
"Tuan, nona" Sambut para body guard yang melihat Sakha dan Rainun yang baru sampai.
"Hm" Jawab Sakha singkat. Sedangkan Rainun ikut membungkuk hormat dan tersenyum ramah pada para Body guard.
"Pekerjaan kalian sudah selesai. Kalian boleh kembali ke camp. Kalian bisa beristirahat selama tiga hari" Ujar Sakha.
"Camp? Apakah kak Sakha benar - benar mafia? Kenapa dia memiliki markas?" Batin Rainun yang mendengar Sakha berbicara pada anak buahnya.
Para body guard itu lalu kembali ke homestay untuk berkemas dan pulang. Sementara Sakha dan Rainun bersantai di taman batu karang.
"Kak, bolehkah aku bertanya?" Ujar Rainun.
"Boleh." Jawab Sakha.
"Kau punya camp? Apakah kau berkutat di dunia hitam?" Tanya Rainun.
"Oh itu. Aku memiliki camp pelatihan body guard profesional. Tak banyak yang tau memang" Ujar Sakha. "Jangan khawatir, aku tak berkutat di dunia hitam. Aku hanya menyewakan jasa body guard yang sudah di latih secara profisional" Jelasnya lagi.
"Jadi mereka semua itu benar - benar anak buahmu? Kau tak menyewa mereka jika kau butuh?"
"Ya aku tetap membayar jika memakai jasa mereka. Lalu untuk apa mereka bekerja kalau tak di bayar?" Ujar Sakha sembari mengernyitkan dahinya.
"Kau benar. Aahh jangan kernyitkan dahimu seperti itu. Nanti akan muncul banyak kerutan" Ujar Rainun sambil mengusap - usap dahi Sakha. "Apakah mereka tinggal di camp?" Tanya Rainun yang masih penasaran.
"Iya. Mereka semua tinggal di camp. Karena mereka harus siaga jika ada yang memakai jasa mereka secara mendadak" Jawab Sakha.
"Apa mereka tak memiliki keluarga?" Tanya Rainun lagi.
"Ada beberapa yang sudah menikah. Kebanyakan masih melajang" Jawab Sakha.
"Lalu, mereka tak pernah pulang?" Tanya Rainun.
"Dalam sebulan ada tiga hari libur untuk mereka secara bergantian dan itu semua sudah di atur oleh asistenku di camp" Ujar Sakha. "Apakah ada yang ingin kau tanyakan lagi nona?" Tanya Sakha yang melihat Rainun masih berfikir. "Lain waktu aku akan mengajakmu melihat camp pelatihan" Imbuhnya.
"Tidak ada" Jawab Rainun tersenyum manis.
"Sayang. Jangan perlihatkan senyum manismu itu pada orang lain apa lagi seorang pria. Aku tak mau mereka jatuh cinta padamu nantinya" Pinta Sakha.
"Aku tak bisa bersikap dingin pada orang lain, sepertimu itu kak. Kau tenang saja, hatiku ini hanya milikmu" Kata Rainun yang membuat Sakha tersenyum.
"Dari mana kau belajar menggombal? Dasar kau sosial butterfly" Sakha mencubit pelan hidung kekasihnya itu.
"Jelas saja aku pintar menggombal. Aku memiliki dua sejoli yang kerap menjadikanku obat nyamuk dulu" Jawab Rainun. Sakha tersenyum mendengar jawaban kekasihnya itu.
"Kak. Dua minggu lagi rencananya kantorku akan mengadakan famgeth" Cerita Rainun.
"Waktu kak Sofia dan bang Raihan honey moon?" Tanya Sakha.
"Iya. Mbak Ani dan mas Surya yang menyampaikannya padaku kemarin rencana itu" Kata Rainun.
"Beri tau aku tanggalnya. Aku akan menemanimu" Pinta Sakha.
"Tak usah kak. Nanti akan merepotkanmu, lagi pula ada sepupu - sepupuku yang akan menjagaku" Ujar Rainun yang mengerti kekhawatiran Sakha.
"Aku tak pernah merasa di repotkan jika itu tentangmu" Jawab Sakha.
"Baiklah baiklah. Aku akan mengabarimu jika tanggalnya sudah di tentukan" Ujar Rainun.
__ADS_1
"Kak aku bosan" Lanjut Rainun.
"Kau mau jalan - jalan ke luar?" Tanya Sakha. Rainun mengangguk tersenyum.
"Baiklah, aku akan mengantarmu nona" Kata Sakha tersenyum.
"Ayo ke homestay. Aku akan bersiap - siap" Rainun bersemangat. Sakha terkekeh melihat tingkah manja kekasihnya. Mereka kemudian menaiki ATV menuju ke Homestay.
Lima belas menit kemudian mereka sudah berada di garasi.
Tuuuuttt......
Tuuuttt.....
Suara panggilan yang di lakukan oleh Rainun.
"Bang. Kalian dimana?" Tanya Rainun ketika Raihan mengangkat panggilannya.
"Kami sedang di homestay" Jawab Raihan.
"Aku dan kak Sakha akan pergi keluar sebentar. Apakah ada yang ingin kalian beli?" Tanya Rainun.
"Aku ingin pizza" Kata Sofia, suaranya terdengar agak jauh.
"Tolong belikan pizza untuk Sofia saja" Pinta Raihan.
"Baiklah. Aku akan berangkat" Ujar Rainun.
"Berhati - hatilah" Raihan kemudian memutuskan sambungan telefon itu.
"Ya, aku ingin naik motor ini bersamamu" Jawab Rainun tersenyum. "Kita akan kemana? Hanya membeli pizza?" Tanya Rainun.
"Mmm aku akan mengajakmu ke sebuah tempat. Setelah itu baru kita membelikan pizza untuk kak Sofia" Jelas Sakha. Mereka kemudian pergi mengendarai motor sport milik Sakha yang berada di garasi khusus di resort itu.
"Sejak kapan motor ini ada di sini kak?" Tanya Rainun di perjalanan.
"Sudah sekitar satu bulan" Jawab Sakha.
"Kita akan ke mana?" Tanya Rainun.
"Ke sebuah tempat yang indah. Pegangan yang erat" Sakha menarik tangan Rainun agar mengeratkan pegangannya. Ia kemudian melajukan motornya lebih cepat.
"Hati - hati kak" Ujar Rainun yang menikmati perjalanannya dalam kecepatan cukup tinggi.
Setelah lima belas menit berkendara, mereka sampai di sebuah bukit. Rumput hijau yang di tumbuhi bunga warna warni itu terlihat sangat indah. Dari sana terlihat hamparan laut luas juga pemandangan perbukitan di sekitarnya.
"Wahh, kau tau dari mana tempat seperti ini kak? Apakah ini salah satu destinasi wisata?" Tanya Rainun.
"Bukan. Aku tau dari salah satu staf resort dan belum banyak orang yang tau tempat ini. Kecuali penduduk lokal" Kata Sakha.
"Ini akan menjadi destinasi wisata yang indah jika di kelola dengan baik" Kata Rainun. Sakha tersenyum melihat kekasihnya yang nampak bahagia itu.
"Itu bukankah resort milikmu?" Tanya Rainun yang menunjuk sebuah tempat dengan menara batu karang.
"Benar. Menaranya terlihat dari sini" Jawab Sakha.
"Tempat ini benar - benar menakjubkan." Rainun masih kagum dengan hamparan pemandangan sunset di depannya.
__ADS_1
"Sayang, jangan kesana!" Seru Sakha yang melihat Rainun menuju tepian jurang "disitu berbahaya, belum ada pagar pembatas" Lanjutnya.
Rainun yang mendengar kata - kata Sakha lalu mundur dan kembali ke tempat kekasihnya itu duduk. Mereka berdua duduk di atas rerumputan yang berwarna keemasan tertimpa sinar matahari yang hampir tenggelam.
"Apakah ada tempat lain yang indah di sini?" Tanya Rainun.
"Menurut staf resort ada beberapa, tapi aku belum pernah mengunjunginya" Jawab Sakha.
"Wahhh. Keindahan ini membuatku candu. Andai masih banyak waktu berlibur" Ujar Rainun. Sakha memegang tangan kekasihnya.
"Saat ada waktu senggang, aku akan mengajakmu melihat tempat - tempat yang indah" Hibur Sakha.
"Bagaimana bisa ada waktu senggang untuk kita? Terutama kak Sakha" Kata Rainun sedih. Ia sadar bahwa kekasihnya adalah orang yang super sibuk. Kini ia mengerucutkan bibirnya.
Sakha tersenyum melihat ekspresi Rainun yang menurutnya menggemaskan itu.
"Aku selalu punya waktu untuk kekasihku ini" Kata Sakha. Rainun tersenyum mendengar kata - kata manis Sakha.
"Ayo kita pergi. Matahari hampir terbenam" Ajak Sakha.
"Apa kita akan ke resort sekarang?" Tanya Rainun.
"Tidak, ayo kita ke restoran yang berada di puncak bukit sebelah" Sakha kemudian memakaikan helm pada kekasihnya, menyalakan mesin motor dan kembali berkendara.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di sebuah restoran yang berada di puncak bukit. Karena matahari sudah tenggelam, mereka tak bisa melihat keindahan laut dari sana, tetapi ada pemandangan lain yang tak kalah indah.
"Lihatlah lampu - lampu itu kak. Seperti bintang" Ujar Rainun yang tak bisa mengalihkan perhatiannya dari jutaan lampu yang terlihat seperti bintang.
Sakha melihat ke arah Rainun. Ia malah asyik mengagumi kecantikan wanita di hadapannya itu.
"Kenapa kakak melihatku begitu?" Tanya Rainun yang merasa di perhatikan.
"Pemandangan yang ku lihat ini jauh lebih indah" Kata Sakha tersenyum. Tak ayal hal itu membuat wajah Rainun memerah.
"Kau mau pesan apa?" Tanya Sakha yang kini melihat - lihat buku menu yang di antar oleh seorang pelayan.
"Aku mau nasi dan sup buntut. Kemudian aaa lemon squash" Kata Rainun. Pelayan langsung mencatat pesanan Rainun itu.
"Kalau begitu samakan saja pesananku dengannya" Pinta Sakha. Pelayan itu mengangguk kemudian pergi menyiapkan pesanan.
"Disini cukup ramai" Kata Rainun memperhatikan sekitar.
"Disini memang selalu ramai" Ujar Sakha.
"Kau sering ke sini?" Tanya Rainun.
"Hm. Aku akan kesini jika berkunjung ke resort" Jawab Sakha. Rainun mengangguk mengerti.
"Kapan kau akan kembali membuka resortmu kak?" Tanya Rainun.
"Besok resort akan kembali buka untuk umum" Jawab Sakha. "Jam berapa kau akan pulang besok?" Lanjutnya.
"Mungkin pukul delapan atau sembilan. Aku ingin beristirahat juga di rumah dan aku rindu masakan mbok Surti" Kata Rainun tersenyum.
"Baiklah aku akan mengantarmu besok" Sakha tersenyum.
Tak lama pesanan mereka sampai. Mereka makan sembari mengobrol - ngobrol. Selesai makan mereka segera meninggalkan resto untuk kembali ke resort. Tak lupa membelikan pizza yang di pesan Sofia.
__ADS_1