Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
SWEET


__ADS_3

Selepas dari masjid, mereka memutuskan untuk mencari makan malam. Malam ini Mahen harus live streaming meeting dengan internal team nya. Meeting yang sudah ditunda nya lebih dari seminggu yang lalu. Maka Naya memaksa Mahen agar ia mau menemani nya makan malam, Naya tau, kekasihnya itu pasti akan sangat sibuk malam ini hingga resiko melewatkan makan pasti terjadi meskipun ada Rey yang akan menjaga nya disana, tapi Naya tidak yakin karena mereka berdua sama saja.


" Besok aku ke kota kuning dulu yaa, lepas dari sana aku langsung ke kost-an ". Mahen berbicara tapi sepasang netra nya sibuk menatap layar gawai.


" Iya, aku mau tidur aja kalau gitu... Dimakan dulu Abang, nanti sop nya dingin kurang enak lho ".


" Bentar lagi... ".


" Liat sini.. Buka mulut.. ". Naya akhirnya meletakkan sendoknya, memilih menyuapi Mahen lebih dulu.


Mahen tersenyum dibuat nya, " Gitu dong.. kamu juga sekalian makan lagi ".


" Heemm, modus itu Nona, jangan dilanjutkan ". Rey mencibir.


" Sayang.. Kamu bisa liat ga? ada suara tapi ko gada wujud ".


" Ckck, Abang... Tuan Rey, Alex dan yang lainnya, apa mereka sudah makan juga? ".


" Tidak perlu dipikirkan Nona, mereka sudah paham dengan jadwal masing-masing ". Rey menimpali.


" Sayang.... Jangan... ". Mahen menahan sendok ditangan Naya saat akan menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri.


" Kenapa? aku mau makan, kan abang yang suruh tadi aku juga sekalian makan... Gimana sih ".


" Ga gini juga, sendoknya kan bekas aku.. ".


" Emang kalau bekas Abang kenapa? abang ga punya rabies kan? ahahaha.. Apa bekas tuan Rey, boleh? ".


Pletakkkk.... Mahen menjentikkan tangan nya di dahi Naya.


" Aduh.. sakit ".


" Ga sopan... ".


" Siap.. Salah, maaf.. Sendok aku jatuh tuh.. Mau minta lagi, lama deh, yang ada ditangan aja, kan sama aja buat makan ". Naya cuek, ia tetap melanjutkan aktivitas nya menyuapi Mahen. Satu suap untuk Mahen, satu lagi dirinya, dan Naya lakukan hingga semua makanan tandas.


Polosnya Naya, yang tidak pernah mengenal pacaran sehingga ia tak paham bahwa arti Mahen melarang nya semata karena sebuah anggapan. Makan minum dengan alat yang sama, meski tidak bersentuhan skin to skin sama saja artinya dengan kissing alias berciuman.


Mahen yang terlanjur paham istilah ini, melihat sikap polos kekasihnya tak memungkiri membuat otaknya travelling membayangkan bagaimana rasanya mengecup bibir Naya secara langsung. Mencecapi lalu ******* nya perlahan, menikmati setiap inci bibir pink sensual milik gadisnya itu.


" Ehheem Bos.... Aku paham lho.. ". Rey berbisik menggoda Mahen yang sedari tadi diam mematung melihat Nona nya.


" Rese lu.... Bayar sana ".

__ADS_1


" Nona, Hati-hati yaa.. Ada yang panas tapi bukan kompor... Ada yang tumbuh tapi bukan rumput ". Rey mempercepat langkahnya menghindari lemparan garpu yang hendak dilayangkan Mahen ke arahnya.


" Tuan Rey kenapa? ".


" Rey... Sayang, just Rey.... Dia memang pria sarap, ga usah didengar ". Mahen mencebik dongkol.


Setelah selesai makan, ketiga nya lalu mengantar Naya kembalu ke kost-an dan mereka berdua melanjutkan kembali menuju hotel.


Satu jam telah berlalu sejak Mahen dan Rey berkutat dengan pekerjaan mereka malam itu.


" Rey, danureksa, yang manipulasi kematian ummi Naya.. Kau tau sesuatu? ".


" Tidak bos.. Sudah aku duga, tapi motif dibalik ini semua? ".


" Ingatkah kamu tentang balas dendam nya untuk keluarga Kusuma Baratayuda? keluarga Pak Jim sewaktu kita menjenguk Rendy? ".


" Ingat bos, tapi kan Nona Jameela, nama ummi nya Naya, tidak menikah dengan Tuan besar.. Seharusnya danureksa tau ".


" Rey... Kau menyembunyikan sesuatu dari ku.. Katakan.... ".


" A-ppa.. Aku ga paham maksud anda ".


" Baiklah Rey.... Aku akan mencari tau sendiri... sementara analisa ku adalah pasti ada sesuatu hubungan antara Abah Naya dengan Pak Jim.. Jika ini terbuka, maka semua kejadian ini akan menemui titik terang... Sayang, siapa kamu sebenarnya? status mu yang seorang cicit Tumenggung saja sudah sangat riskan... jika ditambah dengan hubungan darah dengan Pak Jim, maka semua menjadi sangat jelas ".


" Ainnaya, kenapa kamu tak terlahir sebagai orang biasa saja sih sayang.... Aku terlalu tinggi menggapai mu, apa aku sanggup? ". Mahen berkeluh kesah akan segala kemungkinan.


" Bos...... Adiknya Vita bagaimana? dan kelangsungan hidup mereka? aku penasaran, disaat aku ga bisa cari koordinat Nona, anda dengan cepat menemukan nya? pakai pelacak dimana bos? ponsel? ". 


" Adik Vita menunggu hasil kecocokan dengan pendonor saja, akan dilakukan operasi secepatnya... Aku sewakan rumah dekat dengan rumah sakit, dan sebuah ruko kosong agar mereka bisa berjualan sesuatu disana pasca operasi ". Mahen menjeda ucapan nya.


" Aku membuat micro GPS Rey, gelang tali Naya, aku selipkan benda itu disana.. Naya tak suka perhiasan, dia lebih suka memakai aksesoris yang trend dikalangan seusianya.. Jadi Yap, keputusan ku memberinya itu.. Kau tau, aku tak pernah se khawatir ini bukan? ".


" Sudah kuduga..... "


" Tidurlah, sudah larut.. Kita lanjutkan esok pagi ".


Keesokan harinya.


Mahen dan Rey sangat sibuk hingga sore hari. Terlihat wajah yang lelah ketika mereka kembali ke kota ini.


Mahen sengaja seharian ini tak menghubungi Naya, ia ingin merasakan gadisnya itu yang gantian mencarinya. Terbukti, saat dia memeriksa handphone nya, terdapat puluhan misscall dan pesan dari sang kekasih. Wajahnya langsung bersemu, senyumnya juga terbit. Baru membaca pesan nya saja, penat dan lelahnya hilang sudah. Deretan pesan khawatir, mulai dari mengingatkan makan, sholat sampai masalah keamanan saat dilapangan tertulis manis disana.


Tak ingin membuat kecewa gadisnya, Mahen lalu menuliskan sebuah pesan balasan.

__ADS_1


" Maaf sweetheart..... Ponsel ku silent tadi, makasih ya sayang.. Sekarang aku jalan pulang, mau dibawakan apa? ". Mahen tak menyangka biar iseng nya malah membuat Naya marah.


Sementara didalam kamar, Naya merasa kesal, pesan dan panggilan nya dari pagi tadi semuanya tidak ada yang direspon oleh Mahen satupun. Kepalanya telah keluar tanduk sedari tadi. Ia tak hentinya mengumpat pada Mega yang saat ini malah asik dengan headphone nya mendengarkan konser lagu Avril Lavigne.


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Naya, ia membuka isi pesan nya malas. Rasanya tak ingin membuka tapi ia penasaran. Dibaca nya pelan tulisan itu.


" Ga usah, aku udah makan sama Mega ".


" Aku belum makan sayang... Makan bareng yaa, gado-gado ampera sama ayam goreng pagongan, aku udah pesen... Tunggu yaa, jangan ngambek ".


" Serah deh... Jangan ganggu yaa, aku mau bobok lagi ".


" Honey... Angkat telp nya sayang... ".


" Bodo.... Aku cape ".


Tak habis akal, Mahen lalu menelpon Candi. Ia memang menugaskan Candi tidur satu kamar dengan Naya semenjak kejadian itu.


" Can, Loudspeaker... ". Begitu candi mengangkat telp dari bos nya itu.


" Honey, angkat telponnya atau aku akan minta Rey puter arah menuju rumah mu biar aku ketemu Abah dan lamar kamu hari ini ". Candi mendekatkan ponsel nya yang telah ia loudspeaker di telinga Naya yang sedang berbaring memunggungi nya.


" Bisanya cuma ngancam.... Iya aku angkat (s*al) ". Rutuk Naya.


" Sweetie, maaf.. beneran maafin aku, tadi memang sibuk banget jadi aku fokus biar cepet selesai.. tapi nyatanya tetap saja jam segini baru pulang. Maaf, ga lagi-lagi bikin kamu khawatir seharian... Besok kita jalan habis terapi yaa.. ". Mahen tak pantang membujuk Naya.


" Jangan janji kalau ga bisa tepati.. Kan mau balik besok katanya ".


" Hawa ngambek nya masih nyisa, ga jadi deh... Iya besok rencana mau balik, tapi pengen jalan sama kamu dulu sebelum balik ".


Rey yang mendengar bos nya berulang kali mengucapkan kalimat yang sama, merasa lelahnya meningkat beberapa persen.


Apa boleh buat... Dia juga cemas. Akankah status Nona nya itu yang ingin di rahasiakan oleh pak Jim dari Mahen, bisa ia tutupi dengan baik mengingat semalam bos nya itu merasakan ada keanehan dengan semua yang perlahan terbuka.


Tristan telah resmi masuk bui sejak dua minggu lalu dengan masa hukuman 15 tahun penjara dan denda 500 juta atas beberapa kasus yang menimpa nya. Tristan Corp kini telah disisipi oleh orang-orang kepercayaan pak Jim juga, Rey agak tenang. Sisa Danureksa dan Anggara saja, yang masih belum menampakkan aksinya kembali.


Berharap ini akan segera berakhir agar kedua majikan nya ini bisa bahagia, Ia masih ingat akan ikrar sumpah nya kala itu untuk sang bos nya. Jika Nona dan bos nya menikah, akankah ia akan tetap disisi mereka?. Rey galau.


______________________________


Visual Abang Mahen yaa... Semoga bisa tidur habis ini, mbayangin e adem rek, berada dalam pelukan e.... 😌


VOTE, LOVE, FOLLOW... Komen kalau jempolnya ga sariawan.. biar lancar ngehalu nya 😅

__ADS_1



__ADS_2