Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 32


__ADS_3

Citra tengah mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Suara gemericik air dari shower terdengar hingga di ruangan kamarnya. Seperti suara gemericik hujan yang sedang turun.


Hendra sedang duduk di ranjang sambil membaca laporan dari karyawannya. Dibalik lembar per lembar kertas yang ia pegang saat ini. Terdengar bunyi getar dari ponsel Citra yang sedang di charge di atas nakas, tepat di samping Hendra. Hendra melirik ke arah ponsel berwarna hitam itu. Diliriknya pintu kamar mandi yang masih tertutup dan suara air yang masih mengalir. Pertanda bahwa orang yang sedang berada di dalam belum selesai dengan aktivitasnya.


Hendra lalu melepas charger, dan mengambil ponsel Citra. Diusap layar ponsel itu. Terkunci. Hendra mencoba memasukkan kode PIN, namun salah. Dia mencoba kedua kalinya, tetap salah. Terdengar suara air berhenti dari dalam kamar mandi. Hendra segera mengembalikan ponsel itu ke tempat semula.


Namun naas. Karena terburu-buru, ponsel itu lalu jatuh tepat di bawah ranjang. Dengan cepat Hendra meraih ponsel Citra, namun tak didapatinya. Hendra menoleh ke arah pintu kamar mandi. Belum terbuka. Lalu ia turun dari ranjangnya dan merogoh kolong ranjang untuk mengambil ponsel Citra. Setelah di dapati ponsel itu, dengan cepat ia men-charge kembali ponsel Citra dan kembali lagi ke atas ranjang.


Mata Hendra membulat sempurna. Saat didapati istrinya sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan berbalutkan handuk yang membungkus rambutnya.


"Maaf aku memeriksa ponselmu." kata Hendra gugup.


"Kenapa Mas?" tanya Citra datar dan santai seperti biasanya.


"Eeehhmmm... Aku berniat membelikanmu ponsel baru makanya aku melihat lihat ponsel lamamu." kilah Hendra sambil mata nya tak berani menatap istrinya yang kini sudah menghampirinya.


Citra kemudian melepas charger ponselnya.


"Kau mau melihatnya Mas? Ini, ambillah." kata Citra sambil memberikan ponselnya ke Hendra. Namun Hendra menolaknya.

__ADS_1


"Oh... Tidak usah. Aku sudah melihatnya. Ya sudah, aku ke ruang kerja dulu. Mau menaruh berkas ini." jawab Hendra mengambil laporan tadi dan membawa ponselnya sendiri.


Hendra keluar dari kamarnya. Di luar kamar, ia bernafas lega. Tapi rasa curiga dan penasaran tidak bisa ditutupinya lagi.


Citra pun bernafas lega. Lalu membuka ponselnya. Ia membuka pesan, karena ada notifikasi pesan dari Tio.


"Aku sudah mendapatkan apa yang kau mau." isi pesan singkat dari Tio. Tatapan Citra pun tajam, ingin tahu apa informasi yang dimiliki Tio.


"Milka, mengapa kau tidak menjawab telponku? Apakah kita benar-benar berakhir?" isi pesan Hendra untuk Milka. Milka hanya membaca pesan itu dan masih marah ke Hendra.


****


Pagi harinya Citra berangkat ke Rumah Sakit seperti biasanya. Dia menuju ruangannya. Ada Dokter Edwin yang juga baru datang.


"Oh... Pagi juga." jawab Citra singkat sambil menganggukkan kepalanya.


"Apa kau kurang tidur? Ku lihat matamu merah." tanya Edwin sambil berjalan di samping Citra. Citra kemudian berhenti dari langkahnya.


"Itu hal biasa bagiku. Terimakasih atas perhatianmu." jawab Citra datar dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Edwin. Dengan langkah cepat, Citra menuju ruangannya.

__ADS_1


"Hai... Ed...." sapa Dina melambaikan tangannya ke Edwin, namun Edwin tidak mengetahuinya karena ia tengah berlari mengejar Citra. Dina dibuat heran akan hal itu.


"Citra tunggu. Aku adalah psikiater baru di Rumah Sakit ini. Jika kau membutuhkan bantuanku, maka aku akan membantumu. Sekarang aku memiliki tanggungjawab akan kesehatan mental para staf di Rumah Sakit ini. Itu sebabnya tadi aku bertanya padamu. Jika kau merasa tidak nyaman akan hal itu, Maafkan aku" kata Edwin penuh kesabaran. Dina yang melihat mereka sedang mengobrol dibuat penasaran tentang apa yang sedang mereka bicarakan.


"Iya. Aku paham. Mungkin lain kali aku bisa mengobrol denganmu Dok. Sekali lagi terimakasih atas perhatianmu." kata Citra tersenyum lalu menuju ruangannya.


Seperti biasa, Citra memeriksa pasien yang datang hari ini. Kemudian, ponselnya berdering.


"Halo Dewi.. " ucap Citra.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen.


Selamat menjalankan ibadah puasa..


__ADS_2