Dicintai CEO Dingin

Dicintai CEO Dingin
22. Curahan Hati


__ADS_3

"Kamu sudah makan?" Tanya Sofia yang tiba - tiba sudah berada di belakang Rainun.


"Sudah kak. Kakak mau makan?" Ujar Rainun.


"Tidak. Kakak masih kenyang. Hanya ingin minum coffe latte dan cake ini" Jawab Sofia sambil menunjukkan makanan dan minuman yang ia bawa.


Mereka berdua lalu duduk dengan santai di restoran yang memiliki view lautan itu.


"Apa enak cakenya?" Tanya Rainun yang tergoda dengan cake milik Sofia.


"Cobalah, aaaaaaa!" Ucap Sofia menyuapkan cake ke mulut Rainun.


"Kemana perginya ke dua pria itu?" Tanya Sofia.


"Entahlah. Mereka berdua pergi mengendarai motor Sport milik kak Shaka." Jawab Rainun.


"Kapan mama dan papa akan ke sini kak?" Tanya Rainun.


"Esok siang bersama mami dan papi Sakha" Jawab Sofia "pakde Awal dan bude Nur kapan akan menuju ke mari?" Tanya Sofia.


"Lusa pagi mereka semua berangkat bersama - sama" Jawab Rainun. Rainun kemudian memeluk Sofia yang berada di sebelahnya.


"Ehh ada apa?" Tanya Sofia.


"Tak apa, aku hanya ingin memelukmu" Jawab Rainun.


"Terima kasih sudah menjadi kakak perempuanku yang sangat perhatian. Terima kasih karena selalu ada untukku dan abang saat suka dan duka, saat kami berada di puncak dan di titik terendah. Terima kasih sudah sabar menghadapi aku yang manja ini. Terima kasih sudah membersamai kami. Terima kasih sudah menjagaku. Aku tak tau apa yang akan terjadi jika kak Sofia tak ada bersama kami selama ini. Tiga tahun ini adalah waktu yang terberat untukku, tetapi ada kakak dan abang yang selalu menjadi semangatku. Tetaplah jadi kak Sofia yang seperti ini. Menjadi sahabat, kakak, juga sosok ibu untukku" Ujar Rainun tulus.


Sofia hanya diam mendengar ungkapan hati yang tulus dari calon adik iparnya itu. Air mata meleleh dari pelupuk matanya. Ia tak mampu membendung air mata harunya. Mereka berpelukan dalam air mata. Mensyukuri semua nikmat kebersamaan yang indah ini.


"Kenapa kalian menangis?" Tanya Raihan yang muncul dari belakang. Ia lalu berjongkok di hadapan kedua wanitanya.


"Rainun membuatku menangis dengan kata - kata romantisnya itu" Ucap Sofia.


"Jangan menangis lagi. Aku tak suka melihat kalian menangis" Kata Raihan. Ia lalu mengusap air mata di wajah ke dua wanitanya.


"Kamu dari mana saja?" Tanya Sofia.


"Aku habis berkeliling dengan Sakha lalu mengantar ia ke barbershop" Jawab Raihan lalu menyeruput kopi milik Sofia.


"Kau mau pesan kopi?" Tanya Sofia.


"Tidak. Aku hanya ingin mencicipi milikmu" Jawab Raihan.


"Di mana adik lelakiku?" Tanya Sofia


"Dia sedang mandi di penthousenya" Jawab Raihan.


"Kau sudah melihat penthousenya?" Tanya Sofia.


"Belum, sejujurnya aku penasaran dengan interiornya" Ujar Raihan yang jiwa desain interiornya meronta - ronta


"Ayo kita kesana" Ajak Sofia menarik Raihan dan Rainun.


"Aaah aku malas berjalan" Kata Rainun.


"Ayolah, nanti kau hilang jika sendirian" Kata Sofia. Akhirnya dengan langkah malas Rainun mengikuti kedua sejoli yang bergandengan tangan di depannya itu.


"Astaga, aku selalu menjadi obat nyamuk kedua sejoli itu. Mereka bergandegan, aku tak ada yang menggandeng. Memang mereka tak berpri kejombloan" Keluh Rainun yang melihat tangannya. Ia kemudian menautkan sendiri ke dua tangannya.

__ADS_1


Tingtung....


Tingtung....


Bel penthouse Sakha berbunyi. Sakha kemudian melihat siapa yang datang lewat layar yang tersedia.


Ceklek...


Ia kemudian membuka pintu.


"Masuklah" Perintah Sakha. Ia baru selesai mandi. Masih memegang handuk untuk mengeringkan rambut. Rainun terpaku di depan pintu melihat pesona Sakha yang rambutnya masih basah juga acak - acakan. Walaupun hanya mengenakan kaos polos dan celana setinggi lutut tetapi pesonanya membuat jantung Rainun ingin meledak.


"Astaga, kenapa ketampanannya bertambah berkali - kali lipat setelah ia memotong rambutnya" Batin Rainun.


"Apakah masih ada orang di luar? Kenapa kau berdiri di sana?" Tanya Sakha.


"A aah tidak. Aku hanya ingin menutup pintu" Ujar Rainun lalu menutup pintu.


"Penthousemu cukup bagus" Kata Sofia.


"Tapi aku kurang suka dengan interiornya. Sepertinya harus di urus oleh si master" Ujar Sakha yang melirik ke arah Raihan.


"Hmm. Baiklah akan ku urus pekan depan" Jawab Raihan yang peka. Mereka lalu duduk di sofa.


"Ada apa kalian ke sini?" Tanya Sakha.


"Aku hanya penasaran dengan penthousemu" Jawab Sofia yang meringis. Sakha menggeleng - gelengkan kepala melihat tingkah kakaknya itu.


"Ku kira ada hal penting hingga kalian datang kesini" Ujarnya.


"Kau terlihat lebih tampan dengan gaya rambutmu. Seperti CEO sungguhan" Kata Sofia.


"Ya dengan gaya rambutmu yang lalu, orang akan mengira kau anak buahnya dan Toni CEOnya" Ujar Sofia.


Sakha meleparkan bantal ke wajah Sofia setelah mendengar komentar kakak perempuannya itu.


"Hey, bocah tengil apa kau sudah rindu berat dengan tendanganku hah?" Kata Sofia yang tak terima.


"Wooo, aku akan melawan kali ini jika kau berani menyentuh ujung kuku ku" Jawab Sakha tak serius.


"Sudahlah jangan bertengkar" Kata Raihan melerai, walaupun dia sebenarnya tau kalau tom and jerry ini tak akan sampai berkelahi.


"Pukul berapa mereka akan datang esok?" Tanya Sakha.


"Mereka akan berangkat pukul satu siang. Mungkin akan sampai sekitar pukul tiga" Ujar Sofia.


"Hmmm. Sepertinya esok aku akan terusir dari sini" Keluh Sakha.


"Kenapa?" Tanya Rainun.


"Bosku akan datang dan menempati penthouse ini. Di sini hanya ada satu kamar" Ujar Sakha.


"Lalu kau akan tidur di mana? Apa bangunan B tak memiliki penthouse?" Tanya Sofia.


"Mungkin aku akan menempati homestay. Hanya bangunan hotel ini yang memiliki penthouse." Jawab Sakha.


"Kalian ingin bersantai di luar?" Tanya Sakha. Ia lalu membuka pintu kaca besar. Di baliknya terdapat balkon cukup luas yang memiliki ayunan dan kursi kayu. Mereka semua memutuskan untuk duduk di luar.


"Akan ku pesankan minuman hangat dan camilan" Ujar Sakha. Ia kemudian masuk dan memesan minuman juga camilan untuk di antar ke penthousenya.

__ADS_1


"Apakah kalian akan mengadakan acara lempar bunga?" Tanya Sakha.


"Tentu saja" Jawab Sofia.


"Kalau begitu buatlah game juga untuk tamu dan keluarga" Ujar Sakha.


"Maksudmu?" Tanya Raihan tak mengerti.


"Buatlah permainan. Konsultasikan saja pada W.O. agar acaranya lebih seru" Ujar Sakha.


"Wah ide bagus. Aku akan memberikan hadiah uang tunai satu juta rupiah" Ujar Raihan.


"Hm dan aku akan memberikan tiket untuk menginap di homestay resort selama tiga hari dua malam" Ucap Sakha.


"Hadiah yang menarik. Sepertinya aku harus ikut dalam game itu" Ujar Rainun yang sedari tadi mendengarkan.


Tingtung...


Terdengar suara bel yang berbunyi.


"Sepertinya minuman dan camilannya sudah datang" Ujar Sakha.


"Biar aku saja yang mengambilnya kak" Ucap Rainun yang berlari kecil ke arah pintu masuk.


Mereka berbincang sambil menikmati camilan dan minuman yang masih hangat.


"Kau sudah mencoba pakaianmu?" Tanya Sofia pada Sakha.


"Sudah. Ukurannya pas" Jawab Sakha.


"Setelah ini, kalian akan bulan madu ke mana?" Tanya Rainun.


"Dua minggu lagi saat kami ke malaysia menghadiri undangan peragaan busana teman dekat Sofia, kami akan sekalian bulan madu di malaysia dan singapura" Jawab Raihan.


"Apakah kalian ada rencana untuk mengajakku sekalian berlibur? Aku tak akan mengganggu kalian kok" Tanya Rainun.


"Tidak!" Jawab Raihan dan Sofia kompak.


"Hmm. Kalian tega meninggalkanku sendiri dirumah?" Ucap Rainun.


"Bukankah kau sudah terbiasa ku tinggal ke luar kota?" Tanya Raihan.


"Hehehe" Rainun meringis mendengar ucapan abangnya itu.


"Kau ikut denganku saja ke jerman bulan depan" Ucap Sakha.


"Ke Jerman? Kenapa kakak pergi ke Jerman?" Tanya Rainun ingin tau.


"Aku menghadiri pesta pernikahan kolegaku sekalian melihat cabang yang ada di sana" Jawab Sakha.


"Ekhem. Hey kau tuan. Halalkan dulu adikku ini jika kau ingin mengajaknya berpergian ke tempat yang jauh" Ucap Raihan.


Glek...


Sakha menelan berat ludahnya. Sofia hanya tertawa melihat Sakha yang kena mental dengan kata - kata Raihan. Sedangkan Rainun tersipu malu mendengar kata - kata abangnya itu.


"Kenapa orang - orang itu memasang papan bunga di malam hari?" Tanya Rainun mengalihkan perhatian.


"Ya mungkin baru sempat" Jawab Sofia yang juga melihat deretan panjang papan bunga.

__ADS_1


"Lihatlah itu. Papan bunga yang dikirim pemilik resort" Tunjuk Sofia. Ia dan Raihan tertawa melihat tulisan 'Happy Wik Wik' di sana.


__ADS_2