Dia.. Pilihan Untuk Ku

Dia.. Pilihan Untuk Ku
GELAR KEHORMATAN


__ADS_3

Joglo Ageng, Minggu.


Ba'da shubuh semua Abdi dalem nampak sibuk menyiapkan semua keperluan untuk prosesi peresmian gelar sang Raden Panji mereka sekaligus syukuran pernikahan untuk para warga sekitar Joglo Ageng.


Sinuhun dipastikan datang sebelum acara open house dimulai. Pengamanan berlapis telah di pasang perimeter dengan jarak 500 meter dari lokasi kediaman sang Tumenggung.


" Mas, gimana luka nya? sudah mengering bukan? ". Danarhadi memeriksa kondisi cicit mantu kesayangan nya itu.


" Sudah, tapi aku masih memakai kasa Uyut ".


" Yang penting kamu nyaman, karena prosesi itu lumayan lama, 1 jam kamu duduk nanti.. Pukul 8 tepat ya Mas.. Naya biar didalam, karena ini gelaran khusus pria ".


" Baik... ".


" Raden Mas Amirzain !!... Kamu ko belum bersiap tho Maass, makan melulu, ga denger apa yaa itu tetabuhan udah mulai... Ayo buru ". Danarhadi menggeram melihat Amir masih membawa makanan masuk ke kamar Mahen.


" Ya ampun Uyut... Cepet ko pakai beskap, aku kan sudah biasa... Laper, lagipula aku bukan bintang utama... Mau nanya sama Mas Panji dulu dari kemarin lupa terus ".


" Nanti lagi, habiskan makanan mu lalu ganti... Ayo ". Danarhadi memaksa sambil berlalu keluar kamar Mahen, namun Amir mengindahkan perintah uyut nya. Ia justru duduk di sofa kamar Mahen sembari tetap memakan salad bikinan adiknya itu.


" Tanya apa Ka? ".


" Jangan bilang Naya yaa... ". Amir mengeluarkan sebuah handphone dari saku celana nya.


" Cara buka kunci nya gimana? aku mau balikin ponsel nya tapi kemarin batrelow dan ternyata di lock ".


" Nanti aku pindai ya kak... Atau ke Rey kalau mau cepat ".


" Ga mau, ini kan rahasia kita... Yo Mas, bantuin aku ". Amir memohon.


" Haha.. Ok, kayaknya ni punya cewek yaa ka? nemu dimana? ". Mahen melihat fisik ponsel nya, ada sematan kata alhamdulillah dibingkai ponsel berwarna hijau tua itu.


" Statiun, kemarin waktu aku batal berkunjung ke ka Abyan, di bangku peron... Wanita berniqob dan ketika aku mengejar nya, dia telah masuk kedalam mobil seperti milik sebuah pesantren dengan tulisan... Pondok pesantren putri al-ish.... Ga keliatan lanjutan nya karena keburu pergi, aku mengejar yaa ga kekejar ".


" Ehem, cinta lokasi ini roman nya... Bentar aku ambil laptop ku dulu ". Mahen berniat bangkit namun urung.


" Nanti saja Mas, tar Uyut ngomel lagi... Pokoknya ini rahasia kita, yaa ! ". Amir berbisik sembari celingukan.


" Maaasss!! Ya ampun... Ini dua orang... Masih aja begini daritadi ". Uyut datang kembali.


" Marahin aja Yut, mereka sekongkol ngeyelan ". Naya datang dari sebalik badan danarhadi.


" Kamu juga darimana saja, lekas bantu suami mu ganti... Istri ko ngedul, kelayaban melulu ". Danarhadi sangat rewel bila berkaitan dengan unggah ungguh.


" Hahahaha, rasain.... ". Amir membalas Naya.


" Aku kan ambil gaun tadi di ruang tengah, aku ga mau ganti baju sama perias jadi-jadian yang Uyut sewa itu ".


" Sudah, sudah... Lekas ganti semuanya... Ya ampun, punya cicit kalau bandel semua begini... Apa jadinya aku... Nak Rey, bantu Uyut ke depan ". Danarhadi merasa lelah, ia melihat Rey melintas di depan kamar Mahen lalu meminta memapahnya untuk kembali ke Joglo Inggil.


Prosesi gelaran peresmian gelar kehormatan bagi Mahen telah berlangsung lancar. Sinuhun lalu langsung kembali setelah berbincang sejenak dengan Mahen.


" Raden Panji Mahendra... Terimakasih atas perhatian dan bantuan nya pada Kasultanan... Aku tidak menyangka, cicit mantu Raden Arya Tumenggung Danarhadi sangat potensial... Aku tunggu kontribusi lainnya untuk leluhur mu disini yaa Den Panji, sampai ketemu lagi di lain kesempatan... Bilamana aku sedang di Jakarta, dan bila ada kesempatan aku akan berkabar ". Sinuhun sangat berkharisma, gagah dan berwibawa, semua perkataan nya terdengar lembut di telinga Mahen.


" Terimakasih kembali, ini suatu kehormatan bagi kami, khususnya saya.. Gusti Kanjeng Pakubumi IX, Pangeran Harya Prabudirga atas apresiasinya... In sya Allah, aku tunggu kabar kunjungan dari G.K.P.P.H Prabudirga... ".


Sinuhun tersenyum ramah dan menepuk bahu Mahen pelan tanda beliau pamit undur diri dari kediaman sang Tumenggung. (Bener ga nieh nulis gelar nya).


Acara dilanjutkan dengan syukuran, open house untuk para warga sekitar Joglo Ageng. Naya dan Mahen telah berganti baju kembali untuk menyalami semua tamu yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, termasuk kejutan kecil dari Mahen.

__ADS_1



" Kinoooyyyy.... Kita kangen!! ". Teriak Retha dan Rhena yang berlari memeluk Naya.


" Kaliann........ Aaahhh, aku kangen...Datang berdua atau gimana? ". Naya tak kalah heboh.


" Rombongan kan kita mau live disini, Pak Bayu dan lainnya bentar tiba.. Suami mu yang kasih izin dan ngabarin ini ke kita ". Sahut Rhena.


" Kan Mas, Uyut bilang juga apa... Istri mu kumat pecicilan lagi... ". Danarhadi menggelengkan kepala tak habis pikir melihat sikap Naya.


" Biarin aja Uyut, mereka mau pisah kan, aku ga mau dia murung nanti bila pergi tanpa berpamitan, lagipula mereka yang menjaga Naya selama aku tak di sisi nya ".


" Kamu jangan terlalu lembut sama dia Mas... Nanti kurang ajar.. ".


" In sya Allah Naya tidak akan begitu, Yut... Aku jamin ".


" Jangan remehin pawang nya Naya, Yut... Bocah tengil itu cuma nurut sama Mas Panji... Lihat saja nanti ". Amir berkomentar.


" Noy, gilaaa..... Laki Lu, keren amat, ada stock lagi ga? ". Rhena takjub melihat Mahen yang tegap bersahaja.


" Heeehh, barisan cowok cakep ladies.... Tuh, Gue pilih ujung kiri ". Retha tak kalah jelalatan.


Naya melihat ke arah yang kedua kawannya maksud.


" Ujung kiri, Rey... lanjut Simon, Kusno Kalani, Krisna dan Ka Amir... paling kanan, itu kakak ku ". Naya menyebutkan nama mereka satu persatu. Tanpa sengaja, mata nya bertemu pandang dengan Mahen. Dari kejauhan Naya menatap penuh cinta pada suaminya itu karena telah memberinya kejutan seperti ini.


" (Honey.... thank you so much) ". Gerakan bibir nya sembari netra tak lepas memandang sang pujaan hati yang sedang berdiri berhadapan dengan Rey.


" Kan.... Yut, lihat deh.... Tuh... Naya, thankyou so much, kata nya ". Amir menunjukkan interaksi mereka dari meja prasmanan khusus keluarga.


Uyut nampak menikmati acara ini terlebih saat teman-teman Ratislo menayangkan siaran live atas pernikahan Kinoy Dinara, idola mereka.


Naya lalu diminta mengcover sebuah lagu dan dia memilih : Its not good bye milik Laura Pausini lengkap dengan Mahen yang ada disisinya menggenggam jemari.


" Kami akan sangat kehilangan Raden Roro Ainur Dinarabraja... Terimakasih kontribusi nya untuk kami disini, sukses dimanapun berada yaa Den Roro.. ". Bayu pradana menutup bincang sore syahdu itu.


" Jangan lupain kami Noy.... Hiks, kita happy meski sedih melepas mu... ". Duo R, pun menangis.


" Terimakasih banyak telah memberikan kesempatan, peluang, tempat tinggal dan sebuah keluarga... Terimakasih telah menjaga Istri ku selama aku tidak ada disisi nya.. Aku tidak akan melarang bila Ia ingin berkunjung ke sini di masa depan.. Aku juga mengembalikan aset Ratislo yang Naya pernah dapatkan... Terimakasih banyak sekali lagi ". Mahen mewakili Naya yang sibuk terisak di pelukan nya sedari tadi. Akhirnya acara selesai dengan Naya yang masih terus memeluk suami nya hingga mereka berdua masuk ke dalam kamar.


" Sayang, ganti baju dulu... Mandi yuk bentar lagi Maghrib... ".


"...... ". Naya melepas pelukan nya, meraih handuk dan melangkah gontai ke kamar mandi. Ia tak mengindahkan panggilan Mahen yang meminta nya untuk sholat berjamaah. Hatinya terlalu sedih, Ratislo baginya sudah bagai keluarga kedua saat ia tak memiliki siapapun.


" Honey, mau makan malam tidak? ". Tanya Mahen saat Naya langsung naik ke tempat tidur.


" Engga... Abang aja ". Jawabnya lesu sambil menarik selimut hingga kepala nya.


" Aku masih kenyang... Kita istirahat yaa, besok kita pulang ke Cirebon... ".


" Aku sudah bicara dengan Uyut tentang semuanya, kita nanti tinggal di orchid.. Atau kamu mau dekat dengan Mama? ".


Tidak ada sahutan.


" Honey, kamu....... sudah sholat kan? ". Bisiknya lagi, namun Naya tetap tak bergeming matanya memejam rapat hingga Mahen membalikkan tubuhnya pun, Naya tetap pasrah seperti tak bertulang.


" Ya ampun, sebegini sedihnya mau pisah... Ya sudah, aku sabar deh, masa ia lawan nya kayak roll cake gini, enak sih tapi ga respon yaa jadi hambar..... Selamat malam sayang.. Kiss ". Puasa lagi, batin nya sambil memeluk tubuh Naya.


***

__ADS_1


Keesokan pagi.


Naya, Mahen dan Amir bersiap kembali ke Cirebon pagi ini. Meski terlihat ikhlas melepas semua cicitnya pergi, Danarhadi tetap saja merasa sedih terlebih saat berpelukan dengan Naya.


" Jangan nakal, yang nurut, telaten sabar jadi istri... Ikuti kata suami mu, bakti sama mertua mu.. ". pesan nya beruntun.


" Heemmmmm..... ". Sahut Naya malas.


" Kami pamit yaa Uyut... Jangan lupa vitamin dan obat nya... Sampai ketemu pekan depan diJakarta ".


" Hati-hati Mas, yang sabar ngadepin bocah tarzan ini yaaa... Uyut titip dia....".


" Kamu juga Mas, lekas menikah mumpung Uyut masih ada ". Pinta nya pada Amir.


" uhuk... Iya Uyut, jodoh Amir masih otewe ".


Kusno mengantar majikannya menuju statiun solo.


" Den Mas Panji, sampai jumpa lagi... Nice to meet you... aku banyak dapat penyempurnaan sistem keamanan berkat anda... I'm impressed ". Kusno menjabat erat tangan Mahen.


" Aku juga... Terimakasih banyak telah menjaga Uyut kami dengan sangat baik Pak Kusno Kalani... Jangan segan hubungi aku meski hanya sekedar ingin sharing ".


15 menit kemudian, kereta meninggalkan statiun solo Balapan dengan Naya yang masih saja murung.


" Sini, bobo lagi... Nanti kamu sakit sayang, kan kita bisa balik ke sini kapan aja... ".


Naya hanya diam dan masuk ke dalam dekapan hangat suaminya. Ka Amir yang duduk didepan kursi mereka tengah asik mendengarkan murottal dari headset yang terpasang dikedua telinga nya dengan mata terpejam.


***


Cirebon dan Sentul.


Dikedua kota dengan kesibukan yang berbeda tengah menyelesaikan segala keperluan untuk acara inti pekan ini.


***


Malaysia. Senin Pagi.


Melissa tertekan akibat KDRT yang dilakukan suaminya. Ia pergi ke kediaman orang tua nya dan memaksa kabur ke Indonesia, tujuan nya satu yaitu meminta perlindungan pada Mahen, sosok yang ia yakini masih mencintai nya.


Namun, saat ia menginjakkan kaki di Jakarta, ia di seret paksa oleh anak buah Anggara ke sebuah hotel. Melissa makin depresi.


Dato Zoel Bintang, ayah angkat Melissa mencari keberadaan putrinya itu dengan mengerahkan seluruh anak buahnya ke Jakarta.


Beliau ingat, mungkin Mahendra bisa membantu nya mengingat anak itu pernah dekat dan menjalin hubungan dengan Melissa. Dato Zoel Bintang mencari nomor terakhir yang dihubungi putrinya dari daftar panggilan di ponsel Melissa.


Tuuttt, nada tersambung.


" Halo selamat pagi ".


" Selamat pagi, Maaf dengan siapa? ". Rey menjawab.


" Aku ayah Melissa... Mahen, Lissa depresi dan ia kabur namun aku tak bisa menemukan nya, apakah kamu bisa membantu ku ".


" Maaf Tuan... Aku bukan Mahen... Beliau telah menikah, sebaiknya anda tak lagi mengusiknya dengan menghubungkan masa lalu... Aku akan membantu Anda sebisa ku... Oh ya, ini adalah nomor ku, Reynan Lee ".


Rey mengusap wajah kasar setelah mengakhiri panggilan nya.


Mell, kamu depresi? efek kecanduan mu dengan obat itu belum hilangkah?... aku akan membantu ayah mu, untuk terkahir kalinya. Tak akan kubiarkan kamu menghancurkan kebahagiaan Abang ku lagi.

__ADS_1


_________________________________


Menjelang akhir...


__ADS_2