
Citra kini tengah duduk di tepi ranjang sambil memakai sepatu hak tingginya. Dilihatnya Tio yang sedang meraba ranjang dengan tangannya. Tak didapati Citra di sana. Tio menarik selimut yang menutupi setengah badannya hingga menutupi dada telanjangnya.
"Kau sudah bangun rupanya. Padahal alu ingin melakukannya lagi" kata Tio menatap Citra sambil tersenyum nakal.
Citra hanya diam, dan menyelesaikan merapikan dirinya.
"Padahal kau sangat hebat dalam urusan ranjang. Tapi kenapa Hendra bisa selingkuh di belakangmu." kata Hendra sambil tampak berpikir.
Citra lalu berdiri, dan menghampiri Tio.
"Katakan. Aku atau Kau sendiri yang akan bilang pada Dewi tentang kejadian malam ini?" tanya Citra dengan tatapan tajamnya.
Sontak Tio kaget dengan penuturan Citra baru saja.
"Apa maksudmu?" tanya Tio gelagapan. Citra tersenyum sinis.
"Bagaimana jika aku yang memberitahu Hendra lebih dulu tentang kita?" Tio balik mengancam Citra.
__ADS_1
"Silahkan saja. Toh, jika kamu memberitahu Hendra, kami pun akan bercerai. Tapi aku tahu, kau tidak ingin kan bercerai dengan istrimu?" kata Citra penuh wajah sinis. Tio pun dibuat bingung lagi.
"Apa kau sedang mengancamku?" tanya Tio gelagapan.
"Ya. Tentu saja." jawab Citra penuh keyakinan.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" Tio akhirnya bertanya.
"Kau tahu? Dalam hubungan pernikahan kepercayaan yang utama. Jangan kau khianati kepercayaan yang telah istrimu berikan kepadamu. Janganlah selalu berbuat ini di belakang istrimu Tio." kata Citra menasehati Tio.
Tio mencerna apa yang diucapkan Citra.
"Citraaa.. Seharusnya kau tidak melakukan ini sendirian. Seharusnya kau mencari bantuan profesional." teriak Tio yang tak dihiraukan oleh Citra.
Citra berjalan keluar melewati lobi hotel. pikirannya kini berkecamuk. Hanya Juan yang ada dipikiraanya. Bagaimana tidak berkecamuk, pasalnya tadi siang sebelum Citra memutuskan untuk menemui Tio di hotel, siang harinya pasien yang bernama Pak Erwin datang menemuinya untuk menyerahkan memory card yang ditemukan oleh Pak Erwin di restoran tempat Hendra mengadakan pesta ulang tahun.
Setelah menerima memory card tersebut, Citra terkejut dengan apa yang tengah dilihatnya di layar laptopnya kini. Sebuah rekaman saat Hendra mencium bibir Milka. Dan itu Juan yang merekamnya. Berarti selama ini Juan sudah tahu hubungan yang terjadi diantara papinya dan Milka. Citra cemas dan tidak menyangka bahwa putranya harus melihat itu semua.
__ADS_1
Citra keluar dari hotel.
"Aku tidak akan kehilangan apapun yang telah menjadi milikku. Aku hanya memutuskan untuk mengeluarkan Hendra dari hidupku. Juan dan semuanya adalah milikku." batin Citra mantap melangkah meninggalkan hotel.
Sekitar jam 5 pagi, tampak Citra keluar dari taksi dan masuk ke dalam rumahnya. Dewi melihat kedatangan Citra dari jendela rumahnya sepagi itu dibuatnya bertanya-tanya.
Hendra tidak mendapati istrinya di kamarnya. Dilihat jam menunjukkan pukul 5 pagi. Hendra keluar dari kamar. Dan mendapati istrinya tengah tertidur di sofa ruang tamu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimaksih sudah membaca dan jangan lupa like ya..
Selamat menjalankan ibadah puasa..