Gadis Cuek & Ustad Tampan

Gadis Cuek & Ustad Tampan
BAB 15


__ADS_3

di kafe 'lisda'


di sebuah ruangan yaitu lantai 3 terlihat terlihat anggota Jonathan dan Winata beserta Rio.


duduk di sofa panjang setelah selesai makan siang.terlihat mereka sedang berbincang2.


" terimakasih banyak telah mengabulkan permintaan istri saya ini " ucap ustad Ahmad bersyukur karna bisa mengabulkan permintaan istri nya


" tidak masalah, selagi kami bisa membantu, kami akan membantu " ujar dhinda ramah


" terimakasih sekali lgi ya nak sudah mau menuruti adx saya ini, dia memang begini klau lgi ngidam bawaan nya aneh2 " nyai Aisah sambil menatap vita., sedang kan yg ditatap tidak memperdulikan sama sekali dan masih asik makan cemilan.


" sama-sama bu nyai "


" panggil umi dan Abi aja" ucap Aisah tersenyum


pertama nya mereka kaget,tpi tidak dengan lista ia masih asik dngn hp nya.


" baik umi dan Abi"ucap mereka


" klau begitu kami harus bayar berapa karna telah masuk kesini,tpi sebelum nya kami Minta maaf karna ketidak sopanan kami" ucap ustad Rifqi sambil menatap mereka


" kalau itu tidak masalah lagian ini bukan kemauan ustad tpi karna ustazah lgi ngidam jdi kami memaklumi nya tpi klau masalah Bayaran..."ucapan Radit terpotong


" tidak perlu " ucap Clista sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari hp nya


" tpi kami tetap harus bayar, karna kmi sudah masuk ke tempat yg seharusnya pelanggan tidak masuki "


" saya bilang tidak perlu " ucap lista


" iya ustad tidak usah sama sekali kami iklas kok, iya kan bng " ucap dhinda kpd Radit


untuk menjelaskan kpd mereka bila tidak perlu membayar karna klau Kaka nya sudah bilang itu maka tetap itu.

__ADS_1


" terima kasih bnyk nak, semoga sehat selalu dan di mudah kan rezeki nya " ucap pak kiyai surya


" amin " ucap mereka


" hemm.. seperti nya sudah sore, sebaik nya kita segera pulang ke pesantren" ucap Fiki sambil melihat arloji di pergelangan tangan nya


" tu...tunggu " ucap dhinda terbata sambil melihat ke kakak nya yg masih asik memainkan hp nya


" kata kan " ucap Clista dia sama sekali tidak melihat ke arah dhinda tpi seolah tau apa yg di ingin kan dhinda


sebenar nya mereka sedikit terkejut karna clista tau klau dhinda ingin mengatakan sesuatu pada nya Tampa melihat lawan bicara


" hem Kaka boleh gak klau dhinda masuk pesantren Abi Surya dan umi Aisah " ucap dhinda pelan,tpi masih di dengar oleh mereka


mendengar itu Clista langsung mengalihkan pandangan nya ke arah dhinda.


sebenarnya Radit dan Rio jg kaget mendengar permintaan dari dhinda.


" tidak " ucap lista


" huh...itu terlalu jauh dari Jakarta " ucap Clista


sambil menghela nafas


" tpi Kaka dhinda sangat ingin masuk pesantren


di sini, karna..." ucapan dhinda di potong oleh lista


" karna di sana ada putri dan Isma " ucap Clista tepat sasaran


" kok Kaka tau " kaget dhinda karna dia sama sekali tidak pernah menceritakan tentang kedua sahabat nya


anggota kiyai juga kaget karna mereka tau klau itu merupakan santriwati baru.

__ADS_1


" dhinda GK perlu tau " ucap nya datar


" Kaka dhinda benar2 ingin masuk ke pesantren


di sana " rengek dhinda langsung memeluk lengan lista


" engk bisa itu terlalu jauh, emng dhinda bisa jauh dari Kaka " ucap lista lembut


" klau gitu lista ikut aja sama dhinda " ujar Radit


sambil menahan tawa


mereka yg melihat Radit itu bingung.sedang kan lista menatap tajam radit.


sedang kan yg di tatap pura2 GK tau


" iya bng Radit bener, klau gitu Kaka itu aja" ujar dhinda penuh semangat


" Kaka GK bisa ikut "ucap dhinda lgi


' klau aku sampai ikut bisa di ketawain


habisยฒ san sama bng ridho' batin lista


Bersambung...


maaf author baru update ๐Ÿ™๐Ÿ™


karna author udah masuk sekolah lagi jadi nya


kemarin GK sempet...


tpi author bakal usahain untuk update

__ADS_1


terima kasih dukungan nya


bay bay๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2