalan, Mahen ". Mahen kemudian pamit undur diri dari kediaman Naya disaksikan oleh ka Amir yang mengantar nya hingga mobilnya hilang dari pandangan.


Rasanya lega telah menemui keluarga Naya hari ini, meski Abah nya tak berhasil Mahen temui, setidaknya niat baiknya telah tersampaikan.


" Rey balik ke hotel, aku lelah.. Hari cepat sekali berlalu ".


" Baik bos.. ".


Kriiing.. Suara ponsel Mahen berbunyi. Nomor asing tertera di layar, tapi Mahen memutuskan untuk mengangkat nya.


" Selamat sore Pak Mahen, aku Mama Aruna ".


" Sore dokter.. Ada perkembangan tentang Naya? ".


" Anda dimana Pak? aku harus bertemu dengan anda saat ini karena kebetulan aku akan keluar rumah ".


" Sedang menuju hotel tempat ku menginap.. Hotel Bintang ".


" Kita ketemu di coffe shop nya saja kalau begitu.. 30 menit lagi, bagaimana? ".


" Baik dokter ".


Setelah 30 menit berlalu, mereka berdua bertemu di coffe shop yang dimaksud.


" Dokter.. Bagaimana? ". Tanya Mahen tanpa basa basi saat telah bertemu dengan sang dokter.


" Naya trauma ringan, apakah ini berhubungan dengan tindakan kejahatan pak? ".


" Sepertinya iya dokter.. Anda keberatan melanjutkan ini? ".


" Tidak.. Tapi aku menolak dilibatkan lebih jauh, ini hanya anatar aku dan pasien saja, selebihnya aku melepaskan diri ".


" Baik.. Apa yang anda temui dari hasil tadi siang?


" Aku akan mensugesti untuk kasus kedua.. sedangkan untuk kasus pertama, mau tidak mau harus diungkapkan lalu baru masuk ke sugesti untuk release ".


" Naya menggambarkan anda, sebagai pelindung nya. Terbukti bahwa dia kerap menganalogikan anda sebagai lingkaran yang mengelilingi sebuah objek yang menggambarkan dirinya.. Anda berpengaruh besar untuk nya, jadi aku harap, anda juga terlibat aktif dalam proses penyembuhan pasca terapi ini, pak Mahen ".


" Sure dokter... Ada lagi? ".


" Datanglah besok pagi.. aku rasa, 3 kali terapi semoga sudah selesai release.. Tapi semua tergantung pada keikhlasan pasien dalam menerima kenyataan ".


" Baik.. Terimakasih banyak dokter atas bantuan nya ".


" Sama-sama Pak Mahen, semoga Naya bisa sehat jiwa raga kembali yaa.. Umur nya masih muda, aku optimis akan kesembuhan nya terlebih ia punya seseorang yang sangat care disamping nya ".


Mahen berjabat tangan dengan dokter tersebut atas informasi yang baru saja ia jabarkan. Ia berdoa dalam hati, bahwa setelah ini semoga Naya bisa kembali ceria, menjalani hidupnya lebih baik tanpa bayangan masa lalu yang menekan memory nya terlebih ia masih kerap menyesali kejadian 3 tahun lalu tentang ingatan nya yang hilang.


Mahen sedang merenungi waktu yang telah berlalu, terhitung sudah hampir 10 bulan ia mengenal gadisnya itu.


Sementara mahen sedang melamun, Rey malah asik dengan pikiran nya yang membayangkan saat ia mengunjungi Vita sore hari kemarin. Bagaimana kabar nya gadis itu? apakah dia bersedia menemani malam hari ini bila aku membayar nya?. Rey senyum-senyum sendiri membayangkan hal yang tidak-tidak.

__ADS_1


_______________________


Oh God, Rey ketagihan ama Vita 😌. Lagi sakit gaes, tapi dipaksa nulis biar ga kelamaan.. Semoga tetap nyaman dibaca yaa..


__ADS_2