Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
GODAAN


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu sejak Naya meminta putus dari mahen. Meski sesekali Naya masih berkirim pesan tapi perubahan komunikasi mereka yang awalnya intens sedikit banyak berpengaruh pada performa Mahen dalam menjalani keseharian nya. Ia yang belum mendapatkan izin dari Naya untuk menelpon nya harus puas dan rela bila pesan nya tak kunjung dibalas atau hanya sekedar Naya baca.


Alex yang kerap menjadi sasaran kemarahan Mahen lambat laun mengerti bos nya ternyata secandu itu dengan berita apapun dari kekasihnya. Salah bermain kata dalam menyampaikan berita, habis sudah Alex di berondong pertanyaan aneh dari sang Bos. Termasuk saat Nirwan yang makin hari makin intens mengunjungi Naya di rumah, ada saja alasan nya datang, entah berkaitan dengan tugas kuliah Naya yang Nurma titipkan pada kakaknya itu atau karena sebuah project pengenalan bisnis yang akan digelar dikampus nya.


Mahen gusar, hubungan nya dengan Naya sedang diujung tanduk, makin banyak saja pria yang mendekati nya. Ka Amir juga mengabarkan bahwa Abah nya kerap diminta menerima lamaran bagi anak gadis satu-satunya itu. Namun sang ayah, agaknya mengambil pelajaran masa lalu dan kali ini memilih menganggap angin lalu semua penawaran lamaran yang datang.


Kediaman Naya.


Siang ini selepas kuliah Naya memutuskan pulang kerumah. Hanya ada ka Amir yang ia jumpai, Abah nya sedang keluar kota mencari produsen bahan baku baru untuk diajak kerjasama.


" Ka, aku ditugaskan meeting ke Jakarta lusa.. Senin atau selasa baru kembali, meeting tahunan untuk even akhir tahun sekalian tutup buku.. Boleh yaa, ini surat pengantar nya ". Naya menyerahkan selembar surat pengantar dari perusahaan yang menyatakan bahwa dirinya terpilih menjadi peserta workshop tahun ini di kantor pusat.


" Bilang Abah dulu... Ka Amir setuju aja sih, kuliah kamu bolos lagi? ".


" Aku kasih surat ini juga ke kampus... pihak kampus sih ok aja asal aku bisa kejer ketinggalan nanti... Oiya, aku ditawari lagi jadi asisten dosen ka, ambil ga ya? ".


" Terserah kamu.. Asal sanggup bagi waktu antara kerja, kuliah dan istirahat.. Izin sama Abah, kasih tau Mahen juga biar ga salah paham... Kamu masih ada niat kan sama dia, jangan mainin perasaan laki-laki, Naya ".


" Ka Amir belain banget dia sih... Dibayar berapa? ".


" Hish, ga sopan... Sejauh ini dia baik dimata ku, ga pernah aneh-aneh dan mampu mengendalikan sifat adikku yang terkadang bar-bar, haha ". (orang kalem mah gitu yaa, ga bisa sewot).


" Diih.... Sendiri nya mencintai dalam diam, siapa itu? Aiswa, iya Aiswa... Gadis ayu yang lagi sekuat tenaga menghafal imriti dan alfiyah... Bantuin adek ngapah Bang... Hahaha ".


" Mulai deh mulai.... Diem atau ka Amir ngadu sama Mahen nih, kamu sebenarnya mau.... ".


" Yeeeeeee..... Nyebelin.. ".


" Mahen salah makan apa yaa, milih cewek macam gini... ".


" Aduh sakit SpongeBob... Kepala batu ". Naya mencubit tangan nya sampai biru.


" Rasakan.... Ka, aku pulang ke kost yaa.. Mau packing... Aku udah kirim pesan ke Abah, suratnya aku tinggal disini ".


" Dianter Mang Sapri baliknya Naya... Mau hujan ". Ka Amir sedikit meninggikan suaranya kala melihat adiknya sudah hendak keluar pintu workshop disamping rumah mereka.


" Hem... Terbaik... ".


Sesampainya di kost-an, Abah menelpon nya dan beliau mengizinkan asal Naya hati-hati disana dan selalu kirim kabar ke ka Amir atau ke Abah. Gadis itu girang bukan kepalang, rasanya tak sabar pergi esok subuh menuju stasiun kereta yang akan membawa nya ke Jakarta.


Kabar kepergian ini sengaja ia tutup rapat dari Mega, ia ingin memberikan surprise kecil bagi Mahen meski ia juga tak berharap banyak. Tujuan kepergian nya hanya untuk bekerja disana, bertemu dia adalah bonus. Pikir Naya.


*


Stasiun Kejaksan, Jumat jam 5 subuh.


Kereta Cirebon Exspres telah melaju perlahan meninggalkan stasiun. Semua penumpang nampak masih dalam kondisi mengantuk dan situasi gerbong menjadi sangat sunyi. Naya duduk dengan senior nya, Teh Yuli, Seorang ibu beranak satu yang menjabat sebagai koordinator visual merchandise di mall tempat mereka bekerja.


Naya masih mengantuk, hingga selang 30 menit kereta melaju, ia pun tertidur.


*


Orchid tower, Cibubur.


Pagi buta, Alex mengabarkan tentang kepergian Nona nya itu pada Rey.


" Capt.. Nona ke Jakarta hari ini naik kereta jam 4.45 menuju kantor pusat di Kuningan, Jakarta selatan. Ia akan mengikuti workshop selama 3 hari dan akan kembali selasa pagi.. copied ".


Rey yang samar mendengar suara notif special dari team nya, dengan mata masih setengah terpejam ia membuka pesan yang masuk.

__ADS_1


" Whaaaat..... ". Ponselnya jatuh mengenai muka nya karena terkejut. Ia bergegas hendak mengabari Mahen, namun sebuah tangan menahan nya untuk bangkit. (halah Rey, ama siapa itu).


" Heh, sejak kapan kamu tidur dikamar ku.... Ridhoooooooooooo ".


" Duh pak Rey.. Masih pagi.. Kan aku semalam bilang, aku males pulang.. Nona Melissa meneror ku di apartemen eks yang dia tempati.. Kan aku diminta buat jual itu unit, tapi akhirnya aku beli karena aku suka. Pak Mahen emang ga pernah gagal memilih barang bagus... ". Jawab ridho masih menahan kantuk nya. (eps.4)


" Kenapa harus kamar ku? ".


" Apart ini kan studio, aku ga bisa tidur di sofa, punggung ku sakit... Amnesia ya! ".


" Apa tadi? Melissa? ngapain dia datang lagi? ".


" Dia bilang sesuatu tentang cerai atau apa gitu, aku ga bisa bahasa Melayu jadi aku ga paham, english ku juga buruk, huft.... ".


" Whaaaattttt the f*uck....". Lalu dia mau kembali? Heh jangan harap, aku yang akan menghalangi nya. Tekad Rey kali ini kuat.


" Kau... Jual unitmu segera.. Apart ini, aku sewakan padamu... Aku pindah ke apartement ku di Orchid ". Rey menginstruksikan dengan jelas pada Ridho, salah satu sekretaris Tuan besar.


" Pak Rey berisik sekali... Please, aku butuh tidur semalam Pak Jim membuatku sangat lelah dengan banyak menyiapkan berkas untuk pengurusan surat-surat berharga ".


Rey Ingat, semalam ia kembali dari kantor dengan sakit kepala hebat. Ia lalu meminta ridho mengantar nya ke apartemen yang ini agar lebih cepat sampai dibanding jika ia pulang ke orchid.


" Bos, anda sudah bangun? Nona hari ini ke Jakarta, mungkin ia akan sampai di kantor kuningan pukul 10 pagi. Agenda yang berhasil Candi dan Alex dapatkan.. Ia akan langsung memulai meeting hingga jam 3 sore lalu break dan dimulai kembali jam 7 malam untuk dinner bareng ". Rey sampai lupa mengirim pesan pada bos nya.


Sejak ia tak bisa mendengar suara Naya saat menjelang tidur, istirahat malamnya menjadi tak berkualitas. Sedikit saja terdengar suara dari ponselnya ia akan langsung mengecek nya.


" Valid Rey? ". Balasnya setengah malas, masih belum sepenuh nya sadar akan isi pesan yang baru saja ia baca.


" Bos... Baca yang benar ".


" Naya? kosongkan jadwal ku Rey hingga ia kembali nanti ".


" Done... Selamat melepas rindu Bos.. ".


Sejurus kemudian, ia galau. Naya tak mengabari nya, apa dia akan menyusul nya? bagaimana jika naya menolak menemui nya.


" Mana mungkin yaa dia menolak.. ". Mahen berbicara pada dirinya sendiri. Ia jadi tak sabar ingin segera bertemu. Pagi itu ia sudah sibuk memilih setelan untuk dikenakan saat akan menemui gadisnya.


Jam 8.30, Naya terbangun karena tepukan lembut di bahu nya oleh sang senior.


" Naya, sarapan ".


" Aku cuci muka dulu teh ". Pamit naya menuju toilet. Ia berjalan gontai hingga diujung kabin, ia melihat seorang pria tengah menelpon dan menghalangi jalannya menuju toilet.


" Permisi... ". Izin naya agar ia sedikit menggeser posisinya.


" Ain-nur bukan ya? eh Ainnaya? ". Sapa nya terkejut.


" Hem, maaf siapa yaa? ".


" Lupa sama aku? dulu kamu nangis lho kalau aku mau balik ".


" Heee, siapa yaa, maaf aku cuci muka dulu, permisi ". Sekitar 10 menit naya lalu keluar dari toilet, pemuda itu masih menunggu nya disana.


" Hasbi.. Ahmad Hasbi.. Kamu memanggilku begitu ".


" A Hasbi, putra nya Kyai Maksum? Tegal? ".


" Itu kamu ingat.. Kamu udah gede aja, cantik maa sya Allah.. Udah ada yang khitbah pasti nih ".

__ADS_1


" Apaan sih, A Hasbi tuh, makin kinclong aja.. Beda yaa kalau ada nasab orang alim mah, aura nya dapet.. A Hasbi mau balik ke pondok yaa? masih ngajar di Tazkiya kan? ".


" Iya, ini sekalian mau jenguk Aba.. Lagi sakit di rawat di Hermana Jatinegara.. Abah kamu minggu lalu mampir ke Tegal, sebelum Aba ku di opname.. Do'akan sehat yaa Naya.. Oiya, aku boleh minta no handphone kamu? aku ga sangka ketemu kamu lagi disini setelah sekian lama ". Senyum nya mengembang penuh arti.


" Boleh, nomer ku xxxx... Semoga Aba Yai lekas sehat lagi ya A.. Aku balik ke kursi ku, lapar mau sarapan dulu... Bye A.. ".


Tidak ada kecurigaan yang melintas di benak Naya, bahwa pertemuan nya kali ini sangat memberikan kesan mendalam bagi Hasbi.


" Assalamu'alaikum, Aku bentar lagi sampe Jakarta, terpilih ikut workshop dikantor pusat untuk program bulan depan saat akhir tahun ". Naya memutuskan berkirim pesan singkat pada Mahen sesaat setelah sarapan dalam piring ia habiskan.


" Wa'alaikumussalam.. Aku boleh ketemu? ". Mahen yang memang tengah menunggu pesan Naya, bergegas membalas nya.


" Aku ga tau akan ada waktu luang hari ini atau tidak. Nanti aku kabari lagi ".


" Ok sayang.. ".


Rey yang sudah paham keinginan bos nya itu, meminta anak buahnya untuk memantau Nona. Mulai dari saat ia tiba hingga menuju ke hotel tempat mereka menginap nanti. Semua data nya sudah ia dapatkan dan bersiap menyerahkan nya pada Mahen.


Jam 15.30 Mahen gelisah, Naya belum juga menghubungi nya kembali, padahal ia sudah berniat akan check in di hotel yang sama, demi agar bisa breakfast bareng selama Naya disini.


Ting, notif pesan masuk ke ponsel Mahen.


" Aku baru selesai check in, cape banget ".


" Honey aku kesana yaa, 30 menit ".


" Ga usah ngebut, aku ga kemana-mana ".


" Jangan bobo dulu ". Sudah hampir satu jam Mahen berada dalam mobil nya di basement, ia langsung tancap gas begitu Naya mengirimkan pesan. Jantung nya berpacu seiring deru mobil membelah jalanan ibukota. " Jangan macet.. Jangan bobo dulu sayang, tunggu aku, aku kangen banget... Ya ampun, aku deg-degan gini sih ". Mahen terus bermonolog menyemangati dirinya. 30 menit perjalanan ditempuh akhirnya sampai juga di hotel Priston, Jakarta selatan tempat Naya menginap.


" Honey, aku di lobby.. Turunlah ". Tidak ada balasan pesan selama beberapa menit Mahen menunggu.


" Abaaaang...... ". Suara khas gadisnya yang ceria mengagetkan Mahen dari arah belakang.


" Honey... peluk boleh? ". Ketika ia telah membalikkan badan menatap pada sosok mungil di depan nya.


" Ish... Mesum.. Kita belum baikan ". Naya mencebikkan bibirnya lucu.


" Come on, duduk dulu.... Maafin aku, semua pure karena aku merasa bersalah sama kamu dan itu bentuk tanggung jawab aku... Gak ada yang lain, itu saja.. Jika memang aku menyalahi prinsip mu, secara tak langsung telah merendahkanmu, Ok, aku salah, noted.. Lain kali, aku janji akan bicarakan semuanya lebih dulu ke kamu... Yaa?! ".


" Hem... Jangan lagi ikut campur dengan biaya hidupku ".


" Iya sayang iya.. Jalan yuk.. Aku izin sama siapa? senior kamu atau Manager acara nya? ". Mahen tak lepas memandang gadis didepan nya, semakin ayu saja, batin nya.


" Aku ngantuk ".


" ........... ". Mahen hanya mendesahkan nafasnya berat.


" Hhhmmmm... Gitu aja nyerah, payah ".


" Bukan nyerah, aku ga tau lagi harus ngomong apa.. Naya please, kita baikan yaa.. ".


" Aku udah izin sama Teh Yuli, jangan lama-lama, pesan nya ".


" Alhamdulillah... Yuk.. Kamu cantik banget sih pakai dress gini ". Bisiknya Mahen ditelinga sesaat Naya akan masuk ke dalam mobil. Keduanya bertolak menuju suatu tempat, untuk menikmati sunset hari ini. Membicarakan segala sesuatu yang mengganjal dihubungan mereka satu bulan ini.


Sementara di kantor Exona, Rey sibuk memindai kamera CCTV di apartemen yang mahen tinggal kan eks Melissa dulu. Benar saja, wanita itu beberapa kali datang kesana. Apa maunya Melissa?


___________________________

__ADS_1


CLBK ga nieh kira-kira? 😌



__ADS_2