
Tiga bulan telah berlalu. Team Mahen telah pergi pulang menyisir area berdasarkan IP address yang berhasil Rey dapatkan dari berbagai e-mail tugas kuliah yang berasal dari Nona mereka. Mulai dari Semarang, Purwokerto, Magelang, Klaten, Sukoharjo, Purworejo hingga pelosok Jogja. Sisa satu kota lagi yang belum mereka babad habis, Solo.
Mahen gemas, kekasihnya terlalu pintar mengatur strategi hingga dibuatnya kesulitan melacak keberadaan nya.
Meninggalkan Mahen dengan segala upaya nya. Sementara di tempat lain, Naya sangat menikmati kehidupan baru nya dikota ini. meski beberapa dari rekan kerja nya keheranan bila mereka keluar kota, Naya kerap menghilang sebelum mereka kembali pulang.
Seperti pagi ini, Retha dan Naya mengisi acara formal di sebuah gedung di kota Solo. Mereka berdua didapuk sebagai MC mengawal upacara perpisahan Komandan Distrik Militer (Dandim) sekaligus sertijab kepemimpinan yang baru.
EO yang menangani acara ini terlihat gelisah, personil mereka yang bertugas membacakan tilawah sebagai pembuka acara, mengalami laka lantas.
Dalam kepanikan karena acara yang sesaat lagi akan dibuka, Naya menghampiri team leader nya.
" Maaf Mas, ada apa? ".
" Eh, Mba kinoy yang bertugas ngemsi yaa? ".
" Iya, saya. Ini kenapa? ".
" Yang bawakan tilawah, ada trouble Mba, sedang kami selesaikan sih tapi takut ga keburu dan kami bingung sebab backup nya sedang di acara lain ".
" Qori merangkap saritilawah? ". Naya mencoba.
" Tidak, saritilawah berbeda, namun beliau tidak terbiasa bila harus menjadi Qori ".
" Surat? ".
" Ini Mba, al ahzab ayat 70-71.. Ehm Mba Kinoy, anu.. Punya kenalan yang bisa menggantikan orang kami? ".
" Aku ambil wudhu dulu. Eh ini aku yang gantikan bermasalah tidak? hanya duduk di podium sisi kanan stage kan? saritilawah yang berdiri? ".
" Eh, Mba Kinoy yang mau gantikan? serius? ".
" Iya Mas, aku test voice dulu sebentar, masih ada waktu 10 menit kan? sambil terus koordinasi dengan team nya. Aku ga mau niat baikku nanti di artikan sebaliknya.. Wardrobe nya ada? aku hanya butuh cardigan dan hijab saja ".
" Nggih Mba, kami siapkan segera ".
Naya berkoordinasi dengan Retha, ada perubahan split urutan greeting di awal karena Naya akan membacakan tilawah, dan akan kembali ke posisi semula setelah sesi pembukaan selesai.
" Siap, Noy. Aryo ku minta dokumentasi nanti yaa ".
Beberapa menit berlalu cepat, acara telah di buka oleh Retha.
/Assalamualaikum wr. wb. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita semua.
/Shalom, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.
/Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan, karena berkat rahmat-Nya, kita masih bisa berkumpul untuk bersama-sama....
/Sebelum melangkah ke acara selanjutnya, perkenankan Kinoy Dinara dan saya, Rethamevia, selaku MC pada pagi hari ini untuk membacakan susunan acara :
/- Pembukaan
/- Pembacaan Doa
/- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars TNI
/- Sambutan
/- Acara inti penyerahan masa bhakti oleh....
/- Penutup.
Tibalah waktunya Naya perfom. Yang meremehkan agaknya harus menekuk wajah kecewa karena Naya tampil melebihi ekspektasi mereka.
__ADS_1
Belakang stage :
" Mba Kinoy, terimakasih banyak. Manager kami nanti ke Ratislo untuk berbincang ".
" Silakan, kuharap aku tidak merusak ciri khas kalian yaa ". Setelah mengembalikan wardrobe, Naya beranjak kembali ke tempatnya semula.
/Memasuki agenda selanjutnya, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TNI.... (Masih diisi suara Retha).
/Para hadirin dimohon duduk tegap dan mendengarkan dengan khidmat.
" Noy, habis ini... ". Retha menyerahkan draft naskah yang harus Naya bawakan.
" Thanks Tha... Here we go, bismillah ".
Pengalaman pertama bagi mereka berdua mengisi acara formal hampir setengah hari. Naya melihat jam ditangan kiri nya sudah menunjukkan pukul satu siang.
" Noy, lunch ".
" Bisa minta tolong ambilkan Tha? aku sholat dulu ". Bergegas menuju mushola di belakang gedung.
Brugh.
Karena tergesa, Naya menabrak seorang pria yang baru saja muncul dari balik tembok pembatas antara tempat wudhu dan letak sholat.
" Na-ya ". Tebak nya.
" Haah, Bagas? ".
" Kamu ngemsi didalam kan? suara kamu emang bagus, cocok ". Mengacungkan kedua jempol.
" Kamu disini? sejak kapan? ". Naya cemas.
" Sejak dua tahun lalu, aku rolling kemari dan hari ini masa bhakti ku berakhir ikut Dandim mutasi ke Bandung kembali ". Bagas menjelaskan.
" Salam buat Mba Dewi yaa, anakmu sudah lahir kan? ".
" Aku sholat dulu, sukses ditempat baru yaa, Gas ". Naya melanjutkan wudhu.
Kewajiban nya sebagai muslimah telah ia tunaikan, Naya kembali masuk ke dalam gedung untuk lunch. Masih ada satu sesi lagi, hiburan.
Ketika ketiga nya sedang asik bercengkrama, mereka di hampiri oleh Ajudan Ibu Dandim yang baru saja menjabat.
" Selamat siang, maaf mengganggu waktu anda sekalian. Kinoy Dinara, yang mana? ". Lelaki tampan dan tegap menyapa.
" Dia ". Aryo dan Retha menunjuk dengan jempol ke arah Naya yang sedang duduk membelakangi karena sedang meneguk air minum.
" Mba Kinoy, boleh minta waktunya sebentar? ".
" Aku? Boleh ".
" Ibu Dandim ingin bertemu, disana ". Menunjuk sebuah table di bagian depan.
" Baik.... Aku tinggal bentar ya gaes ". Naya pamit pada kedua rekan nya.
" Mau di jadiin calon mantu kek nya, Noy ". Bisik Retha. Naya hanya menggelengkan kepala, telunjuknya mengisyaratkan untuk tidak bersuara.
Naya melangkah mengikuti sang ajudan tampan. Sosok tegap didepan nya mengingatkan dia pada Mahen. " Abang.... ". Gumamnya lirih.
" Silakan, Mba Kinoy ".
" Selamat siang, Ibu Alisa.. Saya Kinoy Dinara ".
" Mba Kinoy, silakan duduk.. Langsung saja yaa, begini.. Aku telah menyusun program penggalakkan jaga lingkungan hidup dikalangan remaja, macam reboisasi, edukasi seputar narkoba dsb.. Nah, Mba Kinoy nanti ngemsi yaa karena saya dapat informasi kamu di gandrungi kawula muda saat ini ".
__ADS_1
" Terimakasih kepercayaan anda, Ibu Alisa. Informasi nya terlalu berlebihan, saya hanya gadis biasa dengan kemampuan rata-rata sebagai pemula ".
" Kamu bisa aja, kalau mau ngajak kamu begini harus bagaimana? ".
" Ibu Alisa bisa apply proposal ke Ratislo dengan cc pak Bayu ".
" Catat Yudi.... Selain itu? ". Pinta nya pada ajudan.
" Hanya itu saja persyaratan nya. Proposal yang masuk biasanya akan beliau seleksi terlebih dulu ". Naya tersenyum manis.
" Aku minta nomor kamu yaa.. Nama kamu beneran Kinoy? ".
" Nama panggung, Bu Alisa... Silakan ". Naya memberikan kartu nama nya.
" Sementara itu dulu yaa Mba Kinoy, nanti Yudi ke Ratislo ".
" Kami tunggu proposal Anda, Bu Alisa.. Aku izin pamit kembali untuk bersiap melanjutkan acara... Terimakasih banyak ". Naya membungkuk sopan.
" Yud, sopan dan lugas, aktif berkegiatan dan ayu pula, wajahnya luwes ". Kagum nya pada sosok Naya.
Setelah break after lunch acara kembali dilanjutkan hingga pukul 2 siang. Ketiga nya bersiap mengemasi semua perlengkapan mereka tak terkecuali Naya.
" Mas Aryo, aku nitip minta tolong kirimkan file disini ke alamat surel ini boleh ga? Mas Aryo mau pemotretan ke hotel deket statiun balapan kan? minta tolong ke abang warnet nya aja yaa ". Naya lelah, ia merasa tidak enak badan.
" Ok, Noy. Ga harus diapa-apain lagi kan? langsung kirim aja ".
" Hu-um... Ini uang nya, dan ini buat suplai asap nya... Thanks yaa Mas Aryo ". Naya menyerahkan beberapa lembar uang.
" Thanks, Noy... Istirahat gih, nanti malam kamu live kan ".
" Hu-um ".
Naya berpikir Mahen tak akan curiga, baru kali ini dia mengirimkan tugasnya dari sekitaran wilayah Solo.
***
Ponsel Mahen yang di silent beberapa kali berdering, si empu nya sedang tidak memperhatikan benda pipih yang ada di samping laptop nya itu. Ia masih saja fokus dengan pekerjaan nya.
" Bos, ponsel Anda, apa tidak ada rasanya benda itu bergetar sedari tadi? apakah cinta sebegitu membuat semua panca indera mati suri? ". Rey mendumel.
" Ada suara tapi tak nampak wujud ".
" Mungkin Tuhan sedang baik, mengirimkan kabar terbaru dari Nona ".
Mahen menjeda aktivitas nya menekan tuts keyboard laptop nya. Diraihnya ponsel yang sejak tadi berkedip.
" Byuh, menjual nama Nona langsung mujarab ". Rey masih mendumel.
" Selamat siang, Pak Mahen.. Aku Hadi Poernomo ".
Hadi Poernomo, Siapa yaa? Mahen meraba ingatan nya. Oh ya ampun, pekiknya girang.
" Siang, Pak Hadi... Ada kabar dari Naya?. Tebak Mahen.
" Betul, aku sedang melihat history outbox di komputer Mr. Daniel sebab urusan pekerjaan kami. Tak sengaja mata ku menangkap e-mail yang ditujukan beliau ke SO3 di Mega Asri Mall 2 Solo tepat di hari Naya resign... Mungkin ini dapat membantu Anda bilamana informasi saya belum kadaluarsa mengingat sudah 3 bulan lamanya, Pak Mahen ".
" Terimakasih banyak bantuan nya pak Hadi, sangat bermanfaat untukku ".
" Semoga lekas bertemu kembali ".
" Aku akan mengingat hal ini, Pak Hadi, terimakasih ". Serasa bertambah satu juta persen kekuatan Mahen saat ini. Jemarinya begitu gesit menekan tuts di layar ponselnya mengabarkan pada Adnan dan Simon disana.
____________________
__ADS_1
Ketemu ga hayo.... 😌
vote like love follow... 😅 follow IG mama_qiev juga boleh.. ❤