Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 7


__ADS_3

Sesampainya di toko kue Amanda langganan Citra, Juan langsung menemui owner dari toko tersebut. Dengan antusias Juan mengemukakan ide kreasinya tentang kue seperti apa yang bagus untuk hadiah ulang tahun sang papi. Si owner yang bernama Lia itu hanya bisa menganggukkan kepala tanda mengerti keinginan dari remaja 13 tahun tersebut. Setelah dirasa apa yang diharapkan sudah disepakati dengan owner, Juan menghampiri maminya dan mengajak pulang. Tak lupa sebelum pulang Citra langsung membayar lunas pesanan kue tart yang akan diambilnya besok sekitar jam 2 siang.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba Juan menginginkan untuk membeli pizza. Citra pun menyetujui permintaan Juan. Sekalian dia memesan 2 box fried chicken untuk santap malam nanti. Citra melajukan mobilnya, dan sekitar 15 menit mereka sudah sampai di rumahnya. Juan langsung menuju dapur,, dan meletakkan pizza nya disana. Maminya menyuruh Juan untuk mandi terlebih dahulu sebelum ia memakan pizza nya itu. Citra pun juga mandi karena badannya sudah dirasa lengket.


30 menit setelah acara bersih- bersih, mereka bersamaan tiba di meja makan dan menyantap makanan yang dibeli tadi.


"Sepi ya Mam, kalau gak ada papi." kata Juan tiba-tiba.


" Papi tadi pagi kan sudah bilang sayang, kalau malam ini gak bisa pulang karena harus ngecek tempat untuk acara besok sama teman- temannya papi." jelas Citra lembut kepada anaknya karena Juan sudah mulai merasa kesepian jika tak ada papinya. Memang, selama ini papi nya lah yang sering menemani Juan jika Citra ada pasien darurat di Rumah Sakit. Tapi, 2 tahun terakhir ini papi nya jarang menemani Juan seperti dulu.

__ADS_1


" Iya sih Mam. Jadi gak sabar deh nunggu acara ulang tahun papi besok." lanjut Juan dengan matanya yang berbinar-binar. Citra pun tersenyum, lega karena penjelasannya tadi dapat dimengerti oleh sang anak.


" Oh ya sayang. Besok mami pulang cepat dari Rumah Sakit. Trus ambil pesanan kue. Habis itu jemput kamu ya di sekolah." katanya dambil mencocol saus keju.


"Ok deh Mam." jawab Juan kemudian meminum air putih di depannya. Tampak dia sudah kenyang. Lantas dia meminta maminya itu untuk menemaninya untuk menonton film action favoritnya yang biasanya ditemani oleh papinya. Setelah merapikan meja makan, Citra bergegas menuju ruang keluarga, dimana Juan sudah menunggunya.


"Nggak lah Mam. Seru tau." jawab Juan yang masih tak mengalihkan pandangannya dari layar LED di depannya.


" Ish... orang berantem dibilang seru." timpal Citra kemudian sambil terkekeh. Juan tiba-tiba tidur dipangkuan maminya. Dengan sabar Citra setia mendampingi anaknya menonton acara favoritnya. Sambil mengelus rambut Juan, dilihatnya anaknya itu ternyata sudah tertidur. Entah sejak kapan Juan tertidur di pangkuan maminya itu.

__ADS_1


Perlahan Citra membangunkan Juan dengan lembut agar anaknya tidak kaget.


"Sayang, pindah ke kamar gih." pinta Citra lembut ke Juan. Juan mengucek matanya itu. Dia baru tersadar kalau dia sudah tidur daritadi.


"Aku ke kamar dulu ya Mam." ujarnya sambil mencium pipi maminya. Citra mematikan tv dan dia pun juga bergegas masuk ke kamarnya untuk tidur. Lagi. Malam ini dia kesepian tanpa sosok suami disampingnya.


Suara burung berkicau membangunkan tidur Citra yang tak begitu nyenyak. Buru- buru dia mandi, lalu menyiapkan sarapan untuk anaknya. Seperti biasa, pukul 6 Citra membangunkan Juan untuk segera mandi dan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah. Pagi ini Citra yang me gantar anaknya ke sekolah.


" Belajar yang rajin ya sayang." pesan Citra ke Juan sambil mencium kening Juan. Juan melambaikan tangannya, dan dia berlari menuju sekolahnya. Citra pun langsung menuju Rumah Sakit karena memang barusan ada pasien darurat yang harus segera ditanganinya.

__ADS_1


__ADS_2