Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 43


__ADS_3

Citra hampir sampai di rumahnya. Saat dia akan berjalan masuk ke rumahnya, ia melihat mobil Dewi sudah datang. Laku keluarlah Dewi dari mobilnya sambil menatap tajam ke arah Citra. Dewi menghampiri Citra.


"Apa kau bertemu dengan suamimu?" tanya Citra lembut.


"Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Dewi lirih.


"Aku sudah bilang padamu bahwa aku akan menceritakan segalanya padamu jika ada yang ingin kau ketahui." kata Citra tersenyum tipis.


"Kau sangat menjijikkan. Apa kau pikir kau itu sangat hebat hah? Apa kau pikir orang lain akan berpikiran sama ? Tidak Cit..!!" bentak Dewi.


"Kau sampah. Itulah dirimu." maki Dewi.


"Bagaimana denganmu? Kau melakukan liburan bersama Hendra serta selingkuhan nya. Dan kau berbahagia di atas penderitaan ku. Apa itu juga bukan sampah?" sindir Citra.


"Jadi? Apa kau ingin balas dendam padaku? Jadi, itukah sebabnya kau tidur dengan suamiku?" tanya Dewi sambil membentak.


"Iya." jawab Citra santai.


"Kau pasti ingin menghancurkan pernikahan kami karena pernikahanmu akan hancur kan? tapi tidak. Kau gagal. Kau tidak bisa menyelamatkan pernikahan mu, sedangkan aku akan menyelamatkan pernikahanku. Hal itu bukanlah sebuah ancaman bagi pernikahanku" bentak Dewi. Citra hanya tersenyum tipis dan tetap tenang.


"Kau tahu? Aku sungguh tidak peduli. Kau akan bercerai atau tidak, itu bukan urusanku. Sebagai teman, kau memilih untuk menipuku. Dan ini membuatku sangat sedih." ucap Citra datar.

__ADS_1


"Kau sungguh munafik. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai temanku." kata Dewi dengan tatapan tajam nya.


"Benarkah? Seandainya aku tahu kau berpemikiran demikian, maka kesedihanku akan berkurang." kata Citra lalu meninggalkan Dewi yang masih mematung.


****


Pagi harinya...


Tio menjadi salah tingkah dengan Dewi. Pagi ini ia hendak bekerja. Tapi Dewi masih tetap meladeninya seperti hari-hari biasanya. Mambuatkan sarapan dan menyiapkan baju untuk suaminya bekerja.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Tio. Tidak ada jawaban apapun dari Dewi. Ia masih sibuk memilih dasi untuk suaminya.


"Jawablah. Apa yang kau inginkan saat ini? Apa kau ingin meninggalkanku?" tanya Tio. Dewi berhenti dari aktivitasnya. Ia menoleh ke arah suaminya yang duduk di pinggiran ranjang.


"Aku menginginkan seorang anak. Aku ingin kita mempunyai anak." jawab Dewi. Tio tertegun.


"Mengapa kau selalu menginginkan itu?. Aaahhh... Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan melirik wanita lain lagi. Tapi sebagai gantinya, aku tidak ingin kita memiliki seorang anak." jawab Tio sambil memasang dasinya. Dewi sungguh kecewa dengan jawaban suaminya itu.


****


Milka terbangun dari tidurnya. Ia merasa pagi ini adalah pagi yang sangat membahagiakan untuk dirinya. Ia tersenyum bahagia, karena pagi ini ia bangun berada di pelukan Hendra.

__ADS_1


"Kita tidak akan putus lagi kan?" tanya Milka.


"Tentu saja tidak." jawab Hendra mengelus lengan tangan Milka.


"Kita akan tidur di ranjang yang sama ini setiap hari dan bangun bersama. Kita bisa tetap bersama sepanjang hari kan?" tanya Milka.


"Tentu saja sayang. Aku akan bersamamu sepanjang hari. Dan juga menemani bayi kita." jawab Hendra mengecup pucuk rambut Milka. Milka bahagia dengan ucapan Hendra. Lalu ia membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Hendra. Dia tersenyum cantik .Sangat cantik sekali.


"Aku pasti akan mendukungmu. Semua yang kau lakukan, aku pasti akan menemanimu." ucap Milka sembari mengelus pipi Hendra.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca. jangan lupa like dan komen ya..

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa...


__ADS_2