
Citra terpaku di pintu tatkala mengetahui siapa yang sedang duduk di sofa tersebut.
"Aku sudah mengatakan semuanya kepadamu, jadi aku permisi." kata David berpamitan kepada Dokter Fadil. Saat berpapasan di pintu, Citra melirik ke arah David.
"Seharusnya kau memberikan uangku Dok saat aku memintanya." kata David tersenyum licik penuh kemenangan karena David sudah menceritakan semua hal kepada Dokter Fadil yang merupakan ketua ikatan dokter di Rumah Sakit ini. Citra hanya diam mendengar perkataan David yang berlalu dari hadapannya.
"Benarkah apa yang dikatakan orang itu?" tanya Dokter Fadil. Citra melangkahkan kakinya untuk masuk ke ruangan itu.
"Benarkah bahwa kamu menyerang dan mengamcam orang itu untuk memenjarakannya?" tanya Dokter Fadil lagi. Hendra hanya menyaksikan Dokter Fadil yang sedang memarahi Citra.
"Aku punya alasan sendiri. Aku melakukan itu karena dia telah menyerang pasienku. Itu merupakan tindakan membela diri Dok." jelas Citra sedikit gugup.
"Ok. Kalau begitu, apa maksudmu menyuruh pasien untuk membuntuti suami mu?" tanya Dokter Fadil lagi.
"Kita memang punya masalah. Tapi kenapa kamu malah menyuruh pasienmu untuk membuntutiku? Kamu seorang dokter, bagaimana bisa kamu berbuat seperti itu ke pasienmu?" kini Hendra mulai bersuara memojokkan Citra.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Citra.
"Aku akan jujur. Jujur saja, aku sangat mengkhawatirkan istriku. Apakah kamu sudah melihat semua unggahan di web Rumah Sakit?" tanya Hendra.
"Pertama, mari kita periksa siapa yang mengunggahnya Pak. Ini jelas ada yang berusaha untuk menjebakku." kata Citra menatap Hendra.
__ADS_1
"Kamu yang berusaha menjebakku. Sudah berapa lama kau merencanakan bercerai denganku?" tanya Hendra lagi.
"Dokter Citra, apakah kamu akan bercerai?" tanya Dokter Fadil terkejut mendengar penuturan Hendra barusan.
"Itu kehidupan pribadi saya Pak. Jadi biarkan kami yang menyelesaikannya." ucap Citra lembut.
"Ok. Aku tidak akan mempertanyakannya lagi. Tapi, apa yang kamu lakukan itu sudah keterlaluan. Perbuatanmu bukan hanya melanggar etika medis, tapi perbuatanmu juga bisa mendapatkan hukuman pidana." kata Dokter Fadil yang masih memarahi Citra.
"Jika orang tahu kau memanfaatkan pasien untuk kepentingan pribadimu, itu akan mengakibatkan kerugian besar pada Rumah Sakit." ucap Dokter Fadil sudah mulai melunak.
"Aku akan menerima hukuman apapun yang layak ku terima. Tapi bisakah kita membicarakan ini tanpa adanya suamiku di sini? Dia bahkan bukan karyawan Rumah Sakit ini Pak." ucap Citra yang mulai kesal.
"Baiklah. Aku memang salah karena telah berselingkuh. Tapi kamu membuntutiku, bahkan kau menyerang dan mengancam seseorang. Itu tidak normal. Bagaimana bisa, aku mempercayakan Juan untuk diasuh orang sepertimu?" kata Hendra.
"Dokter Fadil apakah sudah tahu, kalau kedua orang tuamu meninggal karena kecelakaan yang tak terduga?" tanya Hendra. Citra membuang muka. Matanya mulai berkaca-kaca karena mengingat insiden itu.
"Apa dia tahu, bahwa kecelakaan itu mencurigakan?" kata Hendra lagi berusaha memojokkan Citra.
"Diam kau!!" ucap Citra berurai air mata.
"Kau sendiri yang bilang bahwa hari itu ibumu sangat aneh. Dia yang mengemudi mobilnya hingga kecelakaan. Mungkin ia sengaja melakukannya. Kau juga bilang, bahwa dia sangat menderita. Setelah tau ayahmu selingkuh dan meninggalkan ibumu. Apa kau yakin tidak akan berakhir seperti ibumu?" cecar Hendra.
__ADS_1
Plaaakkk!!! Tamparan mendarat di pipi Hendra.
"Apa yang kau inginkan?" bentak Citra.
"Dokter Fadil! Apakah aku boleh meminta pemeriksaan psikiatri atas nama Dokter Citra? Ku rasa aku membutuhkannya untuk sidang hak asuh anak." tanya Hendra.
"Dasar kau!! Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan." kata Citra dengan tatapan tajam.
Setelah itu Citra keluar dari ruangan Dokter Fadil. Hendra mengejar Citra. Namun langkahnya terhenti, karena Dokter Edwin afa di tengah pintu sengaja menghambat langkah Hendra yang akan mengejar Citra.
Citra berjalan cepat. Ia membuka jas putihnya dan menitipkannya di suster jaga. Dia berlari menuju mobilnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya..
Selamat menjalankan ibadah puasa..