Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 36


__ADS_3

Citra merasakan pusing di kepalanya akibat mengingat insiden kecelakaan mobil kedua orang tuanya. Dia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia membuang nafas dengan kasar, seolah beban yang ada di dadanya kini berkurang.


Lamunannya buyar, tatkala ada seseorang yang mengetuk kaca jendela mobilnya. Citra menoleh ke arah suara. Dilihatnya orang tersebut adalah David. David kemudian memberikan isyarat kepada Citra untuk menurunkan kaca jendela nya. Ada hal yang akan dibicarakan dengan Citra. Citra menuruti perintah David itu. Ditekan tombol untuk menurunkan kaca jendela mobilnya.


"Jadi, kau ingin kita berbicara di sini atau ke tempat lain?" tanya David. Citra memutuskan untuk berbicara dengan David di taman sebelah Rumah Sakit.


"Katakan, ada apa kau menemui ku?" tanya Citra sesampainya mereka di taman. David yang berdiri di hadapan Citra menatap Dokter cantik itu dengan tatapan tajam.


"Kenapa kau terburu-buru Dok." sindir David.


"Aku tak punya banyak waktu untuk meladenimu. Jika tidak ada hal penting, jangan mengganggu ku. Atau aku akan melaporkan mu atas tindakan tidak menyenangkan." ucap Citra setenang mungkin.


"Ck.... Rupanya Bu Dokter satu ini suka sekali dengan hukum yaaa... Baiklah, kalau begitu aku juga akan menuruti hukum yang berlaku." ucap David. Citra mengernyitkan kedua alisnya tanda tidak paham akan ucapan David.


"Apa maksudmu?" tanya Citra.


"Kau memberikan obat itu kepada Meli, dan menyuruhnya untuk memata-matai suamimu?" tanya David. Citra terkejut atas penuturan pria itu.


"Bisakah seorang dokter melakukan hal itu?" tanya David lagi.


"Jika orang-orang tahu kalau kau memberi diagnosa yang salah kepada orang sehat, apa yang akan terjadi padamu?" lanjut David. Citra kini sedikit gugup. Bagaimana bisa David mengetahui hal itu. Citra masih diam.

__ADS_1


"Dokter Citra, apa yang terjadi pada seorang dokter yang berani berbohong tentang pasien nya dan mengancam akan memalsukan evaluasi psikis?" cecar David. Citra mulai gugup saat ini.


"Kenapa? Apa kau takut sekarang?" sindir David.


"Kau tidak tahu apa-apa. Aku melakukan itu untuk menyelamatkan pasien ku atas orang seperti dirimu." jawab Citra tenang. David mulai emosi. Ia melemparkan jaket yang ia pegang sedari tadi ke arah Citra.


"Omong kosong apa itu? Kau hanya pura-pura bertindak seperti dokter kan? Kau tidak memenuhi syarat kan?" David memulai bicara ngawur nya. David ini bodoh atau apa. Sudah jelas-jelas Citra adalah direktur di Rumah Sakit itu, dan kini David mempertanyakan kemampuan Citra? Hhhh, yang benar saja.


"Jadi, apa maumu sekarang?" tantang Citra.


"Aku punya banyak orang yang akan aku laporkan atas tindakanmu itu. Rumah Sakit mu, Asosiasi Dokter. Siapkan dengan cepat uang 500 juta. Untuk menjaga lisensi doktermu, uang segitu tidak banyak kan?" tantang David. Rupanya David memeras Citra atas diagnosa yang dibuatnya untuk Meli. Citra melakukan itu semata-mata untuk melindungi Meli dari orang seperti David.


"Kau tahu? Aku sungguh tidak peduli." jawab David meninggalkan Citra. Citra kini terdiam. Pikirannya kalut. Sehari ini, dia sangat tertekan sekali atas ulah orang-orang yang mengganggu pikirannya.


"Jangan lupa yaaa.. 500juta." teriak David lagi sambil menjau meninggalkan Citra.


****


Juan sedang ada di pinggir jalan menunggu jemputan dari mami nya yang tak kunjung datang. Dilihat jam di ponselnya, sudah pukul 6 sore. Tak biasanya mami nya itu terlambat menjemput nya. Akhirnya Juan menelpon papinya untuk menjemputnya.


Tak lama kemudian, mobil Hendra terlihat.

__ADS_1


"Hai sayang, lama ya nunggunya?" kata Hendra sambil membukakan pintu mobil untuk Juan.


"Lumayan lah Pap. Memang mami kemana sih Pap? Aku telpon kok gak diangkat?" tanya Juan sambil memasang sabuk pengaman.


"Biasa sayang, mungkin mami ada pasien darurat seperti biasanya." jawab Hendra. Juan mengerti akan alasan papinya itu. Memang, terkadang mami nya mendapat pasien darurat di Rumah Sakit.


Kini mereka meluncur menuju restoran terdekat untuk makan malam bersama.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen.


Selamat menjalankan ibadah puasa...

__ADS_1


__ADS_2