
Mahen memilih sarapan bersama keluarga Naya di Cluster A, kediaman nya. Suasana meriah karena Fatima, anak ka Abyan yang berusia dua tahun, menempel erat pada Mahen meski baru pertama kali nya mereka bertemu.
" Udah pantes jadi Ayah Mas.. Dia paling susah dekat dengan orang baru... Ko sama uncle udah nempel aja nieh si gemoy, anak Buya ". Abyan duduk disamping mahen disofa ruang keluarga setelah sarapan, mencubit gemas pipi anaknya yang sedang menggelayut manja di lengan Mahen sembari minum susu dengan dot nya.
" Doakan cepet dikasih amanah sama Allah ya ka ".
" Aamiin... Kemon, Fatima ikut Buya, mandi dulu sama Umma yaa... Uncle mau siap-siap ". Ia meraih anaknya dalam gendongan Mahen, namun berujung Fatima yang menangis histeris tak mau pisah. Mahen berusaha menenangkan dan ajaib, Fatima berhenti menangis. Menjadi penurut setelah dihujani banyak ciuman di pipi tembam nya oleh Mahen.
" Wah.... Uncle pawang Fatima juga nih ". Amir takjub, keponakan nya memang moody, pemilih sekali dan peka dengan sekitar nya.
" Anke bbai... Ima cayyan ". Suara nya cadel, masih sambil mengemut dot nya. Tak kalah manis, Fatima pun menghadiahi banyak kecupan di pipi Mahen sebelum akhirnya kembali ke gendongan ayah nya.
" Kiss bye dulu sama uncle.... Aku balik ya ka, mau siap-siap... Nanti Naya berangkat bareng Nanda pake Vios aku... Gabung dengan iringan Mama ketemu di depan gerbang cluster... Ada Alex yang koordinasi serta WO nya nanti ke sini juga ". Mahen pamit pulang pada Amir. Bersamaan dengan datang nya Nanda dan kru perias pengantin.
" Sayang.. Aku balik, sampai ketemu disana.. Pak Jim yang jemput Uyut di bandara.. Aku dan Rey langsung ke gedung ". Kecup nya dipucuk kepala Naya yang masih sarapan di meja makan.
*
Conventions Hall, Botani Round Bogor.
Berkat Pak Jim, semua nya berlangsung lancar dan meriah. Selesai resepsi, keluarga mereka berkumpul, terutama keluarga Naya.
" Aku Abyan Jamil Zaidi, Uyut dan ini istriku Qonita serta Fatima, anak ku ". Abyan menyalami dan memperkenalkan keluarga kecilnya pada Danarhadi. Dia menyambut cicit nya yang tak kalah tampan ini dengan sukacita.
Suasana kembali haru saat keluarga Mama yang telah lama putus komunikasi hadir memberikan selamat pada Mahen.
" Kalian berdua betul-betul penyambung tali silaturahmi yang terputus ". Abah dan Danarhadi mengatakan kalimat itu secara bersamaan.
" Sa... Kita ke kamar dulu yuk diatas, semua deh... Satu-satu naik biar Mahen ga curiga ". Keluarga Naya akan melakukan rembuk terhadap sesuatu.
" Sayang, kamu cantik banget..... ". Bisiknya saat semua tamu telah pulang dan hanya ada beberapa dari mereka masih tinggal.
" Istri Abang, kudu cantik... Kalau ga cantik, bakalan kegusur sama yang pake bulu mata anti badai ". Naya sadar, suaminya punya pesona di mata banyak wanita yang tak suka dia ada disisi Mahen.
" Haha, narsis nya keluar... Ka Abyan dan ka Amir kemana? cuma ada mba Qonita dan Fatima aja lagi sama Uyut... Mereka sudah makan belum? ". Mahen juga tak melihat Rey sejak tadi.
" Sudah makan daritadi, aku laper.. Abang suapin donk ". Naya mulai lelah dan mengantuk. Beberapa hari ini tidur nya kerap Mahen usik membuat nya tak lelap seperti biasanya.
*
Sumitra mencari Jimsey di pesta resepsi Mahen namun di tahan oleh Sonny di lobby. " Tunggulah disini Tuan, Tuan besar akan turun menemui anda sebentar lagi ".
" Baik... ". Jawabnya tak tenang, tak lama Jimsey menemui nya.
" Aku langsung saja.. Berkas nya sudah masuk, aku tak bisa membantu banyak kali ini, anakmu sudah terlalu menyimpang namun kamu membiarkan dalam waktu lama... Ditambah dengan kasus kriminal melukai Mahen anakku dan penculikan Naya serta pelecehan seksual ". Jimsey lalu meninggalkan Sumitra begitu saja.
Sumitra tahu, ia salah langkah dan terlalu serakah, inilah balesan nya. Ia terduduk lemas di sofa lobby hotel meratapi nasib anak sulung nya dibalik jeruji besi. Masih untung, Jimsey tak membangkrutkan perusahaan nya itu.
***
Rey telah membebaskan Melissa dan menyerahkan nya kepada sang Dato, Rey juga menyampaikan niatan Naya yang ingin menemui nya setelah resepsi di restoran hotel ini.
" Nduk... Kami pamit pulang yaa, inget pesan Abah dan Uyut... ". Abah menemui Naya di kamar nya karena malam ini mereka akan langsung kembali setelah mengambil barang di kediaman Mahen yang tertinggal.
" Iya Abah, hati-hati... Uyut diantar Om Galuh jadi? salam ku untuk Uyut ". Naya memeluk ayahnya erat.
" Hati-hati dijalan Abah... Terimakasih banyak atas semua doa dan nasehat Abah, doakan kami ". Mahen mencium tangan mertua nya takzim.
" Sampaikan pada Mama mu, itu hantaran di mobil sudah penuh, banyak sekali Mas... In sya Allah jadi sedekah buat Mama ".
Mahen dan Naya mengantar mereka ke lobby lewat pintu samping hotel, melambaikan tangan hingga iringan mobil keluarga mereka meninggalkan gedung.
Rey lalu mengajak keduanya menuju restoran dimana ayah dan Melissa telah menunggu.
" Honey, Mahen, i miss you ". Melissa hendak menghambur kepelukan Mahen namun dihalangi oleh Rey.
" Duduklah... Kita bicara jika kamu tenang Lissa... ". Tegur Mahen.
" Ini Naya, istri ku.. Ada keperluan apa, Anda masih mencari ku Dato? ".
" Tolonglah Lissa, ia kembali depresi dan hanya kamu yang dapat menyembuhkan nya? ".
" Menyembuhkan dari apa dan bagaimana bukanlah tanggung jawab suami ku, terlebih keduanya telah menikah, Tuan ". Nada bicara Naya sangat tegas hingga membuat Mahen terkejut.
__ADS_1
" Jadikan anakku istri siri Anda... ". Ayahnya memohon.
" Semudah itukah? apabila posisinya dibalik, apakah anda akan mengizinkan hal yang sama terjadi pada Melissa? Tuan, Melissa seorang wanita dewasa, ia sadar keputusan nya di masa lalu bukan... Bila memang semua yang terjadi menurutnya adalah suatu kesalahan, bukankah seharusnya ia menerima konsekuensi atas keputusannya itu? bukan mencari solusi menciptakan masalah baru terlebih menyisipi agar bisa masuk ke kehidupan orang lain... Mungkin ia merasa masih menjadi bagian dari masalalu suami ku... But, kini sudah ada aku didalamnya yang sama juga punya hati, sebagai istri dan anak... ". Geram nya tak habis pikir.
" Tapi, aku hanya meminta hingga Lissa sembuh ". Mohon sang Dato.
" Berapa lama? Adakah jaminan untukku bahwa anak anda tak melukai aku? Tak merebut suamiku? bukankah ia telah berhasil memisahkan aku dan suamiku beberapa waktu lalu... Tuan, anda jangan egois!! ". Naya mulai murka.
Mahen takjub, istrinya bisa sangat tegas mengambil sikap melindungi yang menjadi miliknya. Inikah Naya yang kerap dianggap pecicilan dan ngeyelan, Naya yang manja dan keras kepala. Mahen hampir tak mengenali sosok cantik disamping nya.
Rey yang mendengar semuanya sedari awal, hanya tersenyum puas melihat Nona nya telak memukul hati sang Dato.
" Aku rasa, semua sudah selesai... Jangan lagi mengusik kami... Anda seorang yang mampu ku rasa menghadirkan para ahli untuk kesembuhan putri anda... ". Ucap Naya bangkit berdiri diikuti oleh Mahen dan Rey.
" Baby... Tak adakah hati mu untukku lagi? tak tersisa kah aku? ". Melissa menangis memohon pada Mahen.
" Tidak Lissa, semua sudah selesai... Aku sangat mencintai nya, Naya istri ku satu-satunya... Semoga kamu menemukan kembali bahagia mu, semangat lah dan jadilah baik... ".
" Apa aku boleh memeluk mu untuk terkahir kali? ". Melissa masih berusaha.
" Tidak... Kalian bukan mahram, aku tak ingin suamiku menyentuh dosa terlebih dihadapan istri nya... ". Naya melarang tegas. Mahen hanya tersenyum mengusap kepalanya sayang.
" Selamatt tinggal Tuan... ". Ketiga nya pergi meninggalkan restauran. Terdengar suara tangis pilu dan ayah yang menenangkan. Hati Naya tercubit, sosok disamping nya ini begitu di gilai kaum hawa. Allah, jagalah dia hanya untukku, Engkau yang menghadirkan nya padaku dan Engkau pula yang menyatukan kami.
" Aamiin... ". Jawab mahen memeluk dan mengecup kepala istrinya ketika mereka masuk ke lift untuk kembali ke kamar.
" Ko tahu? ".
" Naya-ku hanya akan mengucapkan banyak doa kebaikan ketika hatinya gelisah... Makasih sayang, kamu telah mempertahankan aku disana tadi... Sebutkan, tadi doa apa ".
" Minta Abang cuma jadi milikku.... Jodoh dunia akhirat.. ". Naya menitikkan airmata nya dipelukan suami nya. Keduanya lega dan haru, jalan panjang mereka telah dimudahkan, semoga di masa depan Allah selalu mencurahkan kasih sayang nya.
***
Senin pagi, Mahen akan kembali masuk kantor. Ketika ia akan meminta Naya menyimpulkan dasi, Mahen terpesona melihat Naya dengan balutan pakaian syar'i dan hijab menutup kepala nya.
" Sayang... Kamu... Udah mantep? ". Mahen mendekat.
" Udah lama sejak Abang suka pegang kepalaku, mau izin Abang, masih takut... Lupa kemarin ga sekalian minta ke ka Amir bawain ciput biar rambut ku ga keluar gini ".
" Engga akan dilepas... Pake ini sekalian boleh? ". Naya mengangkat niqab nya meminta persetujuan Mahen.
" Boleh, tapi pelan-pelan... Karena memakai ini berat sayang... Begini sudah cukup ". Kecup nya di bibir Naya.
" Aku ada meeting pagi ini mungkin sampai siang, ada RUPS juga di kantor... Kamu jadi nyusulin aku kan, lunch bareng? diantar Candi pokoknya ga boleh sendiri ".
" Iya jadi, have a nice day sayang... kiss ".
" Manis banget sih, bikin males pergi ". Mahen terpaksa meninggalkan Naya di orchid dan menuju kantor karena Rey tak henti misscall.
***
Exona.
Sudah satu jam rapat digelar, saat nya mengenalkan pemegang saham baru yang kabar nya seorang wanita muda, memiliki 25% saham Exona sungguh bukanlah orang biasa.
" Gent... Aku kenalkan pemegang saham Exona yang baru... Ainnaya Misbach Shaki, keponakan ku sekaligus istri dari Wakil Direktur Divisi IT, Mahendra Guna.. ". Pak Jim menyilakan Naya masuk.
Situasi RUPS saat Naya memberikan kata sambutan, disiarkan di semua layar yang ada di gedung Exona. Hanya Mahen yang tidak menyadari karena ia tengah ada di sebuah meeting hingga Rey menghentikan sejenak, dan menyambung kan layar besar diruangan itu dengan kondisi di ruangan RUPS.
" What.... Istri pak Mahen ternyata pemegang saham Exona yang baru? juga keponakan Pak Jim? ". riuh suara anggota meeting pagi itu.
" Rey.... ! ". Mahen menatap tajam pada Rey, ia tahu Rey menyembunyikan sesuatu dari nya. Lalu Mahen menariknya keluar ruangan.
" Nona, keponakan Tuan besar dan saham yang dulu dengan inisial BRW dan ARD itu adalah milik Abah dan Ummi nona Bos.. Ridho yang mengerjakan dokumen pengalihan asset untuk Ka Abyan, Amir dan Nona... Exona adalah perusahaan keluarga Kusuma... Asset keluarga Abah Nona yang pak Jim jual dulu karena kehilangan jejak mereka, dibelikan saham beberapa perusahaan termasuk Exona.. Saat nya semua asset milik keluarga Nona dikembalikan ke pemilik aslinya.. Keluarga Nona lalu mengkuasakan semua saham mereka untuk Nona kelola.... Selamat bos, istri anda Milyarder dengan asset pribadi sementara 300 Milyar... Belum dihitung dengan asset keluarga nya ". Rey menjelaskan tanpa diminta.
" Itulah kenapa, Anggara, Tristran, Danureksa mengejar Nona... Selain status sosial dan perlakuan khusus sebab cicit Tumenggung, ia juga gadis dengan asset kekayaan melimpah... ".
" Aku sudah menduga nya tapi aku sangsi hubungannya dengan marga Pak Jim... "
" Pak Jim tidak memakai nama Kusuma melainkan nama keluarga Nyonya Maharani, bos... Tuan besar menyembunyikan semuanya pada anda demi agar anda tidak meninggalkan Nona apabila tahu ini lebih awal... ".
" Ya ampun, aku tambah di buat insecure sama kamu sayang.... ". Mahen menyugar rambut nya. Rey memilih melanjutkan meeting dan menyilakan Mahen kembali ke ruangan nya.
Tok tok.
__ADS_1
" Pak, ada Ibu... ". Suara dewi, sekretaris nya. Mahen belum menjawab namun...
" Makasih Ka Dewi.... Sayaaang.... ". Naya masuk begitu saja melewati sang sekretaris.
" Honey.... Surprise me... Kamu ga bilang apa-apa, jahat banget.. Kasih kejutan kayak begini, aku minder tau ga sih... ". Tariknya agar Naya duduk di pangkuan nya.
" Om Galuh melarang... Aku juga baru tahu kemarin ko... Oiya, after lunch temani aku sign didepan notaris sekalian penunjukkan kuasa hukum aku nanti yaa, bantu jelaskan yang tidak aku pahami... ".
" Anugerah apalagi ini ya Allah, tiada henti nikmat yang kau berikan padaku... Iya sayang ".
" Terkadang kita sakit dimasa lalu, terluka, demi agar mendapat bahagia di hari ini... Aku hilang memory, dilecehkan dan sebagainya demi bertemu dengan Abang... Pun Abang sama kan? terluka karena dia dia dia... dan aku... Allah Maha Baik... ". Kecupnya mesra di bibir sang suami.
" So sweet, makin pinter kamu yaa sayang... ".
***
Dua bulan berselang.
Naya uring-uringan kuliahnya makin padat, Dua minggu ini Mahen sibuk sendiri. Ia merasa suaminya mengabaikan nya padahal kenyataannya tidak. Justru Mahen salah tingkah, ini itu salah dimata sang istri. Naya benar-benar menguji kesabaran nya. Terlebih sudah seminggu ini ia menolak untuk disentuh.
Pagi ini, Mahen urung kekantor karena Naya demam, kadang naik turun disertai sakit kepala dan mual. Kesabaran nya menipis, akhirnya mahen memanggil dokter dari klinik 24 jam Orchid.
" Aku ga mau ikuti kamu lagi yaa... Gimana ga sakit, pagi buta minum air dingin, buah dingin.. Bentar kopi, ga ada makanan masuk... Sudah, tunggu dokter disini!! ". Mahen emosi, penyakit ngeyel Naya kali ini susah dibujuk.
" Pak Mahen... Baiknya anda periksakan Bu Naya kerumah sakit... Aku sertakan rujukan ke obgyn yaa ". Dokter datang memeriksa Naya.
" Obgyn? Maksudnya? ".
Naya lupa kapan ia terakhir haid, rasanya sudah lama semenjak pindah ke sini, Naya hanya satu kali mendapatkan haid nya lagi.
" Bu Naya kemungkinan hamil... Untuk itu, aku ingin anda memastikan ke Obgyn ".
" Baik.... A-appaa!! ... Dokter, ulangi... Apa tadi? ". Mahen tak salah dengar kah? istrinya hamil. Sementara Naya hanya tersenyum lucu melihat sikap suaminya.
" Baru mungkin pak.. Makanya harus dipastikan. Sudah pernah testpack belum? bisa dicoba dulu... Saya beri vitamin yaa, untuk demam nya jika berlanjut hubungi saya kembali.. ". Setelah mengantar dokter keluar Unit, Mahen kembali ke kamar.
" Sayaaang... Jadi kamu yaa yang bikin Ayah uring-uringan ngadepin mommy, sehat selalu disini yaa sayang, jangan nakal sama mommy ok? ". Ia menghujani banyak ciuman mulai dari kepala wajah hingga perut sang istri.
" Belum pasti juga.... Heboh ih ". Naya mengusap kepala Mahen yang masih menciumi perut rata nya.
" Doa donk sayang... Sore kita ke rumah sakit yaa, kamu tiduran aja ga usah ngapa-ngapain ".
" Tiap hari juga aku ga ngapa-ngapain A-baaaang... Kecuali anu ".
" Wajib itu, kerjaan kamu cuma itu... Haha ".
*
Setelah dari rumah sakit, sepanjang jalan dengan jemari tak henti mengusap perut Naya.
" Sudah 6 minggu dan aku ga peka sama kamu... Maaf yaa sayang... Ayah janji jagain kalian berdua... I'll keep you save, both of you ".
Kabar kehamilan Naya menjadi euforia baru di banyak keluarga. Ponsel Mahen tak henti berdering mulai dari Abah, uyut, Pak Jim, Mama bahkan kedua kakak ipar dan adiknya, team shadow dan Rey bergantian mengucapkan selamat dan doa bagi mereka.
.
.
.
New live, new hope.. Happy ever after yaa kalian berdua setelah banyak duri tajam dilalui.
.
.
_______________________
Alhamdulillah, 2240 kata terakhir di sini.. Sampai jumpa di season dua.. ❤. Terimakasih semuanya..
HAII, GUYS..
SEKUEL NYA SUDAH ON GOING YAA. BISA BACA DI SINI DENGAN JUDUL
DI ANTARA 3A
__ADS_1
atau klik profile othor buat lihat karya lainnya. Thanks guys sudah baca sampai tamat, aku tunggu di karya selanjutnya ya.