
Raihan dan Sofia yang sudah membersihkan diri, kini duduk berdua di kamar pengantin yang sudah di hias dengan indah.
Mereka berdua berada di atas ranjang. Tidur berhadap - hadapan. Tak ada kata - kata yang keluar, hanya saling memandang satu sama lain.
"Aku bahagia" Ujar Raihan sembari membelai lembut rambut Sofia.
"Akupun begitu" Jawab Sofia.
"Apa kau merasa lelah hari ini?" Tanya Raihan.
"Mmm sepertinya semua rasa aku rasakan hari ini" Jawab Sofia tersenyum.
"Kemarilah" Raihan lalu membawa Sofia ke dalam pelukannya. Mengecup berkali - kali puncak kepala wanita yang kini menjadi istrinya.
"Aku mencintaimu" Kata Raihan.
"Aku juga sayang" Balas Sofia. Raihan mencium setiap inci wajah istrinya. Malam itu mereka lalui dengan pergumulan panas di bawah selimut tebal.
*************************
Triiinggggg.....
Suara panggilan telefon membangunkan Sakha. Ia melihat nama yang ada di ponselnya lalu segera mengangkat panggilan itu.
"Iya sayang" Sambut Sakha ketika mengangkat panggilan itu.
"Kau masih tidur kak?" Tanya Rainun.
"Hm. Aku masih mengantuk. Aku baru tidur sekitar tiga jam" Jawab Sakha.
"Kenapa kau tidur pagi hari? Sekarang sudah pukul delapan lewat tiga puluh menit" Ujar Rainun.
"Semalam aku mengobrol dengan Toni dan papi" Kata Sakha.
"Baiklah, lanjutkan tidurmu kalau begitu" Ucap Rainun.
"Hm" Jawab Sakha singkat. Rainun kemudian memutuskan panggilan telefonnya.
"Sakha masih tidur?" Tanya mas Adi.
"Iya. Dia baru tidur selama tiga jam" Jawab Rainun.
"Apakah saat seperti ini dia masih mengerjakan pekerjaannya kak?" Tanya Indah.
"Iya, kemarin - kemarin dia mengawasi persiapan acara sembari mengerjakan pekerjaan kantor" Jawab Rainun.
"Wah hebat!!" Seru Bara sambil bertepuk tangan.
Mereka kini sedang sarapan bersama di restoran resort. Pagi ini resto tampak ramai dengan keluarga juga tamu undangan pesta semalam.
"Pukul berapa jadwal kalian checkout?" Tanya Rainun.
"Pukul sepuluh" Jawab Mas Surya.
"Apa kita tak boleh tinggal lebih lama di sini? Hingga sore hari." Tanya Fitri.
"Boleh saja. Tapi kau harus membayar sewa kamarnya setelah pukul sepuluh" Jawab Bagas.
"Kau gunakan saja hadiah yang semalam kau dapat. Kau kan bisa menginap geratis selama tiga hari dua malam di sini" Celetuk Bara.
"Kita harus berkerja esok. Tiket Itu akan ku gunakan nanti untuk me time" Jawab Fitri.
__ADS_1
"Kau akan mulai berkerja esok Rai?" Tanya mbak Salma yang sibuk menyuapi anaknya.
"Sepertinya lusa mbak. Aku baru akan pulang esok" Jawab Rainun.
"Kau akan pulang dengan siapa? Bukankah Raihan dan Sofia masih akan di sini tiga hari lagi?" Tanya mas Surya.
"Kenapa pake tanya sih mas. Kan ada kak Sakha yang akan mengantar" Ujar Bara.
"Iya kau benar juga. Jika Sakha tak bisa juga ada supir dan body guardnya yang siap mengantar nona Rainun ini kemanapun" Gurau mas Surya.
"Benar. Aku kemarin melihat para body guard itu membungkuk sambil berucap 'nona' begitu pada kak Rainun. Wah kau memang hebat kak bisa menaklukkan pria tengil yang dingin bin kaku itu. Bahkan kau menaklukkan para body guard berbadan kekar itu juga" Seloroh Bara. Semuanya tertawa dengan guyonan dari Bara itu.
"Jangan begitu. Lihat Rainun jadi malu" Ujar mbak Ani.
"Padahal aku sudah bilang jangan panggil nona seperti itu, sebenarnya aku merasa tidak nyaman. Tetapi mereka tetap saja memanggilku nona" Ujar Rainun.
"Ya jelas saja mereka akan tetap memanggilmu nona. Mereka pasti tak mau di penggal oleh kak Sakha nantinya jika tak menuruti perkataannya" Ujar Bagas.
"Ngomong - ngomong berapa ya biaya menyewa satu body guard itu?" Tanya Fitri.
"Memangnya kau mau menyewa?" Tanya mbak Ani pada Fitri.
"Barangkali aku akan membutuhkannya nanti" Jawab Fitri.
"Kau tak akan membutuhkannya. Jangankan manusia, hantu, setan dan jin saja tak berani menyenggolmu" Ejek Bara pada Fitri. Mendengar itu persepupuan itu kembali tertawa, kecuali Fitri yang mengerucutkan bibirnya kesal.
"Apakah para orang tua tak ada yang makan?" Tanya Rainun yang sedari tadi tak melihat bude, pakde, tante maupun omnya itu.
"Mereka sudah makan pukul tujuh tadi" Jawab mbak Salma.
"Kau tau? Setelah shalat subuh mereka tadi berenang di pantai. Kata mereka terapi air laut" Cerita mbak Ani.
"Benar, aku juga ikut tadi" Kata mas Adi.
"Aku malas membangunkanmu. Bahkan jika ku pasangkan petasan di dekat telingamu pun kau akan susah bangun" Ledek mas Adi. Mas Surya pun hanya meringis mendengar jawaban kakak iparnya itu.
"Ngomong - ngomong apa calon mertuamu tak ada disini Rai?" Tanya mbak Ani.
"Mereka ada disini" Jawab Rainun.
"Yang mana orangnya? Aku penasaran" Ujar Indah. Rainun kemudian membuka ponselnya memperlihatkan fotonya bersama Sakha juga mami dan papinya.
"Ooh ibu ini. Pantas saja kak Sakha tampan ya. Lihatlah ayahnya juga tampan" Ujar Fitri. Semuanya mengangguk setuju dengan perkataannya.
"Mereka tidur di mana kak? Di homestay?" Tanya Indah.
"Tidak, mereka menempati penthouse kak Sakha" Jawab Rainun.
"Penthouse? Hotel ini memiliki penthouse?" Tanya Bagas.
"Iya. Ada penthouse di lantai paling atas hotel A, sebelah hotel yang kalian tempati" Jawab Rainun.
"Waah kak Sakha memang luar biasa" Ucap Bara terkagum - kagum.
"Ngomong - ngomong aku belum melihat kak Sofia dan bang Ehan" Celetuk Fitri.
"Gila kau ya. Jelas mereka sedang asik ninuninu" Jawab mas Surya yang sedikit kaget dengan celetukan Fitri.
"Atau mungkin mereka masih tertidur karena lelah ninuninu" Imbuh Bagas.
"Yaaaaa, kenapa kalian membahas pengantin baru itu. Otakku seketika traveling" Ujar Bara. Mereka tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"Tolong jangan di bahas. Di sini ada dedek bayi. Iyakan Bim, Lit?" Kata Indah sembari menutup telinga Bima dan Lita, anak mbak Salma dan mbak Ani yang sedang bermain di kursinya.
"Kalian ini aneh - aneh saja, kenapa juga tiba - tiba membahas kak Sofia dan bang Ehan" Kata Rainun masih terkekeh.
Mereka kembali berbincang hingga tiga puluh menit sebelum check out. Tamu dan keluarga lain sudah banyak yang meninggalkan resort. Ada pula beberapa yang masih berada di resort bahkan memperpanjang liburannya.
************************
"Sayang, ayo bangun" Ujar Sofia sambil mengecup wajah suaminya.
"Hm. Kemarilah. Apa kau sudah mandi?" Raihan lalu menarik Sofia dalam pelukannya.
"Hm. Aku sudah mandi. Sayang, aku mulai lapar" Kata Sofia.
"Baiklah. Aku akan mandi" Raihan lalu bangkit dari tempat tidurnya dan pergi menuju ke kamar mandi. Sementara Sofia membereskan baju - baju yang berceceran sisa malam pertama yang panjang. Dua puluh menit kemudian mereka keluar dari homestay dan berjalan menuju ke restoran.
"Ekhhm pengantin baru kita. Apa kalian mau sarapan sekaligus makan siang?" Sambut Rainun saat melihat kakak dan abangnya baru masuk ke restoran. Rainun sedang makan siang bersama Sakha di restoran
"Kenapa sudah sepi?" Tanya Sofia yang melihat halaman parkir resort.
"Jelas saja. Banyak tamu dan keluarga yang sudah check out. Ini sudah siang" Ujar Sakha.
Raihan dan Sofia kemudian mengambil makanan lalu duduk di bersama dua adiknya itu.
"Mama dan papa kemana?" Tanya Sofia.
"Mereka sedang berkemas. Akan pulang sore ini kak" Jawab Rainun.
"Mami dan papimu?" Tanya Sofia pada Sakha.
"Mereka baru saja pulang tiga puluh menit yang lalu" Jawab Sakha.
"Kenapa terburu - buru?" Tanya Raihan.
"Malam nanti papi akan pergi ke singapura" Jawab Sakha.
"Kau akan pulang kapan Rai?" Tanya Raihan.
"Besok pagi bang. Hari selasa aku harus ke kantor karena ada meeting dengan beberapa mitra tani" Ucap Rainun.
"Dengan siapa kau akan pulang? Bawa saja mobilku" Ujar Sofia.
"Dia akan ku antar" Jawab Sakha.
"Eh. Nanti kau akan bolak balik kak. Aku bawa mobil kak Sofia saja" Ujar Rainun.
"Tidak. Aku akan mengantarmu" Ujar Sakha menatap Rainun. Rainun mengangguk, ia tak bisa membantah lagi jika sudah melihat tatapan tajam dari Sakha.
"Biar Sakha mengantarmu, itu lebih aman" Raihan menimpali. Rainun mengangguk patuh.
"Bagaimana rencana honey moon kalian?" Tanya Sakha.
"Dua minggu lagi kami akan berangkat ke singapura" Jawab Raihan. Sakha mengangguk mengerti.
"Kau mau menemaniku?" Tanya Sakha pada Rainun.
"Kemana?" Tanya Rainun.
"Berkeliling sebentar" Jawab Sakha.
"Hm baiklah. Bang, kak, kami duluan ya" Ujar Rainun.
__ADS_1
"Yaaa, bersenang - senanglah" Jawab Sofia.