Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 33


__ADS_3

Dewi mengajak Citra untuk meminum kopi di sebuah cafe pinggir jalan. Mereka duduk berhadapan.


"Sebenarnya, aku sangat menginginkan anak. Tapi Tio selalu menolaknya. Dan aku tidak tahu harus berbuat apa." kata Dewi tertunduk.


"Jika itu masalahnya, kau bisa berkonsultasi dengan dokter Dina. Karena dia adalah dokter kandungan." jawab Citra.


"Bagaimanapun, dia tidak akan mengerti karena dia belum pernah menikah dan memiliki anak."jawab Dewi sambil meremas jari-jarinya.


Citra meneguk kopinya.


"Ini masalah sensitif antara pasangan yang sudah menikah. Jujur saja, aku tidak ada orang lain untuk berbicara terus terang seperti ini selain kamu Cit." lanjut Dewi penuh senyum.


"Terimakasih. Aku bersyukur karena kau memperlakukan ku seperti ini." jawab Citra.


"Aku penasaran dengan apa alasan Tio tidak mau memiliki anak. Bagaimana hubungan dia dengan orang tuanya?" lanjut Citra bertanya ke Dewi. Diteguknya kembali kopi dari gelas yang sedari tadi ia pegang.


"Orang tuanya adalah orang biasa. Mereka tidak ikut campur dalam urusan kami." jawab Dewi penuh kelembutan.


"Terus, mengapa tidak melakukan konsultasi pasangan saja? Rumah Sakit kami mendapatkan psikiater baru, jadi kau bisa berkonsultasi dengannya" kata Citra meyakinkan Dewi. Dewi tersenyum, namun hanya kesedihan yang tampak.


"Dia pasti akan menentangnya. Dia tidak pernah mendengarkanku." jawab Dewi lesu.


"Sabar lah. Karena itu bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Aku harap kalian mendapatkan jalan tengah atas masalah kalian ini. Maafkan aku. Aku tidak bisa membantumu" kata Citra lembut memberi support ke sahabatnya itu.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu? Apa hubunganmu dengan Hendra baik-baik saja?" tanya Dewi tiba-tiba. Citra tertegun mendengar pertanyaan Dewi yang tiba-tiba itu.


"Setiap pasangan pasti punya masalah. Begitupun dengan kami. Kami tidak berbeda." jawab Cita penuh ketegasan sambil tersenyum tipis. Dewi menatap tajam ke arah Citra.


"Aku kemarin dari kantornya Tio. Ku rasa aku melihatmu kemarin di parkiran." kata Citra santai seperti biasanya.


"Aku juga melihatmu kemarin." Dewi menjawabnya cepat.


"Apa kau tidak penasaran ada apa aku ke sana?" tanya Citra sambil tersenyum.


Dewi pun tersenyum.


"Tio adalah penasehat keuangan yang sangat handal di kota ini. Jadi aku tidak heran jika kau datang menemuinya. Maafkan aku sudah menyita waktumu saat kau sibuk." kata Dewi beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Citra.


"Jika ada yang harus kau ketahui, aku akan menceritakan semuanya." ucap Citra saat Dewi akan melewati dirinya. Sontak, Dewi pun menoleh ke arah Citra yang tidak memandangnya. Dewi hanya tersenyum. Lalu beranjak pergi meninggalkan Citra.


"Mari kita bertemu malam ini jam 8. Aku menunggumu" isi pesan teks dari Tio. Citra hanya diam lalu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas dan kembali lagi ke Rumah Sakit.


Malam harinya, David yang kini tinggal di apartemen Meli merasa lapar. Ia nencari makanan di lemari es, tapi tak didapatinya makanan apapun. Hanya air mineral. Kemudian dia menuju dapur. Dia mencari di lemari makanan pun tidak ada. Dicarinya di laci, jiga tidak ada. Sampai pada akhirnya, David menemukan obat-obatan yang Meli sembunyikan.


Meli yang baru datang bekerja, langsung mengambil botol obat yang kini sedang dipegang David.


"Kembalikan itu." kata Meli sambil mengambil botol obat penenangnya.

__ADS_1


"Kau sudah berjanji tidak akan minum obat ini lagi." kata David.


"Emang kau pikir, aku memulai minum obat karena siapa hah?" bentak Meli.


"Aku sudah berhenti meminumnya. Aku tidak membutuhkan ini jika kau tidak ada di sini." lanjut Meli.


David tersenyum sinis.


"Selama ini aku penasaran. Bagaimana bisa dokter itu meyakinkanmu. Ternyata karena obat ini bukan?" kata David.


"Tidak, ini tidak seperti yang kau fikirkan." sergah Meli , karena ia melihat senyum licik di wajah David.


"Emang apa yang aku fikirkan?" sindir David dengan senyum liciknya. Entah apa yang tengah David rencanakan saat ini. Dengan 2 jarinya yang mulai mengetuk meja, Meli tahu kalau David sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang tidak baik pastinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan kmen.


Selamat menjalankan ibadah puasa..


__ADS_2