
Sore hari ini Mahen berencana akan menemui keluarga Naya. Kemarin ka Amir mengabarkan bahwa mereka telah tiba dengan selamat di kediaman.
" Assalamu'alaikum ka, aku sore ini akan kerumah.. Mohon maaf baru mengabari kembali ". Mahen mengirimkan pesan.
" Wa'alaikumussalam.. Silakan Mas, Abah juga ingin bertemu ".
" Baik. Terimakasih ka ".
Mahen membaca pesan terakhir dari ka Amir, hatinya diliputi perasaan cemas, pasalnya apa yang akan dia sampaikan nanti. Pantaskah jika ia melakukan pembelaan atas kegagalan amanah yang seharusnya dia emban.
" Mudahkan urusan ku ya Allah.. Naya mengajarkanku agar selalu mengingat-Mu dalam keadaan sempit maupun lapang.. Engkau yang Maha Pengasih lagi Penyayang ". Hatinya berdesir mengingat pujaan hati, begitu banyak vibe positif yang Mahen dapat darinya.
" Sayang, sudah satu bulan berlalu dan aku lamban menemukan mu ". Batinnya.
" Bos, accident.. Salah satu pekerja jatuh dari ketinggian 10 meter. Ambulance sedang dalam perjalanan ". Suara Rey memecah lamunan Mahen.
" Selesaikan dengan koorlap dari team mana? Biarkan dia yang mengurus lebih dulu. Kita besuk korban setelah kembali dari kediaman Naya ". Mahen memberi instruksi.
" Done bos ".
" 30 menit lagi, kita berangkat ". Mahen menyiapkan beberapa berkas, rekaman suara dan print out pesan berisi ancaman.
Ia membaca laporan yang Adnan dan Simon kirimkan ke emailnya. Mereka telah menyisir hampir seluruh kota Semarang dan Jogja namun nihil.
E-mail yang diduga berisi laporan tugas berhasil Alex peroleh dari dosen pembimbing Naya, ketika Rey mengecek iP address nya berasal dari sebuah warnet di Magelang. Simon yang menyisir area lokasi, kesulitan menemukan CCTV, ia hanya mendapatkan view terbatas dari CCTV warnet.
Tidak ada yang seperti Nona nya. Meski Simon telah mempertajam kualitas pindaian rekaman yang ia dapat dan mengirimkan hasil kerjanya siang ini.
Mahen belum membuka kembali e-mail nya. Seharian dia disibukkan oleh meeting dengan para koorlap proyek mereka.
Sudah lama ia mengajukan penambahan personil di departemen yang Mahen naungi. Rasanya jika di situasi terjepit seperti ini, ia membutuhkan tenaga tambahan selain untuk membantunya menemukan ide atau bahkan meng-handle sebagian tugasnya.
Pak Jim selalu bilang bahwa divisi Mahen belum saat nya menambah personil. Meski beredar rumor internal tentang calon kandidat yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Mahen namun agaknya Pak Jim masih enggan menggeser posisi anak kesayangannya itu.
" Sayang... Beri petunjuk padaku, agar aku secepatnya menemukan mu, setelah kita menikah nanti aku akan mengajukan permohonan pensiun dini ". Mahen mengingat kembali saat ia mengatakan niatan nya pada Naya, gadis itu hanya tersenyum manis menanggapi.
Pukul Empat ba'da ashar, Mahen tiba di kediaman orang tua Naya. Setelah mengucap salam dan menunggu beberapa menit akhirnya pintu kayu jati dengan ukiran indah itu, terbuka. Seorang lelaki yang belum Mahen kenal mempersilakan nya masuk.
" Duduk dulu Mas.. Aku Abyan, kakak sulung Naya ". Sapa nya ramah.
Mahen tak salah duga, keluarga kekasih nya bagai deretan artis ibukota terlebih Abyan yang seorang menantu pemilik salah satu Ponpes ternama di daerah Semarang, wajahnya sangat teduh, koko dan sarung yang ia kenakan semakin membuat nya terlihat religius.
" Mahen kak... Terimakasih ". Sambil menjabat uluran tangan Abyan.
" Sebagai anak tertua aku minta maaf jika kedua adikku sudah merepotkan Mas Mahen yang bukan keluarga, terlebih bukan mahram bagi Naya ".
Degh... Mahen merasa tertohok.
" Tidak, aku tidak merasa demikian.. Uhm maksudku direpotkan.. ".
" Naya keras kepala sejak dulu, hanya Ummi yang bisa mengendalikan bocah itu. Semenjak Ummi tiada begitulah dia, makin susah diatur nya... ".
"........... ". Mahen hanya tersenyum tipis, ia bingung.
" Kata Amir, Naya menjadi penurut jika berkaitan dengan apa yang Mas sampaikan. Namun tetap saja, bagiku ada kekeliruan disini meski aku tau, adikku pasti bisa menjaga diri ".
" ............ ". Mahen semakin bingung menimpali karena status mereka disinggung.
" Aku dan Abah tidak menyalahkan siapapun, Beberapa waktu lalu Amir menerima sebuah pesan dan panggilan, yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan sedang mencari jalan agar dapat berkomunikasi kembali dengan aman, lepas itu menghilang. Nomer yang digunakan sudah tidak aktif ".
" Boleh aku lihat ka? ".
" Nanti minta ke Amir yaa, sebentar aku panggilkan Amir. Abah baru saja tidur karena masih mengkonsumsi obat, tadi beliau titip pesan bahwa Abah tidak menyalahkan Mas Mahen dan berterima kasih ". Abyan melangkah masuk kedalam rumah memanggil Amir.
Abyan ternyata lebih tegas dan lugas dari Amir, wajar mengingat status nya sebagai anak sulung, figur pengganti sang ayah.
" Mas, maaf tadi aku mandi dulu.. Abah tidur, padahal tadinya ingin bertemu. Ka Abyan bilang apa aja tadi? kalau ada kata-kata nya yang menyinggung, aku mewakili nya meminta maaf.. ". Amir tak enak hati, pastinya sang kakak mengutarakan ketidaksukaan nya tentang Amir yang menitipkan Naya pada Mahen dan tentu saja karena status mereka berdua belum menikah.
" Tidak ada, hanya obrolan biasa.. Oh iya, aku bawa print out beberapa pesan bernada ancaman di ponsel Naya.. Dan rekaman serupa.. Silakan ka ". Mahen menyerahkan beberapa lembar kertas dan sebuah recorder yang diletakkan di meja.
" Innalillahi... Motif nya hanya karena ingin kembali ke Mas, begitu? dan ada seorang yang menginginkan adikku menjadi pendamping nya? ".
" Iya, tapi kurasa bukan hanya itu, uhm status keluarga kalian membuat silau.. Aku boleh minta nomor dan email yang dikirim ke ka Amir? barangkali bisa aku pindai... Naya sudah menyiapkan rencana pelarian nya kak.. Kuliahnya dia handle dari jauh, dosen pembimbing nya bilang pada team ku ".
" Status gimana maksudnya Mas?...... Naya memang aku minta segera menyelesaikan kuliahnya supaya kalian lekas menikah menghindari fitnah karena Abah juga sudah memintaku menanyakan pada Mas kelanjutan nya bagaimana, tapi aku ga habis pikir dia akan menempuh cara ini.. ". Tegas Amir.
__ADS_1
" Aku akan menikahi nya setelah menemukan nya ka... Status tentang... Mungkin Abah lebih paham ka, aku ga berani ".
" Abah selalu bilang, makin sedikit tahu makin aman... ".
" Mungkin Abah benar... Ka, aku boleh menitipkan satu ART disini, aku yang akan menggaji nya.. Aku curiga karena di motor ka Amir ditemukan benda ini. Ini disiapkan bila saja Naya tak lekas meninggalkan kita, ka Amir target selanjutnya ".
" Aku berniat mencari ART karena aku akan fokus pada kesehatan Abah lebih dulu.. Namun pekerja workshop kami juga butuh diperhatikan.. Akan aku coba diskusi dengan Abah nanti, tapi rencana ini hanya kita yang tahu yaa ". Amir berbisik.
" Baik ka.. Aku izin pamit, karena akan menemui SO2 Naya, beliau kemungkinan tahu kemana Naya pergi.. ".
" Terimakasih Mas, kalau Abah ingin bertemu, Mas bisa kan datang? Oh ya, nomor dan email tadi, aku kirim ke email Mas Mahen yaa ".
" Baik.. Bisa, aku akan datang.. ".
Mahen pamit menjelang petang, lalu ia melanjutkan perjalanan dengan mobil nya menuju ke Sunspring Mall untuk bertemu SO2. Semoga masih bersedia menemui mengingat sudah diluar waktu jam kerja.
*
Mall.
Mahen langsung menuju pusat informasi untuk meminta waktu bertemu dengan store manager .
" Selamat petang, apakah Mr. Daniel sudah kembali? ".
" Sudah on floor sejak dua hari lalu, Pak ".
" Dapatkah aku meminta waktu Mr. Daniel untuk bertemu petang ini? Aku Mahendra, wali Ainnaya ".
" Sudah di luar jam kerja, tapi saya akan mencoba konfirmasi ke ruangan dahulu. Mohon ditunggu sebentar Pak Mahendra ". Staff informasi ramah.
" Baik, terimakasih ".
" Bos, 3 o'clock.... ". Rey melihat wanita sexy sedang memilih lingerie.
" Hentikan atau aku lakban mata kamu, Rey ".
" Ckckckckck.. Vitamin Bos ".
" Mr. Daniel bersedia bertemu di ruangan beliau Pak Mahendra, teman saya akan mengantar anda langsung ke ruangan ".
" Baik, terimakasih ".
Ruangan SO2.
" Silakan masuk Pak Mahendra, please have a seat ". Sapa lelaki tampan itu ramah.
" Mahen saja, terimakasih ".
" Anda mencari Naya? apakah anda alasan dia pergi? ".
" Its not your bussiness ". Rey menyela.
" Naya hari itu menangis, ia tidak mengutarakan dengan jelas maksudnya namun aku paham ada yang mengintimidasi saat itu.. Jika anda tidak bisa menjaga wanita anda dengan baik, aku lebih dari mampu untuk menjaga nya ".
" Jangan kurang ajar ". Sergah Rey kembali.
" Rey.... ". Mahen masih bersabar.
" Mr. Daniel, aku kesini hanya ingin menanyakan apakah anda mengetahui tujuan kemana Naya pergi? ".
" Aku tahu, tapi Naya memintaku merahasiakannya dari siapapun ". Jawabnya menyulut api permusuhan.
" Baik, terimakasih... Jika ada jalan sulit, kenapa harus dipermudah bukan begitu, Mr. Daniel.. Terimakasih atas waktunya, aku hanya ingin menegaskan bahwa meski anda menolak membagi informasi dengan ku, akan aku pastikan anda tak akan berhasil dengan mudah untuk menemui nya kembali... Selamat petang ".
" Goodluck ".
Mahen telah menduga akan seperti ini. Rey terlanjur emosi tak suka Bos nya diremehkan didalam tadi.
" Bos, anda diam saja ".
" Buang tenaga meladeni nya, aku percaya team ku bisa menemukan Naya ". Mereka berdua memutuskan melanjutkan agenda selanjutnya menjenguk korban kecelakaan kerja tadi siang di rumah sakit.
Hari yang melelahkan, Mahen memeriksa e-mail yang belum dia baca hari ini, laporan dari Simon salah satunya.
" Simon, sudah tidur? ". Pukul satu dini hari.
__ADS_1
" Ngghhh..... ". Terdengar suara berat.
" Heyyyy, sedang apa.... ka-mu... Oh god, team ku ". Mahen mematikan panggilan yang berlangsung.
" Bos, maaf.. I'm In.... ". Simon kali ini melakukan panggilan ulang.
" Perhatikan gadis di kubikel nomor 7, dia Naya, Simon.... Menyamar sebagai pria tapi aku tau itu dia ".
" What Bos... Dia laki-laki, jelas terlihat laki-laki ".
" Zoom... Zoom tangan kiri nya, mana ada laki-laki memakai cincin dengan ikon love, itu pemberian ku, Sims ". (eps.51)
" Fu*ck...... Mata ku.... ". Pekik Simon merasa tak jeli.
" Dia menghindari cctv, sudah ku bilang gadisku cerdas.. Lacak kemana dia pergi, laporkan padaku esok pagi ".
" Sure Bos ".
" Honey, terimakasih sudah membawa dan tetap memakai nya... ". Senyum Mahen terbit.
Satu hal yang baru ia sadari, ketika menyematkan cincin di jari manis Naya, dia juga mengatakan satu kalimat ambigu, bahwa akan menemukan Naya dimanapun berada.
" Oh god, aku seharusnya peka dengan firasat ku ". Sesal nya.
***
Solo.
Meeting pagi ini dimulai dengan agenda banyak nya tawaran job Naya menjadi MC dibeberapa acara, dengan Retha.
" Kinoy, Retha kalian sepertinya senin hingga kamis akan touring ke luar kota dalam dua bulan kedepan.. Siapkan stamina dan ini draft agenda nya.. Centang jika setuju disetiap nomor urut nya ". Bayu membagikan lembar jadwal pada mereka berdua.
" Aku ok Bos... ". Naya mengambil semua job nya, dengan begini ia punya kesempatan berganti nomer handphone dari beberapa kota dan juga peluang mengirimkan semua tugas kuliah nya lebih mudah karena lokasi yang berpindah-pindah. Ia tau, Mahen sangat mumpuni, bukan perkara sulit menemukannya.
" Retha juga Ok, bos ".
" Ok ladies, Kinoy satnite tetap live yaa.. Retha Backup Senin nya karena minggu ada Rhena yang akan mengisi live kuis tebak lagu ".
" Siap bos ". Naya sumringah, ada saja jalan baginya lebih mudah dalam menjalani ini.
Selepas pulang dari Ratislo, seperti biasanya Naya akan duduk di tepi jendela memandang pekatnya langit malam.
Setiap kali akan menyusun Playlist, dia mengingat cinta nya yang ia tinggalkan. Dan seusai acara live, tidak ada yang pernah menyangka bahwa Naya akan bergelung dalam sedih dan sepi nya kamar ini, menangis dalam sunyi sendiri.
Semakin lama, ia semakin rindu. Meski dalam hati nya selalu berkata : Perih ku hidup ku. Aku berperih diri, menjual rinduku demi hidup ku, hidup orang-orang yang kusayang.
" Abang..... Aku rindu... Sangat rindu.... ". Hiks.
Malam ini Naya terpejam, tubuhnya meringkuk di bawah jendela kamarnya dengan beralaskan kertas yang berserakan disekitarnya. Ia lelah, mengerjakan tugas serta mempelajari modul kuliah, pun kewajiban nya di Ratislo.
" Abbaaaaaaaang....... ". Pekik Naya terbangun dan histeris.
" Oh cuma mimpi... Aku kira... Syukurlah, semoga abang disana baik saja... Sudah subuh ternyata.. Selamat pagi Abang.. Jangan lupa sarapan, vitamin nya, and i miss you so much...... Kiss ". Naya berbicara pada foto Mahen yang terletak diatas meja nakas.
Sementara ditempat lain.
" Sayaaaaaaang..... ". Mahen tergagap bangun dari tidur nya. Semalam ia malas beranjak pindah ke tempat tidur hingga berujung tertidur di sofa.
" Bos, bikin kaget saja ".
" Sorry.... Lanjutkan tidur mu Rey ". Jam 4 pagi menjelang subuh.
" Selamat pagi sayang... Selamat beraktivitas, jangan lupa sarapan dan minum vitamin mu... Kiss, love you honey and i miss you so much ". Mahen memandang dan menciumi foto Naya yang ia jadikan wallpaper di handphone nya.
" Bos.. Masih pagi, jangan gila ".
" Sudah ku bilang tidur sana, jomblo lapuk ".
Pagi hari di dua tempat berbeda, keduanya yang saling memendam rindu, merasakan getaran satu sama lain meski terpisah jarak membentang. Jiwa raga sudah bagai satu nyawa.
_____________________
😌 Cinta juga berproses, ga kayak adonan donat yang didiemin ngembang sendiri.
VOTE, VOTE, VOTE.. FOLLOW AUTHOR juga yaaks, IG mama_qiev butuh kunjungan dari kalian.. hihi.. mamaciih ❤
__ADS_1