Dicintai CEO Dingin

Dicintai CEO Dingin
28. Pesta Pernikahan


__ADS_3

"Sayang" Sakha mendekati Rainun yang sedang asyik bercengkrama dengan sepupu - sepupunya.


"Iya kak" Jawab Rainun menoleh ke Sakha yang kini berada di sampingnya.


"Kenapa kau masih memanggilnya kak? Carilah panggilan yang lebih romantis" Kata mbak Ani mengompori. Semuanya tertawa termasuk Sakha yang ikut tersenyum.


"Bagaimana kabar kalian?" Sapa Sakha.


"Kami semua baik. Pak Sakha sudah lama tak mampir ke kantor" Ucap mas Adi.


"Saya sedang banyak pekerjaan. Lain kali saya akan mampir. Mas jangan panggil saya. Panggil Sakha saja" Jelas Sakha.


"lagi pula kan kita akan menjadi keluarga. Benar kan kak?" Ucap Bara. Sakha hanya mengangguk mengiyakan.


"Itu kak Sofia dan bang Ehan sudah keluar. Ayo kita semua menyambutnya" Ajak Rainun. Mereka semua lalu bersama - sama mendekat ke arah Sofia dan Raihan.


MC memulai acara resepsi sore hari ini. Acara di pandu dengan sangat meriah. Semua orang terlihat menikmati acara terutama kedua pengantin. Kebahagiaan tak bisa di sembunyikan dari wajah ke duanya.


"Tuan, nona. Anda di minta untuk berfoto bersama pengantin" Ujar salah satu kru WO pada Sakha dan Rainun.


Mereka kemudian menuju ke tempat dimana Sofia dan Raihan berada.


"Kak Sofia, kau cantik sekali" Puji Rainun. Kini mereka berdua kembali berpelukan.


"Sudah ayo kita berfoto. Kalian harus bergantian dengan antrian di sebelah untuk berfoto" Ujar Raihan.


Mereka mengambil beberapa foto dengan pose yang unik. Setelah pengambilan gambar pengantin dengan seluruh keluarga selesai, acara di lanjukan dengan pemotongan tart pernikahan. Kue bertingkat delapan itu kemudian di potong oleh kedua pengantin.


"Apakah kuenya bisa dimakan?" Celetuk Fitri.


"Sepertinya bisa" Jawab Indah.


"Ah, aku ingin mencicipinya juga" Ujar Bara.


"Kalian seperti tak pernah makan tart saja" Kata mas Surya yang mendengar celetukan adik - adiknya.


"Siapa yang mau bertaruh?" Ujar Bagas kemudian.


"Bertaruh apa?" Tanya Indah.


"Aku akan memberikan uang tiga ratus ribu jika ada yang berani meminta tart itu pada bang Ehan dan kak Sofia" Kata Bagas pada para sepupunya.


"Baiklah" Bara yang tak tau malu itu lalu berjalan dengan santai mendekati Raihan dan Sofia yang baru selesai memotong kue.

__ADS_1


"Astaga kak Bara" Kata Indah menutup wajahnya. Semua sepupu yang mendengar taruhan itu tertawa melihat Bara yang langsung berjalan tanpa basa basi.


"Maaf, apa yang akan anda lakukan kak? Tolong perkenalkan diri dulu kak" Tanya MC ramah pada Bara yang kini berada di hadapan Raihan dan Sofia. MC itu lalu mendekatkan mikrofonnya pada Bara.


"Nama saya Bara, saya adalah saudara sepupu dari mempelai pria" Ucap Bara memperkenalkan diri.


"Saudara sepupu mempelai pria. Benarkah begitu?" Tanya MC pada Raihan. Raihan menganggukan kepala membenarkan perkataan Bara.


"Baiklah, kalau begitu apakah ada yang ingin di sampaikan kepada kedua mempelai?" Tanya MC pada Bara. Kru WO kemudian memberikan sebuah mikrofon pada Bara.


"Pertama - tama untuk Bang Ehan dan kak Sofia, selamat atas pernikahan kalian. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah serta cepat di berikan keturunan yang soleh dan soleha" Ucap Bara semua mengaminkan termasuk MC.


"Yang ke dua, bolehkah saya meminta sepotong tart pernikahan kalian? agar saya cepat menyusul kalian menikah" Ujar Bara. Tak ayal kelakuan Bara itu membuat semua orang yang berada disana tertawa terbahak - bahak. Sorak sorai memenuhi tempat acara saat Bara melakukan aksinya.


Rainun yang juga melihat kejadian itu lalu meminta kru WO mengambilkan piring dan memberikannya pada Raihan. Sofia di bantu kru WO lalu memotong sedikit kue yang berada di bagian paling bawah dan memberikannya pada Bara.


"Terimakasih karena sudah memberikan sepotong tart ini pada saya kak Sofia dan bang Ehan. Happy wik wik" Seru Bara dengan masih menggunakan mikrofon. Semua orang kembali tertawa dengan kata - kata penutup dari Bara itu. Keriuhan kembali terjadi ketika kedua pengantin berfoto sembari menyuapkan tart pada Bara yang berada di tengah.


Bara yang mendapatkan suapan tart itu lalu memeluk Raihan dan bersalaman dengan Sofia, kemudian berjalan dengan setengah berjoged menuju tempatnya. Kejadian kocak itu kembali mengundang riuh tawa dari semua orang.


"Astaga kak Bara. Apa urat malumu sudah putus?" Tanya Fitri sembari memegangi perutnya yang sakit karna tertawa.


"Sepertinya sudah di tanggalkan urat malunya" Ujar mbak Ani yang menangis karena tertawa juga.


"Ya ampun baru kali ini aku datang ke acara pernikahan yang kocak seperti ini" Kata mas Surya menimpali.


                ***********************


"Apakah sepupumu memang seperti itu?" Tanya Sakha pada Rainun yang masih tertawa melihat tingkah Bara.


"Bara memang seperti itu. Pasti salah satu di antara mereka ada yang mendalangi" Jawab Rainun yang menunjuk gerombolan sepupunya itu.


"Acara ini jadi semakin seru" Ujar Sakha yang juga tak berhenti tersenyum melihat Bara.


"Lihatlah kedua pengantin itu sampai tak berhenti tertawa." Imbuhnya.


 Ketika magrib datang, MC menghentikan acara sementara. Para tamu undangan kembali di persilahkan untuk menikmati hidangan atau beristirahat menjalankan ibadah magrib.


Setelah kurang lebih empat puluh menit acara terjeda, mereka kembali melanjutkannya.


"Selamat malam semuanya!!!" Seru MC


"Terimakasih pada keluarga dan tamu undangan yang masih berada di sini. Ikut memerihkan dan merasakan kebahagiaan yang di rasakan kedua mempelai. Semoga di berikan kelancaran hingga akhir acara pada malam ini" Ujar MC

__ADS_1


 MC kemudian memandu acara lempar bunga. Semua keluarga dan tamu yang belum menikah, berkumpul untuk mendapatkan bunga termasuk Sakha dan Rainun.


Konon katanya, orang yang mendapatkan bunga itu akan segera mendapatkan jodoh. Semua orang disana bersorak gembira. Sebelumnya kru WO memutar sebuah lagu, keluarga dan tamu undangan di minta berjoged bersama - sama mengikuti gerakan yang di pandu oleh tiga orang penari.


 Keseruan terjadi saat itu. Sorak sorai terus saja keluar dari orang - orang yang ada di sana. Terutama saat pengantin akan melemparkan bunga.


"Siap semuanya!!!!" Seru MC pada muda mudi yang sudah berada di depan pengantin.


"Kita mulai ya. Siap - siap untuk pengantinnya. Ayo kita hitung sama - sama. Satu, dua, tiga" Seru MC. Kedua pengantin kemudian melemparkan buket bunga itu.


Sakha berhasil mendapatkan bunganya. Kemudian ia memberikannya pada Rainun. Kejadian itu kembali membuat sorak sorai menggema di sana.


"Wah ternyata pasangan adik dari pengantin yang mendapatkan buket bunga. Selamat untuk kalian semoga segera menyusul kakaknya ke pelaminan" Ujar MC memberikan selamat.


"Acara selanjutnya kita masih akan seru - seruan bersama. Kalian lihat balon - balon di hadapan pengantin?" Ujar MC.


"Ada seratus balon disana. Di antara balon - balon tersebut ada beberapa balon yang berisikan gulungan kertas berhadiah. Hadiahnya yaitu. Uang tunai satu juta rupiah untuk dua orang pemenang, tiket menginap di homestay yang berada di resort ini selama tiga hari dua malam untuk dua orang pemenang, kemudian ada emas seberat satu gram untuk dua orang pemenang, selanjutnya ada uang tunai lima ratus ribu rupiah untuk dua orang pemenang, yang terakhir ada masing - masing sepuluh tiket masuk resort geratis untuk dua orang pemenang" Kata MC mengumumkan hadiah.


"Kak, aku akan ikut mengambil balon itu. Waah hadiahnya menggiurkan" Kata Rainun.


"Jangan sayang. Kau bisa tertabrak - tabrak nanti" Larang Sakha.


"Tapi kan seru kak" Jawab Rainun.


"Tidak sayang. Kau mau hadiah apa nanti akan aku beri. Tapi jangan ikut itu. Itu akan berbahaya untukmu" Ujar Sakha. Kali ini ia menatap tajam ke arah Rainun.


Rainun hanya mengangguk pasrah saat mendapatkan tatapan tajam yang mengerikan itu.


"Baiklah - baiklah. Tapi berjanjilah beri aku hadiah" Pinta Rainun.


"Iya sayang. Aku akan memberikan hadiah padamu nanti" Jawab Sakha. Ia lalu membelai lembut kepala Rainun.


"Silahkan bersiap-siap untuk mengambil balon yang ada di sana. Siap semuanya!!!! Satu, dua, tiga" Seru MC semua orang yang menginginkan hadiah berlari mengambil balon.


Mereka kemudian memecahkan balon yang sudah di ambil. Kehebohan terjadi. Teriakan bahagia keluar dari orang - orang yang mendapatkan hadiah. Kali ini Indah dan Fitri juga mendapatkan hadiah itu.


"Aaaaaaa aku dapat uang tunai lima ratus ribu!!" Teriak Indah girang.


"Aku mendapat tiket menginap di homestay resort!!!!" Seru Fitri tak kalah girang. Mereka berdua lalu berpelukan karena bahagia.


"Ah, aku hanya mendapat ucapan terima kasih karena sudah berpartisipasi" Ujar Bara lemas sembari menunjukkan kertas di tangannya.


"Hm kau benar, akupun mendapatkan yang sama denganmu" Kata mbak Ani lalu mengajak Bara tos.

__ADS_1


Semua orang terlihat bahagia. Terutama kedua mempelai yang puas dengan acara malam ini. Acara masih berlanjut hingga pukul sembilan malam. Setelah itu, para tamu dan keluarga beristirahat di kamar yang sudah di siapkan sesuai dengan kode yang sudah mereka dapatkan dari undangan yang dikirim.


__ADS_2