
Flashback...
Sakha yang masih terus membuntuti Rainun tersenyum melihat tingkah Rainun yang celingukan setiap kali melihat penjual makanan di jalan yang ia lewati.
Setelah berjalan lumayan jauh, mereka melewati sebuah kawasan yang sepi. Tiba - tiba sebuah mobil menyalipnya dan memblokir jalan Rainun.
"****, siapa mereka. Apa yang akan mereka lakukan" Geram Sakha. Ia buru - buru menelfon salah satu kelompok body guardnya.
"Di mana kalian" Ujar Sakha saat panggilan di terima.
"Cepat lacak GPS ku dan datanglah kesini. Ada sekelompok orang yang mencoba mengganggu gadisku" Perintah Sakha kemudian mematikan sambungan telefonnya.
Sakha segera keluar dari mobil dan menendang salah seorang pria hingga tersungkur.
"Apa yang kalian lakukan!" Teriak Sakha lantang. Kemudian ia menendang lagi pria yang masih mencekal tangan Rainun. Rainun yang sudah terbebas lalu berlari dan terduduk lemas di samping mobil Sakha.
"Siapa kau berani mengganggu pekerjaan kami" Ujar salah seorang dari tiga orang pria yang turun dari mobil.
Mereka kemudian menyerang Sakha bersama - sama. Sakha yang tak takut itu lalu melawan lima orang pria di depannya. Setelah lima menit melawan, kini Sakha mulai terdesak.
"Dimana mereka. Kenapa belum datang juga" Batin Sakha. Ia tetap dalam posisi waspada pada lima orang pria di hadapannya. Tak lama sebuah mobil yang berisi para body guard yang ia hubungi sampai dan langsung membantu Sakha menghajar lima orang pria bertopeng itu.
"Mereka kabur bos" Ujar salah seorang body guard itu.
"Kejar mereka!" Perintah Sakha. Ia kemudian mendatangi Rainun yang terduduk lemas di samping mobilnya itu setelah memerintahkan body guardnya mengejar. Menyisakan dua orang body guard untuk menjaganya.
Flashback off...
"Aku tadi tak sengaja melintas di situ kak" Jawab Sakha berbohong. Untungnya Sofia kali ini hanya mengangguk percaya dan tak bertanya lebih panjang.
Sakha memandangi wajah Rainun yang sudah membaik.
"Kau sudah menghubungi bang Raihan?" Tanya Sakha pada Sofia.
"Tadi dia tak bisa di hubungi" Jawab Sofia.
"Coba hubungi lagi" Pinta Sakha.
Sofia lalu mengambil ponselnya dn mencoba kembali menghubungi Raihan.
Tuuuuttt...
Tuuuttt...
Terdengar suara telefon terhubung.
"Ada apa sayang?" Ujar Raihan saat sambungan terhubung.
"Kau kemana saja? Kenapa baru bisa di hubungi?" Tanya Sofia.
"Aku tadi di areal. Disana tak ada jaringan telefon. Ada apa? Kau ada dirumahku?" Kata Raihan.
"Tadi Rainun hampir di culik" Ucap Sofia bergetar.
"Bagai mana bisa? Apa yang terjadi?" Tanya Raihan yang panik seketika.
"Biar Sakha yang menjelaskan karena saat itu dialah yang menolong Rainun" Ujar Sofia yang kemudian memberikan panggilan vidio itu Sakha.
Sakha kemudian menjelaskan kronologinya pada Raihan.
"Sial. Siapa yang berani macam - macam dengan keluargaku" Geram Raihan. Selama ini dia merasa tak pernah memiliki musuh. Ia selalu menjalin hubungan baik dengan semua rekan dan kliennya.
__ADS_1
"Maaf bang, kali ini anak buahku juga kehilangan jejak si penculik" Ucap Sakha.
"Terimakasih karena sudah menyelamatkan Rainun. Bro, bolehkah aku meminta bantuan?" Pinta Raihan.
"Bantuan apa?" Tanya Raihan.
"Tolong jaga Rainun sampai aku kembali. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya" Ujar Raihan.
"Baiklah, kau tak perlu khawatir. Aku akan menjaga Rainun. Aku akan menempatkan beberapa body guardku untuk berjaga" Ucap Sakha.
"Terima kasih banyak" Kata Raihan sedikit lega.
Sakha kemudian memberikan ponsel pada Rainun. Memberikan waktu pada kakak dan adik itu untuk saling menguatkan.
Sakha keluar untuk menemui body guard yang berjaga. Ia kemudian memanggil lima orang body guar lagi untuk bergantian menjaga kediaman Rainun.
"Apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Sakha pada Rainun.
"Aku sudah lebih baik kak. Terima kasih sudah menolongku" Ucap Rainun. Sakha mengangguk.
"Aku akan menempatkan beberapa body guardku di sini. Apa kau akan baik - baik saja?" Tanya Sakha meminta persetujuan. Rainun hanya mengangguk.
"Saya dan istri saya akan tidur di rumah utama sampai den Raihan pulang" Ujar suami mbok Surti. Sakha mengangguk mengerti.
"Sebaiknya kau tak usah bekerja dulu esok" Pinta Sakha.
"Tapi aku sudah berjanji akan mengunjungi beberapa UMKM" Ujar Rainun.
"Apakah tak bisa di tunda atau di wakilkan?" Tanya Sofia yang khawatir.
"Rekanku sudah banyak pekerjaan. Dan aku tak mau mengecewakan mitraku kak" Jawab Rainun. "Jangan khawatir. Aku akan baik - baik saja" Imbuhnya sembari menggenggam tangan Sofia.
Sofia menghembuskan nafas berat. Ia tau sekali jika mengenai pekerjaan, maka Rainun akan tak akan bisa di goyahkan. Sofia lalu menatap tajam ke arah Sakha sambil menaik turunkan alisnya, berharap Sakha akan membantunya membujuk Rainun.
"Ternyata telepatiku tak sampai pada bocah kunyuk itu" Lirih Sofia.
"Kau makanlah dulu lalu beristirahat di kamar" Pinta Sofia.
"Aku tak lapar kak. Aku akan beristirahat saja" Ucap Rainun lalu berjalan ke kamarnya. Sofia kemudian menyeret Sakha ke ruang tamu.
"Heh bocah tengik. Aku memberikan kode padamu untuk membujuk Rainun agar tak bekerja dulu" Caci Sofia yang menahan kekesalan pada Sakha.
"Aku kira kau memintaku untuk menjaganya" Ucap Sakha polos.
"Astagaaa" Ucap Sofia sembari memijit pelipisnya. Ia lalu masuk, menemui mbok Surti dan suaminya yang masih duduk di ruang keluarga.
"Pak, mbok. Aku pamit pulang dulu ya, aku masih ada pekerjaan penting. Aku titip Rainun malam ini. Esok aku akan menginap di sini" Jelas Sofia.
"Baik non Sofia"
Sofia dan Sakha kemudian pulang ke rumah masing - masing.
Di apartemen, Sakha masih memikirkan keadaan Rainun. Ia lalu mengirim pesan pada Rainun.
[Apa kau sudah tidur?] tanya Sakha.
[Belum kak. Aku masih mengerjakan pekerjaan] jawab Rainun.
[Beristirahatlah ini sudah larut. Esok aku akan menjemput dan menemani kegiatanmu] ujar Sakha.
[Bagaimana dengan pekerjaanmu?] tanya Rainun.
__ADS_1
[Sebagian sudah ku serahkan pada asistenku. Sisanya akan ku kerjakan sambil menemanimu] jawab Sakha.
[Baiklah terima kasih kak] kata Rainun.
...****************...
"Maaf kami gagal bos"
"Dasar bodoh. Bagai mana bisa kalian yang ku tugaskan menculik seorang gadis bisa gagal?" Tanya si bos yang marah.
"Ada seorang pria dan para body guardnya yang menolong gadis itu bos" Ucap si anak buah.
"Pria? Apa jangan - jangan pria ini?" Tanya si bos yang memberikan sebuah foto pada anak buahnya.
"Benar ini orangnya bos" Jawab si anak buah yang mengenali pria di foto itu.
"Sakha, CEO Hendrawan's Company rupanya kau sudah mengusik milikku. Pantau terus mereka" Perintah si bos.
"Siap bos"
...****************...
Pukul delapan Sakha sudah sampai di rumah Rainun. Ia mengobrol sebentar dengan Body guard yang semalam menjaga Rumah Rainun.
"Apakah semuanya aman?" Tanya Sakha.
"Semua aman bos" Jawab body guardnya.
"Baiklah. Pulang dan beristirahatlah saat rekanmu telah tiba" Perintah Sakha.
"Baik bos. Bos, apakah anda butuh body guard untuk menemani anda dan nona Rainun nanti?" Tanya nya.
"Tak usah. Tapi tetaplah siaga jika sewaktu waktu aku menghubungi" Ujar Sakha.
"Siap bos"
Sakha memiliki banyak body guard. Ia memiliki markas pelatihan untuk body guard profesional. Sudah banyak orang yang menyewa jasa body guardnya. Tak banyak yang tau tentang markas pelatihannya ini. Hanya Sakha, Toni dan beberapa orang kepercayaannya yang mengetahui salah satu bisnis Sakha itu.
"Kapan kau sampai kak? Kenapa tidak masuk?" Tanya Rainun yang melihat Sakha berbicara pada anak buahnya.
"Baru saja. Apa kau sudah siap?" Tanya Sakha.
"Sudah. Kau sudah sarapan? Mau sarapan dulu?" Tawar Rainun.
"Aku sudah sarapan" Jawab Sakha.
"Baiklah kalau begitu. Mmm kak, tolong sampaikan pada body guardmu untuk sarapan bersama di dalam. Mbok Surti sudah memasak banyak makanan untuk mereka" Ujar Rainun. Sakha yang mengerti lalu memanggil para body guard yang sudah berjaga semalaman itu.
"Kalian makanlah dulu di dalam. Mbok Surti sudah menyiapkan makanan untuk kalian. Aku akan berangkat bersama Rainun" Perintah Sakha.
"Baik. Terima kasih bos" Ucap mereka serempak.
Sakha dan Rainun lalu berangkat menuju ke kantor Rainun.
"Maaf karena aku merepotkanmu kak" Ujar Rainun.
"Tak apa. Aku baik - baik saja" Jawab Sakha.
"Kak, tolong jangan beri tau pada rekan - rekanku tentang kejadian kemarin sore" Pinta Rainun.
"Baiklah" Jawab Sakha singkat.
__ADS_1
Sakha melajukan mobilnya santai. Sejujurnya ia ingin berlama - lama bersama dengan gadis yang ia sukai ini.