Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 19


__ADS_3

"Apa kau benar-benar mempercayainya?" tanya Citra tiba-tiba dengan wajah tenang dan kalem seperti biasanya. Milka menoleh ke arah Citra berdiri.


"Tentu saja aku mempercayainya. Hubungan kita bukan hanya hubungan cinta satu malam. Tapi kita telah bersama selama 2 tahun. Dan dia masih sangat mencintaiku. Dan dia bilang kalau dia akan menceraikan istrinya 2 bulan lagi." jawab Milka dengan senyum cantiknya. Citra terdiam mendengar jawaban Milka itu, lantas dia menertawakannya. Milka mengernyitkan dahinya tidak mengerti mengapa istri kekasihnya itu tertawa.


"Jika kau sangat mempercayainya, mengapa harus menunggu 2 bulan lagi untuk bercerai dengan istrinya?" tanya Citra. Milka tersenyum.


"Aku mempercayainya. Maka dari itu hubungan kita tidak akan sejauh ini." jawab Milka berlalu meninggalkan Citra yang tengah mematung. Tanpa terasa air mata mengalir dari kedua mata Citra.


Seusai makan malam bersama suami dan anaknya, Citra memotong beberapa buah apel. Dilihatnya kedua orang yang disayanginya itu kini tengah menonton sepak bola di televisi. Dengan kompak seorang papi dan putranya bersorak memberi support ke tim jagoan mereka. Citra masih terngiang-ngiang saran dari pengacara yang ditemuinya tadi. Juga terlintas di pikirannya saat Milka mengatakan bahwa suaminya akan menceraikannya 2 bulan lagi. Tak terasa, pisau tajam mengenai telunjuknya. Citra menjerit kecil, dan langsung menutup lukanya yang tengah mengeluarkan darah segar.


"Sepertinya Citra tahu deh Mas, kalau Hendra sedang berselingkuh?" kata Dewi ke suaminya saat dia menutup jendela kamarnya. Untuk sesaat, Dewi memperhatikan rumah Citra yang berhadapan dengan rumahnya.


"Aku rasa nggak deh. Hendra pasti akan menutupnya rapat-rapat." jawab Tio menerima kaos yang diberikan istrinya. Lantas dia memakai kaos itu.


"Jangan salah mas. Aku rasa Citra sudah mengetahuinya. Insting seorang istri itu sangat tajam." kata Dewi mengingatkan suaminya.


"Wooww, menyeramkan sekali ya." kata Tio tersenyum.

__ADS_1


"Aku pun juga punya insting yang kuat. Makanya kau harus berhati-hati." sindir Dewi.


"Tenang saja, aku selalu berhati-hati." jawab Tio sambil tertawa. Dewi langsung diam dan memperhatikan gelagat suaminya itu. Sadar jika sang istri menaruh curiga, lantas ia diam.


" Sudahlah. Jangan ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Hendra ketahuan atau tidak, itu bukan urusan kita." jawab Tio lalu mengajak istrinya tidur.


Pagi harinya, sesuai dengan saran pengacara kemarin, pagi ini Citra mendatangi bank tempat ia menyimpan uang hasil kerjanya selama ini.


" Tumben kau sendiri yang datang Dok? Biasanya suamimu yang mengurus ini semua." kata Rian kepada Citra selaku manajer keuangan bank di sini. Dia menyodorkan sebuah buku transaksi keuangan kepada Citra.


" Iya Pak. Akhir-akhir ini suamiku sedang sibuk." jawab Citra sambil mengecek data transaksi keuangan yang diberikan Rian tadi. Citra mengamati setiap detilnya.


"Tidak banyak yang bisa kau periksa, karena sebagian besar saldo di rekening bank mu sekarang dikelola oleh suamimu." jelas Rian. Citra menatap Rian tidak percaya. Tapi dia seolah-olah sudah mengerti.


"Dan kau memiliki beberapa bunga jatuh tempo. Ya, aku membicarakan pinjaman pegadaian. Sudah lewat 4 bulan, jadi ku pikir kau datang untuk itu." lanjut Rian.


"Dia mengambil pinjaman itu?" tanya Citra kaget.

__ADS_1


"Iya sudah sekitar 3 tahun. Dia bilang kau sibuk, dan membawa berkasnya sendiri. Hukum sudah berubah. jadi sekarang sudah tidak mungkin lagi. Tapi saat itu yang dia butuhkan adalah surat kuasa. Kami diberitahu bahwa kau sudah menyetujui semuanya" jawab Rian. Kedua mata Citra membulat sempurna. Dia hanya bisa tersenyum.


" Dia sepertinya berjuang akhir-akhir ini. Dia pasti tidak memberitahuku karena merasa bersalah." jawab Citra.


"Lalu apa ada hal lain lagi yang perlu ku ketahui?" tanya Citra lagi. Rian terdiam cukup lama untuk menjawab pertanyaan Citra itu.


"Dia juga mengeluarkan tabungan pendidikan atas nama putramu." jawab Rian.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakadih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya..


__ADS_2