
"Bagai mana? Kau sudah mengirimkan makan siangnya?" Tanya seseorang dari sambungan telefon.
"Beres bos" jawab orang yang memakai pakaian ojek online.
"Sudah kau pastikan dia yang menerimanya? Jangan sampai kejadian yang lalu terulang!" Seru si pria.
"Aman bos. Aku pastikan dia menerimanya."
"Bagus. Aku sudah mengirim bayaranmu" pria itu lalu memutuskan panggilannya sepihak.
...****************...
Sakha dan Rainun berada di dalam mobil menuju ke rumah Rainun. Tak seperti biasanya, kali ini suasana hening. Mereka berdua masih larut dalam pikiran masing - masing. Memikirkan tentang makanan yang tadi siang dikirmkan oleh orang tak di kenal.
"Apakah sebelumnya kau pernah mendapatkan hadiah misterius atau kiriman makanan seperti tadi sayang?" Tanya Sakha yang memecah keheningan.
Rainun mengingat - ingat lagi. "Beberapa waktu lalu, ada yang mengirimkan boneka juga bunga ke kantor. Tetapi karena tak ada nama pengirim dan tidak tertera tujuannya untuk siapa, jadi hadiah itu di bawa pulang oleh Fitri" jelas Rainun.
"Benar dugaanku" batin Sakha. Ada seseorang yang diam - diam menyukai Rainun. "Lain kali jika ada yang mengirimkan hadiah atau makanan misterius jangan kau terima. Buang atau berikan saja pada orang lain" perintah Sakha.
Rainun menatap kekasih di sebelahnya. Di wajahnya tampak kekhawatiran. Ia lalu memegang tangan kekasihnya itu. "Baiklah sayang. Aku mengerti" kata Rainun tersenyum.
Sakha menggenggam tangan kekasihnya itu. Merasa kekhawatirannya kini sedikit terobati.
"Sayang, besok malam apa kau ada acara?" tanya Sakha.
"Tidak. Ada apa kak?" tanya Rainun.
"Temanilah aku untuk datang ke pesta jamuan makan malam salah satu klienku. Nanti biar aku yang meminta izin pada bang Raihan" pinta Sakha.
"Baiklah kak" kata Rainun tersenyum.
Mereka akhirnya sampai di rumah Rainun. Kali ini Sakha langsung berpamitan untuk pulang karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan.
...****************...
Keesokan harinya di kantor....
"Kak Rai, kau tak lupa kan hari ini ada meeting?" tanya Indah.
"Tentu saja tidak. Pukul berapa mereka akan sampai?"
"Sekitar tiga puluh menit lagi. Setelah makan siang tadi aku sudah meminta mbak Ani dan mas Surya bersiap - siap untuk ikut mendampingi." jelas Indah. Rainun mengacungkan ibu jarinya pada Indah.
__ADS_1
"Sepertinya aku baru melihat gelangmu. Tumben sekali kau memakai gelang?" tanya Indah memperhatikan gelang yang di pakai Rainun. "Wah SR ini pasti pemberian kak Sakha" tebak Indah.
Rainun tersenyum. "Iya ini pemberian kak Sakha"
"Ekhem, lagi hangat - hangatnya nih" ledek indah. Rainun terkekeh mendengar ledekan Indah itu. Mereka kemudian berbincang sebentar membahas pekerjaan.
Tiga puluh menit kemudian mereka melaksanakan meeting di ruang meeting kantor RR Eksportir. Meeting kali ini membahas tentang produk baru yang akan di ekspor. Meeting berjalan lancar dan berakhir tepat pada pukul empat sore.
"Aku pulang duluan ya" Ucap Rainun pada beberapa rekannya yang masih ada di ruangan.
"Baiklah. Hati - hati Rai" jawab salah satu rekannya.
Rainun mempercepat langkahnya menuju ke mobil. Ia mengemudikan mobilnya menuju ke butik milik Sofia terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Semalam ia menelfon Sofia dan bercerita tentang ajakan Sakha untuk menemaninya ke jamuan makan malam. Sofia memintanya untuk mampir ke butik mengambil pakaian yang akan ia kenakan malam ini.
"sore Rai. Mau ambil gaun ya?" sapa asisten Sofia yang sudah lama mengenal Rainun.
"eh kak Mia. Iya, kak Sofia sudah bilang ya?" tanya Rainun.
"Iya. Sudah aku siapkan beberapa gaun lengkap dengan hijabnya. Ayo aku temani ke ruang fitting" ajak Mia ramah.
Mereka lalu berjalan ke ruang fitting. Rainun mencoba beberapa baju yang sudah di siapkan. Pilihannya jatuh pada gaun berwarna navy. Gaun dengan potongan yang simpel namun terlihat sangat mewah dan elegan dengan tambahan model lengan sabrina.
"Pilihanmu tepat Rai. Gaun ini sangat indah kau pakai" puji Mia yang kagum dengan tampilan Rainun saat ini.
Rainun kembali mengemudikan mobilnya kembali ke rumah. Dilihatnya jam yang melingkar di tangannya. "Pukul lima lewat tiga puluh sore. Aku harus cepat" batin Rainun. Pukul tujuh nanti Sakha akan datang menjemputnya. Rainun kemudian menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai di rumah.
Begitu sampai, Rainun beristirahat sebentar. Ia kemudian mandi dan bersiap - siap.
Triiingggg....
Rainun mengangkat panggilan telefon di ponselnya.
"hallo kak" sapa Rainun.
"Kau sudah siap? Sepuluh menit lagi aku sampai" kata Sakha.
"Iya, aku sudah siap" jawab Rainun. Sakha kemudian memutuskan panggilan telefonnya. Rainun kembali mematut dirinya di depan cermin, memastikan tak ada yang kurang atau salah dengan tampilannya malam ini.
Suara bel menandakan kedatangan Sakha. Mbok Surti dengan sigap membukakan pintu untuk tamu dari nonanya itu. Rainun yang sudah siap juga langsung menuju ke ruang tamu. Sakha terpaku melihat Rainun yang muncul dari belakang mbok Surti. "Cantik sekali" gumam Sakha.
"Kak, ada apa? Apa ada yang salah? Apa kau tak suka dengan tampilanku?" Tanya Rainun saat melihat Sakha terdiam mematung.
"Tidak. Kau sangat cantik. Aku sampai terpana" puji Sakha yang masih terpukau dengan kecantikan gadisnya itu.
__ADS_1
"Mbok, aku dan kak Sakha pergi dulu" pamit Rainun.
"Baik non. Hati - hati di jalan ya non, aden" pesan mbok Surti. Mbok Surti tersenyum ikut bahagia melihat dua sejoli yang sedang kasmaran itu.
Mereka menempuh perjalanan selama dua puluh menit hingga akhirnya tiba di sebual ballroom hotel bintang lima. Sakha turun lalu membukakan pintu untuk kekasihnya itu. Rainun dengan anggun turun dari mobil lalu menggandeng lengan Sakha. Semua mata terpana melihat Sakha dan Rainun yang masuk ke dalam ballroom itu.
"Selamat malam tuan Sakha" sapa salah seorang kenalannya.
"Selamat malam tuan Kashmeer" jawab Sakha. Ia lalu menjabat tangan pria berkebangsaan Turki itu.
"Siapa wanita di sebelahmu ini?" tanya Kashmeer yang memunculkan ekspresi terpana saat melihat gadis yang berada di sebelah Sakha itu.
"Kenalkan ini Rainun kekasihku" jawab Sakha. Kashmeer lalu menjabat tangan Rainun.
"Kau memang tak pernah salah memilih. Baik klien bahkan pasangan kau selalu mempunyai pilihan yang tepat" puji Kashmeer.
"Terima kasih tuan. Baiklah kalau begitu aku akan menyapa tuan Back, sampai bertemu lagi" pamit Sakha. Sakha dan Rainun kemudian kembali berjalan untuk menemui tuan Back dan istrinya, si pemilik acara.
"Itu tadi klienmu kak?" tanya Rainun.
"Iya, dia salah satu klienku yang berada di Turki" jawab Sakha
"Kak, kenapa banyak sekali orang asing di sini? Apakah kau mengenal mereka semua?" tanya Rainun. Ia mulai merasa tidak PD sekarang. Ia tak terbiasa berada di ruang lingkup orang - orang asing. Untung saja mereka berkomunikasi menggunakan bahasa inggris yang Rainun juga memahaminya.
"Tidak. Hanya ada beberapa yang aku kenal" jawab Sakha "Kamu baik - baik saja?" lanjut Sakha yang melihat Rainun agak gelisah.
"Aku sedikit gugup" jawab Rainun. Sakha kemudian membelai lembut tangan Rainun yang bergelayut di lengannya.
"Jangan gugup sayang. Tenang saja, kau sangat memukau malam ini" Bisik Sakha. Rainunpun tersenyum mendengarnya. Seketika rasa gugup dan tidak PD nya sirna.
"Selamat malam tuan Back. Selamat atas peresmian kantor cabangmu di Indonesia" kata Sakha memberi selamat. Sakha dan Rainun kemudian berjabat tangan dengan tuan dan nyonya Back.
"Ha ha ha. Terima kasih banyak tuan Sakha sudah berkenan hadir di jamuan makan malam ini" jawab tuan Back. "Ngomong - omong, apakah dia istrimu?" lanjut nyonya Back.
"ah, dia adalah kekasihku nyonya. Namanya Rainun" jawab Sakha.
"Wah, kau sangat cantik dan anggun. Aku suka penampilanmu" puji nyonya Back.
"Terima kasih nyonya" jawab Rainun tersipu.
"Jangan lupa undang kami di acara pernikahan kalian nanti" pinta tuan Back.
"Jangan khawatir tuan. Pastikan kau datang di acara kami nanti" ujar Sakha. Mereka semua terkekeh mendengarnya. Mereka mengobrol singkat sebelum kemudian Sakha dan Rainun menemui beberapa kenalan Sakha lainnya.
__ADS_1
Sakha mengobrol dengan beberapa kenalannya. Tiba - tiba matanya menangkap seseorang yang ia kenal berjalan menuju ke arahnya.