Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 61


__ADS_3

Acara pesta pun sangat meriah. Setiap tamu undangan sangat menikmati acara ini.


Mereka saling tertawa. Ngobrol bersama. Minum bersama. Membicarakan semua hal dengan sangat antusias satu sama lain.


Sementara, Citra hanya menikmati malam sendirian. Dokter Edwin kebetulan melintas di depan tempat Citra makan malam. Ia melihat Citra sedang melahap makanannya sendirian. Lalu Dokter Edwin melangkahkan kakinya memasuki resto tersebut dan duduk di hadapan Citra.


Citra tak tampak kaget sedikitpun dengan kehadiran Dokter Edwin. Ya, karena memang sudah terbiasa dengan kehadirannya yang selalu tiba-tiba. Dokter Edwin memesan makanan yang sama dengan milik Citra.


"Ini malam Minggu. Apakah kamu tidak mempunyai janji kencan dengan seorang wanita?" tanya Citra sambil mengunyah makanannya.


"Aku yang seharusnya bertanya padamu, kenapa kau makan sendirian." canda Edwin.


"Curhat boleh ya." ucap Citra. Entah kenapa, setiap bertemu dengan Dokter Edwin bawaannya ingin selalu curhat. Dokter Edwin hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Aku rasa, aku sudah melakukan semua yang terbaik untuk Juan." awal cerita Citra. Edwin mendengarnya dengan seksama.


"Menurutmu, berapa lama dua tahun itu? Menurutku itu sangat singkat sekali. Untuk memaafkan seseorang. Hhhhhhahh.. Aku harap, setidaknya ia merasa bersalah. Tapi tidak sama sekali. Aku bahkan tidak mengerti bagaimana dia bisa berpikir untuk kembali." kata Citra.


"Waktu itu relatif untuk setiap orang. Dia mungkin berpikir, jika masa lalu ada di masa lalu. " Edwin berusaha menjawab.


"Pernikahan kami mungkin telah berakhir di masa lalu. Tapi bagiku, perceraian kami masih berlangsung saat ini." jawab Citra. Belum sempat Edwin menjawab, ponsel Citra berdering. Ia lalu membuka ponselnya. Dilihat sebuah pesan wa dari Hendra. Ia mengirimkan fotonya bersama Juan dalam acara pesta di rumahnya. Sontak, mata Citra membulat dengan mulut yang menganga kecil tidak percaya.


Sementara di pesta, Bambang Pamungkas memberi tandatangan di bola yang sudah Juan bawa.


"Jangan lupa tetap berlatih ya." saran Bambang Pamungkas.

__ADS_1


"Terima kasih." jawab Juan sangat bahagia.


"Gimana? Kamu sangat senang kan?" tanya Hendra ke Juan. Sontak, Juan mengangguk beberapa kali karena sangat senang bisa bertemu langsung dengan idolanya.


"Kamu pasti sangat bangga karena telah memiliki Ayah yang sangat keren." puji Bambang Pamungkas.


"Oh iya." jawab Juan masih gak nyangka bisa bertemu seorang BP.


"Ah, kamu bisa saja." jawab Hendra sambil tertawa.


"Rumah yang sangat bagus. Selamat atas keberhasilan Anda Pak Hendra." puji BP lagi.


"Terimakasih. Kapan-kapan aku akan mengajakmu makan malam bersama oke. Silahkan nikmati pestamu." kata Hendra sambil menjabat tangan BP. Juan pun ikut bahagia saat ia bersalaman dengan BP.


"Hei Juan. Kemarilah. Ikutlah dengan Papi." kata Hendra mengajak Juan untuk naik ke lantai dua. Milka melihat suaminya berjalan dengan anaknya menaiki tangga menuju lantai dua. Lalu ia mengikuti Hendra.


*****


"Apakah itu masalah besar jika ia ada di rumah ayah nya sendiri?" tanya Edwin.


"Tentu saja. Dia sudah melanggar aturan. Dia bertemu dengan Juan tanpa ijin dari ku." jawab Citra emosi.


"Mungkin Juan ingin pergi." kata Edwin.


"Aku tahu siapa anakku. Dia sangat membenci ayahnya." ucap Citra lalu pergi ke kasir untuk membayar makanannya.

__ADS_1


*****


Hendra mengajak Juan ke sebuah kamar kosong.


"Bagaimana menurutmu? Cukup besar kan?" tanya Hendra setelah memasuki kamar kosong.


"Kamar siapa ini?" tanya Juan heran.


"Kamarmu. Bukankah wajar jika seorang anak laki-laki memiliki kamar sendiri di rumah papinya? Papi akan mengatur segalanya, sehingga kamu bisa datang kapanpun kamu mau. Oke." kata Hendra. Juan masih tidak percaya.


"Tempat tidur akan ada di sini. Meja belajar di sini. Dan komputer mu di sini. Papi akan mendownload berbagai macam game top untukmu." kata Hendra sambil menunjukkan letak barang-barang di calon kamar Juan.


Milka tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar tadi.


"Sayang, bisakah kita berbicara sebentar?" pinta Milka. Hendra pun mengikuti Milka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


Selmat menjalankah ibadah puasa.


__ADS_2