Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
RELEASE


__ADS_3

Pagi ini Mahen kembali menjemput Naya untuk melanjutkan terapi di rumah Mama Aruna. Rupanya beliau memang tengah menunggu kedatangan kami berdua.


" Naya, apa kabar? ". Sapa nya ramah ketika kami turun dari mobil dan menghampiri nya.


" Dokter, aku baik terimakasih ".


" Sudah siap release? kita lepaskan belenggu itu, sesi kali ini mungkin akan berat dilalui Naya, kuharap kamu kuat yaa ". Mama Aruna memberikan informasi tentang sesi kali ini.


" Abang.... ". Naya melihat ke arah Mahen yang berdiri disamping nya.


" Aku percaya kamu bisa, Sayang ". Mahen menguatkan.


" Yuk... kita mulai ". Naya telah setengah berbaring dikursi relaksasi.


" Rileks yaa Naya.. tenangkan hati mu, kita berdoa pada Tuhan agar dikuatkan kemudian diikhlaskan apapun yang akan terjadi.. Kamu, punya pak Mahen yang sangat peduli dan mencintaimu, punya kakak dan ayah yang menyayangimu, punya calon mama mertua yang sayang sama kamu.. Ingatlah mereka yaa.. Kamu ga sendirian.. Anggukan kepala jika kamu mendengarku ".


" Dokter tau darimana semua itu? ". Naya merasa ia tak menceritakan semuanya pada dokter.


" Dari gambar yang kamu lukis untukku kemarin.. Betapa kamu juga menyayangi mereka semuanya ".


" Kita mulai.... rileks.. rileks... fokus Naya, hanya suaraku yang akan kamu dengar... Tidur... klik ".


" Kamu bisa mendengar ku.. Lanjutkan apa yang kamu lihat dan dengar disana ". Mama Aruna memberikan instruksi.


" Ada dua orang pria yang datang ke bangsal kami, dia menyuntikkan sesuatu pada infus Ummi... dan dia bicara tentang..... ". Naya gelisah, keringat dingin mulai membasahi dahi nya tanda tubuh nya stress.


" Perlahan Naya, tenanglah.. dia tak bisa melukai mu disini.. Apa yang pria itu bicarakan? ".


" Balas dendam, pada Galuh dengan membunuh orang yang dia sayang, dimulai dari istri nya.. Ummi ku bilang, dia salah sangka.. Aku ga tau siapa Galuh... Lalu pria itu melihat ku dan berkata jika ummi menyangkal maka dia akan melukai ku... Tidak jangan... jangaaan... ".


" Naya.. sedikit lagi.. apa yang dia lakukan pada ummi? dan pada mu? ".


" Dia menyuntikkan obat agar ummi ku gagal jantung ... Dan aku, aku mendengar semua rencana nya.. dia memberi ku Obat yang sama tapi diurungkan.. Dia membawa seseorang kembali.. ".


" Apa yang dilakukan orang ketiga terhadap mu? ".


" Dia bilang... aku pasti akan melupakan ini.. melupakan ini... dia berkata berkali-kali lalu aku diberikan obat penenang dosis tinggi... Jangaaannn... aku akan mengingat wajah mu... tidak... jangan... ".


" Fokus Naya, lihat lah wajah pria yang memberikan semua instruksi itu... kamu bisa melihat nya? "


" Tidak, dia membelakangi ku... ". Naya semakin berkeringat tubuhnya mulai gemetar.


" Dia mungkin akan berbalik badan... fokus Naya, lihatlah lagi ".


"........... Dia... Dia... Ayah Rendy? Wajah ayah Rendy.... kamu membunuh ummi ku.. Aaahh ummi... ". Naya sangat gelisah, tubuhnya memberontak.


" Naya dengar aku... kamu akan bangun dalam keadaan rileks seperti baru saja tidur panjang dengan damai.. lepaskan semua perasaan itu, ikhlaskan yang telah pergi... bukan salahmu... ingat, bukan salahmu, semua adalah bagian dari takdir Tuhan.. Biarkan Tuhan yang membalas nya... Kamu melanjutkan hidup mu dengan ringan, memaafkan semua yang terjadi.. memaafkan dirimu, ayahmu dan orang itu... rileks Naya... kamu kini terlahir dengan jiwa Ainnaya yang baru... Bangun perlahan, dalam hitungan ke tiga... satu.. dua.. tiga, buka matamu sayang ".


" Welcome Ainnaya.. Apa yang kamu rasakan sayang? ". Mama Aruna membelai wajah Naya dan menghapus air mata nya.


" Aku... lebih tenang.. apa yang terjadi padaku dokter? ".


" Nanti kita evaluasi yaa.. Istirahat lah dulu.. Suster, bantu Nona Naya rileksasi diruangan sebelah yaa... Ikut dengan suster dulu yaa Naya ".


" Baik dok.. mari Nona Naya, aku bantu anda berdiri ".


" Abang... ". Naya meminta persetujuan dari Mahen.


" Pergilah sayang, gapapa.. Rileks disana yaa, aku akan menyusul sebentar lagi ".


Setelah kepergian Naya, mama Aruna mengajak Mahen diskusi tentang hasil pagi ini.


" Ayah Rendy? apakah tuan Danureksa, pak Mahen? ".


" Dokter mengenal nya? ".


" Beliau pasien ku, sudah 3 tahun ini melakukan terapi untuk menghilangkan kegelisahan nya.. Rupanya inilah penyebab rasa gelisah nya itu. Aku tak menyangka, kedua pasien yang aku tangani saling berhubungan ".


" Oh god... Jadi menurut dokter bagaimana? ".

__ADS_1


" Naya sudah release.. Aku akan tetap mendampingi nya hingga pulih dan betul-betul sembuh.. Naya mudah ditangani, aku meminta bantuan agar anda menstimulasi nya untuk memaafkan orang-orang itu ".


" Baik dokter.. Ada lagi? ".


" Kalian berdua, kuat bila bersama.. Aku percayakan sisa nya pada Anda.. Lusa datanglah kembali untuk sugesti kasus kedua.. Anda masih disini kan? ".


" Masih dokter.. Aku kembali ke Jakarta minggu depan.. ".


" Ok, semoga waktu nya cukup... Aku akan ke rumah sakit, ada pasien yang menungguku.. silakan anda menemui Naya. Aku tinggal yaa ".


" Baik dokter, terimakasih atas bantuan nya ". Mahen menjabat tangan dokter lalu ia ke ruangan sebelah untuk menemui Naya. Tampak dimatanya kini, oleh suster Naya sedang di tenangkan disana..


" Lepaskan perlahan yaa Nona.. Maafkan semuanya.. ".


" Suster bolehkah aku mencoba nya? ".


" Silakan Tuan.. Nona Naya, dengarkan suara tunangan anda yaa... Dia ada disamping anda, sedang menggenggam tangan anda ".


" Naya.. Dengar aku? kita bisa melewati ini.. Kamu punya hati yang lembut dan penuh kasih, maafkan mereka yaa.. hidup damai dan bahagia dengan ku, kita tinggalkan masa lalu mu yang pahit disini.. Mau kan sayang? "


" Abang.. Iya.. Mau.. ".


" Say Naya.. ucapkan perlahan... ".


" Aku memaafkan dia, dan memaafkan diriku.. Aku sayang keluarga ku, aku sayang Abang.. Aku ikhlas ".


Suster yang melihat ini rasanya tak percaya, baru kali ini ada pasien yang release dengan begitu mudah nya. Ia takjub terlebih pada sosok pria dihadapan nya ini, pastilah ia sangat berpengaruh dalam hidup Nona Naya, pasien nya itu hingga dampak dukungan untuk kesembuhan sang kekasih begitu nyata.


" Tuan.. aku akan membangunkan Nona.. Anda siap? ".


" Silakan suster ".


" Nona... Bangun dengan rileks yaa.. Sambut hidup baru yang anda dan kekasih anda akan jelang esok hari.. Berterimakasih pada Tuhan karena telah memberikan kemudahan segala nya... Satu dua tiga... ".


" Aku tinggal yaa Tuan.. Silakan bicara dari hati ke hati ". Suster lalu meninggalkan kami berdua dalam ruangan serba hitam itu.


Naya membuka mata nya, nampak aliran air mata turun dari sudut matanya membasahi pipi. Ia masih termenung memandang langit-langit ruangan itu.


" Hanya ada perasaan tenang.. Abang, apa aku harus memaafkan mereka? ".


" Harus Naya, meski berat.. agar hidup mu tenang, biarkan Tuhan yang mengurus sisa nya.. ".


" Kita ke ummi yuk ". Ajak Mahen kemudian.


" Abang, aku ingat semuanya.. Ingatan ku telah kembali utuh.. ". Naya bangkit dari posisinya yang masih terbaring tadi, lalu menundukkan kepala nya menangis.


" Naya, kita lepaskan perlahan yaa.. kamu mau kan? tinggalkan yang menyakitimu disini.. Jika kamu ingin betul-betul lega, kamu bisa pulang dan menceritakan pada Abah yaa.. ".


" Iya, aku nanti akan pulang setelah aku betul-betul berdamai dengan diri ku ".


" Kamu bisa.. Aku yakin kamu bisa ".


Tanpa diduga oleh Mahen, Naya menghambur memeluknya begitu saja.


" Ainnaya.... jangan begini ". Mahen serba salah, jika ia membalas pelukan naya, ia takut gadisnya akan marah.


" Bukan Abang yang menyentuh ku. Aku yang melanggar janjiku, aku tenang saat Abang memelukku ".


" Just a moment.. Baiklah ". Mahen memeluk nya, mereka diam dalam hening untuk beberapa saat hingga suara pintu ruangan yang dibuka oleh seorang pria, mengurai pelukan mereka.


" Bos.. Sudah selesai? Aduh maafkan aku, aku ga tau... lanjutkan.. silakan... ".


" Ckck Rey... ".


" Maaf bos, Nona aku merusak moment manis ".


" Tuan Rey, aku dan abang ga lagi ngapa-ngapain ko ".


" Sayang, kita ke ummi atau ke pantai? ".

__ADS_1


" Pantai... ".


" Rey... clear area ".


" Baik bos.. ".


Sementara kedua majikan nya itu berjalan ke halaman depan dimana mobil mereka berada Rey sibuk menghubungi team shadow untuk mensterilkan area pantai agar tidak banyak pengunjung saat mereka sampai.


Beberapa saat kemudian. Tibalah mereka dibibir sebuah pantai. Mahen turun membuka bagasi belakang lalu mengambil sepasang sandal untuk Naya yang sudah dia siapkan jauh hari sebelum gadis itu resmi menjadi kekasihnya. Ia lalu membuka pintu sisi mobilnya kembali lalu berjongkok dan mengulurkan tangan untuk mengganti sepatu Naya dengan sandal yang ia bawa.


" Sayang.. Ganti pake sandal dulu yaa ". Naya yang masih melamun terkesiap ketika kaki nya diraih oleh sepasang tangan kekar namun sangat lembut memperlakukan dirinya.


" Abang.. Aku bisa ".


" Diem dulu.. biar aku.. Yuk turun ". Mahen mengulurkan tangan nya dan disambut oleh Naya.


Keduanya berjalan menyusuri pantai yang tenang sambil saling menautkan jemari mereka. Keduanya masih saling diam, menikmati gejolak dalam hati dan pikirannya masing-masing.


Naya tiba-tiba berhenti. Ia melihat ke arah mahen, dipandang nya wajah tampan kekasihnya itu yang tinggi menjulang disamping nya.


" I want to be the best version of myself for anyone who is going to someday walk into my life and need someone to love me beyond reason ". Naya mengungkapkan kegundahan nya.


" The best remedy for those who are afraid, lonely or unhappy is to go outside, somewhere where they can be quiet, alone with the heavens, nature and God. Because only then does one feel that all is as it should be ".


Mahen mengajaknya kemari karena ia pernah mengalami kejadian berat saat harus menerima kenyataan tentang kondisi fisiknya, ia menemukan kedamaian ditempat seperti ini dan menyadari bahwa ketika kita hanya berdua dengan Tuhan, maka kita juga kembali menyadari bahwa masih banyak nikmat lain yang telah Tuhan beri.


" The more laborious journey, the deeper you fall, the worse you are, the more severe your heart. Thus, the stronger step you take, the more rigid you are.... Sometimes life doesn't give you what you want, not because you don't deserve it, but because you deserve so much more ".


" Honey.. I love you so much.. You can do this… You can start over... You can save your own life and you're never going to be alone as long as you have me, people to still love you ". Mahen menatap manik mata kekasihnya intens.


" Abang.... Thank you for the time we spent together, for never leaving me in the bad times, for understanding me, for your patience, kindness, and for accepting me. However, the most important is thanks for loving me as you love yourself ". Pandangan mereka masih terpagut satu sama lain.


" Mau teriak ga? biar lega... ". Mahen mengalihkan topik agar ia tak khilaf memeluk dan mencium gadis didepan nya itu. Ia sudah tak tahan, rasanya ingin memakan Naya sampai habis malam ini, jika saja ia telah halal bagi nya.


" Iya... mau... ".


" Go ahead... ". Mahen melepaskan genggaman tangan mereka, dan beringsut mundur ke belakang. Ia memandangi punggung gadisnya yang nampak rapuh.


" Ummiiiiiiiiiii..... Maafkan akuuuu... Salahku.. Tak ingat diaaaa.... ".


" Jahaaaattt... Tapi aku... Me-maaf-kan mu.... Danureksaaaaaaaaaaaaaaa ".


Naya terjatuh, tubuh nya meluruh begitu saja diatas pasir pantai yang basah. Mahen membiarkan nya sejenak untuk melepaskan segala beban dan sesak di hati Naya. Hingga beberapa saat kemudian, Mahen kembali menghampiri nya, duduk bersila di samping gadisnya itu lalu tangan nya menggoreskan sesuatu di pasir pantai.


" Kamu tau ini apa sayang? ". Mahen menggambarkan sebuah simbol hati.


" Loved ".


" Betul.. Cinta.. Kamu punya cinta yang hangat untuk sekitar mu.. Allah yang berikan itu semua.. Kamu ingat, mama Aruna, pertemuan dengan Aruna? siapa yang mengaturnya jika bukan karena Allah? ".


" Ga ada ".


" Segala kemudahan yang kita alami, kejadian demi kejadian.. semua sudah Allah atur. Termasuk cinta... hanya Allah yang punya stock cinta yang melimpah, salah satu nya Allah given to you, my beloved Naya.. Agar dengan cinta itu, kamu bisa menularkan kekuatan nya pada orang lain.. Agar dengan cinta yang kamu punya, kamu juga bisa menyembuhkan diri mu sendiri bahkan orang lain.. Cinta pada Allah juga lah yang pada akhirnya harus kita akui, bahwa tidak ada yang terjadi atas izinNya.. Semua yang berasal dari-Nya adalah baik.. dan apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik... pokok nya, pilihan Allah pasti terbaik.. ".


".,......... ". Naya mendengarkan semua perkataan Mahen.


" Mau betul-betul release kan? kita sholat hajat biar semakin tenang, agar mudah untuk ikhlas.. Karena tidak ada daya dan upaya melainkan hanya pertolongan dari Allah... Yuk, cari masjid ".


" Abang... belajar dimana? ".


" Dari kamu... ".


Keduanya lalu bangkit, kembali berjalan beriringan dengan jemari saling terpaut. Mahen iseng, ia lalu menarik Naya ke tengah hingga kaki mereka basah terkena percikan deburan ombak. Tak sampai disitu, Mahen membasahi Naya dengan mencipratkan air laut yang datang bergulung ke arah mereka. Senyum Naya kembali terbit, untuk sesaat mereka lupa akan masalah yang belum tuntas namun paling tidak, hati Naya telah sedikit lega.


Sesuai keinginan Mahen, mereka lalu mencari sebuah masjid tak jauh dari sana. Keduanya khidmat dalam doa masing-masing sore itu.


Mahen masih merenungi sebab musabab mulai dari pengakuan danureksa (eps.21) dan hasil dari terapi Naya hari ini.. apakah keduanya berhubungan?


____________________________

__ADS_1


Mau pesen calon suami kayak Mahen, peka amat sii... 😌


Jangan lupa LIKE, VOTE DAN FOLLOW yaa.. Remahan dollar berharap... xixixi


__ADS_2