
"Ada kok Mam." jawab Juan lesu. Hendra sedang berbincang dengan Pak Yahya. Ternyata Pak Yahya adalah orang yang memiliki ide turnamen sepak bola. Dia juga yang mensponsori acara ini. Karena Pak Yahya adalah orang yang suka dengan sepak bola. Makanya, acara ini digunakan untuk mencari bakat atlit sepak bola untuk anak usia remaja. Mungkin ini salah satu alasan Hendra mau mendampingi Juan diacara sebesar ini, karena sebenarnya Hendra sudah tahu siapa yang berkuasa dibalik acara ini.
"Oh ya sayang, ini sudah jam 9 malam. Emangnya kamu gak ngantuk?" tanya Citra sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.
"Iya bentar lagi Mam. Oh ya Mam. Besok jangan lupa jemput kita ya. Besok pagi masih ada acara karya wisata soalnya." kata Juan menjelaskan ke maminya.
" Iya sayang. Kamu hubungi mami ya kalo udah deket dari sekolahan kamu. Biar kamu gak lama nunggunya." jelas Citra.
"Ok dah Mam."
"Oh ya Mam. Ku tutup dulu ya. Daaa mami." kata Juan dan menutup sambungan telponnya.
Citra memejamkan matanya dan mengambil nafas dalam-dalam. Dia bergegas melajukan mobilnya ke kos-kosan Meli, karena Citra sudah berjanji akan mengunjungi Meli.
----------------------------------------------------------------------------------
Braaaaakkkk.... Suara tubuh seorang gadis dilempar oleh seorang pemuda. Meli meringis kesakitan menahan sakit disekujur tubuhnya.
"Berani kau ya melawanku sekarang." kata pemuda itu menghampiri tubuh Meli dan menjambak rambutnya.
"David, ampun." kata Meli memelas.
__ADS_1
David tak menghiraukan Meli yang meminta belas kasihan padanya. David menyeret tubuh Meli, dan akan membawanya ke dalam kamar. Lalu David melemparkan tubuh Meli ke lantai. David akan melanjutkan aksinya. Tapi tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya. David menoleh ke orang itu.
"Apa urusanmu hah?" bentak David.
"Melll... Melliii.. Bangunnnn.. Ayo cepat bangun." bentak Citra ke Meli agar cepat bangun.
"Ayo kemari. Ambillah barangmu lalu kemarilah." titah Citra. Meli kemudian mengambil tasnya dan akan menghampiri Citra. Tapi saat Meli tiba di depan pintu, lengannya ditarik oleh David. Dengan cepat, Citra lantas mendorong pintu tersebut dan tangan David terjepit pintu. David tersungkur menahan sakit ditangannya.
"Lebih baik kau jangan ikut campur urusan kami. Meli pacarku." bentak David. Citra tak gentar dengan bentakan bocah itu.
"Gangguan kepribadian antisosial, gangguan eksplosif intermiten, gangguan kontrol impuls. Seseorang dengan penyakit psikologis bisa melukai dirinya sendiri dan orang lain. Dan ini berada di bawah hukum khusus, dan kau bisa masuk ke RSJ." ancam Citra balik ke David. David terdiam. Lantas tertawa.
"Apa kau mengatakan kalau aku ini gila dan menyuruhku untuk masuk RSJ? Memang kau siapa? Kau hanya orang asing." remeh David.
Di ruangan kerjanya, Citra merawat luka Meli. Dahinya robek dan mengeluarkan banyak darah. Sehingga, Meli harus mendapat jahitan di dahinya.
"Mengapa Mel, kau tidak meninggalkan dia saja?" tanya Citra. Meli terdiam sejenak.
"Aku tidak bisa Dok. Dia sebenarnya bukan orang brengsek. Dia memanfaatkan ku untuk kebaikannya. Dan aku akan merubah dia ke arah yang lebih baik lagi." jawab Meli
"Bodoh. Tidak ada orang yang skan berubah secepat itu Mel. Apa kau tidak pernah berfikir kalau dia akan membunuhmu? kata Citra lagi.
__ADS_1
"Aku mencintainya Dok." kata Meli menangis.
"Sudahlah." Citra mengelus pundak Meli untuk menenangkannya.
"Apa kau sudah tahu siapa wanita itu?" tanya Meli tiba-tiba. Citra mengangguk tanda dia sudah mengetahui siapa wanita itu.
"Dia hamil Mel. Tapi dia akan aborsi." lanjut Citra.
"Baguslah, setidaknya dia tidak menginginkan bayi itu."tandas Meli kesal. Citra hanya tidak tahu lagi bagaimana agar Meli mau menjauhi David.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ys.😊