Dunia Pernikahan

Dunia Pernikahan
BAB 46


__ADS_3

Hendra menuju tempat parkir mobil.


"Kau mau kemana?" tanya Milka.


"Aku akan ke kantor." jawab Hendra sambil memakai jaketnya.


"Aku akan berbicara pada ayahku dan meyakinkan dia untuk tetap ber investasi padamu." ucap Milka berusaha menenangkan hati Hendra yang saat ini pasti sedang kalut.


"Ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan uang." kata Hendra.


"Dia mungkin tidak akan merestui hubungan kita. Biarkan aku mengurus hal yang mendesak terlebih dahulu." kata Hendra yang sudah putus asa.


Hendra terdiam untuk sesaat.


"Aku akan mencari pengacara untuk mengurus perceraianku. Aku tak akan membiarkan dia mendapatkan semua yang dituntut nya." ucap Hendra menuju mobilnya.


"Kenapa kau tidak bisa, menyerahkan saja putramu padanya?" kata Milka serius.


"Tidak bisa. Karena dia anakku." jawab Hendra menatap Milka tajam.


"Terus kenapa? Apa yang akan kau lakukan?" tanya Milka.


"Juan akan tinggal bersamaku. Lalu....."


"Terus bagaimana dengan bayi kita ini?" ucap Milka memotong perkataan Hendra.


"Aku akan membereskannya, oke." Hendra meyakinkan Milka.


"Di mana Meli? Apa kau tahu?" tanya David tiba-tiba yang muncul dari arah apartemen. Hendra sontak menoleh ke sumber suara. Begitupun Milka. Milka sangat geram dengan orang yang bernama David ini.

__ADS_1


"Kenapa kau tanya padaku? Aku tidak tahu di mana dia." jawab Milka ketus.


"Kalian jelas tinggal bersama sepanjang malam. Dan sekarang kau pura-pura tidak tahu di mana dia?" sindir David. Hendra pun sudah geram akan tingkah David yang songong itu.


"Kenapa kau mencoba untuk berdebat dengan orang yang baru kau kenal hah? Bagaimana kita bisa tahu di mana kekasihmu itu berada?" kata Hendra yang sudah mulai tersulut emosinya.


"Baru kenal katamu?" kata David menghampiri Hendra.


"Apa kau tahu? Istrimu menyuruh pacarku untuk membuntutimu!" jelas David. Hendra sontak terkejut. Bola matanya nampak membulat. Begitupun Milka. Ia tak percaya bahwa Meli yang selama ini menjadi tetangga nya bahkan temannya adalah orang suruhan Citra.


******


"Apakah ada pasien lagi?" tanya Citra pada suster jaga.


"Tidak ada Dok. Pasien lain membatalkan jadwal mereka. Ada seorang pasien, Pak Erwin. Bagaimana Dokter Citra?" ucap Ina.


"Jika dia datang berobat, bawalah dia masuk." ucap Citra lembut.


"Aku datang bukan untuk berobat. Aku hanya ingi meminta maaf padamu Dok. Polisi bilang, kamu menolak untuk menuntut. Bahkan kamu pun tidak menuntut ganti rugi atas komputer yang sudah aku rusakkan." kata Pak Erwin menunduk.


"Benarkah? Anda kemari untuk mengatakan hal itu?" lembut Citra.


"Iya Dok. Aku memutuskan untuk mengukuti nasehatmu dan menemui psikiater." ucap Pak Erwin hati-hati.


"Benarkah? Itu sangat bagus sekali Pak. Ku doakan yang terbaik untuk perawatanmu ya." ucap Citra tersenyem senang, akhirnya pasiennya itu menuruti nasehat nya.


Pak Erwin pun ikut tersenyum senang. Pak Erwin berpamitan mengundurkan diri. Saat ia hendak keluar pintu, ia langsung berbalik dan menghadap Citra.


"Kau adalah dokter yang sangat hebat Citra. Aku datang untuk mengatakan itu." ucap Pak Erwin penuh semangat sambil memberikan kedua jempolnya. Citra yang melihat itu tertawa kecil. Lalu Pak Erwin pun keluar dari ruangan Citra.

__ADS_1


Dokter Edwin pun ikut tersenyum senang. Ia lalu duduk di hadapan meja Citra.


"Bagaimana menurutmu? Lumayan kan untuk pertama kali nya bagi dia?" tanya Edwin.


"Kau juga kan yang menyuruhnya untuk memujiku seperti itu?" goda Citra ke Edwin.


"Ah, nggak lah. Aku tak menyuruhnya. Sama sekali tidak." elak Dokter Edwin sambil tersenyum.


Telepon yang ada di meja Citra berdering. Citra mengangkatnya.


"Ya ini dengan Citra." suara Citra menyapa orang yang menelponnya.


"Baik, aku akan segera ke sana." ucap Citra lalu beranjak dari tempat duduknya. Edwin pun mengikuti langkah Citra.


Citra membuka pintu ruangan Dokter Fadil.


"Ya Pak, ada apa kau memanggilku?" tanya Citra. Wajahnya kemudian menegang, saat ia melihat dua orang pria yang sedang duduk di sofa ruangan Dokter Fadil. Ya. Mereka berdua adalah David dan Hendra. Apa yang sedang mereka lakukan di sini?


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya...

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa..


__ADS_2