Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
DURI DALAM SELIMUT


__ADS_3

Sementara itu, di ruangan rawat inap rumah sakit.


Siang tadi setelah kepergian Naya dan Mahen. Sesuai info yang Nona nya berikan sesaat sebelum ia pergi, Vita dan Agus, sahabat Nona nya itu datang menjenguk untuk menemani Candi.


Rey yang tetap berada didalam ruangan bersama mereka, tak sengaja melihat interaksi yang menurutnya tidak biasa antara Agus dan Candi, sang pujaan hati. Terbukti ketika Agus memperlakukan Candi dengan penuh sabar dan perhatian, termasuk saat Candi merintih sakit saat akan bergeser posisi berbaring, Agus lah yang membantu nya. Rey mengamati dari tatapan mata Agus saat menatap Candi terlihat begitu memuja nya. Ia mendengus nafas kesal hingga helaan nya terdengar oleh Candi.


" Ka.. Istirahat lah, sementara aku ditemani oleh mereka berdua saat ini". Candi iba melihat pria yang selama ini menjaga nya tanpa lelah itu duduk sepanjang hari di sofa tanpa beranjak dari sana sedetik pun.


Rey tak peduli, baginya menjaga Candi yang terbaring lemah disana lebih penting daripada pekerjaan lainnya. Ia telah mendapat hasil lab dari dokter setelah makan siang tadi. Tulang pinggul Candi terdiagnosa terdapat sedikit retakan, untung nya ia tak harus menjalani operasi kali ini. Hanya pengobatan terapi syaraf ringan dan rutin serta konsumsi obat secara teratur, maka cedera nya dapat segera pulih kembali.


[ Anggara, akan aku membalas mu nanti. Tunggu saja, kamu akan terluka oleh orang terdekat mu juga ]. Rey menahan amarah nya susah payah agar tak terlihat garang oleh Candi, rasanya ia ingin langsung menghajar bed*bah itu dengan tangan nya sendiri.


Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa hari mulai senja, Vita pamit undur diri sebab ia akan mulai bekerja di tempat yang baru. Pekerjaan nya sebagai waitress di sebuah club malam sudah ia lepas sejak lama dan kini kabar nya Vita bekerja di sebuah cafe tempat nongkrong anak muda dengan fasilitas wifi lengkap. Memang keberadaan cafe semacam ini sedang menjamur bermunculan di kota ini. Rey bersyukur dalam hati atas perubahan Vita. Maklum saja, bos nya itu hanya ingin kekasihnya dikelilingi teman dari lingkungan yang baik, meski Mahen pun yakin bahwa Vita bisa menjaga dirinya.


Karena Vita pamit, maka Agus pun ikut pamit. Ia beralasan sudah waktunya bagi dia untuk membuka dan menjaga ruko warnet milik keluarga nya yang memang hanya beroperasi pada malam hari.


Rey mengantar mereka berdua keluar ruangan. Ketika akan menutup pintu, ia melihat jam di tangan kirinya, Bos nya belum kembali juga padahal hari sudah menjelang malam. Baru saja ia membalikkan badan akan menjauh dari pintu, terdengar suara ketukan dari luar, membuat Rey membuka pintu kembali. Nampaknya akan ada pergantian shift karena suster dan dokter visit meminta izin memasuki ruangan itu. Saat mereka sedang bertukar informasi pasien, Rey menanyakan sesuatu.


" Dok, apakah tidak diperlukan usg abdomen? mengingat benturan terjadi disekitar tulang pinggang dan pinggul? apakah tidak akan mempengaruhi organ vital lainnya, misalnya organ reproduksi? ". Haah, apa yang aku pikirkan, kenapa bertanya seperti ini? Rey menyadari kebodohan nya, gara-gara ia tadi searching tentang efek jangka panjang cedera, pencarian nya jadi melebar kemana-mana. Yang ia khawatirkan justru organ reproduksi? Oh my god Rey, apa yang dipikirkan. Ia tak henti merutuki kebodohan nya.


" Bila suatu hari terjadi keluhan seperti area tidak nyaman, disekitar perut bagian bawah anda bisa membawa Nona Candi, kontrol kembali untuk dilakukan pemeriksaan, diagnosa dan tindakan lebih lanjut, Pak Rey ". Jawab sang dokter seakan memaklumi kecemasan dari sang pacar. Begitulah kira-kira penilaian orang yang melihat kesetiaan Rey berada di samping sang pasien seharian ini.


" Oh baiklah, Terimakasih Dok ". Balas Rey singkat.


Akhirnya setelah keadaan sunyi kembali. Rey memutuskan untuk melepas jas mahal nya lalu melemparkannya ke sofa begitu saja. Simpul dasinya ia urai dan diletakkan diatas jas nya tadi, lengan baju nya ia gulung hingga siku dan tiga kancing bagian atas kemeja nya ia buka. Kemudian ia melangkah menuju toilet berniat untuk sekedar mencuci muka. Tak berapa lama, Rey keluar kembali dari toilet dengan tampilan lebih segar. Candi yang memperhatikan gerak gerik Rey diam-diam sedari tadi, kali ini ia tak bisa berpura-pura lagi mengabaikan kehadiran sosok pria tampan dihadapan nya ini.


" Istirahat lah Candi. Aku tak akan kemana-mana. Aku tau kamu belum tidur, jangan memandangku diam-diam begitu, nanti kamu jatuh cinta ". Rey bukan tidak tahu, candi sedari tadi sedang memperhatikan setiap pergerakan nya.


" Uhuk. Ge-er ". Sahut Candi sambil memutar bola mata malas. Rey lalu menghampiri nya, nampak jelas ia jauh lebih segar dengan sisa tetesan air masih membasahi wajahnya, rambut basah yang ia sugar asal hanya menggunakan jemari, kancing kemeja yang terbuka, wangi maskulin yang menguar membuat Candi susah payah untuk menelan ludah. Tampilan pria tampan dihadapannya ini menghipnotis dan mengunci pandangan nya sesaat.


" Cup..... ". Rey mengecup kening Candi, mengelus rambut nya pelan dan lembut lalu duduk di sebelah ranjang gadis itu.

__ADS_1


" Aku sayang kamu Can, lekas lah sehat kembali. Karena mungkin setelah ini Nona dan Abang Bos akan lebih membutuhkan mu. Aku mengajak mu bergabung dalam misi ini karena aku tau, Abang Bos hanya menginginkan seseorang yang ia percayai dan ia kenal untuk berada sangat dekat di sisi kekasih nya ". Rey menatap lekat mata gadis dihadapan nya ini. Mereka berdua tumbuh dan bertemu di waktu yang sama meski dalam pengasuhan berbeda. Candi belia diadopsi oleh Tuan Besar saat ia hendak dijadikan sebagai hadiah " pure " (gadis per*wan) untuk Pak Jim nikmati semalam suntuk. Paras nya yang cantik blasteran Pribumi dan Eropa , menjadikan nya sasaran empuk penikmat nafsu sesaat di luar sana, untunglah ia bertemu Pak Jim kala itu hingga kesucian nya masih terjaga. Candi muda besar dijalanan tak mengenal apa dan siapa. Oleh Pak Jim lah, ia kini menjelma bak seorang putri dari keluarga berada dengan kemampuan otak yang lumayan cerdas serta pengumpul informasi akurat dalam waktu singkat.


" Aku berterimakasih ka Rey mengajakku. Nona memang gadis yang sangat baik. Oiya, karena Papa sepertinya sudah tau misi ku disini, kemarin Papa bilang padaku bahwa Nona itu sebenarnya..... Betul ya ka? ". Tanya Candi penasaran.


" Hem.. Simpan ini dengan nyawa mu. Jangan sampai Abang Bos tau untuk saat ini, mengerti? ". Rey rasanya tak sanggup lagi, berada sangat dekat dengan Candi seperti ini membuat kesehatan jantung nya tak baik. Ia takut debaran dan suara detakan jantung nya terdengar oleh telinga Candi, maka ia bangkit dan melangkah menuju sofa kembali.


" Nona, sepertinya sudah tau siapa aku, maafkan sudah tak lagi bisa menjaga rahasia keberadaan ku di sekitar nya ". Candi berkata lesu, karena baru kali ini identitas nya terbongkar begitu mudah.


" Nona orang yang peka dan cerdas, Can. Terlebih setelah kejadian di vila resort saat Saraswati wedding kemarin membuat kepekaan Nona semakin menajam saja ". Rey menjelaskan agar Candi tak merasa bersalah atas terlambatnya orang yang ia perintahkan di titik penjemputan saat Naya kabur.


" Ka.. Kemarin saat ka Rey memapahku di basement, sekilas aku seperti melihat Dia. Ini halusinasi atau apa aku saja yang merasakan dia berbeda akhir-akhir ini ". Candi mengatakan tentang kecurigaan nya pada seseorang sambil menguap. Rasanya sulit sekali membuat kelopak matanya bertahan barang semenit lagi, ia masih belum puas memandang lelaki di hadapan nya itu namun matanya tak mau berkompromi.


" Baik, akan aku selidiki. Tidurlah ". Rey melihat kembali ke arah Candi, cepat sekali ia tertidur. Pikirnya.


" Bos, anda tak kembali kemari sekalian menjemput Nona pulang kah? Bila iya, selepas mengantar Nona pulang langsung istirahat ke hotel saja, kita ketemu disana. Alex akan berjaga menemani Candi sementara aku pergi ". Rey berkirim pesan pada Mahen.


" Lex, sekalian bawakan keperluan ku ". Kali ini Rey berkirim pesan pada Alex.


Kamu... Nona memperlakukan mu dengan sangat baik tapi kamu membalas kebaikan nya seperti ini. Apa mau mu? semoga kamu juga tak terlibat pada kejadian hari ini yang membuat Candi terluka.


FLASHBACK ON.


Suatu malam saat dia melakukan penyamaran di club sebuah hotel untuk melepas penat, mata nya tak sengaja menangkap Tristan sedang berada di club yang sama dengan nya. Ia tengah berbincang mesra dengan seorang wanita yang dari gestur tubuhnya, Rey mengenali nya sebagai....... oh Tuhan, Rey tak percaya dengan penglihatan nya kala itu.


Ketika ia memeriksa kamera depan mobil Accord saat digunakan menjenguk tuan muda Rendy dirumahnya yang tengah sakit beberapa waktu lalu. Kamera mobil itu menangkap sebuah siluet yang mirip dengan Tristan di kediaman Danureksa. Dugaan bos nya bahwa Tristan memang bekerja untuk Danureksa, benar ada nya ditambah informasi dari orang-orang Pak Jim, makin mengokohkan dugaan itu. Tapi ia menyingkirkan Tristan dalam daftar musuh yang harus diwaspadai selain Danureksa, karena kemarin Pak Jim bilang bahwa beliau lah yang akan mengurus nya sedikit agak membuat Rey lega.


Namun penglihatan nya di malam lainnya, membuat nya meragu kembali. Ia masih bersama wanita itu, rasanya tak mungkin bila tak ada rencana busuk didalam otak seorang pria licik sepertinya.


FLASHBACK OFF.


Malam ini Rey kembali mengunjungi club, kali ini club yang berbeda dari sebelum nya, karena tidak semua kalangan bisa masuk ke dalam nya mengingat lokasinya yang sedikit tersembunyi dari public. Ia sengaja duduk di sudut ruangan dilantai dua yang agak lengang karena merupakan wilayah sedikit private agar leluasa mengamati sekitar, beberapa wanita mulai mendatangi dan menggoda nya namun tak ia gubris. Matanya berkonsentrasi dalam gelap siap memindai siapa saja yang berpotensi mengusik keselamatan majikan nya.

__ADS_1


Lama Rey berdiam diri disana hingga akhirnya ia memutuskan untuk menarik pinggang seorang wanita yang mendekati nya. Merasa dibutuhkan oleh klien nya, wanita ini dengan sigap menghujani Rey dengan kecupan dan pelukan mesra dengan menggesekkan bagian-bagian dari tubuh nya yang molek. Hasrat Rey timbul seiring sentuhan demi sentuhan yang intens mereka lakukan. Tangan nya mulai meraba tak terkendali disana sini, rasanya ia sudah tak sanggup lagi menahan untuk tak mencumbu wanita dalam pangkuan nya kini. Tepat saat Rey akan mengajak nya pergi, sosok yang ia duga akan datang ke tempat ini muncul juga, insting nya masih tajam ternyata. Hasrat nya yang sudah diujung kepala, langsung menguap hilang entah kemana. Wanita tadi nampak kesal karena keinginannya tidak tercapai dan Rey menyuruh nya pergi dengan menyelipkan beberapa lembar uang dalam d*danya yang telah terbuka akibat cumbuan yang mereka lakukan tadi.


Rey merapikan pakaiannya kembali yang sempat terbuka saat bersama wanita tadi. Ia kembali berkonsentrasi dan melepaskan sebuah benda nano agar bisa mendengar percakapan yang mereka lakukan di bawah sana. Meski Rey belum tau siapa orang yang akan Anggara temui malam ini.


" Anggara.. apa rencana busuk mu kali ini ". Rey bergumam lirih dalam keras nya musik yang berdentum di telinga.


" Hallo tuan, aku temani yaa malam ini ". Suara manja dan menggoda seorang wanita terdengar menghampiri sesaat setelah Anggara duduk.


" Aku pesan segelas v*dka ". Pinta Anggara saat waiter mendekati nya untuk menyerahkan sebuah buku menu.


" Kemari, aku sudah di meja ku ". Anggara nampak sedang menelepon seseorang dan menyuruh nya datang menemuinya disini.


" Sayang, pergilah dulu, aku akan memanggilmu setelah urusanku selesai. Kita habiskan malam panjang hingga pagi di atas. Pesan lah sebuah kamar, ok? ". Anggara memberikan kecupan pada wanita yang menempel nya sedari tadi. Wanita itu tampak senang, sepertinya ia mendapat klien kakap malam ini yang berniat memakai jasa nya hingga pagi. Ia beranjak pergi setelah seorang wanita yang dimaksud Anggara duduk dihadapan nya.


" Apa tugasku? ". Tanya wanita yang tengah duduk dihadapan Anggara.


" Berikan ini saat event tender nanti, dia pasti ada disana. Dan akan ku pastikan kamu berada disana tanpa bisa dia kenali ". Ucap Anggara.


" Jangan coba-coba mengelabui ku Nona, ingat keluarga mu ada ditangan ku dan janjiku akan mencarikan donor organ bisa saja aku batalkan. Ah ya satu lagi.. Jangan coba meminta bantuan dari pacar brengsek mu itu. Ia pun akan ikut aku hancurkan bersama dengan perusahaan nya jika kau melanggar perjanjian kita. Kerjakan dengan rapi. Pergilah dan tunggu perintah ku ". Titah Anggara nampak jelas dengan sederet ancaman nya.


" Apa ini? ". Tanya wanita dihadapan Anggara.


" Lakukan saja, buat agar dia menelan nya. Selebihnya bukan urusan mu ". Wanita itu lalu pergi dengan membawa sesuatu dalam genggaman nya. Ia gundah, hati nya tak ingin menghianati teman nya namun disisi lain ia juga tak ingin kehilangan salah satu keluarga nya. Niatnya yang semula ingin mengambil keuntungan dari pacar pura-pura nya itu malah membuat nya terjebak dalam perjanjian menyeramkan ini. Wanita ini kemudian menuju toilet, ia menangis disana sejadi nya. Berteriak mengapa nasibnya menjadi seburuk ini dalam sekejap, seketika timbul rasa iri dalam hati nya, mengapa ia tidak bisa seberuntung dia.


Dilantai dua, Rey telah mendapatkan benda nano nya kembali. Ia akan berusaha memindai suara yang berhasil ditangkap benda mungil ini nanti. Namun sesaat sebelum ia beranjak pergi, wanita tadi menghampiri Rey kembali yang telah bangkit dari sofa, wanita ini langsung menempelkan tubuh nya lalu kembali menghadiahkan sebuah ciuman panas di bibir seksi nya. Kesempatan bagi Rey untuk menuntaskan hasrat nya yang tertunda. Ia lalu menyingkap tirai dan menurunkan nya agar menutupi apa yang akan mereka lakukan di sofa ini.


Pemandangan biasa yang terjadi didalam club dilantai dua dimana setiap sofa nya memang didesign menunjang untuk melakukan aktivitas panas diatas nya tanpa keluar club. Setiap setting meja hanya ditutupi dengan sebuah tirai gelap yang mengelilingi untuk menghalangi pandangan dari sofa satu ke sofa lainnya.


Suara lenguhan dan de-sa-han tentunya tak akan terdengar karena suara dentuman musik yang begitu memekakkan telinga. Lagipula mereka yang ada disana tak akan peduli karena tengah asyik dan terbuai masing-masing dengan hasrat memuncak dalam kenikmatan tiada tara atas suguhan yang para wanita ini lakukan tanpa menghiraukan sekitar.


Sebuah sensasi tersendiri dan fantasi liar bagi sebagian kaum pria karena dapat melakukan aktivitas s-e-k-s nya ditempat terbuka seperti ini.

__ADS_1


______________________________


Rey.. Rey... Nakal yaa, Candi gimana Rey... 😌


__ADS_2