Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
TUMENGGUNG


__ADS_3

Adnan baru saja mendapatkan petunjuk baru, kurir pria tugas Naya diketahui kemarin berada di warnet yang sama kembali.


Adnan bergegas menuju titik lokasi. Sedangkan Simon, sekuat tenaga menghadapi agent yang ternyata sahabat Anggara dari macau. Teknologi yang dibawa nya sangat canggih, Simon kewalahan, namun bukan pasukan blackshark namanya bila ia kalah dalam mengatur strategi.


" Sims, kau masih menghalau pria itu? ". Adnan resah.


" Masih, agar ia tak menjangkau mu Ad, namun kali ini aku yang menempel padanya, cepatlah aku khawatir tak bisa lama menahan nya ".


" Aku punya petunjuk baru, kurasa kita semakin dekat ".


Obrolan kedua orang kepercayaan Mahen pagi itu berakhir dengan saling tukar informasi.


***


Disebuah kediaman. Joglo Ageng, Solo.


Seorang pria berusia senja namun sangat kharismatik sedang berbicara serius dengan orang kepercayaan nya di sebuah ruang kerja bernuansa jawa.


" No, bagaimana hasilnya? ".


" Seperti dugaan Ndoro, apa yang gadis itu bicarakan ia berasal dari Cirebon benar adanya.. Mengenai data yang berhasil kami retas, semua informasi lengkapnya ada dalam map itu, Ndoro ". Kusno, sang Kepala Team keamanan keluarga Kusuma melaporkan hasil penyelidikan.


Lelaki yang dipanggil Ndoro itu membuka map coklat diatas meja nya, ia membaca nya sangat perlahan seakan tak ingin kehilangan makna setiap kata yang tertulis disana.


" Jadi benar? ". Matanya berkaca-kaca.


" Nggih, Ndoro ". Kusno membenarkan.


" Alhamdulillah, 28 tahun sudah, aku baru menemukan kalian.. Berikan pengamanan bayangan level satu untuknya, sebelum aku membawa nya tinggal dirumah ini.. Jangan sampai dia menyadari, jangan sampai membuat nya takut dan aku kehilangan nya kembali ".


" Den Roro kabur dari kota asalnya... Ada dua orang yang juga sedang mencari keberadaan nya Ndoro, suruhan Raden Mas Galuh dan kekasih Den Roro... Ada team lain yang juga terlihat seperti mengawasi Den Roro.. ".


" Bereskan orang-orang yang mengganggu keluarga ku. Sembunyikan informasi keberadaan anak ini dari Galuh, aku tak mau dia membawa nya pulang kembali ke keluarga nya... Aku akan bertemu lagi dengan nya besok ditaman kota, antar aku kesana jangan sampai dia mendahului ku, No ".


" Wajahnya, bagai pinang di belah dua, persis seperti Mila ". Kenang nya lagi.


" Sendiko dawuh, Ndoro ". Kusno pamit, ia akan menugaskan banyak team nya untuk memberikan pengamanan level satu bagi cicit emas sang Tuan nya.


" Cucu dan cicit yang sudah lama beliau cari, kini berada sangat dekat dalam jangkauan. Pantas saja, mereka bagai ditelan bumi. Semua identitas nya diganti ". Lega nya, Kusno.


Kusno sangat kesulitan pada awalnya hingga sahabat nya yang merupakan abdi dalem keraton Kasepuhan Cirebon memberikan informasi sangat berharga.


Kusno menceritakan kegelisahan nya mencari seseorang dikota Cirebon, dia kehilangan jejak. Hanya punya satu foto anak gadis itu saat di taman berbincang dengan Tuan nya, diambil dengan kamera jarak jauh.


Ketika menunjukkan foto gadis itu, sang sahabat mengenali nya sebagai anak dari pengusaha batik dan mukena, Ahmad zaid sanusi, karena keluarga mereka kerap menerima pesanan dari para abdi dalem dan diundang dalam event kewirausahaan yang rutin di selenggarakan oleh Keraton.


Harapan itu terbit kembali, Kusno dan team nya bergerak cepat menuju kota itu menyelidiki langsung. Semua nya cocok, akhirnya data identitas mereka yang baru lengkap dilaporkan untuk Tuan nya pagi ini.


*


Minggu pagi, Naya berjanji akan menemui kakek yang ditemui nya pekan lalu. Dia yang tidak pernah mengenal sosok kakek nya, rasanya bahagia bertemu dengan pria berumur itu. Meski wajahnya sangar, ternyata ramah dan lembut setelah bertegur sapa. Naya nyaman mengenal nya meski baru pertama kali jumpa.


" Kakeeeeekk.... Masih ingat Kinoy kan? ". Sapa Naya riang saat melihat sang kakek sudah menunggu nya di tempat yang sama.


" Unyiiiiiil ". Balas sang kakek tak kalah gembira.

__ADS_1


" Ahahahaha.... ". Keduanya tertawa bersama.


" Bawa apa nduk? ". Tanya nya saat melihat Naya membawa jinjingan ditangan kiri nya.


" Kue dan minum.. Kakek suka kue tradisional ga? Tadi aku liat penjual kue jadul, inget sama ummi hehe... Jadi aku beli ". Ucapnya seraya salim mencium tangan kakek.


Sang kakek trenyuh melihat sikap sopan gadis ini. Persis cucunya Sesa, batin nya.


" Kakek orang jadul, masa ga suka sama kue jadul.. Ini kesukaan kakek, dan cucu perempuan kakek, Dia aku bawa kerumah meski ditentang istri ku.. Aku kasihan padanya, ditelantarkan hanya karena dianggap bakalan butuh biaya banyak untuk merawatnya karena dia punya penyakit lemah jantung.. Mendhut, katanya kue manis tapi kelihatan tidak menarik sebab di selimuti... Areh, dia bilang bagai sebuah tabir yang menutupi penampilan, rasa yang enak dari mendhut ". Kakek mengenang saat cucu perempuan nya itu bercerita dulu.


" Cucu perempuan kakek dimana sekarang? ".


" Aku baru mengetahui keberadaannya dua hari kemarin, dia sudah meninggal 4 tahun yang lalu ".


" Maaf ya kek, aku ga bermaksud.. Ummi ku juga suka mendhut dan pernah bercerita seperti kakek. Beliau meninggal empat tahun yang lalu juga.. Hidup sesingkat itu ya kek ". Kenang Naya pada Ummi nya.


" Nduk, kakek mau cerita satu rahasia yang minggu lalu kakek janjikan... Kamu mau dengar? mungkin akan membosankan karena kakek bukan penyiar radio kayak kamu.. Hehe.. ".


" Kakek tau aku penyiar radio? wah keren, tau dari mana kek? ".


" Ga sengaja dengerin gosip anak abege yang lagi nungguin angkot di depan tadi, katanya Kinoy semalam bawain live sholawat, suara nya bikin adem ".


" Kulkas kali aah, adem ". Naya tersenyum cerah.


" Belajar dimana, Nduk? ".


" Dari kedua kakak laki-laki ku, Ka Amir yang di pondok, ka abyan juga. Cuma aku yang ga mondok kek.. Kata Abah, aku bandel, hihi ".


" Kamu mirip cucu ku... ". Kakek terus menatap lekat Naya disamping nya.


Flashback.


" Anakku keduanya adalah laki-laki, dari keduanya pun aku dikaruniai cucu laki-laki. Aku kemudian mengambil Cucu perempuan angkat dari saudara jauh ayah kami yang di beri nama Mila Artha Kusuma.. Ke-tiga nya tumbuh bersama. Anak Kusuma, menjadi anak gaul, kenakalan remaja karena dimanjakan oleh ayahnya. Sedangkan cucu laki-laki satu lagi, teramat pendiam, penurut namun keras kepala, aku tidak suka ".


" Hingga suatu hari, aku salah mengambil langkah. Memisahkan cucu laki-laki ku dengan orang tuanya.. Aku melarang nya kembali kerumah ini karena menyebarkan aib keluarga yang sebenarnya tidak terbukti.. ".


" Karena aku tak kuasa menanggung malu. Aku mengusirnya.. Aku menyadari kesalahan ku namun telah terlambat, mereka mengganti semua identitas nya hingga sangat sulit ditemui oleh teknologi yang masih terbatas waktu itu ".


Flashback off.


Kakek menangis, Naya tak tega melihat nya. Kepedihan nya terlihat mendalam.


" Kek, Kinoy antar pulang yaaa.... Nanti lagi disambung cerita nya ".


" Iya boleh, kita naik motor mu saja ". Pinta sang kakek.


Mereka berdua, menaiki sepeda motor Naya menuju jalan dr. Sutomo, kediaman kakek di Joglo Ageng.


Tiba di Joglo Ageng, Naya tercengang. Rumah kakek sangat megah, khas bangunan Jawa yang sangat kental. Gerbang kayu jati besar itu, terbuka pelan. Seorang satpam membungkuk sopan ketika Naya dan kakek melintas.


" Maa sya Allah kakek, rumah nya luas banget.. Adem pula ". Kagum Naya.


" Masuk Nduk, kakek kesepian disini ". Naya memarkirkan sepeda motor nya di sisi pendopo inggil. Beliau mengajaknya masuk kerumah utama memutari pendopo lalu melewati sebuah gerbang kecil. Rumah didalamnya tak kalah megah dengan pendopo tadi


" Kek........ Kinoy anter nya sampai sini aja yaa, banyak pegawai kakek udah berjaga, kapan-kapan kita ketemu lagi yaa kek ". Naya pamit, takut karena strata sosial mereka sangat kontras.

__ADS_1


" Masuk dulu, aku tunjukkan sesuatu didalam ". Tarik kakek lengan Naya. Ia terpaksa mengikuti beliau, beberapa pelayan pria dan wanita mengikuti mereka masuk kedalam.


" Duduklah disini, kakek ganti baju dulu yaa... Kalau kamu penasaran, rupa anak dan cucu ku koleksi foto nya di sana ". Tunjuk kakek pada sebuah meja panjang yang diatasnya berderet banyak bingkai foto.


Naya melangkah sesuai arahan kakek, jujur ia penasaran sang kakek sepertinya bukan orang dari kalangan biasa.


Naya tersenyum tipis, melihat koleksi foto jaman dulu, hingga dua buah bingkai foto dibagian ujung menarik perhatian nya. Ini..... Ini...... Batin nya tak percaya.


" Sudah lihat semua? ". Suara kakek mengagetkan Naya.


" Kek... Ini kenapa foto Abah, Ummi aku ko ada disini? ".


" Kita duduk dulu.... Sini ". Kakek menepuk sofa di sisi nya.


" Kedua anakku bernama Kusuma Baratayuda dan Hadi Braja Kusuma.. Cucu ku bernama Galuh Baratayuda, Braja wisesa dan Mila Artha Kesuma, kedua cucu ku mengganti nama mereka menjadi Jameela Arthadarma dan Ahmad zaid sanusi, mereka orang tua mu... Ainnur Dinarabraja atau Ainnaya Misbach Shaki... Kamu, cicit ku... Cicit yang selama ini aku cari keberadaan nya ". Airmata kakek terurai luruh membasahi wajah keriput nya.


"................ ". Naya shock hingga menutup mulut nya yang terbuka dengan kedua tangan nya.


" Maafkan kakek yaa, Naya.... Maafkan kesalahan kakek hingga kalian seperti ini ". Isaknya pelan.


" Kakek tidak bersalah padaku, urusan kakek dengan orang tua ku.... ". Naya iba.


" Tinggal disini yaa, temani kakek buyut... Yaa, Naya ".


" Naya pergi ke sini, tidak ada maksud apa-apa kek, bertemu kakek juga suatu kebetulan, bukan ingin mengambil manfaat dan semacam nya.. Aku hanya ingin menghindari mereka yang ingin mencelakai semua yang aku sayang ". Naya takut tertuduh sengaja mendekati kakek nya karena sebuah status.


" Kakek tahu... Kamu akan aman disinj, aman dari semuanya... Kusno, No.... Jelaskan pada Naya ".


" Salam Den Roro, saya Kusno, kepala keamanan di Joglo Ageng milik Kanjeng Raden Arya Tumenggung Danarhadi Kusuma, beliau sentana yang sangat berjasa pada adat dan budaya Kasultanan.. Anda cicit asli beliau, keabsahan nya sedang diurus oleh pihak berwenang, Den Roro Ainnur Dinarabraja ". Terang Kusno.


" Kalau kamu belum percaya, kita tes DNA ya nduk.. Mau kan? ".


" Naya bingung, ini terlalu mendadak buat aku, kek.. Eh, Kanjeng Raden Arya Tumenggung Danarhadi Kusuma... Panjang amat kek, aku manggil kakek apa jadi nya? hehe ". Naya berusaha mencairkan suasana.


" Cukup panggil aku kakek buyut atau uyut saja.. Yo nduk, temani uyut disini... Biar Kusno yang mengatur nya termasuk pekerjaan kamu, tugas kuliah kamu sudah ga perlu sembunyi lagi... Uyut bantu kamu... Yaa ".


" Whuah, Uyut tau aku kuliah... keren.. Aku akan pikirkan dulu ".


" War, siapkan kamar buat Den Roro... Kamar sebelah ku saja, lekas, cicit ku lelah ". Pinta kakek pada pegawai yang berdiri tak jauh dari nya.


" Lho Uyut, aku mau pulang... ".


" Bahaya nduk, biar Kusno yang atur semua.. Kamu cukup bilang iya ".


" Ehm... I-iya ".


" Alhamdulillah.... Ya Allah Gusti, terimakasih banyak ". Kakek buyut memeluk cicit nya.


Suasana haru menyeruak ke seluruh ruangan, beberapa pasang mata dan telinga yang berada disana, menghela nafas lega bersama. Mereka tau, betapa Tuan Besar nya kesepian dalam rasa penyesalan yang membuat beliau sedih tak berkesudahan, mengingat kesalahan nya di masa lalu.


_____________________


Hari yang tidak produktif, wakakaka lama beud buat upload.. Alur dipercepat ya gaes... Kesian konflik mulu.. 😅


Tetap like love vote dan follow juga yaa., 😍

__ADS_1


__ADS_2