
Bila Mahen bersiap menuju tempat dimana Naya berada. Beda hal nya dengan Pak Jim, ia pun tengah bersiap menuju kediaman orang tua Naya, yang tak lain adalah sepupu nya. (eps.43)
" Sonny, apakah semua sudah siap disana? orang Mahen masih menempel? ". Tanya Pak Jim, karena ia tahu Mahen memberi misi khusus pada Candi dan team nya, anak adopsi nya untuk menjaga keluarga Naya.
" Masih Pak, Alexander, maniac satu itu sulit terlepas.. Apa kita terus terang saja pada nya Pak? ". Tawar Sonny.
" Anak itu ternyata punya banyak orang-orang loyall di sekitar nya... Sambungkan dengan Alex ". Pinta Pak Jim.
Panggilan kemudian berlangsung dan suara seorang pria terdengar di ujung telepon.
" Selamat siang Alexander, Shadow Forced.. Aku Jimsey Exona, ingin mengutarakan sesuatu.. Apakah jalur aman? ".
" Siang Sir, Clear... ". Alex yang telah lama mendengar nama Jimsey, seketika membeku kala pemilik Exona yang tak lain atasan Bos nya menghubungi.
" Aku akan mengunjungi keluarga Naya, bisakah kau rahasiakan ini dari Delta 04? aku tahu masih ada yang mengintai keluarga itu.. Izinkan aku masuk wilayah mu tanpa mereka ketahui ".
" Tapi Sir, Delta 04 memberi misi padaku tidak seperti itu... Aku bisa saja memberi akses anda masuk dengan mengalihkan pengawasan mereka ".
" Jalankan apa yang menjadi misi mu, aku hanya tidak ingin ada bentrokan dengan orang-orang kita sendiri... Terlebih, masih ada musuh... Aku hanya butuh akses, untuk masuk wilayah mu tanpa ada orang-orang mu yang mengganggu ".
" Clear... Aku tunggu signal dari anda saat akan masuk perbatasan nanti ". Alex menimbang, rasanya ia tak menyalahi misi nya jika hanya akses aman yang ia berikan pada Jimsey.
" Thanks Alex... Jaga Delta 04 untukku ".
" Sure, Sir.. ". Panggilan terputus.
*
Saat Mahen berangkat ke Bandara pagi itu, Jimsey dan rombongan nya bertolak ke Cirebon dengan mengantongi akses aman yang telah disiapkan oleh Alex.
4 Jam perjalanan yang ia tempuh, Jimsey tiba lebih cepat di kediaman Keluarga Naya. Setelah mengucapkan salam dan mengetuk lama, akhirnya pintu dengan ukiran kayu jati itu terbuka.
" Wa'alaikumussalam.. Eh Om Ga-luh ". Amir membuka pintu nampak terkejut dengan kehadiran sepupu ayah nya.
" Abah mu sudah sehat Mir? boleh aku bertemu? ".
" Masuk Om.. Abah sudah pulih... Silakan duduk, aku panggilkan Abah dulu ". Pamit Amir masuk kedalam rumah.
Abah bangkit dari kursi kerja nya di ruang workshop samping rumah itu, berjalan perlahan menuju mushola bersiap hendak mengambil wudhu, namun langkah nya ditahan Amir yang mengatakan bahwa ada Galuh di ruang tamu, mencari nya.
" Kenapa Mir? ".
" Om Galuh datang Bah, Amir belum tanya maksud kedatangan nya kemari... Amir ga berani ". Tunduknya saat bicara dengan sang Ayah.
" Kamu itu, kalau sama orang lain bisa tegas, kalau sama saudara sendiri ko kaku.. Mir, Mir... Kamu itu persis Ummi mu.. Harusnya Naya yang begitu, alim lembut, ramah, sopan... Ini malah kebalik, yang perempuan malah begajulan... Jameela, anakmu tertukar... Haha ". Tawa Abah sedangkan Amir malah makin menundukkan kepala karena malu.
Mau bagaimana lagi, Amir lebih perasa, lembut, telaten, sabar dan penyayang persis watak istrinya. Sedangkan Naya dan Abyan, menuruni sifat nya yang keras kepala karena itulah kedua anaknya itu jarang terlihat akur bila bersama. Berbeda dengan Naya dan Amir, keduanya bagai sepasang sandal, kemana-mana bersama dan lengket satu sama lain. Setelah Jameela meninggal dunia, hanya Amir lah senjata Abah nya untuk mengontrol anak gadis nya itu karena hanya perkataan Amir, yang masih kerap Naya dengar.
Abah mengurungkan niatnya, lalu bergegas menuju ruang tamu sesuai yang Amir katakan tadi.
" Assalamu'alaikum, Galuh.. Maaf lama menunggu ". Sapa abah.
" Wa'alaikumussalaam.. Sesa, kita tidak punya banyak waktu ". Ujarnya gusar.
" Pelan-pelan, ceritakan ada apa? Mahendra memberi tahu ku jika Naya sudah ketemu, aku rasa kamu tau yang sebenarnya ".
__ADS_1
" Benar.. Naya di Solo dan sial nya lagi, ia dalam perlindungan Kakek... Aku sudah mencoba membujuk nya untuk melepaskan anak mu dan membiarkan Mahen membawa nya kembali untuk kau nikahkan mereka, sesuai janjiku ".
" Ya Allah, apa mau kakek? Naya ga tau apa-apa... ".
" Kita harus kesana, ayo Sesa bersiap... ".
" Sebentar..... Besok teman ku akan datang dari Tegal.. Aku sudah janji dengan nya.. ".
" Siapa? Maksum Alias Genta Rahardjo? ". Jimsey masih punya orang-orang yang loyal dengan nya dikediaman sang kakek yang siap membagi info penting untuk nya.
" Kyai Maksum, kau kenal dengan nya? ". Abah penasaran, bagaimana Galuh mengetahui akan kedatangan sahabat nya itu.
" Keturunan Bendara, nama aslinya Genta Buwono Rahardjo membaur seperti mu sejak ayah nya yang bernama Gading Rahardjo memutuskan menikahi putri pemilik Pondok Pesantren Ambaruyan, hingga ia mewarisi nya dan dikenal sebagai Kyai Maksum, mempunyai anak laki-laki yang cakap, lulusan S2 bahasa Arab di King Saud University, Dosen di Tazkiya, mempunyai usaha penggemukan sapi, dan kabar nya Kakek menjodohkan anak gadismu dengan Raden Ahmad Hasbi... Teman seangkatan Amir ". Jelas nya panjang lebar.
" Sedetail itu, kamu tahu teman ku... Pantas Mahen menuruni kemampuan mu.. Semoga tidak dengan sifat mu yang suka bermain wanita, ckckckck ". Abah takjub sekaligus khawatir.
" Aku dan Mahendra sangat berbeda... Anak itu sangat taat terlebih pada Ibunya, dia salah satu orang ku yang tanpa noda gempita dunia bawah ". Jimsey menampik anggapan sepupunya itu.
" Hasbi memang cemerlang, Abah.... Tapi aku sangsi bila ia bisa mengimbangi adikku yang bar-bar ". Amir tersenyum kecut, pasalnya Hasbi adalah pria lembut, namun keras dan disiplin sedangkan Naya, tidak suka dipaksa. Watak keduanya sama-sama keras kepala, Amir khawatir.
" Bersiaplah... Teman mu kemari hanya untuk melamar Naya agar menikah dengan Hasbi... Sesa, jangan sampai Naya mengalami apa yang kamu alami, dinikahkan paksa... ".
" Kenapa? bukankah Hasbi memenuhi kriteria? lagipula mereka saling mengenal baik, aku rasa tidak ada masalah bagi kedua nya ".
Jimsey dan Amir saling pandang, Abah nya memang agak lemot untuk urusan cinta.
" Mir, lekas berkemas... Abah mu tetap orang jadul, dia hanya tau tentang batik dan kain saja ". Jimsey mencibir.
" Baik Om... ". Amir bangkit, ia juga bersemangat ingin ambil bagian, rasanya tak rela bila adiknya kembali kehilangan kebahagiaan nya lagi.. (Mas Mahen, berjuanglah, aku dan Om Galuh akan membantu mu). Batin nya.
(Haish..... Abah).
***
Solo, Siang hari.
Mahen telah tiba di solo sejak tiga puluh menit yang lalu, undercover hingga Rey pun di buat tak mengenali.
" Jalan Rey, aku sudah di taxi menuju hotel ". Mahen mengirimkan pesan.
" Lho kapan anda keluar, aku tak melihat, sedari tadi aku menunggu di peron, bos ".
" Naya di Ratislo? atau dimana? ". Mahen mengabaikan Rey.
" Dikediaman nya, entah dimana... Aku diikuti Bos ". Tulis Rey lagi, ia merasa sulit melepaskan diri dari orang-orang Kusno kalani.
" Aku tahu, buatlah pengalihan... Kita susun strategi untuk nanti malam ".
Mahen mempelajari setiap motif yang digunakan oleh Kusno Kalani. Meski ia minim pengalaman gerilya langsung, tapi dari Adnan lah Mahen banyak mendapatkan petunjuk tentang pengintaian dan penyamaran.
" Baiklah, Kusno Kalani, aku tau kamu menunggu ku datang bukan... ". Batin Mahen.
Ia menginjakkan kakinya di sebuah hotel, menuju kamar suite yang telah ia pesan saat baru tiba di stasiun tadi. Mahen mengganti nomor ponselnya selama bermukim di Solo agar lebih aman.
" Suite 3 lantai 4 Segara Hotel, come in ". Mahen mengirimkan pesan pada Simon dan Rey.
__ADS_1
Setelah ketiga nya berkumpul dalam kamar sesuai arahan Mahen. Simon angkat bicara.
" Bos, Nona pagi hingga sore hari ini menemani Istri DanDim ngemsi di beberapa acara mereka. Terlihat Anggara menghadiri salah satu nya ".
" Dia mendekati Naya? ".
" Tidak sempat, karena Warni, orang Matahari yang ditugaskan mengawal ketat Nona, tak membiarkan Anggara mendekat, bahkan ia disingkirkan kasar di luar gedung ". Papar Simon kembali.
" Rey, ada tanda Melissa datang? suaminya menelpon ku, Melissa kabur dengan boarding pass menuju Indonesia kemarin dengan tujuan Bandung, kemungkinan dia menuju cirebon atau mungkin kemari... Sekalian tolong tanyakan pada Alex, bila melihat Melissa ".
" Baik Bos... ". Rey kembali sibuk didepan laptop nya.
" Sims, uraikan analisa semalam tentang mini-spy yang kamu jalankan, apa yang didapat kamera alat mu itu? ".
" Silakan Bos.. Aku menunggu pendapat anda ".
Mahen membaca hasil pindai kamera mini-spy Simon yang tidak begitu jelas akibat parahnya kerusakan karena digilas. Ia menganggukkan kepalanya pelan sambil berusaha menghubungi Adnan.
" Adnan, come in, maaf menganggu mu... Aku kirimkan sesuatu.. Dugaan ku, body mobil yang dipakai semua nya custom dari Eropa, dari power steering dengan putaran ekstrim, tenaga, termasuk jenis ban yang dipakai tidak diproduksi didalam negeri.. Jika dugaan ku tak salah, hanya dua orang yang mampu memakai fasilitas ini... Raja atau sejenisnya, ekspatriat atau orang dengan kekuasaan tinggi... aku tunggu penguatan data dari mu Ad ". Mahen menghubungi Adnan.
" Copied Bos, seperti biasanya analisa anda sangat detail... Aku akan lampirkan ciri fisik dalam visual seperti yang anda maksud dalam satu jam kedepan ". Adnan menimpali.
Sayang, tunggulah sebentar lagi. Malam ini aku akan menemukan mu. Mahen berdebar.
" Sims, punya rekaman suara Naya hari ini? aku mau dengar ".
" Done bos... ". Simon memberikan hasil perekam jarak jauh via bluetooth ke laptop Mahen.
" Alex melihat Melissa di statiun hendak meneruskan perjalanan ke Solo Bos, namun berhasil dicegah nya... ". Rey melanjutkan pelaporan dari Alex.
" Ada dimana dia kini? ".
" Markas, Bos... ".
" Kabari suaminya, minta dia jemput dan pastikan Melissa tak kembali lagi atau aku akan membuat karir nya berakhir... Ini peringatan terakhir dari ku untuk mereka Rey.. Maaf, aku menyakiti sahabat kecil mu ". Mahen menundukkan kepala nya. Ia baru saja tahu, bahwa Melissa adalah cinta pertama Rey sebelum Rey ditemukan Pak Jimsey dan dirinya.
Mahen mengetahui rahasia ini dari Andres, kakak angkat nya di Exona sekaligus suami Saraswati sahabat nya (eps.25) saat keduanya menghabiskan waktu bersama memancing di danau buatan proyek hotel baru Andres.
" Bila aku tahu, dia...... Aku tak akan mendekati nya, maafkan aku Rey sangat terlambat menyadari ".
" Masa lalu Bos, lagipula ia tak berniat bahkan untuk sekedar mengenali ku.. Tujuan nya memang Anda ". Rey menanggapi santai, kemudian menyerahkan rekaman nya saat dikamar dengan Melissa. (eps.58).
Mahen mendengar rekaman itu dan mengusap wajahnya kasar, ia tak pernah menyangka sebelum nya.
" Bos, jadwal Nona live malam ini... Aku siapkan alat yang baru, dengan strategi berbeda.. Nanti malam, rencana ku seperti ini..... Anda setuju? ". Simon mengalihkan pembicaraan mereka.
" Baik... Aku izin istirahat dulu sebentar Gent... ". Mahen pamit beranjak menuju balkon kamar sambil mendengarkan suara merdu dan ceria gadisnya.
" Naya... Kamu bisa merasakan kehadiran ku disini kan? ". Tatap nya pada foto sang kekasih yang menjadi wallpaper layar handphone nya.
_______________________
Kan, Hasbi bibit unggul.... 🤧
Balapan, Hasbi, Abang atau bahkan Anggara...? Vote vote vote 😅
__ADS_1
Follow IG mama_qiev juga yaaks, mau update judul balu tapi tapi tapi..... lebaran dulu aja kali yaa..