Dicintai CEO Dingin

Dicintai CEO Dingin
39. Hadiah


__ADS_3

Hari ini Rainun masuk kantor agak siang karena harus mengantar Raihan dan Sofia ke bandara. Sesampainya di sana, ia di kejutkan dengan boneka besar dan buket bunga yang sudah ada di ruangannya. Ia kemudian kembali keluar ruangan dan menuju ruangan asistennya.


"Mbak. Itu boneka dan buket kiriman dari siapa?" tanya Rainun sedikit takut. Ia masih merasa trauma dengan kiriman - kiriman misterius yang di tujukan padanya.


"Tadi ada orang yang mengantar. Ia membawa mobil pak Sakha, mungkin supirnya" jawab mbak Salma.


"Baiklah terima kasih mbak" kata Rainun. Ia kemudian kembali ke ruangannya.


"kenapa kak Sakha tak mengabari jika mengirimkan sesuatu" gumam Rainun.


Tringgg...


Suara dering telfon Rainun. Ia buru - buru mengangkat panggilan vidio itu saat melihat nama yang tertera di sana.


"Sayang, apa kirimanku sudah sampai?" tanya Sakha.


"Iya, sudah ada di ruanganku. Kau tau aku hampir saja membuangnya. Kenapa kau tak memberi nama pengirim, kau tau kan aku sedikit trauma dengan kiriman misterius" beo Rainun.


"Malam - malam begini aku malah kena omel kekasihku ini" keluh Sakha. "Maafkan aku sayang, lain kali aku akan mengantarkannya langsung" Sakha tersenyum.


"Terima kasih kak, hadiahmu sedikit mengobati rinduku" kata Rainun yang memeluk boneka itu.


"Tekanlah tombol yang ada di boneka itu sayang" perintah Sakha.


"Memangnya ada?" Rainun memutar - mutar boneka di pangkuannya.


"itu di kalungnya" Sakha memberi tau. Rainun kemudian menekan tombol kecil itu.


"Aku mencintaimu Rainun" terdengar suara boneka yang menggemaskan. Rainun terkekeh mendengarnya. Sakha ikut tersenyum melihat kebahagiaan kekasihnya itu.


"Kapan kau pulang kak? Esok kami akan berangkat famgeth" tanya Rainun.


"Aku belum bisa pulang sayang. Maafkan aku" kata Sakha. Tampak raut kekecewaan di wajah Rainun yang berusaha ia sembunyikan dengan senyuman.


"Baiklah tak apa kak. Kau sedang apa?" tanya Rainun.


"Aku baru pulang dan sedang beristirahat di kamar." jawab Sakha "Apakah bang Raihan dan kak Sofia sudah berangkat honeymoon?" lanjutnya.


"Iya, pagi tadi aku mengantar mereka ke bandara. Sepertinya akan memakan waktu agak lama karena abang juga ada pekerjaan di singapur" cerita Rainun.


"Sayang, aku akan menghubungimu lagi nanti" kata Sakha. Rainun mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Huuh nasibku memiliki kekasih yang super sibuk" keluh Rainun, ia kemudian tersenyum dan memainkan boneka di pelukannya yang mengeluarkan suara itu.


...****************...


"Bos, kita harus berangkat sekarang" Toni mengingatkan.


"Baiklah" jawab Sakha singkat. Mereka kemudian keluar dari kamar hotel menuju ke sebuah tempat.


...****************...


Pagi itu kantor Rainun tampak ramai. Semua orang terlihat bahagia hari ini.


"Apa semua sudah siap?" Tanya Rainun.


"Semua sudah beres Rai. Baiklah kalau begitu kita berangkat" kata mas Surya.


Para pegawai menaiki dua bus besar sedangkan beberapa rekan Rainun membawa mobil milik masing - masing. Mbak Ani dan mbak Salma tak lupa mengajak anak mereka untuk ikut dalam acara famgeth perdana ini.


Rainun sendiri memilih menaiki bus bersama pegawainya. Ia bersama Bara dan Fitri naik di bus satu. Sedangkan Indah dan mas Surya berada di bus dua. Keseruan terjadi di dalam bis, mereka bernyanyi bersama di sepanjang perjalanan. Candaan yang di lontarkan juga kerap kali mengundang tawa di dalam bis. Rainun sangat menikmati keseruan ini.


"Kak Sakha tak jadi ikut?" tanya Bara


"Tidak, dia masih di Jerman karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan" kata Rainun.


"Ya kalau liburan pasti seru. Beda kalau urusan pekerjaan, pasti akan lelah" ujar Bara.


"Memang kalau bekerja tak bisa sambil berlibur?" tanya Fitri.


"Ya kalau pekerjaannya banyak, mana sempat berlibur" jawab Bara.


"Hmm sayang sekali, sudah jauh - jauh sampai di Jerman tetapi tak bisa berlibur" kata Fitri.


"Ah kau ini pikirannya hanya berlibur saja. Cari suami yang kaya dong biar bisa liburan terus" ledek Bara. Rainun tersenyum melihat perdebatan kedua rekannya itu.


"Kak Sakha itu punya adik laki - laki tidak? Barang kali aku bisa mendekatinya" Fitri terkekeh.


"Tidak, dia anak satu - satunya" Jawab Rainun.


"Yaaa hahahahaha" Bara tertawa meledek Fitri ketika mendengar jawaban dari Rainun.


Setelah menempuh perjalan selama satu setengah jam, mereka akhirnya sampai di sebuah tempat glamping. Semua orang satu persatu turun dan berkumpul di halaman parkir yang luas sebelum bersama - sama memasuki tempat wisata itu.

__ADS_1


"Wah mas Surya, mbak Ani dan teamnya memang luar biasa. Mereka menyiapkan semuanya dengan sangat baik" puji Rainun.


Merka kemudian meletakkan pakaian yang di bawa ke dalam tenda yang sudah di sediakan. Tenda yang di pakai oleh pegawai berkapasitas dua puluh orang dengan tempat tidur portabel yang cukup nyaman. Mereka di bagi sesuai dengan gender.


"Apa semuanya sudah kebagian mas?" tanya Rainun pada mas Surya yang terlihat sibuk menghandel.


"Sudah semua Rai. Tinggal kau dan Indah yang belum kebagian kamar" kata mas Surya terkekeh.


"Lalu aku dan Indah tidur di mana?" tanya Rainun.


"Nanti kalian bisa menempati tenda yang berkapasitas dua orang itu" ujar mas Surya. Rainun mengangguk mengerti. Ia kemudian menuju ke tenda yang di tunjukan oleh mas Surya.


Tenda yang berkapasitas dua orang itu berada lebih dekat dengan sungai. Sedangkan tenda lainnya berada di bagian atas.


"Kak Rai, ini agak menyeramkan. Tenda kita berada cukup jauh dari mereka dan hanya kita yang menempati tenda berkapasitas dua orang" kata Indah.


"Jangan takut, kan ada aku. Lagi pula di sini penerangannya bagus" Rainun menenangkan. Setelah meletakkan barang, mereka kemudian kembali naik dan berkumpul di sebuah tanah lapang yang tak jauh dari tenda - tenda besar.


Di sana para pegawai sudah menunggu Rainun untuk menyampaikan sambutan.


"Terima kasih untuk kalian semua yang sudah ikut memeriahkan acara family gathering ini. Acara ini sengaja kami selenggarakan untuk mempererat kekeluargaan kita. Selain itu ini adalah salah satu bentuk apresiasi dari kami atas kerja keras kalian yang membantu membuat RR Eksportir lebih maju. Semoga dengan acara yang akan di buat rutin setiap tahunnya ini, kalian akan lebih semangat dalam bekerja" ucap Rainun. Ia kemudian mengembalikan mikrofon kepada kru E.O yang menjadi MC.


"Selanjutnya kami akan memberikan penghargaan untuk pegawai teladan" Mbak Ani kemudian memanggil sepuluh orang yang di katagorikan menjadi pegawai teladan. Rainun dan Rekan secara bergantian memberikan penghargaan berupa piala juga buket uang pada pegawai yang teladan itu.


Mereka semua kemudian melakukan sesi foto bersama.


Acara kemudian di lanjutkan dengan game kekompakan. Game kali ini di pandu oleh Event Organizer yang mereka sewa. Berbagai macam game mereka mainkan bsrsama - sama. Mereka semua larut dalam kegiatan yang seru itu. Sorak sorai dan suara tawa membuat tempat wisata itu menjadi begitu ramai. Tak lupa mereka juga memberi hadiah pada kelompok yang menang.


Setelah selesai dengan game, mereka kemudian beristirahat dan makan siang. Kegiatan selanjutnya adalah out bond yang di tutup dengan kegiatan arung jeram di aliran sungai dekat tempat mereka berkemah. Semuanya sangat antusias mengikuti setiap kegiatan. Rainun sangat bahagia melihat semua orang bahagia di sana.


"Kak Rai, dimana tas yang berisi sendal kita?" tanya Indah.


"Ah, itu ada di dalam bus. aku lupa membawanya" jawab Rainun. "aku akan mengambilnya" lanjutnya.


"Apa perlu di temani?" tanya Indah.


"Tidak perlu, tetaplah bersama mereka. Aku hanya sebentar" Rainun kemudian berjalan menuju ke tempat bus mereka terparkir.


Jarak dari tempat outbond ke parkiran kendaraan memang sedikit jauh. Rainun dengan santai berjalan sambil melihat - lihat sekitarnya.


"Tempat ini memang luar biasa. Aku bisa merasakan susasana hutan dengan cara yang nyaman dan aman. Bahkan suara burung jelas terdengar di sini" gumam Rainun sambil berjalan. Tak lama kemudian ia sudah sampai di bus. Ia segera mengambil tas yang di maksud dan berjalan kembali ke dalam.

__ADS_1


Grepp....


Tiba - tiba saja ada seseorang yang menarik tubuhnaya dan membekap mulut Rainun dari belakang. Mata Rainun terbelalak kaget, ia sangat ketakutan. Rainun mengedarkan mata mencari orang yang bisa di mintai bantuan, namun sayangnya tak ada orang lain yang lewat di sekitarnya.


__ADS_2