Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
FIRASAT ADNAN


__ADS_3

Senin pagi, semua kembali ke aktivitas masing-masing. Memperbaiki hati, agar mood nya membaik, bagi Naya. Pun Mahen, senin nya penuh dengan meeting dan meeting yang membosankan.


Sudah lama Mahen tak mendapatkan booster dari kekasihnya yang kini masih samar keberadaan nya.


Memasuki awal minggu bulan April. Adnan mereport hasil penyelidikan nya.


" Bos aku berhasil mendapatkan alamat warnet terakhir berdasarkan IP address yang Rey kirimkan berjarak 100 meter dari stasiun balapan. Pengirim nya seorang pria, ia terlihat beberapa kali menyambangi lokasi yang sama dalam waktu dekat, namun hanya satu kali mengirimkan tugas Nona ke email dosen nya.. Dia seperti nya hanya kurir... Ckck kekasih anda, Bos ". Adnan terheran, setengah mati ia menemukan ini. Reputasi nya bisa hancur apabila dalam organisasi nya, diketahui bahwa ia diperdaya seorang gadis kecil. Pikirnya.


Satu jam kemudian.


" Sorry, Adnan.. Come in ". Mahen baru membuka ponsel nya.


" Aku sudah memindai semua email yang pria itu kirimkan, namun satupun tak berhubungan dengan Nona anda ". Sambung Adnan.


" Bagaimana dengan kost-an nya? ".


" Aku menyisir wilayah utara dan timur, Simon sebaliknya.. Ada beberapa yang bernama mirip bos, namun semua yang sudah aku temui, bukanlah Nona.. Sisa satu orang yang belum bisa ku temui karena ia sudah tidak pulang selama satu pekan, Naya dari Jakarta ".


" Mall nya? ". Mahen berharap cemas.


" Nihil, tidak ada nama Nona dalam jajaran staff maupun spg, meski data yang bos beri, semua nya cocok... ".


" Kamu mengakui kemampuan konyol gadisku bukan, Adnan? ". Mahen tersenyum.


" Aku masih sanggup meladeni nya Bos ".


" Haha, Adnan kamu dibuatnya pusing ". Mahen merasakan kesulitan Adnan.


" Sedikit Bos, haha ".


" Laporkan sekecil apapun informasi yang kamu dapat kali ini yaa ".


" Copied Bos ". Mahen mengakhiri panggilan nya.


Entah mengapa kali ini ia berkeyakinan bertemu dengan Naya, semangat nya kembali bangkit hingga mencetak sebaris senyum tipis di bibir nya.


" Ehheemmm..... ". Rey masuk keruangan, melihat bos nya yang senyam senyum sedari tadi.


"........... ".


" Bos, wedding invitation by Tuan Muda Rendy ". Rey menyodorkan kotak undangan beludru berwarna rose gold.


" Dimana? datanglah Rey, aku tak berselera ".


" Bandung. Dua pekan yang akan datang. Anggara dipastikan hadir, anda tak ingin membuat perhitungan dengan nya bos? ".


" Menghadapi Anggara, harus berhati-hati Rey. Kamu ingat sabotase lalu? tetap waspada ".


" Aku tak bisa menyusup menembus database nya, ckck dia pintar juga ".


" Jika tidak cerdas dan punya cara cadas, tak akan Sumitra Land ada dipuncak kesuksesan seperti sekarang ".


" Pak Jim belum kembali? ".


" Lusa bos, tiba di tanah air ".


" Kamu tau? lawyer nya sudah mengabarkan tentang akuisisi? ". Mahen terkejut atas berita yang baru didapatnya.


" What? sejak? ".


" Kemarin ".


Ponsel Mahen bergetar diatas meja. Ia lalu menekan tombol loudspeaker.


" Sims, come in ".


" Report, hasil menyisir wilayah barat dan selatan, nihil bos.. Pict terlampir by email anda, please cek... siapa tahu, mataku kurang jeli mengenali ".


" Uhm.... No, bukan. Sebanyak ini ckck, gadis ku lebih ayu, Sims ". Mahen menggelengkan kepala, tidak ada yang se-ayu Naya.


" Kumat, kumaaatt..... ". Rey nyeletuk.


" Pastilah bos, anda seperti ini tentu dia istimewa ". Simon menimpali.


" Uhulk kiss-*** ... Bonus masih lama cair ". Rey kembali menyela.

__ADS_1


" Rey, dicari Regina, dia hamil anak mu ". Simon kesal dituduh penjilat.


" Uhulk uhulk uhulk..... ". Rey tersedak.


" M*ampus.... Mr. Jim Son-in-low candidate has been Eliminated... ". Mahen membalas.


" Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, Sims ".


" Haha, bukannya sesuatu yang sering disirami, benih nya pasti akan tumbuh? ". Simon mencibir.


" Fu*ck Sims-panse...... ". Rey mengumpat.


" Bos, asisten anda sudah saatnya di return ".


" I will, Sims... lanjutkan pencarian mu and report ".


" Copied Bos..... Rey, ingat, hubungi Regina calon ibu anak mu ". Simon tergelak seraya mengakhiri panggilan nya.


(Rey Rey, tanggungjawab sono.... Lupakan Candi 😅).


" Regina? ckck Aku tidak ingin ikut campur masalah mu, selesaikan ". Mahen mencoba mencari kebenarannya.


" Bos, aku tidak... Aaah, anda menyebalkan.. Safety first lah bos ".


" Mungkin ini adalah buah kesuksesan dari penjahat kelami*n macam kamu, hahaha ".


" Tega sekali anda Bos... Akan aku buktikan pada anda... ". Rey menanggapi serius ucapan Mahen.


" Wohoo, easy Rey ". Mahen kembali tertawa lepas dan bangkit dari kursinya keluar ruangan.


***


Solo.


Adnan kali ini benar-benar standby di salah satu kost-an terakhir dalam wilayah yang menjadi pantauan nya. Simon mengabarkan akan menyusul nya di lokasi saat ini.


Simon juga kerap membagi informasi nya pada Adnan tentang mata-mata yang dikirimkan seseorang. Termasuk sosok baru semalam, agaknya satu ini bukan termasuk komplotan lama. Terlihat dari gesit nya dia mengikuti Simon hingga ia kesulitan melepaskan diri dari kuncian target si mata-mata.


" Ad, North? ".


10 menit kemudian.


" Lokasi yang cukup strategis, Ad ". Simon sampai.


" Sure, kamar Naya yang berasal dari Jakarta, sebelah tangga ".


" Kecocokan? ".


" 75%.. Jam masuk, look, dan tujuan awal, meski dia tidak ada di mall itu ".


" Sisa? ".


" Wajah, suara, style dan tujuan aktivitas nya ". Adnan merinci.


" Kamu punya rekaman suara Nona? ". Simon penasaran.


" Tidak ada, tapi bisa aku minta, kamu butuh? ". Adnan menimpali.


" Aku belum pernah melihat nya, hanya dari foto yang Bos kirimkan, aku pernah dikecoh nya sekali, payah ". Simon tergelak menyadari kebodohannya.


" Dia cantik, cerdas dan seperti duplikat Bos. Mereka seringkali tidak pernah banyak bicara tapi mengerti satu sama lain.. Cinta yang tepat ".


" Aku sudah lama mendengar tentang kinerja Delta 04, tapi baru kali ini terlibat bekerja dengan nya... Good leader.. I'm impressed.. ".


" Tuan Mahendra, tepatnya bagai saudara bagiku... Bagi team shadow nya.. Mungkin kau juga ".


"......... ". Simon hanya tersenyum.


Karena ia terlambat menghalau debu yang beterbangan tertiup angin, ia terbatuk. Simon membungkukkan badan nya, hingga kalung identitas nya menyembul dari celah kancing bajunya dan Adnan melihat itu.


" What is that, BLACKSHARK?!!!.. Damn, aku bekerja dengan pasukan elite Exona, pantas saja orang-orang yang mengikutimu sangat mudah disingkirkan ".


" Namun aku di perdaya oleh Nona.... Haha hancur reputasi ku ". Simon masih saja mentertawakan kebodohan nya.


" Blackhole.... Sayang, Bos tidak mau ". Adnan heran mengapa Mahen tidak mau meretas sistem satelit, meski ilegal tapi mendapat data akurat dalam sekejap mata.

__ADS_1


" Sstt, lokasi kita tak aman... 2 o'clock... Ganti ". Simon menarik Adnan.


Benar yang Simon bilang, sesosok bayangan hitam muncul dari gedung seberang mereka sedang mengarahkan sesuatu benda ke sasaran yang sama dengan team Mahen. Jendela kost-an Naya Jakarta.


" Sh*iiitttt.... Siapa dia ". Adnan mengumpat.


" Agen, dari macau.. I'll take it... Bereskan urusan mu ". Simon melesat, menghilang.


" What, secepat itu ". Adnan takjub kemampuan Simon menghilang secepat bayangan.


Blackshark, diketahui dikalangan dengan profesi seperti mereka adalah sebuah pasukan elite dengan kemampuan diatas rata-rata. Tidak banyak kata, gesit, tajam dan kejam. Persis seperti serangan Hiu, tak heran Simon sanggup membabad hampir semua kota dengan pion lokasi penting, di Jawa Tengah saat penyisiran lokasi Nona dalam waktu 2 bulan. Tidak akan ada yang berani mengusik Exona, jika saja pasukan elite ini diketahui oleh para rival mereka.


Tak berapa lama, sesosok gadis muda menaiki kendaraan roda dua terlihat memasuki halaman kost-an. Ia melangkah naik menuju kamar nya di sebelah tangga.


" No, No... Bukan Ainnaya ". Adnan hampir tidak percaya.


" Records, live report.... Adnan, come in... Bos.. ". Kamera Adnan berpusat pada gadis tadi.


" Come in.... Aku sambil lunch meski telah lewat jam nya ". Mahen terlambat makan siang.


" No, bukan Naya ku.... Terlalu kurus, tidak setinggi Naya, rambut Naya bukan begitu, bukan style nya juga... Zoom ".


" Done... ". Suara Adnan.


" No, dia bukan Naya ku.. Closed ". Mahen yakin itu bukan gadisnya.


" Remove.... aku koordinasi dengan Simon bos, ada yang mengikuti kami, menempel bagai cicak ".


" Bereskan... ". Mahen tak ingin lagi bermain lembut, Anggara memaksanya.


***


Karena kelelahan akibat lari pagi hari minggu kemarin, hari ini Naya demam. Ia meminta Rhena mengambil laptop, baju dan semua perlengkapan nya di kost-an.


Sekalian Naya juga menitipkan sebuah surat yang memberitahukan bahwa ia tidak melanjutkan kost disana mulai hari ini. Tak banyak barang yang Naya bawa, jadi Rhena juga tak akan kesulitan membawa semuanya pindah.


" Noy, apalagi? baju sudah masuk ransel, yang di laundry juga sudah aku masukkan.. Laptop, semua buku, sandal, sepatu, jaket sudah, uang mu? ". Rhena memastikan.


" Ada di koperasi kalau uang, sudah itu saja, semua yang ada disana kepunyaan ibu kost, sisanya... Jangan lupa foto Abang, Satu-satunya harta yang paling berharga buatku, hehe ".


" Oh ya...., g*ilaaaaaa... Cakep banget, ini pacar kamu? ".


" He-em... Abang... ". Naya lesu.


" Kalau kamu udah bosen, kasih ke aku yaa... Hahahaha ". Rhena menghibur Naya. Ya Tuhan, pantas saja berat, tampilan mereka, sangat serasi satu sama lain, hish cinta orang kota memang susah dimengerti. Rhena bermonolog.


" Second-an nya aja laris yaa... Haha, lekas kembali Rhen, aku rindu Abang.... ".


" Ya ampun... iya iya... Princess, aku pulang... Eh aku mampir ke Rumah bude dulu yaa, mau minta mangga, kita rujakan nanti ".


" Ok, aku izin ke pak bayu, hari ini ga masuk ". Naya pening, hati nya yang ringkih karena rindu, ditambah pekerjaan dan semua aktivitas nya yang ia lakukan secara sembunyi sungguh sangat menguras tenaga nya.


Rhena tiba di tempat bude.


" Bude, aku mau mangga, jambu yaa ". Teriaknya.


" Dateng-dateng mbok salim dulu, main teriak aja, bukan hutan atau kebon nduk, sak karep udele dewe ae.. ". Bude nya ngomel.


" Nitip semua ini ". Rhena tak mengindahkan omelan bude, menurunkan ransel dan goodie bag besar berisi perlengkapan Naya.


Rhena beranjak ke belakang rumah untuk mengambil mangga dan jambu. Dari balik tembok pembatas, rumah sahabat karibnya yang menempel dengan budhe, memanggil " Rhen, mau rujakan? dondong mau ga? ini aku panen... Sini ". Teriaknya melihat Rhena tadi diatas pohon.


" Aku bawa motor ku yaaa biar cepet, muter e adoh ". Rhena turun dari atas pohon, berlari mengambil kunci motor nya dan melajukan ke rumah sang kawan di belakang. Rhena, jika sudah ngerumpi, bisa lupa waktu. Ia pun berbincang lama disana.


Sementara di tempat tak jauh dari lokasi Rhena, tengah berdiri seorang yang mengikuti nya sejak tadi.


" Bukan Nona, tapi firasat ku ".


Sesaat setelah memutuskan panggilan dengan Mahen, Adnan bersiap meninggalkan lokasinya. Namun ia melihat gadis itu berkemas seperti akan meninggalkan tempat itu. Adnan memutuskan akan mengikuti nya. Dan disinilah ia berada.


____________________________


🤧 Bang, Naya sakit lho menahan rindu..


Vote, like love follow, biar ga rindu sama Mama 😅...

__ADS_1


__ADS_2