Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
PERSAINGAN KETAT


__ADS_3

Mahen membawa Naya menuju private table dimana Saraswati berada. " Nayaaaaaaaa... Adik manis ku, kamu datang daritadi ko ga langsung ke aku sih? Mahen nahan kamu yaa? ". Saraswati memegang wajah Naya sambil menciumi pipi nya dan memeluk nya erat.


" Eh jangan di cium-cium, itu punya ku ". Cegah Mahen melihat gadisnya bagai squeeze di tangan Saraswati.


" Kamu cantik banget sayang, ku akui mata Mahen masih sangat jeli. Hen, sana gih, aku mau ngobrol sama adikku ". Usir saras.


" Ngobrol aja kalle, aku juga mau disini nemenin pacar ku. Lagian laki kamu aja ga keberatan ko ". Sanggah Mahen enggan beranjak dari duduk nya kini.


" Naya, ceritakan tentang ibuku.. ". Saras memohon dengan wajah penuh harap.


" Kak.. aku gatau ini betul atau tidak, tapi aku mencoba menggambarkan nya yaa. Beliau........ ". Naya bercerita singkat.


" Gitu yaa, makasih yaa sayang udah sharing ke aku, setidaknya aku tau sedikit tentang ibuku ". Saras menggenggam jemari Naya erat.


" Saras, berdoa sama Allah aja biar Ibu tenang dan kamu tetap melanjutkan hidup mu dengan hati lapang ". Mahen membuka suara.


" Vibe nya Naya berasa nular nieh ke Mahen. Kapan kalian ada rencana untuk menikah? ". Tanya Saras antusias.


" Dia masih kuliah dan masih mau kerja juga jadi aku bisa apa ". Mahen berkeluh kesah pada Saras.


" Kamu izinin pacar kamu kerja? ish keterlaluan, tega sih lo, Hen.. ". Saras kecewa pada sahabat nya itu, bukankah Mahen lebih dari sekedar mampu untuk membiayai segala kebutuhan Naya.


" Aku ga suka bergantung dengan orang lain kak. Aku kerja karena suka juga sih ". Naya membela diri.


" Kamu kerja dimana sayang? ". Saras mengusap punggung tangan Naya.


" Staff visual mall kak, part time event dan radio ". Jawab Naya malu-malu.


" Pantesan aja, luwes begini. Ah Mahen, kamu nemu harta karun yaa. Naya sayang, jangan dengerin gosip yang ga baik tentang Mahen yaa. Aku tau dia ko, pokoknya kalian kalau ada apa-apa bicarakan baik-baik dulu ". Saras berpesan pada Naya.


" Alasan aku ajak Naya kesini yaa biar ketemu kamu. Karena kamu dan Mas Andres yang paling tau aku. Sempet kaget waktu Pak Jim bilang aku harus datang dan kasih undangan padahal beliau tau, aku baru bisa libur ditahun ini. Ternyata dunia ini sempit, sahabat ku menikah dengan abang angkat ku ". Mahen berbicara sambil memandang gadisnya.


" Uh so sweet. Jangan lama-lama Hen. Naya jadi incaran setelah ini, saingan kamu banyak termasuk dia, dia dan dia ". Saras memberi kode arah pada beberapa pria yang menatap Naya lekat.


" Tristan? Nirwan? satu lagi? ". Mahen melihat ketiga pria tadi dengan ekor mata nya.


" Belum tau siapa nama nya tapi orang ku bilang, dia daritadi mencari tau tentang Naya. Berhati-hati lah ". Saras memberi mahen peringatan.


" Dia anak tertua klan Subrata Hen. Hati-hati karena Anggara tak segan main kasar, you know lah ". Kali ini Andres, suami Saras alias abang angkat Mahen ikut bersuara.


" Bukannya dia sudah menikah Mas? Anggi adiknya juga menjadi tunangan Rendy Danureksa kan ".


" Baru bercerai beberapa bulan lalu tepat nya Hen. Naya, kamu punya satu rahasia kah? kenapa mereka mengejar mu? ". Tatapan Andres menyelidik.


" Panjang Mas ceritanya, kemarin Tristan bikin ulah dengan ku dan Naya hampir saja...... ". Jujur Mahen kemudian. Tangan kanan nya mengusap kepala Naya karena penuh rasa bersalah.


" Atau kamu yang ga peka tentang sesuatu yang telah mereka ketahui lebih dulu, pikirkan itu Mahen. Jangan sampai, istriku menangis karena adik angkat nya terluka. Kau tau kan, kalau Saras sudah sayang seseorang dia akan ikut merasa sakit bila keluarga nya terluka ". Andres memberi peringatan kepada Mahen. Andres muda dulu belajar masuk ke bisnis ini dengan Pak Jim, bahkan kini ia memiliki team elit rahasia yang menjaga bisnis nya dengan baik.


" Baik Mas, terimakasih banyak. Akan aku jaga Naya ".


" Harus, karena cuma kamu yang bisa. Naya, jangan pernah membantah Mahen bila kamu ada dalam situasi sulit ". Andres berbicara pada Naya.


" Iya kak ". Jawab Naya singkat karena ia tak mengerti.


" Mas Andres tau sesuatu yang tak ku tau? ". Tanya Mahen penasaran

__ADS_1


" Cari taulah sendiri, seorang Mahendra bukankah punya banyak mata? ". Smirk menyebalkan dari Andres akhirnya muncul juga. " Tenang saja, aku tak akan tinggal diam bila mereka macam-macam, Exona bagi ku adalah rumah kedua, Pak Jim terlalu berjasa dalam hidup ku, kamu tau itu ". Tambah nya kemudian.


Setalah pembicaraan serius yang melelahkan akhirnya mereka pun tertawa dan larut dalam suasana percakapan yang hangat sebelum suara bersin Naya beberapa kali terdengar dan membuat Mahen khawatir gadisnya flu.


" Dingin yaa ". Mahen membuka jas nya lalu memakaikannya pada Naya agar ia merasa hangat.


" Balik yuk, Saras juga mau belah duren entah yang keberapa tuh ". Goda Mahen ke Saras tapi ia malah mendapat lemparan botol mineral kosong oleh Andres.


" Ampun Mas ". Keduanya tertawa lepas sembari beranjak dari tempat duduk mereka dan bersiap meninggalkan Ballroom karena tamu undangan sebagian besar sudah pulang atau kembali ke kamar mereka.


" Naya, sekarang sudah tau kan alasan aku ngotot ajak kamu kesini. Banyak yang sayang sama kita, jadi aku harus mencari dukungan bila saat sulit menimpa kita nanti ". Mahen menjelaskan niat nya kali ini.


" Kenapa aku? ".


" Karena aku mungkin pada awalnya, Exona dan keluarga mu. Aku akan mencari tau lebih dalam ".


" Aku jadi harus gimana? "


" Jangan pernah tinggalin aku, itu aja ".


" Modus ".


" Try it and proof it kalau kamu butuh pemanasan adrenalin lagi. Maafkan aku yaa, kamu jadi dibayang-bayangi oleh bahaya ".


" Hatcwi.. Hatcwi ". Naya bersin kembali.


" Anak pantai main ke gunung gini nih bersin mulu ". Mahen mengusap sayang kepala Naya.


Sepanjang perjalanan menuju kamar, Mahen bercerita tentang Andres. Dulu dia adalah programer di Exona sebelum Mahen masuk, bahkan Andres lah yang men-training Mahen dulu. Andres diselamatkan oleh Pak Jim dari aksi bunuh diri di Rel kereta Jatinegara belasan tahun silam, lalu ia ditampung, disayangi dan diberikan tempat layak, disekolahkan hingga sarjana bahkan anak angkat Pak Jim yang lainnya ada yang sekolah di luar negeri, setelah mereka lulus lalu di berikan modal bisnis agar mandiri.


Anak angkat Pak Jim banyak dan tersebar di seluruh Indonesia bahkan beberapa diantara nya ada yang menetap di Eropa dan asia, itulah kenapa Exona banyak mempunyai mata-mata dan orang-orang yang sangat loyall pada Pak Jim. Pak Jim membangun kerajaan properti nya dari nol dan tanpa banyak orang yang tahu akan hal ini. Kami, dibekali dengan ilmu beladiri dan sebagainya termasuk table manner atau kelas etiket lainnya dan wajib diikuti oleh semua anak laki-laki atau perempuan. Hingga saat ini, Pak Jim masih sangat care terhadap semua anak-anak nya meski mereka sudah mandiri.


" Sini, aku bantu lepasin kalung nya ". Mahen hendak melepas pengait nya namun Naya menepis tangan nya lagi.


" Ga usah, aku bisa. Pegang-pegang mulu ". Naya ngambek.


" ............. aku siapin air buat kamu mandi kalau gitu ". Mahen berpikir, ia juga sih, Naya tak suka di pegang-pegang tapi dariadi dia begitu.


Setelah kedua nya selesai membersihkan diri dan sholat isya secara bergantian. Mahen mengajak Naya duduk di sofa.


" Aku cape, ngantuk, kaki aku sakit karena ga biasa pakai sepatu stiletto dalam waktu lama ". Naya malas beranjak dari ranjang nya.


Mahen enggan berdebat lagi, maka ia yang menghampiri Naya. Menarik kaki nya dan mengoleskan krim pereda sakit. " Jangan membantah, kamu begini karena aku yang mengajak mu kesini, berangkat mulus pulang juga harus mulus atau Bu Rahma ga akan izinin aku datang lihat kamu lagi ". Mahen mulai ngomel.


" Sakit iih, Abang lepasin ga, aku bisa sendiri ". Naya berontak, tak suka disentuh paksa.


" Punya pacar kayak tarzan begini, susah amat jinak nya ". Mahen masih menahan kaki Naya agar tak berontak.


" Ngatain tarzan tapi ngebet ". Naya meringis saat Mahen sedikit memijat telapak kaki nya.


" Ok sudah selesai, diem, jangan gerak mulu nanti kaki kamu tambah sakit ". Mahen meletakan bantal sofa di bawah kedua kaki Naya agar ia merasa nyaman. Ia lalu meletakkan tangan nya di kening Naya, mengecek suhu badannya deman atau tidak karena Naya bersin sepanjang jalan tadi.


" Ga demam, bobok yaa. Masih ada yang harus aku bicarakan dengan Rey ".


" Abang mau keluar? aku ikut, takut kalau sendirian disini ". Masih terbayang jelas diingatan Naya betapa seram nya sosok tadi pagi.

__ADS_1


" Nanti Rey yang kemari ". Mahen menarik selimut Naya hingga ke dada gadis itu.


" Gausah cium-cium ". Cegah Naya ketika Mahen hendak membungkukkan badannya.


" Pelit amat ".


" Abang, dosa aku udah banyak hari ini. Badan aku dipegang-pegang pula ". Naya marah.


Mahen tertawa menanggapi keluhan Naya. " Makanya jadi istri aku biar halal ".


".............. ogah ". Naya berkata lirih sambil berbalik badan membelakangi Mahen.


" Coba bilang lagi.. apa tadi? ". Mahen penasaran. Ia tau Naya tak memandang harta nya, maka dari itu Mahen selalu merasa takut dan khawatir Naya akan meninggalkan nya disaat hati nya sudah sangat menyayangi gadis ini.


Karena lelah, tak lama berselang, Naya sudah tertidur. Mahen lalu memanggil Rey ke kamar nya, ia penasaran dengan Nirwan dan Anggara. Siapa sebenarnya dan motif apa yang mereka miliki berdua.


" Masuk Rey ". Mahen mempersilahkan Rey masuk setelah bunyi ketukan di pintu kamar beberapa kali.


" Nona tidur bos? ". Tanya Rey setelah melihat Naya.


" Iya, rendahkan suara mu, kasihan dia tadi kedinginan bersin melulu, semoga tidak sampai sakit ". Mahen berkata sambil men-charger ponselnya yang low batt.


" Bos, rekaman Nona saat bertemu dengan asisten Citra mantan anda dulu, anda ingat? nampaknya Citra ingin kembali bersama anda bos ". Rey memberikan rekaman dari Alex.


" record play............ Rey, Naya menyebut pacar ku. Itu aku kan yang Naya maksud? ". Mahen tampak bahagia.


" Lalu siapa bos? aku? ". Jawab Rey enteng.


" Akhirnya dia melihat ku juga. Sayang, terimakasih banyak. Kamu memang gadis ku yang tangguh ". Mahen memandang ke arah Naya yang sudah lelap. " Apa yang kamu dapatkan tentang Nirwan dan Anggara? ".


" Nirwan, kakak sahabat Nona. Ia adalah Kadis pembangunan yang baru dilantik bos, yang aku temui saat anda menghadiri acara siraman. Tampaknya Nirwan menaruh hati pada Nona dan kabar buruknya dia memegang kendali semua perizinan infrastruktur di kota ini. Semoga ia tetap profesional bila Exona ingin bergabung nanti. Sedangkan Anggara, info nya sedikit sekali bos, dia punya pertahanan yang bagus. Tapi record nya agak menyeramkan, semoga kita tak bersinggungan dengan nya. Tristan, percayalah dia mulai menjauh, namun entahlah bila suatu saat kita jumpa di project yang baru sikapnya akan tetap seperti ini atau sebaliknya ". Rey menjelaskan hasil analisa nya.


" Ok Rey thanks, apa yang Naya sembunyikan yaa? Kuncinya ada pada ingatan Naya yang hilang. Bagaimana mencari tau ini Rey? apakah kita ke psikiater? ". Mahen tak henti berpikir.


" Hypnotherapy bos, anda bisa mencoba nya ". Rey memberikan saran.


" Akan aku bicarakan dengan Naya nanti ".


Saat mereka berdua sedang asik bertukar ide dan rencana, ponsel Rey berbunyi. " Bos, Mamah anda ".


" Assalamu'alaikum Mah, kenapa? ponsel ku habis baterai ".


" Dimana Bang? Udah makan? jadi pergi sama Neng? sekarang dia dimana? udah bobo? " Mamah kalau sudah tanya bagai kereta api.


" Mantu Mamah udah tidur, besok lagi kalau mau ngobrol. Aku udah makan sholat dan lain-lain, ini juga mau tidur bentar lagi ".


" Mantu, kapan kamu lamar dia? pacar aja belum diterima kan? udah gih, istirahat jaga kesehatan Abang, hati-hati kalau pulang yaa ". Fiuh, sindiran Mamah tepat.


" Rey.. Rey.. Nak, kamu juga makan dan tidur yg baik, hati-hati kalau nyetir yaa. Udah bobok sana, Mamah sayang kalian boys ". Mamah mengakhiri telepon nya. Begitulah Mamah, selalu care ke semua teman anak-anak nya termasuk Rey.


" Besok kita bicarakan lagi Rey, setelah dikantor. Aku butuh pendapat Pak Jim ". Mahen mengembalikan ponsel Rey lalu ia bersiap akan tidur.


Setelah Rey pergi, Mahen berbaring di ranjang nya menghadap Naya.


" Sayang, kamu hobi banget tidur, tandanya tubuh kamu lelah tapi tak kamu sadari. Do'akan kita yaa minta sama Allah agar kita bisa bersama meski sepertinya jalan yang akan kita lewati akan curam dan terjal, aku akan berdoa meminta hal yang sama pada allah untuk kita. Mulai sekarang, aku akan bahagiakan kamu.. Ainnaya ". Mahen mulai memejamkan mata, membayangkan segala hal manis yang ia habiskan sepanjang hari bersama Naya. Bismika allahumma..........

__ADS_1


_______________________________


Naya berpaling ga hayo dari Mahen?


__ADS_2