
Milka kemudian menutup pintu kamar, dan membiarkan Juan untuk melihat-lihat di dalam.
"Apa maksudmu jika itu kamarnya? Kamu belum membahas ini denganku?" tanya Milka dengan suara agak pelan.
"Kamar itu kosong. Jadi aku fikir, apa salahnya untuk dibuat kamarnya Juan." terang Hendra.
"Seharusnya, kamu ngomong dulu dengan ku. Bagaimana bisa, kamu memberitahunya dulu tanpa rembukan dulu?" tanya Milka lagi.
"Apakah kamu tidak setuju dengan itu?" tanya Hendra.
"Kita sudah sepakat, bahwa aku bisa menemui Juan ketika kita sudah kembali kan?" lanjut Hendra.
"Iya saya tahu. Tapi, anak laki-laki mu yang memiliki kamar sendiri di rumah ku adalah hal yang berbeda. Aku harap, kamu tidak akan memutuskan sesuatu hal tanpa persetujuan saya terlebih dulu." tegas Milka. Tampaknya Milka tidak setuju atas keinginan Hendra menyiapkan kamar untuk Juan.
"Ok." Hendra mengangguk paksa.
"Milka.... Milka..." suara Bu Yahya sudah memanggil Milka untuk turun menemui tamu. Milka pun berpamitan kepada Hendra untuk menemui mereka.
Citra menghubungi Juan. Namun tidak diangkat oleh Juan. Juan menolak panggilan dari maminya itu.
Lalu Citra mencoba untuk memesan taksi online. Tapi di aplikasi disebutkan tidak ada taksi di sekitar Anda. Beruntung, mobil Edwin berhenti tepat di depan Citra. Edwin keluar dari mobilnya.
"Citra, masuklah! Aku akan mengantarmu. Ayo!" titah Edwin. Citra pun lalu masuk ke dalam mobil Edwin.
*****
"Betulkah?"
"Iya." percakapan para kumpulan wanita sosialita. Entah apa yang mereka gosipkan.
"Hai semuanya...." sapa Bu Yahya ke teman sosialita nya dan membawa Milka juga hadir.
Semua orang yang sedang duduk pun melihat ke arah datangnya Bu Yahya. Bu Yahya lalu duduk, dan menyuruh Milka untuk duduk di sampingnya.
"Oh Milka. Kau terlihat segar sekali. Padahal kamu baru melahirkan." puji Mia.
"Iya masih langsing seperti belum pernah menikah." timpal Yuli kemudian. Yang dipuji hanya bisa tersenyum.
"Kamu pasti sudah mengalami hal yang sulit, tapi beruntungnya suami mu sekarang sukses." Bu Wahyu buka suara. Semua ikut tertawa.
__ADS_1
"Kamu tidak akan mengkhawatirkan ibumu laki kan?" tanya Erna kemudian. Bu Yahya menunduk sambil menahan senyumnya.
"Saya sudah tahu sejak awal, bahwa kedua orang tua saya akan mendukung saya." jawab Milka sambil tersenyum. Bu Yahya terharu, dan mencium tangan Milka.
"Saya tidak akan memikirkan omongan orang-orang tentang saya, padahal mereka tidak tahu apa-apapun tentang keluarga saya. Saya beruntung katena memiliki Jenny dan kesuksesan suami ku dalam hidup saya."tambah Milka. Ucapan Milka ini membuat telinga orang yang mendengarnya, bisa membuat kagum dalam hati.
"Jadi? Kalian menerima Milka untuk jadi anggota organisasi kita kan?" tanya Bu Yahya kemudian.
"Tentu saja." jawab Bu Wahyu yang merupakan ketua dari organisasi, ah, sosialita tepatnya.
"Ok.. Kalau begitu kita bersulang untuk masuknya Milka dalam grup kita." kata Mia penuh kebahagian. Mereka pun menyatukan gelas orange jus sebagai tanda telah bergabungnya Milka. Ini berarti Milka resmi masuk dalam geng sosialita mereka. Hmmm..
Tampak Pak Yahya memanggil Bu Yahya dan Milka untuk menemuinya. Karena Pak Yahya akan mengenalkan istri serta putrinya kepada temannya dari Belanda.
"Saya permisi dulu. Nikmati pesta kalian." ucap Bu Yahya berlalu bersama Milka.
"Astaga. Dia menjadi sangat percaya diri." ucap Erna lirih setelah dilihatnya Bu Yahya sudah jauh dari mereka.
"Dia bukan lagi seorang gadis yang membuat malu kota ini."tambah Bu Wahyu.
"Dia kasar sejak awal, benar bukan?" timpal Yuli. Dewi hanya diam mendengar itu. Dia tidak ikut-ikut untuk menambah omongan.
"Dia begitu kurang ajar. Begitulah cara ia mencuri suami orang lain." ujar Mia menambahkan.
"Ayo kita pulang. Ini terlalu banyak orang untuk acara sebuah pesta."bisik Edwin sepelan mungkin. Ia gugup, karena mata semua tamu undangan kini tertuju ke arah mereka berdua. Citra dan Edwin.
"Hhh. Orang-orang yang berpengaruh di kota ini tampak hadir semua." gumam Citra.
"Ya ampun." Dina kaget karena saat ia berjalan ia hampir menabrak Citra. Citra dibuat heran dengan Dina. Bukannya ia tadi menolak ajakan Citra untuk makan malam dengan alasan ia akan bertemu kawan lamanya? Ternyata.....
"Citra, apa yang kau lakukan di sini? Edwin, kau juga datang." tanya Dina pelan.
"Apakah kamu melihat Juan?" tanya Citra.
"Apa? Juan? Aku tidak melihatnya. Juan ya.... Dimana ya dia? Kok aku gak tahu ya?"kata Dina celingukan mencari keberadaan Juan yang tidak ia temukan.
Hendra kemudian turun dari tangga. Ia menghampiri Citra. Semua mata fokus kepada mereka berdua. Milka ingin mengikuti suaminya, tapi decegah oleh Pak Yahya.
"Tidak bisakah, kau mengendalikan rasa ingin tahumu?" tanya Hendra.
__ADS_1
"Ku pikir kau memang sengaja menunjukkan padaku foto kalian agar aku datang kesini kan?" sinis Citra.
"Apakah kau yakin tidak menggunakan Juan sebagai alasanmu untuk datang kemari?" tanya Hendra.
"Terserah kau saja." kata Citra dan ia akan melangkahkan kaki nya untuk mencari Juan. Namun langkahnya terhenti karena Hendra mencegahnya.
"Jangan merusak pesta kami dan silahkan pergi. Saya akan mengantar Juan nanti" usir Hendra. Juan menyaksikan kedatangan Mami nya dari ruangan sebelah. Lalu ia pergi lagi.
"Aku akan memastikan, bahwa aku akan membawanya pulang sendiri." tegas Citra.
"Kita harus pergi." ajak Edwin.
"Tidak." tolak Citra.
"Kau harus pergi." usir Hendra lagi.
"Tidak. Aku tidak akan pergi tanpa Juan." jawab Citra. Milka yang sudah tidak tahan atas kejadian itu, lalu ia menyusul suaminya.
"Halo." sapa Milka tersenyum sambil menggandeng lengan suaminya.
"Saya tahu Anda ingin mencari Juan, tapi saya tidak mengharapkan Anda ada di sini." ucap Milka lembut tapi menusuk.
"Bagaimana bisa Anda berpikir untuk datang ke sini?" tanya Milka sinis.
"Ya, itu yang akan saya tanyakan. Bagaimana bisa kamu berpikir untuk kembali lagi?" tanya Citra balik.
"Setiap orang punya hak di mana mereka akan tinggal bukan. Jadi Anda tidak usah ikut berfikir. Lagian pesta ini hanya khusus untuk tamu undangan" jawab Milka dambil tersenyum. Suasana saat ini sungguh sangat tegang.
Citra terdiam. Ia melihat ke arah Hendra. Lalu ia mengeluarkan amplop merah dari dalam tasnya dan menunjukkannya tepat di hadapan Milka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimaksih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.
Selamat menjalankan ibadah puasa.