
Citra melirik jam tangannya. Jam 1 lewat 50 menit. Dia langsung keluar dari ruangannya dan berpamitan ke suster jaga hari ini. Di parkiran mobil, dia mengambil handphone nya karena memang sudah berdering. Dilihatnya ada nama Meli di sana. Jantungnya pun berdegup kencang tentang kabar apa yang akan disampaikan oleh Meli kepadanya.
" Iya Mel." katanya gugup.
"Dia bersama seorang wanita." jawab Meli. Citra menutup mulutnya tanda tak percaya. Lututnya pun serasa tak kuat lagi menopang tubuhnya. Lalu dia pun terduduk di kursi bawah pohon.
"kamu yakin?" Citra memastikan.
"Iya. Tapi aku tidak bisa melihat bagaimana rupa wanita itu karena terhalang oleh mobil di depanku. Mereka baru saja keluar dari apartemen kalian." terang Meli lagi sejujurnya dengan apa yang dia lihat saat ini dari dalam mobil. Citra masih memaku. Tidak percaya. Tapi itulah kenyataannya.
"Apakah kau tidak bisa mengirimiku foto atau video nya?" tanya Citra berharap.
" Tunggulah. Nanti akan ku kirim padamu." jawab Meli sambil tetap mengamati dua sejoli di seberangnya. Citra meneteskan air matanya. Dunianya seakan-akan runtuh. Tapi dia harus tegar. Karena dia sudah berjanji untuk menjempit Juan. Citra sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. Sehingga dia membawa mobilnya dengan kencang. Dia mampir dulu di toko roti untuk mengambil pesanannya kemarin.
" Oh, Anda sudah datang Bu. Ini roti pesanan putra Anda. Dia sangat pandai untuk membuat kue ini tampak lebih cantik." papar Lia. Citra hanya tersenyum mendengar penuturan Lia itu. Dia melihat model dari kue itu. Ada foto mereka bertiga. Dan terdapat banyak potongan cokelat. Serta dibingkai bentuk hati dengan sempurna. Citra menutup mulutnya sedih dengan apa yang dihadapinya saat ini. Dia harus tegar. Tanpa basa basi lagi, dia melajukan mobilnya menjemput Juan. Sesampainya di sekolah, dia mendapati anaknya sudah di depan menunggunya. Citra membukakan pintu untuk anaknya. Sebelum dia masuk ke dalam balik kemudi, hp nya pun berdering kembali. dengan cepat ia menjawab telpon yang tak lain dari Meli.
__ADS_1
"Aku sudah mengirim foto kepadamu. Itu mobil yang dipakai oleh wanita tersebut. Kau bisa mencarinya lewat nomor platnya. Hanya itu yang bisa aku kasih ke kamu. " kata Meli.
"Terimakasih Mel." ucap Citra sambil mengusap air matanya.
"oh ya satu hal lagi." potong Meli.
" Kau harus mengecek bagasi mobil suamimu. Ada yang disembunyikannya disana." kata Meli lalu memutuskan sambungan telponnya.
Dengan perasaan yang berkecamuk, Citra melajukan mobilnya di atas batas maksimum. Hingga membuat Juan ketakutan.
" Mas, aku mau ambil kamera di mobilmu. Mana kunci mobilmu?" kata Citra tetap tenang.
"Untuk apa sayang? Kan ada hp." tanya Hendra.
" Ini kan momen spesial. Jadi aku menginginkan hasil yang bagus." kilah Citra setegar mungkin sambil merogoh kunci mobiln suaminya yang memang ada di saku celana Hendra. Citra dengan langkah cepat menuju mobil suaminya. Hendra menemui para tamu yang sudah hadir.
__ADS_1
Terlihat ada mobil putih yang datang. Citra mengetahui itu. Tapi yang membuat matanya membulat sempurna adalah plat yang tertera di mobil itu sama dengan yang Meli kirimkan. Citra tertegun menunggu siapa sosok yang keluar dari dalam mobil itu. Pintu mobil pun terbuka. Keluarlah Pak Yahya beserta istrinya. Tidak mungkin kalau Hendra berselingkuh dengan istri seorang investor kaya di kota ini. Tapi siapa?
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan komen ya. komen kalian sangat membantu untuk penulisan bab selanjutnya. terimakasih sudah membaca.
__ADS_1