
Citra lantas menuju lantai dua. Dia telah sampai di persimpangan ruangan. Ia memilih belok kanan ke sebuah ruang baca yang bisa melihat pemandangan dari kaca jendela. Citra berdiri sejenak di situ.
"Citra, kau sangat tidak sopan." tegur Hendra. Citra menoleh ke arah Hendra.
"Kenapa? Pak Yahya menyuruh kita untuk berkeliling." jawab Citra sambil tersenyum sinis. Hendra sudah gelagapan dibuatnya.
Lalu Citra beranjak untuk melihat guci yang ia lihat di meja yang ada di persimpangan ruangan tadi. Citra berhenti. Lalu mengambil guci itu untuk dilihatnya.
"Sayang, jangan menyentuh barang-barang milik mereka." ucap Hendra.
"Hhhmmmm. ini terlihat sangat mahal." kata Citra sambil mengamati guci yang ia pegang.
Milka mendengar suara orang yang sedang berbincang dari dalam kamarnya. Lantas ia keluar dari kamarnya. Kamar Milka terletak di sebelah kiri persimpangan. Betapa terkejut Milka, saat ia mendapati Hendra juga Citra ada di sini.
Begitupun Hendra. Dia sangat terkejut ada Milka saat ini dihadapannya. Citra lalu menoleh ke arah Hendra yang sedang terpaku. Citra tahu, siapa yang sedang dipandang suaminya saat ini. Lalu Citra menoleh ke arah kiri, dan mendapatkan target yang dicarinya daritadi.
Milka geram dengan ulah Citra. Jadi dia melangkah maju untuk berbicara dengan Citra. Langkah Milka semakin mendekat, lantas dengan sengaja Citra menjatuhkan guci mahal itu.
Ppyaaaarrrr!!!!
Suara guci pecah di lantai, membuat langkah Milka terhenti. Citra menutup mulutnya.
"Ya ampun. Aku tidak memegang nya dengan kuat." ucap Citra. Milka tersenyum sinis.
"Itu sebabnya tidak boleh menyentuh barang orang lain." sindir Citra sambil menoleh dan menatap tajam ke arah Milka.
Milka geram. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan tiba-tiba masuk ke rumah orang?" tanya Milka
"Apa maksudmu 'tiba-tiba masuk' ?" tanya Citra sambil menaruh tangannya di samping kiri dan kanan pinggangnya. Tatapannya seolah menantang.
"Kau cukup kasar. Kami adalah tamu undangan ibumu." sindir Citra. Hendra panik saat ini. Wajahnya merah padam.
"Mari kita makan...." kata Bu Yahya terpotong saat melihat guci nya pecah ber keping-keping di lantai.
"Maafkan aku Bu Yahya. Ini kesalahanku. Aku tadi memegang nya tidak kuat." kata Citra penuh penyesalan yang dibuat-buat.
Kini mereka sudah berkumpul di meja makan. Citra duduk berhadapan dengan Bu Yahya. Dan Hendra duduk berhadapan dengan Milka.
"Enaknya kita merayakan makan malam ini karena apa ya?" tanya Pak Yahya santai sambil tertawa. Milka menatap Hendra dengan tatapan yang sangat jengkel.
"Bagaimana kalau kita merayakannya atas nama dua keluarga yang bahagia." usul Bu Yahya sumringah.
"Boleh juga." timpal Pak Yahya.
Milka pun juga terkejut. Ia menoleh ke Hendra dengan tatapan ingin dijelaskan semuanya, karena Milka juga baru tahu kalau ayahnya adalah investor di usaha Hendra.
"Bagaimana kau bisa tahu?" kata Hendra ke Citra.
"Apakah itu penting sekarang?" jawab Citra datar.
"Maaf Dokter Citra. Menurutku kau bertingkah agak aneh hari ini. Apa kau mengalami kesulitan?" kata Bu Yahya hati-hati.
"Sepertinya begitu. ini sangat melelahkan." jawab Citra tertunduk.
__ADS_1
"Ohhh.. Memangnya apa yang terjadi? Kau kan punya keluarga yang bahagia." kata Bu Yahya merasa iba dengan Citra.
"Cih." kata Milka pelan namun bisa didengar Citra. Lalu Citra menekuk kedua tangannya di atas meja. Ia menatap Milka tajam.
"Apa ini menyenangkan bagimu?" tanya Citra ke Milka.
"Dia sedang tertekan. Aku minta maaf. Lebih baik kami permisi." ucap Hendra sopan.
"Ya. Aku rasa itu lebih baik." ucap Pak Yahya.
Citra menoleh ke Hendra. Ditatapnya suaminya itu.
"Ini semua karena suamiku. Dia berselingkuh." ucap Citra datarr. Bu Yahya terkejut mendengar penuturan Citra.
"Hentikan. Ayo pergi." ucap Hendra mengajak Citra pergi dari tempat itu.
"Aku kira orang tuamu belum tahu kalau kau sedang hamil Milka." ucap Citra menatap ke arah Pak Yahya. Kini suasana sangat kacau. Bu Yahya memegang dadanya, terkejut akan ucapan Citra.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya..
Selamat menjalankan ibadah puasa.